
"Lagian bisa-bisanya kamu di tolak de" ledeknya sambil menghapus air matanya yang keluar karena cape tertawa mendengar pernyataan bahwa Nathan di tolak oleh cewe incarannya.
"Bisalah, aku jug manusia biasa kak"
"Iya aku tau, tapi ko ada ya cewe yang mau nolak kamu. Cewe mana tuh yang berani tolak kamu?"
Nathan mengangguk "nah itu yang aku bingung, kok bisa ya ada cewe yang nolak aku, secara aku ganteng banget, daddy aja kalah sama aku" ucap Nathan dengan penuh percaya diri sambil merapihkan rambutnya.
Tisha mencebikkan bibirnya ketika mendengar perkataan dari sang adik "jangan lupa kamu juga produk mommy dan daddy kalau orang tua kamu bukan mommy dan daddy belum tentu kamu seganteng ini de"
"Hehe"
"Jadi siapa yang udah tolak kamu?"
"Cewe cantik punya lesung pipi kak"
"Ck, aku butuh namanya Nathan Eldikari!"
"Zulfa Dalfa Alvarendra"
Tisha manggut-manggut mendengarnya "kayanya bukan anak Jaksel ya de?"
Nathan kembali mengangguk "dia asli Bandung kak"
"Terus ko bisa satu sekolah sama kamu?"
"Dia di sini ikut sama om nya kak, katanya sih dia suka banget sama Jakarta maka dari itu dia ikut om nya ke Jakarta, katanya sih itu juga cuma sebentar sih kak, yaa kurang lebih 4 tahun deh dia di sini" jelasnya.
"Kayanya kamu udah tau semua ya tentang dia"
"Tau, kita temen deket kak, tapi kata Zulfa dia engga mau rubah status kita karena yaa dia engga mau persahabatan kita rusak"
"Eum... Dewasanya" kata Tisha dan diangguki oleh Nathan.
"Eh, lagian kamunya juga baru kelas 8 SMP Nathan, bisa-bisanya kamu udah main tembak-tembak cewe!" ketus Tisha ketika tersadar bahwa sang adik baru berumur 14 tahun.
"Engga apa-apa dong kak"
"Kamu mau langkahin kakak-kakak kamu? Nanti juga kamu kena introgasi loh sama daddy, emang kamu siap?"
"Siap engga siap harus siaplah kak, secara aku kan cowo gentle. Engga ada tuh di keluarga kita yang engga gantle, keluarga Wijaya terkenal akan tanggung jawabnya kak!"
"Waduh udah dewasa aja nih omongannya bocil"
"Kak stop panggil aku dengan sebutan bocil, aku ini udah besar"
"Tetap kamu anak bontot daddy dan mommy"
"Yayaya aku tau"
"Jadi kalau di inget-inget, lagu Before you go yang tadi aku nyanyiin cocok dong ya sama kamu"
"Cocok banget kak, pas banget pokoknya"
"Dih alay" katanya lagi.
"Yaudah sini aku lagi yang nyanyiin kakak, kakak mau lagu apa?"
"Heum.. Apa ya?" tanyanya sambil berfikir.
Dret.. Dret.. Dret.. Ponsel Tisha bergetar.
"Sebentar ya" katanya kepada Nathan dan mengambil ponsel miliknya.
"Ka Gema" lirihnya.
"Telepon kah?" tanya Nathan.
"Video call"
"Siapa?"
"Kakak kelas aku de"
"Cowo.cewe kak?"
"Cowo"
"Namanya?"
"Ck udah kaya wartawan deh"
"Dih tinggal jawab aja ko ribet"
__ADS_1
"Gema!"
"Oh" jawabnya, Nathan memang tidak mengetahui tentang permasalahan para kakaknya termasuk Gema.
"Yaudah kalau gitu aku keluar ya" ucapnya lagi.
"Eh engga usah, kamu di sini aja. Engga apa-apa kali kalau aku video call pas ada kamu"
"Yakan takut ganggu aku nya kak"
"Santai aja kenapa" katanya lagi, Nathan menganggukkan kepalanya dan Tisha pun menerima panggilan video call dari Gema.
📹 Ka Gema Panggilan Video Sedang Berlangsung
"Hay" sapa Gema.
"Ya"
"Aku ganggu kamu ya?"
"Engga"
"Eh itu siapa?" tanya Gema ketika melihat Nathan yang berada dekat dengan Tisha sedang memegang sebuah gitar.
"Oh itu Nathan"
"Adik kamu?"
"Iya"
"Kayanya lagi seru ya?"
"Iya"
"Yaudah kamu lanjut aja, maaf mengganggu. Tadinya aku cuma mau nyanyiin kamu aja kok"
"Eh engga kok bro engga ganggu, santai aja sama gue" bukan Tisha yang menjawab melainkan Nathan yang menjawabnya.
"Eh yang bener?"
"Serius bro santai aja"
"Yaudah, aku mau bawain satu lagu buat kamu, boleh?"
"Bener nih boleh? Tapi kok kamu kaya yang engga mau gitu ya, Sha?"
Tisha memaksakan senyumnya "silahkan" jawabnya dan lihatlah Nathan yang terkekeh mendengarnya.
"Oke" jawab Gema sambil menganggukkan kepalanya dan mulai memetikan senar gitarnya.
Troye Sivan - Angel Baby
I need a lover to keep me sane
Pull me from hell, bring me back again
Play me the classics, something romantic
Give him my all when I don't even have it
I always dreamed of a solemn face
Someone who feels like a holiday
But now I'm in pieces, barely believing
Starting to think that I've lost all feeling
You came out the blue on a rainy night, no lie
I'll tell you how I almost died
While you're bringing me back to life
I just wanna live in this moment forever
'Cause I'm afraid that living couldn't get any better
Started giving up on the word "forever"
Until you gave up heaven so we could be together
You're my angel
__ADS_1
Angel baby, angel
You're my angel, baby
Baby, you're my angel
Angel baby
Tok.. Tok..Tok..
"Hello epribadeh" terdengar teriakan dari Zahra dari depan pintu kamar Tisha.
"Ck ganggu aja" celetuk Nathan.
"Lanjut aja kak nyanyinua, anak kutu satu itu biar aku yang urus" lanjut Nathan kepada Gema dan diangguki oleh Gema.
Dan Gema kembali memainkan gitarnya sambil bernyanyi setelah peninggalan Nathan yang menghampiri Zahra sang sepupu.
I fall in love with the little things
Counting the tattoos on your skin
Tell me a secret, and baby, I'll keep it
And maybe we could play house for the weekend
You came out the blue on a rainy night, no lie
I'll tell you how I almost died
While you're bringing me back to life
I just wanna live in this moment forever
'Cause I'm afraid that living couldn't get any better
Started giving up on the word "forever"
Until you gave up heaven so we could be together
You're my angel
Angel baby, angel
You're my angel, baby
Baby, you're my angel
Angel baby
All the sick and twisted nights that I've been waiting for ya
They were worth it all along, yeah
I just wanna live in this moment forever
'Cause I'm afraid that living couldn't get any better
Started giving up on the word "forever" (on the word "forever")
Until you gave up heaven so we could be together
You're my angel
Angel baby, angel
You're my angel, baby
Baby, you're my angel
Angel baby
Angel
Angel baby, angel (you're my angel, baby)
You're my angel, baby (you're my angel, baby)
Baby, you're my angel
Angel baby
"Suara siapa tuh cakep amat?" tanya Zahra kepada Nathan dengan memegang ponselnya untuk bersiap merekam secara diam-diam.
__ADS_1