
"Eh eh itu kaya si om ganteng sama Tisha deh" kata Reysha ketika melihat ada Erlan dan Tisha yang sedang makan berdua di Nad's resto.
"Mana?" tanya Sailendra.
"Itu" jawabnya sambil menunjuk ke arah mereka berdua.
"Emang iya?" tanyanya kepada Reysha dengan menyipitkan matanya.
Reysha mengangguk dengan mantap, "iya. Ayo kita samperin. Gue jadi laper" kata Reysha.
"Engga engga, gue mau balik aja" kata Sailendra.
"Ih Ilen, Reysha laper. Ilen mau kalau Reysha pingsan di jalan nanti?"
"Tapi gue harus pulang, Ey"
"Ilen mau kemana sih? Buru-buru banget, biasanya cowo itu santai engga pernah buru-buru. Ka Reyka juga gitu,tapi ka Reyka juga buru-buru sih itu juga kalau mau ktemu sama cewenya, eh.. " kata Reysha dengan melihat ke arah Sailendra.
"Apa jangan-jangan Ilen mau ketemu sama cewe ya?" tebaknya dengan wajah yang penuh dengan ledekan.
Sailendra dengan masih wajah coolnya, "enggak!" tegasnya da menarik Reysha untuk ikut makan bersama dengan Tisha dan juga Erlan.
"Ah Ilen bohong ya"
"Engga"
"Udah ya bocil, bocil mah diem aja" kata Sailendra.
"Dih, kita seumuran ya mon maap"
"Tetep di mata gue lo itu masih kecil" katanya dan Reysha pun mencebikkan bibirnya.
...****************...
"Lo masih galau, Gem?" tanya Reno kepada Gema.
Gema mengerutkan keningnya, "gua? Enggaklah, lagian cewe banyak lagi" jawab Gema menyembunyikan perasaan galaunya.
"Contohnya Marsha" timpal Niko.
"Buat elo aja deh, Nik" kata Gema kepada Niko.
Reno yang sedang minum esnya pun menyemburkan minumannya, untung saja tidak ada orang yang duduk di depan Reno, "yang bener aja lo suka sama nenek lampir, Nik" kata Reno dengan melihat ke arah Niko.
"Enggaklah" jawab Niko yang sama seperti Gema menyembunyikan perasaannya yang sesungguhnya.
"Gue tau lo suka sama si Marsha, Nik" skakmat.
Reno mengedip-ngedipkan matanya mendengar jawaban dari Gema. Berbeda halnya dengan Niko yang sedang susah payah menelan ludahnya sendiri.
"Gema tau dari mana ya?" gumam Niko dalam hati.
"Engga usah lo tutup-tutupin lagi dari kita, Nik. Jujur aja kali, toh kita berdua engga apa-apa kalau emang lo beneran suka sama si Marsha" jelas Gema, Reno pun mengangguk-anggukan kepalanya mengiyakan perkataan Gema.
Reno harus berbuat apa jika memang temannya sudah jatuh cinta? sejelek apapun sifat cewe kalau cowo udah jatuh cinta ya akan tetap. jatuh cinta, terkecuali kalau cewe itu udah berbuat jahat kepada temannya, Reno pasti akan bertindak.
"Gue... " kata Niko dengan berfikir.
"Engga usah lo jawab juga engga apa-apa, Nik. Yang harus lo tau, gue engga punya perasaan apapun ke Marsha, lo pasti udah tau gue cintanya sama siapa" jelas Gema dan diangguki oleh Niko.
__ADS_1
"Sebelum janur kuning melengkung itu masih milik bersama Nik, jadi menurut gue kalau emang lo suka sama si Marsha yaudah gassin aja" timpal Reno yang mulai mode on.
"Ye kaya pernah pacaran aja lo" ledek Niko.
"Walaupun gue engga pernah pacaran tapi sedikit banyaknya gue tau lah" kata Reno dengan kembali meminum esnya.
"Jadi gimana?" tanya Gema.
"Gimana apanya?" tanya Niko balik.
"Ya elo sekarang mau gimana ke si Marsha? Engga usah tolol mode on deh lo Nik" ucap Reno dengan nada ngegas.
"Ye ko malah ngegas sih" kata Niko.
