
Selama kurang lebih 2 jam perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan.
“Haah akhirnya nyampe juga, Kha. Gilaa sih pegel banget gue” keluh Reysha sambil meregangkan otot-ototnya.
“Iya Ey bener, pegel-pegel banget badannya”
“Ayo-ayo jangan diem disini” ucap Ardan kepada sang adik sepupu sambil berjalan meninggalkan mereka berdua.
“Iya siap pak bos” jawab Reysha.
“Ayo, Kha” ajaknya.
“Eh iya, si Tisha udah sampai kali ya Ey”
“Kayanya sih iya Kha, soalnya kan dia di bus 1” jawab Reysha dan diangguki oleh Tikha.
***
“Tikha, Reysha” teriak Tisha sambil melambaikan tangannya kepada mereka berdua.
“Tishaaa” teriak Tikha dan juga Reysha.
“Sini” ucapnya, Tikha dan Reysha pun menghampiri Tisha yang sedang berdiri bersama dengan Sailendra dan juga Elvana.
“Gimana-gimana tadi di perjalanan, seru?” tanya Tikha kepada Tisha.
“Seru dong, iya engga, Sai?” Tanya Tisha kepada Sailendra.
“Iya seru, si Tisha main gitar sambil nyanyi tau engga Tik”
“Woah… keren dong kalau begitu”
“Iyalah, kalau di kalian gimana?”
“Sama, seru juga. Ka Ardan sama ka Miko nyanyi teros sampe tenggorokannya kering” jawab Reysha.
“Hahaha” mereka pun tertawa bersama.
***
“Ayo kita berdiriin tenda” ucap Elvana.
“Ayo” jawab Reysha. Tisha, Tikha Elvana dan juga Reysha memang satu tenda, kebetulan tenda mereka memang besar jadi muat untuk 4 orang.
Disaat ke empatnya sedang memasang tenda, datanglah Gema menghampiri Tisha.
“Ada yang bisa aku bantu?” tanyanya basa-basi.
Tikha, Elvana dan Reysha yang mendengar ada suara pria pun menoleh ke arah sumber suara terkecuali Tisha yang memang sudah hafal dengan suara Gema kakak seniornya.
“Engga ka, makasih” jawab Reysha.
“Yakin nih bisa?”
“Yakin ka” kini Tikha yang menimpali.
“Ka Gema, bantuin kita dong. Kita engga bisa masang tenda nih” teriak Ayumi kepada Gema, ketika melihat bahwa Gema sedang ingin membantu Tisha.
“Tuh ada yang minta bantuan” ucap Tisha ketus.
“Yaudah kalau kalian perlu apa-apa bisa panggil kakak ya” icapnya dan meninggalkan geng Tisha.
“Ck, ganggu banget sih junior gue yang satu ini” gerutunya kepada Ayumi dalam hati.
“Ada yang bisa dibantu?” tanya Gema dengan menahan rasa kesalnya.
__ADS_1
“Ada kak, ini nih kita engga bisa berdiriin tenda” ucap Ayumi dengan nada lebaynya.
“Oh sini aku bantu” ucap Gema dan diangguki oleh Ayumi dan teman-temannya.
***
Di tempat Tisha
“Kamu kenapa sih Tis, kaya yang engga suka banget sama ke Gema?” tanya Reysha.
“Emang engga suka. Engga suka banget gue sama cowo yang kaya gitu. So asik, masa ya tadi di Bus, dia minta duduk sama gue nyuruh si El pindah, 'kan ngeselin banget”
“Serius?”
“Iya”
“Wah parah sih emang. Tapi keliatan banget sih Tis, kalau ka Gema itu kayanya suka banget deh sama kamu” timpal Tikha.
“Tapi gue engga suka, Tik” Tikha pun menganggukan kepalanya, karena Tikha tahu sendiri bahwa kini Tisha masih menunggu pria masa kecilnya.
“Ada apa ini, ada apa kok keliatannya diem-diem aja? Ada kesulitan?” tanya Kalan yang baru saja tiba.
“Biasa ka, si Tisha lagi kesel noh sama temen kakak” ucap Tikha.
“Temen kakak? Siapa? Para sepupu?”
“Bukanlah, noh ka Gema” timpal Reysha.
“Gema?” tanyanya sambil membulatkan matanya.
