
Tisha menoleh ke arah belakang yang dimana kini Zahra sedang berjalan ke arahnya "ngapain?" tanyanya.
"Main dong, abis ka Tikha belum pulang jadi aku ke kamar kakak aja" jawabnya.
"Eh kak itu siapa?" tanya Zahra.
"Temen kak Tisha" bukan Tisha yang menjawabnya melainkan Nathan.
"Ganteng banget" puji Zahra dan langsung merebut ponsel milik Tisha.
"Hay cowo" sapa Zahra dengan mengedipkan matanya centil.
"Oh astaga" kata Tisha dan Nathan dengan memeluk jidatnya karena merasa malu.
"Hay juga cewe" jawab Gema.
"Boleh kenalan engga? Aku Azzahra Farijal panggil aja aku Zahra"
"Aku Gema"
"Oh hallo ka Gema ganteng" sapa Zahra lagi.
"Sepertinya dia bukan anaknya mami Fris dan papi Rijal" celetuk Tisha dengan menatap jijik ke arah Zahra.
"Apakah dia anak pungutnya papi?" celetuk Nathan tanpa sadar.
Zahra yang mendengarnya pun memukul paha Nathan dan menatapnya dengan horor, "ngarang!" ketusnya.
Gema terkekeh melihatnya.
"Ah manisnya" puji Zahra lagi.
"Ah kakak kenapa semua pria yang dekat dengan kakak tampan sekali, berbanding terbalik dengan pria yang berada di sekolah ku, mereka jelek-jelek, tidak seperti oppa-oppa korea!" keluhnya sambil memanyunkan bibirnya.
"Ash centil sekali kamu ini" ketus Tisha dan kembali merebut ponsel yang ada di genggaman Zahra.
"Ah galak sekali" keluh Zahra lagi.
Gema tertawa di buatnya "lucu sekali, sungguh menggemaskan" lirih Gema yang masih terdengar jelas oleh Tisha dan juga Zahra.
"Lihatlah aku di bilang menggemaskan sama kakak tampan ini, baiklah jika begitu mari kita membuat status terlebih dahulu" katanya.
"Pede sekali" celetuk Nathan.
"Diam kau!" ketusnya lagi.
"Selalu saja status lagi status lagi" keluh Tisha yang melihat Zahra membuat status di media sosialnya.
"Boleh minta nama akun media sosial kakak?" tanyanya.
"Tentu" jawab Gema.
"Nice"
"@gemaptr.dermwn"
"Thankyou kakak ganteng, lope-lope deh"
Nathan dan Tisha di buat semakin jijik dengan tingkah laku Zahra tidak dengan Gema yang semakin terkekeh di buatnya.
"Akhirnya media sosial aku banyak cogan" teriak Zahra yang sangat senang kembali mendapatkan followers cogan.
__ADS_1
Ku suka dirinya, mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin, kau menjadi milikku
Kau pernah menjadi, menjadi miliknya
Namun salahlah aku, bila ku pendam rasa ini
Ku suka dirinya, mungkin aku sayang
Namun apakah mungkin, kau menjadi milikku
Kau pernah menjadi, menjadi miliknya
Namun salahlah aku, bila ku pendam rasa ini
"What!!??" pekik Nathan dan juga Tisha.
"Kenapa?" tanya Zahra dengan bingung.
"Kamu nyanyi buat siapa?"
"Ka Gema lah, engga denger tadi ka Gema juga iringin pake gitar?" tanyanya.
"Jangan bilang kamu suka sama Gema?" tanya Tisha.
Zahra mengangguk dengan polos "banget" katanya dan membuat Gema terkekeh kembali.
"Setelah dia pergi jauh dan tak kembali lagi aku pastahkan jodohku kepada Tuhan, karena Tuhan maha baik, akhirnya memberikan ka Gema untukku melalui dirimu kak, terimakasih" ucap Zahra dan kembali membuat Gemanterkekh namun tidak dengan Natha dan juga Tisha yang semakin di buat menggelengkan kepalanya karena tak mengerti dengan jalan pikir Zahra.
"Di keluarga kita tidak ada yang namanya pelakor, Zahra" ketus Nathan.
"Tapi kan ka Tisha sama ka Gema belum menikah, jadi ka Gema masih milik bersama" jawab Zahra dengan telak.
"Ah iya ka. Maafkan adik sepupu ku ini ya kak"
Gema mengangguk "see you" katanya dan diangguki oleh ketiganya.
