Twince LA

Twince LA
Ara


__ADS_3

"Ara dari tadi kenapa sih, Ra?" tanya Tikha kepada Ara.


"Ara?" tanyanya sambil menunjuk diri sendiri.


Tikha mengangguk, "iya, Ara kenapa?"


"Ara engga kenapa-napa kok kak" jawabnya.


"Bohong nih pasti" timpal Tisha.


"Bener dong, kapan Ara bohong?" tanyanya.


"Sekarang" jawab Tisha.


"Ngarang deh"


"Udah ah, Ara mau gangguin Nathan aja" katanya sambil berlari dari Tikha dan juga Tisha. Besar keceplosan nih lama-lama kalau Ara masih terus bersama dengan Tikha dan juga Tisha.


"Kaya ada yang aneh engga sih dari Ara?" tanya Tikha kepada Tisha, ketika Ara sudah meninggalkan mereka berdua di taman.


Tisha mengangguk, "tadi juga bang Ardan bilang jangan bikin adik gue salting terus woy" jawabnya dan diangguki oleh Tikha.


"Apa jangan-jangan?" ucap keduanya sambil membukatkan matanya.


Sepertinya feeling mereka berdua kuat.


Tikha dan Tisha berlari mengejar Ara, "Ara" panggil twince.


Tok... Tok... Tok...


"Nathan" panggil Ara setelah mengetuk pintu kamar Nathan.


"Ara mau masuk aja, walaupun Nathan engga jawab!" teriaknya lagi dari balik pintu ketika tak ada jawaban dari Nathan.


Ceklek... pintu di buka dari luar oleh Ara.

__ADS_1


"Nathan" teriaknya membuat Nathan yang sedang bermain game tergelonjak kaget.


"Monyet" ucapnya.


"Ih Nathan yang monyet bukan Ara" timpal Ara.


Nathan melepaskan earphonenya "Ara ko engga ketuk pintu dulu?" tanyanya.


"Udah, Nathannya aja yang budeg"


"Dih bilang Nathan budeg, emang dasar Ara nya aja yang engga sopan"


"Nathan yang budeg, mana ada Ara engga sopan"


"Terus Ara mau ngapain ke kamar Nathan?"


"Mau maen congklak" celetuk Ara.


"Ngadi-ngadi ini anak" katanya.


"Ara denger ya. Anak cewe itu engga boleh masuk ke kamar cowo"


"Tapi kan pintunya engga Ara tutup Nathan"


Baru saja Nathan akan menjawab, namun suara dari kedua kakak kembarnya membuat Nathan tak jadi untuk menjawabnya.


"Ara" panggil twince.


"Apa kak?" tanya Ara.


Ara si baik, si polos, si ceria. Hanya bertanya "apa kak?" sepertinya Ara sudah melupakan kejadian tadi ketika ada Ardan dan juga Miko.


"Kamu suka sama bang Miko?" tanya Tisha to the point.


Nathan yang sedang memakan cemilannya pun terbatik-batuk mendengarnya.

__ADS_1


"Air air" lirih Nathan meminta air.


Tikha yang peka pun langsung mengambilkan air untuk Nathan.


"Hah?" Ara ngebug.


"Lo suka sama bang Miko, Ra?" tanya Nathan setelah meminum airnya.


"Engga si" jawab Ara dengan wajah yang bersemu merah.


"Dih dih mukanya merah lagi tuh" ucap Tikha.


"Ih apa sih, udah ah Nathan Ara mau main game"


"Ih ih salting tuh salting" ledek Tisha.


"Engga ya engga"


...****************...


"Persiapan udah 95%" ucap Kalan ketika sudah melihat persiapan di WJY hotel.


"Iya, tinggal lanjutin aja acaranya besok" timpal Erlangga.


Kalan, Miko dan Ardan mengangguk membenarkan ucapan Erlangga.


Kini ke tiga ersaudara dan Erlangga sedang mempersiapkan birthday party untuk Twince besok malam, tepatnya di hotel milik sang daddy Ardi.


Bisa di bilang ini adalah perayaan birthday party yang sangat mewah, mengingat akan sulit untuk Kalan merayakannya lagi, karena setelah ini dirinya akan berada di luar negeri melanjutkan studinya.


"Tinggal persiapan kita buat besok" kata Ardan.


"Ini titip untuk twince" kata Erlangga kepada Kalan dengan memberikan bingkisan kepada Kalan.


"Oke, nanti gue sampein"

__ADS_1


__ADS_2