“Kamu diapain sama Gema, Sha? Ada yang luka?” tanyanya sambil membolak-balikkan tubuh Tisha.
“Engga kak, Tisha engga apa-apa ko. Tisha cuma kesel, no problem. Lagian kakak kenapa sih segitu engga sukanya banget sama kak Gema?”
“Oke”
“Tikha, Reysha, Elvana juga kalian harus jaga diri baik-baik ya”
“Siap ka” jawabnya bersamaan.
“Yaudah kalau gitu kakak tinggal dulu, kalau ada apa-apa langsung hubungi kakak aja ya”
“Siap”
***
“Akhirnya, selesai juga. Cape juga ya ternyata. Tapi nyaman ya tenda kita” ucap Elvana.
“Iya bener”
“Masak yuk, udah laper nih” ajak Reysha.
“Kuy” jawab Tisha.
“Tikha masak ya, masakan kamu 'kan enak” lanjutnya lagi.
“Masak seadanya aja ya” jawab Tikha.
“Oke” jawab Tisha.
“Sini aku bantu” ucap Elvana.
“Boleh”
Tikha dan Elvana pun masak bahan makanan seadanya yang sudah mereka bawa.
__ADS_1
“Itu Tikha? Gilaak sih, engga nyangka gue, udah cantik, bisa masak lagi. Sumpah idaman gue banget” gumam Lio ketika melihat Tikha sedang memasak bersama Elvana.
Melihat sang teman yang sedang memperhatikan Tikha sejak tadi yang tidak ada pergerskan, Rendra pun menoel temannya.
“Woy ngelamun aja lo, suka lo sama dia?”
“Engga tuh biasa aja”
“Alah, engga usah bohong deh lo”
“Udah ah ayo, gue laper nih pengen makan”
“Yaudah ayo"
***
"Lo dari mana, Gema? Dari tadi kita cariin kaga ada aja lu" Gerutu Niko.
"Gue abis dari si Tisha"
"Terus kenapa tuh muka kusut begitu?" timpal Reno.
"Gue mau bantuin si Tisha, malah si Ayumi yang minta tolong gue"
"Pufft" Reno dan Niko pun menahan tawanya mendengar penuturan dari sang temannya itu.
"Baru tau gue, kalau seorang Gema bakal di tolak" ledek Reno.
"Sialan lo" ketusnya sambil melemparkan kupluknya ke arah Reno.
Reno dan Niko pun tertawa terbahak-bahak melihat itu.
***
Sedangkan di tenda lain
"Kenapa lo, Lan?" tanya Ardan kepada Kalan, ketika melihat raut muka Kalan yang terlihat seperti seorang yang tengah khawatir.
"Si Gema kayanya emang engga main-main sama adik gue, Dan"
"Si Tisha maksud lo?" tanyanya lagi dan diangguki oleh Kalan.
"Gue yakin si Tisha pasti bisa jaga diri ko, Lan. Lo tenang aja"
"Gue bingung, Dan"
"Haaah... (Ardan mengehmbuskan nafasnya kasar) ini udah cukup lama, Lan. Pelan-pelan lo harus bisa lupain dia, dia juga udah tenang disana, Lan" ucap Ardan yang mengetahui keluh kesah Kalan kali ini.
"Gue engga bisa lupain dia gitu aja, Dan. lo tau 'kan, dia itu cinta pertama gue di sini, tapi kenapa dia harus ninggalin gue"
"Ini semua udah takdir, Lan. Engga ada lagi yang harus di salahkan disini, mau elo mau Gema, engga ada yang salah, Kalan"
"Gue belum bisa maafin diri gue sendiri dan si Gema brengsek itu, Dan"
"Iya gue paham dengan perasaan elo, Lan. Tapi ini udah lama juga, ayo lah. Dia sama adik lo, Tisha itu beda, Lan"
"Buka mata lo, sekarang ada adik-adik lo yang harus lo jaga, kalau lo kaya gini, gimana lo mau jaga adik-adik lo, Lan?" lanjut Ardan lagi.
"Iya, Dan. Sebisa mungkin gue jaga adik-adik gue"
"Thanks banget udah jadi sepupu terbaik gue"
"Iya, Lan santai aja"
"Udah lo enggak usah kaya gini lagi, disini kan kita mau senang-senang, kalau ketosnya aja begini mau gimana acara kita lancar?" supportnya dan diangguki oleh Kalan.
__ADS_1