
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Erlan?" tanya Kalan dengan penuh intimidasi.
Ivan dan Angga yang mendengar hal itu saling pandang, mereka bingung untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari mulut Kalan.
Begitu pula dengan Kalan dan juga Miko yang sama-sama mengerutkan keningnya dengan pergerakan yang dilakukan oleh Ivan dan juga Angga.
"Ada apa?" Kalan kembali bertanya.
"Apa ini sangatlah rahasia?" kini Miko yang bersuara.
Ivan menarik nafasnya, mungkin memang mereka berdua harus mengetahui hal yang sebenarnya terjadi selain dari keluarga Erlan.
"Saya yang akan menjelaskan semua kejadian yang terjadi kepada bos kami, Erlan"
"Karena pada saat kejadian saya bersama dengan beliau" lanjutnya lagi.
Flashback On
Dret.. Dret.. Dret.. Satu notifikasi masuk pada ponselnya, di lihatnya @zahrafariz_cntya menyebut anda dan 3 teman lainnya dalam sebuah status.
Erlan membuka notifikasi tersebut, senyum mengembang dari bibir manis Erlan ketika melihat Tisha yang sedang tertawa ceria bersama dengan Tikha dan juga Sailendra, Erlan memberikan emot love pada status tersebut dan me-repost status Zahra dengan caption "Peluk jauh untuk kamu yang ku rindu, ~Ts"
Erlan menggelengkan kepalanya dengan apa yang ia lakukan "jadi bucin gini gue" monolognya dalam hati.
Erlan kembali meletakkan kembali ponsel yang berada di genggamannya setelah beberapa kali dirinya bertukar pesan dengan Zahra sepupu Tisha hanya untuk menanyakan keberadaan dan kabar dari wanita pujaa hatinya, Tisha.
Di balik Erlan yang tengah senyum-senyum sendiri lihat tingkah Tisha ada wanita yang menyimpan dendam kepada Erlan karena kini Erlan sudah mulai mempublish wanita pujaan hatinya.
"Elo engga akan hidup tenang, Erlan!" ucap wanita itu dengan penuh dendam.
Bagaimana tidak penuh dengan dendam, wanita yang selalu mengejar cinta Erlan yang tak pernah kunjung ia dapat dari semenjak SMA, kini dirinya kalah telak dengan wanita tomboy yang mampu meliluhkan hati Erlan, Erlangga Abay Arayyan, bukan Wina Pandu yang sangat di pantau ketat oleh Ivan dan juga Angga yang melakukan itu, melainkan Cheryl Zenia wanita baik yang tidak pernah terpikirkan oleh ketiganya akan senekat ini melakukan hal yang tak terduga kepada Erlan.
Cheryl Zenia adalah wanita cantik yang memiliki tubuh molek menikahi pria tampan seorang mafia yang sangat kejam di negara London.
Awalnya Cherly tidak mengetahui bahwa lelaki tampan yang sedang ia manfaatkan adalah seorang ketua mafia terkejam di negara London, ketika Cheryl sudah menikahi pria tersebut karena satu kesalahan barulah Cheryl mengetahui kebenarannya bahwa pria yang ia nikahi adalah ketua mafia terkejam di negara London, Axel Candrio. Cheryl terkejut tetapi ia tidak marah, Cheryl semakin memanfaatkan momen itu untuk membunuh Erlan, pria yang ia benci saat ini.
Cheryl meminta kepada Axel untuk membunuh Erlan dengan penyerangan yang sangat tiba-tiba.
Dret.. Dret.. Dret.. Ponsel Erlan kembali bergetar ketika sudah diletakan pada nakas samping kasur king sizenya.
Terlihat nama Ivandra pada layar ponselnya, Erlan lantas menggeser tombol icon hijau itu untuk menerima panggilan dari sang sahabat sekaligus sekertarisnya itu.
Ivandra : Lan, lo dimana?
Erlangga : Di apart, kenapa?
Ivandra : Besok ada meeting pagi, jangan lupa
Erlangga : Iya gue inget ko
Ivandra : Oke kalau gitu, gue jemput jangan?
Erlangga : Engga usah, lo tunggu di kantor aja nanti ketemu klien baru kita berangkat bareng
Ivandra : Siap pak bos
Tuut...
__ADS_1
***
"Gimana elo udah siap buat ketemu klien hari ini?" tanya Ivan kepada Erlan.
"Udah" jawabnya.
"Tapi ko muka elu pucet begini sih, Lan. Elo sakit?" tanya Ivan lagi.
"Engga, gue baik-baik aja. Itu cuma perasaan elo aja kali, Van"
"Apa iya?"
"Iya. Udah ayo kita berangkat gue engga mau ngecewain klien gue"
"Siap pak bos" Jawab Ivan dan keduanya pun berjalan beriringan.
Tanpa mereka ketahui bahwa sudah ada yang mengintai mereka berdua dari jarak jauh, siapa lagi kalau bukan anak buah dari Axel.
"Bos mereka sudah keluar dari perusahaan" ucap anak buah Axel melalui sambungan telepon.
Tak ada jawaban dari sang bos karena sambungan telepon langsung di putus sebelah pihak.
