Twince LA

Twince LA
ShaGem dan ShaBay


__ADS_3

"Kamu tau pasti, kamu berhadapan dengan siapa sekarang?" tanya sang kakak lagi dengan masih saling pukul dengan sang adik.


"Gema, aku berhadapan lagi dengan Gema lagi, kak"


"Wijaya dan Arayyan, Dafa!" teriak Ivan kepada Dafa.


Dafa yang mendengar tentang keluarga Wijaya dan Arayyan pun diam mematung.


Ivan masih mengatur nafasnya karena merasa lelah karena sudah bertengkar dengan sang adik yang sangat egois ini.


Sama seperti Ivan, Dafa pun kini sedang mengatur nafasnya dengan masih mencerna apa yang dikatakan oleh sang kakak.


"Kenapa kamu diam? Kaget?" tanya Ivan dengan wajah remehnya.


"Sudah ku bilang bukan sejak dulu, jangan pernah kamu bermain-main dengan wanita, Dafa!"


"Ingat pesan ibu, jangan pernah kamu bermain-main dengan wanita, karena kamu dilahirkan dari seorang wanita" teriak Ivan, dan Ivan pun kembali menghadiahi satu pukulan telak kepada Dafa.


Dafa yang memang sudah pasrah pun tersungkur dan keluarlah darah dari mulutnya.


"Jangan bawa-bawa ibu kak!" teriak Dafa lagi yang masih saja kuat walaupun sudah babak belur oleh Ivan.


"Jangan bawa ibu, tapi kelakuan kamu harus membawa ibu agar kamu sadar, kalau tindakan kamu ini salah!"


"Kakak harus apa sekarang Dafa? Kamu sekarang pasti akan menjadi incaran keluarga Wijaya, Arayyan dan juga temanmu Gema"


"Dia bukan temanku lagi"


"Iya karena kamu mengkhianatinya!"


"Sudah cukup!"


"Kasih aku satu alasan, apa hubungannya wanita itu dengan keluarga Wijaya dan Arayyan"


"Wanita yang sudah kamu ganggu itu adalah putri kembar dari keluarga Wijaya dan satunya lagi adalah kekasih tuan muda Erlangga Arayyan, Dafa!"


Mata Dafa seakan ingin copot dari asalnya ketika mendengar kenyataan yang tidak ingin dia dengar sama sekali, kecerobohannya kali ini adalah, dirinya tidak mencari tahu terlebih dahulu siapa itu Tikha.


"Narendra akan hancur, Dafa" teriak Ivan lagi.

__ADS_1


"Aku enggak peduli sama sekali sama mereka, yang aku inginkan hanya wanita itu!" kata Dafa lagi sambil tersenyum licik.


"Jangan pernah kamu main-main dengan wanita itu lagi, Dafa" ucapnya dan meninggalkan Dafa sendiri di ruang keluarga dengan wajah yang sudah babak belur.


Ivan lebih memilih kembali ke rumah sakit untuk bertemu dengan Devan dari pada harus menghadapi Dafa yang tak pernah lurus jalan pikirannya.


...****************...


"Mommy" panggil Tisha ketika sudah sampai di rumahnya.


"Gimana, asik di rumah neneknya?" tanya sang mommy yang sudah tau bahwa kedua anaknya pergi ke rumah sang nenek.


Tisha mengangguk, karena memang tidak usah di tanyakan lagi jika sang mommy sudah tau tentang kepergiannya, "iya enak banget mom, pengen kesana lagi deh"


"Iya nanti kita ke sana lagi"


"Asik" ucap Tisha dengan senang.


"Kakak ke ruangan daddy dulu ya mom" kata Kalan sambil berjalan meninggalkan ibu dan anak itu.


"Iya kak" jawab sang mommy.


"Kakak kamu baik-baik aja, Tikha hanya perlu istirahat saja"


Tisha mengangguk, "besok udah boleh masuk sekolah lagi mom?"


Mommy menggeleng, "belum boleh sha, minimal 3 hari dulu di rumah"


Tisha mengangguk, "yaudah kalau gitu, aku ke Tikha dulu ya mom"


"Iya sayang, Tikha di kamar bawah tangga ya'


"Siap mommy"


Tisha berjalan sambil memainkan ponselnya.


Satu notifikasi masuk sejak 3 jam yang lalu.


📩 Om sotoy

__ADS_1


Aku terbang ke Indonesia hari ini, tunggu aku ya. see you girl.


"Oh astgeznwjdhienwhsnksnwk" ucap Tisha yang asal, entah dirinya berkata apa, karena saat ini perasaan tak karuan yang sedang ia rasakan ketika membaca pesan dari Erlangga.


Bruk..


"Ash kalau jalan bisa liat-liat en... " ucapnya terpotong karena melihat siapa yang menabraknya.


"Ka Gema" katanya.


"Sorry" ucap Gema cuek.


Kalian pasti ingat bukan? Gema sudah tidak akan mengganggu Tisha lagi, karena Gema tau bahwa sudah ada pria yang mendampingi Tisha. Gema cuek mode on.


"No problem" bales Tisha tak kalah cuek.


Tisha dan Gema pun kembali berjalan tanpa ada obrolan lebih lama lagi, walaupun hati keduanya sudah bergemuruh ingin menjambak-jambaknya karena situasi yang sangat tidak di sukai ini.


"Itu kenapa itu? Haduh ShaGem ku kenapa jadi begini deh" ucap Reysha dengan suara pelan agar tidak terdengar oleh siapa pun.


Zahra yang mendengarnya pun mengerutkan kenjngnya, "siapa tuh ShaGem?"


"Tisha Gema, ih gimana sih kamu"


"Oh" kata Ara sambil menganggukkan kepalanya.


"Kalau aku mah setuju nya ShaBay aja deh"


"Siapa tuh ShaBay?"


"Tisha Abay" kayanya sambil terkekeh.


"Oh jadi sekarang kita lagi engga setim nih ceritanya?" kata Reysha.


Zahra mengangguk, "iya, aku tim ShaBay"


"Oke, aku tima ShaGem. Mari kita lihat sampai akhir siapa yang akan di pilih oleh Tisha"


"Oke. Yang kalah teraktir es krim"

__ADS_1


"Oke deal" kata Reysha sambil bersalaman dengan Zahra.


__ADS_2