"Ya lo kebiasaan banget kalau masalah cewe aja langsung tolol mode on"
"Suka suka gue dong"
"Jadi gimana Nik?" tanya Gema lagi.
Niko menggeleng, "gue engga tau, Gem"
"Gue itu bukan tipenya dia, tipenya dia itu ya elo, Gem" jawab Niko apa adanya.
Gema mengangguk mengiyakan, "lo engga mau berusaha dilu?" tanya Gema.
Reno menjentikan jarinya tepat di hadapan Niko, "seorang pria yang gentleman harus bisa merobohkan dinding pertahanan yang kokoh"
Gema dan Niko saling pandang dan terkekeh dibuatnya, Niko mengusap kasar wajah Reno, "omongan lu buset dah"
"Kenapa?" tanyanya dengan wajah mengkerut.
"Oh tentu" katanya dengan nada yang sangat pede sambil membenarkan tatanan rambutnya.
"Marsha itu bukan suka sama si Gema, Nik. Tapi obsesi, you know obsesi?" celetuk Reno membuat Gema tersenyum karena apa yang dikatakan oleh Reno barusan adalah sebuah kenyataan, bahwa Marsha memang terobsesi kepadanya bukan cinta kepada dirinya.
"Lah kata siapa lu?" tanya Niko.
"Dilihat dari kacamata milik Reno Haikal" celetuknya membuat kedua temannya tertawa dibuatnya.
Reno kembali mengerutkan keningnya, "kenapa ketawa anjir?" tanya Reno.
"Engga apa-apa dah udah" kata Niko.
"Eh tapi bener 'kan Gem?" tanyanya kepada Gema.
Gema menganggukkan kepalanya, "iya bener, Marsha emang terobsesi sama gua"
"Makin sulit kali kalau misalkan dia itu terobsesi" celetuk Niko.
"Iya bener, tapi sebelum dia semakin brutal terobsesi sama si Gema, lo harus stop dia"
"Dengan cara?"
Reno menepuk jidatnya karena merasa eksal dengan temannya yang satu ini, "bodoh" katanya sambil menunjuk jidat Niko.
"Pake ini" lanjutnya lagi.
"Ya terus gua harus gimana?"
__ADS_1
"Lo harus sadarkan dia kalau itu itu salah" kata Gema.
"Susah"
"Iya emang susah Nik, tapi itu harus lu lakuin Niko" kata Reno.
"Gue babuk juga lu lama-lama" kesal Reno.
Niko terkekeh, "sorry sorry"
"Pokonya kita dukung buat lo deketin si Marsha" kata Reno.
Gema menepuk punggung Niko, "semangat, gue dukung lo" katanya dan diangguki oleh Niko.
"Thanks" katanya.
...****************...
"Aku lapar" kata Reysha dengan sedikit berteriak ketika sudah sampai di meja Tisha dan juga Erlan.
Tisha dan Erlan melihat ke arah Reysha dan juga Sailendr, "loh, pada dari mana?" tanya Erlan.
"Tuh dari toko sebrang, anter Sai beli kue" jawabnya.
"Orang tuh ya dateng bilangnya " aku datang" bukan "aku lapar"" kata Tisha.
Reysha tertawa, "maaf Sha, tapi beneran aku laper banget nih" kata Reysha.
"Duduk dulu, terus pesen" kata Erlan.
Reysha mengangguk, "oke" jawabnya.
"Kamu engga duduk, Sai?" tanya Sailendra.
"Lo buru-buru?" tanya Tisha ketika tak melihat Sailendra duduk.
Sailendra menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "iya gue lagi buru-buru nih, si bocil malah minta kesini"
"Yaudah lo duluan aja, nanti si Reysha bareng kita" kata Tisha.
"Engga apa-apa?"
"Engga apa-apa" jawab Erlan.
"Engga ganggu kalian?"
"Santai aja bro" jawab Erlan lagi.
"Kaya ke siapa aja lo" timpal Tisha.
"Yaudah kalau gitu gue titip Reysha ya, Sha, ka Erlan"
"Oke" jawab Tisha dan diangguki oleh Erlan.
"Heh bocil gue pulang duluan, lo balik sama si Tisha ya" pamitnya kepada Reysha.
"Ngokey" jawab Reysha sambil memberikan jempolnya.
"Yaudah gue duluan" kata Sailendra dan diangguki oleh ketiganya.
__ADS_1