Twince LA

Twince LA
Pertemuan Antara Agas Dan Reyhan


__ADS_3

"Yailah Ey, lo jadian kaga bilang-bilang ke gue" kata Tisha ketika sudah di dalam mobil.


"Baru tadi doang, Sha. Itu juga engga di sengaja"


"Mana ada jadian engga di sengaja Reysha"


"Serius deh tanyain aja ke Tikha" jawab Reysha dan diangguki oleh Tisha.


Di sisi lain, daddy Ardi sedang mencari nama Reyhan Maulana untuk menghubunginya.


📞 Reyhan Maulana is Calling


"Halo Rey"


"Iya Fer kenapa?"


Mendengar itu, Reysha melototkan matanya ke arah Tisha.


Tisha yang di tatap hanya terkekeh kecil, inilah keseruan big fam Wijaya, setiap kali ada yang ketahuan punya hubungan dengan lawan jenis pasti akan selalu di sidang dan para orang tua pasti akan di hubungi oleh daddy, karena seperti biasa jika tidak kepergok oleh daddy sendiri bisa jadi kepergok oleh keluarga yang lain dan langsung tersebar di group keluarganya, jadilah mereka di panggil dan terkena sidang oleh daddy.


"Lo dimana Rey?"


"Di Nad's cafe & resto deket Universitas SATYA"


Daddy menganggukkan kepalanya, "gue ke situ"


"Lah ngapain? Gue udah mau balik nih sama si Reyka"


"Kalau lo mau tau yaudah tungguin gue di cafe itu, sebentar lagi gue sampe kesitu"


"Siap tuan muda" jawab Reyhan dengan kekehan kecil.


"Bisa-bisanya"


"Gue tunggu dalam waktu 20 menit ya, Fer"


"Oke"


Tut... Tut.. Tut..


Sambungan pun di putus oleh Daddy Ardi.


...****************...


Nad's Cafe & Resto


Daddy, Nicholas, Tisha dan Reysha turun dari mobil milik Daddy Ardi begitu pun dengan Agas yang turun dari motornya.


Agas menarik nafasnya dalam-dalam, "ini konsekuensi elo suka sama orang kaya yang paling berpengaruh di negara ini, Gas. Lo harus yakinin mereka kalau lo itu benar-benar jatuh cinta sama Reysha bukan untuk mengejar hartanya" monolog Agas dalam hati.


"Siapa nama pacar kamu, Ey?" tanya daddy kepada Reysha.


"Agas dad" jawab Reysha dan diangguki oleh Daddy Ardi.


Daddy melihat ke arah Agas dan menganggukkan kepalanya kemudian kembali melihat ke arah Reysha, "ajaklah pacar kamu ke dalam, untuk bertemu dengan ayahmu, sayang" perintah daddy Ardi kepada Reysha dengan lembut.


Daddy Ardi memang menganggap para keponakannya seperti anaknya sendiri, maka dari itu para anak-anak pun sangat menghormati dan menghargai keputusan apapun yang di keluarkan oleh daddy Ardi.


Glek...


Dengan susah payah Reysha menelan ludahnya sendiri mendengar pernyataan dari sang daddy, dengan pasrah Reysha pun mengangguk, "ba... baik dad" jawabnya.


"Agas sini" kata Reysha kepada Agas. Agas pun menganggukkan kepalanya dan berjalan beriringan dengan Reysha.


"Daddy setuju?" bisik Tisha kepada sang daddy.


"Daddy tidak pernah membatasi pergaulan kalian girls, daddy hanya cukup memantau saja, jika kalian melebihi batas baru daddy akan menghukum kalian" jawab bijak dari seorang Ardiansyah Ferdinan Wijaya.


Tisha tersenyum, "daddy siapa dulu dong? Bangga banget nih aku jadi anak daddy"


"Tumben kamu muji daddy"


"Kenapa hem? Mau ngerayu daddy biar engga dihukum?"

__ADS_1


Tisha yang mendengarnya pun nyengir kuda tanpa dosa, "engga ah dad, daddy suka gitu deh sama Tisha"


Sang daddy terkekeh, "kamu itu anak daddy girl, jadi daddy tau kamu itu gimana"


"Ah daddy mah so tau deh"


"Engga ada ya daddy so tau"


"Ada, ini buktinya"


"Engga ada sayang"


"Udah ah dad, tuh ayah" kata Tisha ketika melihat Reyhan bersama dengan Reyka.


"Rey" panggil daddy Ardi.


"Eh ada pam bos, silahkan duduk pak bos" katanya sambil mempersilahkan daddy Ardi duduk.


"Eh ada si cantik Tisha, duduk nak"


"Iya ayah"


"Lah loh kok ada kamu juga sayang?" tanya Reyhan kepada sang anak Reysha dengan kening yang berkerut.


"Iya ayah"


"Hey bang bang bang Reyka" sapa Reysha.


"Hey girls" jawab Reykaa.


"Duduk" perintah daddy Ardi dengan wajah tegas dan berwibawanya.


"Tuan muda Agas, silahkan duduk di sebelah tuan Ardi" kata Nicholas dengan mempersilahkan Agas duduk.


"Panggil Agas saja, tuan Nicholas" kata Agas dengan sopan.


"Baik" jawab Nicholas.


Agas pun duduk di sebelah daddy Ardi di hadapan Reyka. Sedangkan Reysha duduk di tengah-tengah antara Reyhan dan juga Reyka yang berhadapan dengan sang daddy.


