Twince LA

Twince LA
Devan


__ADS_3

"Apa kamu mau mampir dulu ke dalam?" tanya Tikha kepada Lio yang kini Lio sudah turun dari mobil Tikha.


"Lain kali aja" tolaknya halus dan diangguki oleh Tikha.


"Oh astagaaa aku bertemu dengan pria tampan lagi" teriak Zahra dari atas balkon kamar Tisha.


Tikha dan Lio melihat ke arah atas dimana asal suara Zahra "omo" teriak Zahra sambil menutup mulutnya ketika melihat ketampanan Lio.


"Zahra berisik astaga" ketus Nathan dan melihat ke arah bawah.


"Ka Tikha?" panggilnya dengan mengerutkan keningnya.


"Lio" panggil Tisha ketika melihat siapa yang dimaksud pria tampan oleh Zahra.


"Aigo, aku harus minta nama akun sosial media pria tampan itu" teriaknya dan berlari ke arah luar.


"Hah.. Lagi dan lagi" kata Nathan sambil menggelengkan kepalanya dan mengejar Zahra.


Tisha masih menatap Lio dengan sorot mata yang tajam "kok bisa?" tanyanya dalam hati.


"Ka.. kamu langsung pulang aja, Lio" perintah Tikha ketika melihat Zahra yang sudah berlari ke luar kamar Tisha dan melihat sorot tajam dari Tisha.


"Iy.. "


"Oppa... " teriak Zahra dengan ponsel yang berada di genggamannya.


Tikha dan Lio kembali menoleh ke pintu masuk terlihat jelas Zahra sedang berlari ke arah luar.


Melihat itu buru-buru Tikha menghadang Zahra dengan berdiri di depan Lio dan


Bruk..


"Ash.. jidatku" keluhnya ketika Zahra menubruk tubuh Tikha.


"Ash... " ringis Tikha ketika dadanya tertubruk oleh Zahra untung saja dirinya sempat di tahan oleh Lio jadi tidak sempat terjatuh oleh ulah Zahra.


"Loh kok kakak sih?" tanyanya ketika melihat tubuh Tikha lah yang ia tubruk.


"Heh Zahra kamu tuh ya kebisaan deh" katanya sambil bersidakep.


"Ish kakak awas aku mau kenalan" katanya.


Terlihat Tikha yang memasang muka malas "dia sibuk" jawab Tikha.


"Hay kakak ganteng" sapanya Lio hanya menjawab dengan senyumannya saja.


"Lihatlah aku sudah melihat dua pria tampan hari ini Tuhan" katanya dengan penuh dramatis.


"Aku Zahra nama kakak siapa?" tanyanya.


"Lio" jawab Tikha.


Zahra melihat ke arah Tikha "ish, aku nanya cowo yang di belakang kakak, bukan kakak"


"Sama aja!" ketusnya.

__ADS_1


"Boleh aku minta nama akun media sosialnya? Boleh dong? Boleh lah?" katanya lagi sambil menaik turunkan alisnya.


"Centil banget sih ini anaknya papi" ucap Nathan dengan menjewer telinga Zahra.


"Ash... Sakit banget telinga ade bang" ucap Zahra dengan penuh dramatis.


"Ayo masuk, jangan genit!" ketus Nathan dengan menarik paksa Zahra dengan telinga yang masih di jewer olehnya.


"@nathalioptr.lingga" teriak Lio.


Mendengar hal itu Zahra langsung berjingkrak kegirangan "makasih kakak ganteng, jangan lupa follback ya @zahrafariz_cntya" ucapnya dengan berteriak juga karena dirinya semakin di tarik untuk di bawa masuk oleh Nathan.


"Udah 'kan?" tanya Tikha ketika melihat Zahra sudah masuk ke dalam.


Lio mengangguk "yaudah aku pulang, kamu jangan lupa istirahat ya" ucapnya sambil tersenyum dan tanpa di sangka mengusap. lembut kepala Tikha.


Tikha yang di perlakukan seperti itu pun melototkan matanya begitu juga dengan Tisha yang sama-sama terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Lio.


"Nathan sakit ini telinga aku" keluh Zahra ketika sudah ada di dalam rumahnya.


Nathan melepaskan jewerannya pada telinga Zahra "Zahra bisa engga kalau engga centil?" tanyanya.


"Itu engga centil ya Nathan, lagian Zahra kan cuma minta kenalan aja engga lebih"


"Tapi engga gitu juga caranya, emangnya kamu engga malu apa?"