"Kapan lo bakal balik ke Indonesia, Lan?" tanya Ivan di sela-sela perjalanan mereka berdua.
"Minggu depan Van, lagian masalah di perusahaan juga udah mulai kelar" jawab Erlan.
Ivan menganggukan kepalanya "oke, semoga cepet dapet deh tuh cewe" kata Ivan.
"Iya Van, gue juga udah kangen banget sama di.."
Belum sempat Erlan melanjutkan perkataannya sudah ada mobil dari arah berlawanan yang sangat kencang mendekat ke arah mereka.
Dhum...
Kecelakaan pun terjadi
Flashback Off
Kalan dan Miko yang mendengarnya pun meringis ngeri, mereka tidak terpikirkan jika posisi mereka yang ada pada saat itu.
"Kalian udah tau dalang dari kejadian ini?" tanya Kalan.
"Sudah" jawab Ivan sambil menganggukkan kepalanya.
"Siapa?" tanya Kalan dengan penuh selidik.
"Cheryl"
***
"Lo baik-baik aja 'kan, Sha?" tanya Salsa ketika melihat Marsha yang sudah sadar.
Marsha melihat sekelilingnya "baik" jawabnya dengan menganggukkan kepalanya sedikit.
"Gue bilang juga apa tadi, engga usah ikut campur sama urusan gue!" tegas Gema dengan masih mode garangnya.
"Gem udah, bukan waktunya" ucap Niko menengahi.
__ADS_1
"Ck" decak Gema.
"Permisi, kak Gema lo di panggil sama pak Beni di ruang BK" ucap anggota OSIS SMA SATYA yang tiba-tiba masuk ke ruang UKS.
Gema menoleh "oke" jawabnya dan Gema segera bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ruang BK.
"Gue tinggal dulu bro" ucapnya kepada kedua temannya.
"Oke" jawab Niko dan Reno secara bersamaan.
***
"Permisi pak, apa benar bapa memanggil saya?" tanya Gema kepada pak Beni yang kini sudah berada di ruangan BK.
"Benar, silahkan duduk Gema" perintahnya, Gema pun menuruti apa yang di katakan oleh pak Bambang.
"Langsung saja Gema, bapak mau tanya apa yang sudah kamu lakukan terhadap Latisha, sampai-sampai dia tonjok kamu?" tanyanya to the point.
Gema melirik ke arah Tisha yang nampak cuek dan lihatlah wajah dinginnya mode on.
Gema menarik nafasnya "maaf pak sebelumnya, saya memang lancang sudah menyentuh Latisha, saya tau Latisha adalah wanita yang tidak biasa di sentuh oleh seorang pria, dengan gerakan refleks saya mengacak-ngacak rambut Latisha tanpa sengaja. Mungkin Latisha juga terkejut dengan apa yang saya lakukan, maka dari itu Latisha refleks dengan tonjokannya pada sudut bibir saya, pak" jelas Gema.
Sailendra yang mendengar itu menatap nyalang pada Gema "ck, itu bukan tanpa sadar tapi emang sengaja" ketusnya.
"Gue emang engga sadar, gue 'kan tadi hilang refleks" jawab Gema tak kalah ketusnya.
"Tapi harus lo inget gue engga suka di sentuh-sentuh" timpal Tisha.
"Ya karena Latisha adalah berlian yang harus di jaga, tidak sembarang orang dapat menyentuh Tisha" timpal Sailendra lagi.
"Hey hey kenapa jadi kalian lagi yang bertengkar? Saya memanggil Gema untuk menyelesaikan masalah bukan untuk kembali bertengkar" ucap pak Beni menengahi.
Ketiganya terdiam mendengar apa yang di katakan oleh pak Beni.
"Lalu, Marsha? Kenapa dia bisa mencari Latisha ketika tau kamu terluka? Apa kalian ada hubungan spesial?" tanya Pak Beni.
Gema menaik turunkan bahunya "saya tidak tahu pak, saya sudah sering berkata kepada Marsha bahwa untuk tidak mencampuri urusan saya, tapi Marshanya saja yang terus ngeyel, saya juga tidak memiliki hubungan apapun dengan Marsha" jawabnya dengan sangat yakin.
"Apa kini Marsha sudah sadar?" tanyanya lagi.
"Sudah pak"
"Baik urusan Marsha bisa nanti. Kamu Gema, kamu memang salah, kamu tidak berhak untuk menyentuh wanita yang memang bukan muhrimnya, terlebih lagi wanita itu memang sangat tidak suka di sentuh, kamu harus hargai keputusannya"
"Iya Pak saya mengakui bahwa saya memang salah"
Pak Beni mengangguk "karena kesalahan ini kamu saya skors selama 3 hari"
Gema membukatkan matanya "ko di skors sih pak? Saya kan tidak berbuat lebih jauh"
"Tetap saja itu sudah melanggar etika"
"Pak saya hanya sebatas rambut loh"
"Tidak ada bantahan, Gema"
"Baik pak, kalau begitu saya permisi"
__ADS_1
"Ya, begitu juga dengan Latikha dan Reysha silahkan kembali ke kelas kalian"
"Baik pak terimakasih" jawabnya dan mereka berdua pun keluar dari ruang BK.