Yakin?" tanya Daddy Ardi meyakinkan dan diangguki oleh Reyhan.


"Anak lo Reysha udah punya pacar" ucap daddy Ardi to the point.


Byur.... Reyhan menyemburkan minumannya tepat kepada wajah Tisha.


"Ash ayaah" rengek Tisha dengan memejamkan matanya.


"Eh sorry sayang sorry ayah kelepasan" katanya sambil mengambil tisu untuk membersihkan wajah Tisha.


Semua orang yang ada di situ pun menahan tawanya.


Berbeda halnya dengan Reyka yang terbatuk-batuk metika mendengar sang adik sudah memiliki dambatan hatinya.


"Tadi minta to the poin, giliran gue to the poin malah kaget" kata Daddy Ardi.


"Wait Ar"


"Kenapa?"


"Lo bilang apa tadi? Si Ey punya cowo?" tanyanya lagi untuk meyakinkan apa yang ia dengar.


"Iya si Ey punya cowo"


"Daddy engga salah 'kan?" timpal Reyka.


"Engga bang, adikmu memang sudah memiliki kekasih"


"Emang siapa yang mau sama si Ey dad?" tanya Reyka.


Pertanyaan yang terlontar dari mulut Reyka mampu membuat Tisha tersedak air minumnya.


"Abang" tegur Reysha.

__ADS_1


"Emang abang pikir Reysha engga laku apa" rengek Reysha.


"Tapi iya sih Ar, emang siapa yang mau sama sk Reysha yang modelan cewe kaya begini?" timpal Reyhan.


"Ini cowonya di sebelah gue" jawab Ardi, Reyka dan Reyhan pun melihat ke arah Agas.


Agas yang ditatap pun tersenyum hangat.


"Lah yang bener Ar?" tanya Reyhan dengan penuh keyakinan.


Belum sempat daddy Ardi menjawab, namun Agas sudah menjawabnya terlebih dahulu.


"Iya om benar, saya memang kekasih Reysha. Perkenalkan om, bang, saya Agas kekasih Reysha" kenal Agas dengan gentle nya.


"Eummm" kata Reysha yang sudah terpesona kepada Agas.


Reyka yang mendengar gumaman dari Reysha pun menutup matanya agar tidak kebablasan.


Memang produk keturunan Reyhan itu tidak ada kalem dan seriusnya, mereka selalu saja ada lelucon yang membuat suasanan menjadi cair. Family Reyhan adalah family pertama di keluarga besar Wijaya yang memiliki lelucon terbanyak diantara yang lain.


Memang dari sejak muda pun yang selalu membuat suasana mencair adalah Reyhan dan juga Adin, istri dari seorang Ardiansyah Wijaya.


"Ko lo mau sama Reysha, bro?" tanya Reyka kepada Agas.


"Karena saya cinta kepada Reysha, bang. Sejujurnya engga ada alasan saya untuk mencintai Reysha, saya tulus kepada Reysha bang"


"Modelan kaya begini?" tanyanya lagi dengan melirik ke arah Reysha.


"Iya bang, menurut saya Reysha sudah cukup untuk menutupi kekurangan yang saya miliki"


"Anjir kekurangan bukan tuh" celetuk Tisha yang cengo dengan Jawaban yang diberikan oleh Agas.


Apakah benar itu Agas? Si cowo yang paling pendiam jika bersama dengan manusia-manusia yang tidak ia kenali. Bisa-bisanya Agas berbicara seperti itu? Bukankah itu suatu jawaban yang siapa pun mendengarnya akan meleleh.


"Bisa-bisanya dapetin cowo kaya kamu, yang ganteng" celetuk Reyhan membuat Tisha tertawa terbahak-bahak tidak dengan Reysha yang mencebikan bibirnya.


"Terimakasih om"


"Panggil ayah saja"


"Widih lampu ijo, Gas" celetuk Tisha.


Membuat wajah Agas memerah, "i.. iya om eh yah maksudnya"


Dret.. Dret... Dret...


Ponsel Agas bergetar, Agas pun mengambil ponselnya dan melihat nama yang ada di layar ponselnya, nama sang ibu lah yang berada di layar ponselnya.


"Maaf om, yah, bang, Sha, Reysha, saya pamit untuk angkat telepon dulu sebentar" pamitnya.


"Silahkan" jawab Reyka.


Agas pun berdiri dan berjalan untuk menjauh dari keluarga Wijaya, untuk mengangkat telepon dari sang ibu.


Setelah selesai Agas kembali ke meja keluarga Wijaya.


"Maaf om, Bang, Yah, Reysha, Tisha kayanya saya harus pamit pulang" katanya.


"Loh kenapa, Gas?" tanya Tisha.


"Tadi ibu telepon katanya ada yang dibutuhin, dan gue juga harus kerja, Sha" jawabnya.


"Oh kamu kerja nak?" tanya ayah Reyhan.


"Iya yah, saya kerja paruh waktu"


Ayah mengangguk, "iya nak silahkan" katanya.


"Baik, saya permisi" kata Agas sambil menciun tangan Ayah Reyhan, daddy Ardi, Reyka dan Nicholas kemudian keluar dari cafe tersebut.


"Anak yang sopan" kata daddy Ardi ketika melihat Agas yang sudah keluar dari cafe tersebut.


"Nicholas kamu sudah tau bukan?" tanya Daddy Ardi kepada Nicholas.

__ADS_1


"Iya tuan saya sudah tau, dan saya sedang mencari taunya"


"Bagus"


__ADS_2