"Engga" jawab Zahra dengan santai.


"Tapi kasian ka twince mereka yang mu sama perlakuan kamu"


"Yaudah iya Zahra minta maaf, engga Zahra ulangi lagi deh"


"Bisa aja deh Nathan. Tapi Zahra seneng banget dapet dua cogan" ucapnya lagi dengan kembali ke sifat yang barbarnya.


"Oh astaga" keluh Nathan sambil menggelengkan kepalanya.


...****************...


Minggu


"Sha, aku keluar dulu ya bentar" pamit Tikha.


"Mau kemana kamu?" tanyanya yang kini sedang bermain PS bersama dengan Nathan.


"Ketemu sama temen, Sha"


"Oh yaudah" jawab Tisha sambil menganggukkan kepalanya, Tikha memang memiliki banyak teman tidak seperti dirinya yang hanya sedikit. Teman Tikha tetap teman Tikha, tetapi jika teman Tisha itu adalah teman Tikha juga.


"Kalau ada apa-apa langsung hubungin aku!" tegasnya.


"Siap bu bos"


...****************...


"Apa kamu udah lama nunggu?" tanya seorang pria yang baru saja sampai di meja yang dimana kini Tikha sudah duduki.

__ADS_1


Tikha yang sedang bermain ponsel pun melihat kepada pria tersebut "Daffa?" tanyanya sambil mengerutkan keningnya ketika sudah melihat siapa pria yang berada di hadapannya kini.


"Kamu ngapain disini?" tanya Tikha lagi ketika pria tersebut duduk di kursi yang berhadapan dengan Tikha.


"Hem.. Aku Devan bukan Daffa"


Tikha mengerutkan keningnya ketika mendengar pernyataan dari pria yang ada di hadapannya kini "Devan?" tanyanya lagi dengan wajah bingung.


Devan mengangguk "kamu janjian sama pria yang DM kamu 'kan?" tanya Devan.


Tikha mengangguk "apa kalian kembar?" tanya Tikha sambil membulatkan matanya ketika memorinya berputar.


Devan kembali mengangguk "ya, kami kembar. Aku adiknya Daffa"


"Oh" jawab Tikha beroh ria.


"Langsung aja, kamu kenal dimana sama Daffa?"


"Hem.. Di mall"


"Itu aku bukan Daffa" potong Devan cepat.


"Tapi Daffa langsung DM aku katanya itu dia"


Devan menggelengkan kepalanya "bukan, itu aku bukan Daffa"


"Apa bisa kamu jelaskan? Dan untuk apa kamu mengajak aku untuk bertemu di sini?" tanya Tikha dengan mode tegasnya,karena dirinya memang benar-benar di buat bingung oleh twince D ini.


Devan mengangguk "sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu, karena waktu di mall aku nabrak kamu dan karena itu kamu sudah masuk ke dalam lingkunganku"


"Maksud dari sudah masuk ke dalam lingkungan kamu?" tanyanya dengan kening berkerut.


Devan menarik nafasnya dalam-dalam "kamu sudah termasuk ke dalam wanita yang sedang di incar oleh kakak ku Daffa"


Tikha membulatkan matanya "hah?"


"Semenjak kita bertemu di mall waktu itu, kakak ku langsung mencari tahu tentang kamu"


"Pantes dia DM aku"


Devan mengangguk "jadi aku harap kamu berhati-hati kepada kakak ku"


"Kenapa?"


"Aku hanya minta kamu untuk berhati-hati, kamu tenang aja aku akan menjaga kamu dari jarak jauh. Tolong simpen nomor aku, kalau ada apa-apa tolong segera hubungi aku" jelasnya.


"Baik" jawabnya dan Devan pun memberikan nomornya kepada Tikha.


"Bagaimana cara aku membedakan kalian?" tanya Tikha.


Devan sempat berfikir "kamu bisa liat dari bola mata kami, kami memiliki warna bola mata yang berbeda, jika aku berwarna coklat jika Daffa berwarna hitam" jelasnya dan Tikha mengangguk tanda mengerti.


"Aku minta kamu tetap seperti biasa saja kepada kakak ku, tapi tetep sedikit waspada dan menghindar" jelasnya lagi.


"Bagaimana aku akan bersikap biasa saja jika aku sudah tau bahwa aku sedang dalam pengawasan?" tanyanya dalam hati.

__ADS_1


"Apa kamu mengerti?"


"Ya" jawabnya.


__ADS_2