...****************...
"Gema?" panggil sang bunda.
"Iya bun?"
"Loh kok kamu udah pulang sayang?"
"Gema di skors bun"
"Loh kok bisa?"
"Biasalah bun anak muda" jawabnya dan sang bunda hanya menggelengkan kepalanya saja.
"Tadi kamu tertawa sama siapa, Gem? Kedengeran sampe ke luar kamar gitu" tanyanya.
"Oh itu tadi sama adik kelas aku bun, dia lagi sama sepupu sama adiknya, mereka lucu-lucu" ceritanya, lihatlah wajahnya sangat berseri-seri ketika menceritakan tentang Tisha, Zahra dan Nathan tadi.
Sang bunda tersenyum sama seperti Kalan, sejak kepergian Viona tiga tahun yang lalu, Gema seakan menutup dirinya dari wanita manapun, sekarang semenjak dirinya bertemu dengan Tisha, seakan semangat dalam dirinya kembali hidup, mengembalikan diri Gema yang dulu, asik dan penuh canda tawa yang tertanam dalam dirinya. Sang ibunda juga tau bahwa setelah kepergiaan Viona itu membuat persahabatan anatara Gema dan juga Kalan menjadi renggang seperti sekarang. Namun sang ibunda belum mengetahui bahwa kini wanita incaran sang anak kembali berkaitan dengan masa lalu suaminya, Ferdi.
"Eumm... Apakah anak bunda yang satu ini sudah kembali membuka hati untuk seorang wanita?" ledeknya.
"Ah bunda jangan seperti itu" jawabnya.
__ADS_1
Bunda terkekeh melihatnya "kenapa malu-malu hem? Siapa dia? Kenapa tidak di kenalkan kepada kami?" tanyanya.
"Nanti ya bun, kalau dia udah yakin sama Gema, baru Gema bawa dia kesini. Sekarang bunda do'ain yang terbaik aja untuk Gema" katanya.
"Bunda selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anak bunda, sayang"
"Terimakasih bunda"
"Sama-sama sayang"
...****************...
"Tikha" panggil Lio.
"Iya Lio?"
"Ayo pulang bareng aku" ajaknya.
"Maaf Li, aku engga bisa" tolaknya dengan halus.
"Kenapa? Kamu pasti pulang sendiri 'kan?"
Tikha menganggukkan kepalanya "iya Lio, tapi maaf aku bawa mobil" katanya sambil menunjuk ke arah mobil miliknya.
Lio mengikuti arah telunjuk Tikha "biar aku yang bawa mobilnya, engga baik cewe sendirian bawa mobil" katanya sambil mengadahkan tanganya untuk meminta kunci mobil Tikha.
Tikha mengernyitkan dahinya "tapi 'kan ini siang?"
Lio mengangguk "iya aku tau, tapi tetep aja itu bahaya" jawabnya.
"Ah baiklah, ini kuncinya" kata Tikha dan memberikan kunci mobilnya kepada Lio.
"Oke" jawab Lio.
"Ayo" ajak Lio dan mereka berdua pun berjalan menuju mobil milik Tikha.
"Eh itu bukannya Tikha ya?" tanya Reysha kepada Agas.
Agas yang mendengarnya pun mengikuti arah pandang Reysha "eh iya itu Tikha, tapi sama siapa?" tanyanya.
Reysha menaik turunkan bahunya "aku engga tau"
"Tapi kalau di liat dari belakang kayanya gue kenal deh" kata Agas.
Reysha melihat ke arah Agas "siapa?"
"Lio" jawabnya.
"Hah?" kata Reysha dengan mulut yang menganga.
"Ish" katanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Reysha langsung menutup mulutnya ketika sadar bahwa dirinya sedang di perhatikan oleh Agas.
"Aish bodoh loh Rey, kenapa lo malah keliatan oon di depan Agas sih" gerutunya dalam hati
...****************...
^^^~Jangan melihat seseorang dari penampilannya.^^^
^^^Ingat siapapun kamu, berasal dari manapun kamu, bagaimana pun masalalu kedua orang tua mu, jika mereka sudah sadar dan bertaubat maka mereka akan berubah menjadi lebih baik lagi. Masa lalu mereka akan menjadikan sebuah pelajaran di masa depan~^^^
__ADS_1
^^^••ndtaryy••^^^