
"Bos Sailendra sudah di jalan akan ke sini" bisik Angga kepada Erlangga.
Erlangga mengernyitkan dahinya, "ngapain?"
"Dafa"
"Tau tempat ini dari mana?"
"Saya tidak tahu bos"
"Cari tau sekarang juga!"
"Geledah semua barang milik mereka!" perintah Erlangga.
"Baik bos" jawab anak buah Erlangga dengan patuh.
"Bos saya menemukan ini di ponsel milik Dafa, sepertinya ini GPS yang di pasang di ponsel Dafa" jelas Angga.
Erlangga yang mendengarnya pun mengumpat, "shiit! pantes mereka tau tempat ini" decak nya.
"Ada apa?" Ivan angkat suara ketika mendengar umpatan dari Erlan.
"Persiapkan diri kamu Dafa" ucap Erlangga tanpa. menjawab pertanyaan dari Ivan.
"Sailendra sudah menuju ke tempat ini" lanjutnya dan mendapatkan pelototan dari Dafa, Devan dan juga Ivan.
"Kenapa sih elo itu teledor banget Dafa! Hal yang kaya gini aja lo engga tau!" umpat Devan.
...***************...
"Loh loh kita mau kemana?" tanya Tisha ketika mobil yang di tumpangi nya mutar arah.
"Ke tempat Erlangga" jawab Daddy Ardi dengan cepat.
"Ngapain?" tanya Tisha sambil melototkan matanya.
"Ada sesuatu yang harus di urus" jawab daddy lagi dan diangguki oleh Tisha.
"Abang udah pada kesana dad?" tanya Tisha dan diangguki oleh sang daddy.
"Oh" jawab Tisha dengan ber oh ria.
...****************...
Ckit... Lampu merah sudah menyala tanda kendaraan harus berhenti.
Motor yang di tumpangi oleh, Kalan, Miko dan Ardan berhenti tepat di lampu merah dengan mobil yang di tumpangi oleh daddy Ardi.
__ADS_1
"Ini masih jauh, bang?" tanya Ardan kepada Kalan.
Kalan mengangguk, "masih" jawab Kalan.
...****************...
Sama dengan bang Kalan dan yang lainnya sedang menunggu lampu berubah warna menjadi hijau, Reysha dan Agas pun kini sedang menunggu lampu berubah warna menjadi hijau.
"Kamu engga kerja, Gas?" tanya Reysha kepada Agas.
"Abis anterin kamu pulang, aku kerja Rey"
Reysha mengangguk, "ko jadi canggung begini ya" kata Reysha.
Agas yang mendengarnya terkekeh, "ya karena kita sekarang sudah berubah status Rey"
Reysha ikut terkekeh, "iya juga ya"
...****************...
"Bang, bang" panggil Miko kepada Kalan.
Posisi motor Kalan, Miko dan Ardan memang sejajar berada di barisan kedua.
Kalan dan Ardan menoleh ke arah Miko, "apa?" tanya Kalan kepada Miko.
"Itu kaya si Reysha deh" kata Miko ketika melihat anak perempuan SMA yang berada di depannya yang di bonceng oleh seorang pria dengan motor sport nya.
"Yang di depan Ardan" jawab Miko, mendengar hal itu Kalan dan juga Ardan melihat ke arah pasangan muda yang berada di depan Ardan.
"Coba lo klakson deh Dan" perintah Kalan kepada Ardan.
Ardan mengangguk, membunyikan klakson motornya.
...****************...
"Itu siapa yang klaksonin?" tanya Reysha kepada Agas.
"Itu ke kita?" tanya Agas.
"Kayanya sih iya" jawab Reysha dengan menganggukkan kepalanya.
Agas pun menoleh ke arah belakang, membulatkan matanya ketika mengenali ketiga motor yang berada di belakangnya, ketiga motor sport unlimited dengan menggunakan helm fullface dan style ciri khas keluarga Wijaya.
"Kak Kalan, kak Miko, Kak Ardan" kata Agas yang mampu membuat Reysha terkejut bukan main.
"Siapa Gas?" tanya Reysha lagi meyakinkan.
__ADS_1
"Kak Kalan, kak Miko, Kak Ardan" jawabnya lagi dengan mengabsen satu-satu orang yang Agas lihat.
"Mampus lo Reysha" umpatnya.
"Berarti itu klaksonin aku sayang" kata Reysha dengan menarik nafasnya dalam-dalam.
Dengan pasrah Reysha membuka kaca helmnya dan menoleh ke arah belakang tepat para abangnya sedang memperhatikan dirinya.
"Hehehe" tawa Reysha ketika melihat para abangnya.
"Reysha!" panggil Kalan.
"Eh bang Kalan"
"Setelah lampu merah berhenti di depan!" tegas Kalan.
Reysha mengangguk, "iya bang" jawabnya patuh.
Lampu sudah berubah menjadi warna hijau, mereka pun berjalan melewati lampu lalu lintas itu.
Kalan, Miko dan Ardan sudah bersidakep menunggu Reysha dan Agas turun dari motornya untuk menjelaskan sesuatu yang tidak di ketahui keluarga.
Reysha dan Agas turun dari motornya mendekat ke arah motor milik ketiga saudara itu.
Para ketiga abang pun membuka helm fullface miliknya, "sejak kapan?" pertanyaan pertama yang terlontar dari mulut Kalan.
"Kenapa keluarga engga di kasih tau?" pertanyaan kedua yang terlontar dari mulut Ardan.
"Mau hubungan diem-diem?" pertanyaan ketiga yang terlontar dari mulut Miko.
"Bisa-bisanya abis jadian engga bilang-bilang" celetuk Tisha dari arah belakang yang baru saja turun dari mobil sang daddy.
"Abang duluan aja, biar Reysha daddy yang urus" kalimat yang membuat jantung Reysha berdetak kencang.
Deg.
"Daddy" panggilnya.
Para ketiga abang menoleh ke arah sang daddy, "baik daddy" jawabnya secara kompak.
"Kami permisi dulu ya dad" pamit Kalan dan diangguki oleh daddy.
"Hati-hati"
"Kita ke cafe terdekat saja" perintah daddy ketika para abang sudah pergi meninggalkan mereka.
Agas dan Reysha mengangguk, "baik dad"
__ADS_1
"Reysha bersama daddy" lanjutnya.
Reysha melihat ke arah Agas, Agas yang mengerti pun menganggukkan kepalanya, "Baik"