Twince LA

Twince LA
Janji


__ADS_3

"Gimana kabarmu?"


"Jauh lebih baik" jawab Erlan dengan senyum manisnya.


"Syukurlah" katanya sambil menganggukkan kepalanya.


"Kamu menginap?" tanya Erlan kepada Tisha ketika melihat Tisha yang membawa tas lain yang berada di pinggir sofa.


Tisha menganggukkan kepalanya "iya, besok pagi aku dan yang lainnya harus kembali ke Indonesia"


"Kenapa cepet banget?"


Tisha tersenyum "hey aku sudah terlalu lama di sini, kamunya aja yang baru bangun" katanya sambil terkekeh.


Erlan yang mendengarnya ikut terkekeh, "iya maaf ya, aku juga ngerti ko, kamu harus sekolah"


Tisha mengangguk "udah satu minggu aku meninggalkan sekolah"


"Kamu cepet sehat, biar bisa balik lagi ke Indonesia"


Erlan tersenyum "tempatku disini, Sha"


Tisha mengerutkan keningnya "disini?"


Erlan mengangguk "iya, tempatku disini, Negara ini adalah tempat tinggal ku"


Tisha mengerutkan keningnya "orang tuamu?"


"Mereka di Indonesia bersama Kia, aku yang menetap disini, bersama Angga dan juga Ivan"


"Jadi kamu engga akan kembali lagi ke Indonesia?"


Erlan tersenyum "aku pasti akan kembali lagi cuma buat kamu"


Tisha ikut tersenyum di buatnya "makasih, makasih banyak udah mau kembali dan menyapaku"


"Aku yang seharusnya berterima kasih sama kamu udah mau nunggu aku selama ini, aku tau kamu pasti banyak banget yang deketin, tapi kamu tetep mau nunggu aku"


"Kita sama-sama berterimakasih"


"Dan kita sama-sama bilang 'terimakasih kembali'" timpal Erlan yang membuat mereka berdua tertawa bersama.


"Kenapa kamu engga bilang dari awal kalau kamu itu Abay?" tanya Tisha.


"Tadinya aku mau bikin suprise ke kamu, aku juga mau deketin kamu sebagai Erlan bukan sebagai Abay"


"Eh malah kejadiannya kaya gini, kamu udah tau duluan siapa aku" lanjutnya.


"Aku engga suka loh kaya gini, kamu tau gimana kagetnya aku pas tau kalau kamu itu Abay"


"Iya maaf" ucapnya sambil menggenggam tangan Tisha.


"Jangan di ulangi lagi"


"Janji"


"Jangan kaya gini ke cowo lain ya" lanjut Erlan.


Tisha kembali di buat bingung "gimana?" tanyanya.


"Engga keliatan judesnya" ucap Erlan.


Tisha yang mendengarnya memukul pelan tangan Erlan "ih apa sih, aku masih judes ya!" katanya sambil kali ke mode judesnya.


"Loh kok balik lagi"


"Ya lagian kamunya sih"


"Yakan aku bilang ke orang lain jangan kaya gitu, kenapa sekarang ke aku juga gitu"


Tisha terkekeh "iya maaf, aku cuma iseng aja"


"Gemes deh aku tuh sama kamu" kata Erlan sambil mencubit hidung mancung Tisha.


...****************...


Berbeda halnya dengan Tisha dan juga Erlan yang kini tengah melepaskan kerinduan sebelum kembali menabung rasa rindu yang lebih lama lagi.


Kini Sailendra tengah menatap kesal ke arah layar ponsel miliknya, karena kini dirinya tengah melihat siaran langsung Zahra dengan Gema yang dimana Gema sedang bernyanyi bersama dengan Zahra.


"Ck kalau gue masuk ke kamarnya nih ya pasti dia langsung berentiin siaran langsungnya" gerutunya.


"Si Ara belum sadar kayanya kalau gua nonton secara dia lagi meresapi banget nyanyi sama si Gema" gerutunya lagi.

__ADS_1


Tak lama terlihat ada komentar dari Nathan yang membuatnya semakin kesal.


@nathandhikar_prastwjy


Woy Zahraaa, bang @lendra.wjy nonton siaran langsung lo ege.


Woy Zahra, keasikan banget lo nyanyi.


Bentar lagi juga lo kena batunya!


@lendra.wjy


berisik @nathandhikar_prastwjy😶


"Woy lah anjir bang Ilen" celetuk Zahra setelah sadar bahwa Sailendra menonton siaran langsungnya.


"Matilah aku"


"Hay kakak ganteng" sapa Zahra kepada Gema.


"Kenapa?"


"Aku mau keluar dulu ya kakak ganteng, jadi udahan dulu ya kakak ganteng siaran langsungnya"


"Oke"


"Dah kakak ganteng"


"Dah"


Zahra pun dengan segera mengakhiri siaran langsung di akun sosial medianya dan berlari menuju kamar Sailendra.


Tok... Tok.. Tok...


"Bang" panggilnya.


"Masuk aja pintu engga di kunci"


Ceklek....


"Bang, i am sorry"


"Sejak kapan Ra?"


"Di nyanyiin"


"Baru itu aja ko bang"


"Jangan bohong Ra"


"Beneran deh bang, dua kali deng dua kali"


"Jangan bohong Ra"


"Beneran bang dua kali"


"Satu lagi kapan?"


"Waktu itu, waktu di kamarnya ka Tisha"


"Hem"


"I am sorry" katanya lagi sambil menundukkan kepalanya.


"No problem girl, bang Ardan, bang Kalan sama bang Miko engga tau hal ini 'kan?"


Zahra menggeleng "engga bang"


Sailendra membuang nafasnya "sini" katanya.


Zahra mendekat dan duduk di sebelah Sailendra "kalian itu tanggung jawab abang, memang kamu adiknya bang Ardan, tetapi kami semua ini selalu menjadikan kalian itu tanggung jawab kami, Ra. maaf kalau abang terlalu keras"


Zahra menggeleng "engga bang, bang Ilen engga keras ko. Ara harusnya minta maaf sama abang, abang pasti akan terkena masalah setelah ini"


"Itu bukan masalah untuk abang, tapi setelah ini tolong jaga jarak sama Gema ya Ra, kamu tau bukan kalau bang Kalan, bang Ardan sama bang Miko sangat engga suka sama Gema"


Zahra mengangguk "iya bang"


"Untuk kali ini abang maafin kamu ya Ra"


"Iya bang, makasih ya bang"


Sailendra mengangguk "iya sama-sama"

__ADS_1


"Sayang bang Ilen" katanya sambil keluar dari kamar Sailendra.


"Ada lagi masalah" keluh Sailendra ketika Zahra sudah keluar dari kamarnya.


Dret... Dret... Dret...


"Ck siapa lagi sih" kesalnya ketika ponselnya bergetar.


📞 Zayn Zafar Zeus


"Ada apa?"


"Widih santai dulu dong bos, jutek amat kaya emak-emak lahi PMS" ledek Zayn.


"Engga usah banyak bacot bisa?"


"Eheheh sorry bos"


"Ada apaan?"


"Lo kapan balik bos?"


"Besok, kenapa?"


"Kita ada pertemuan sama TDA bos"


"Kapan?"


"Minggu"


Sailendra membulatkan matanya "besok kan minggu anying!" umpat nya.


"Yakan saya belum beres ngomong bos, maksudnya minggu depan bos"


"Ya elu juga kalau ngomong jangan sepotong-sepotong dong Zayn"


"Ya sorry bos"


"Lagian kenapa harus ngomong sekarang, kan masih lama"


"Yakan biar bos ada persiapan juga, dikira saya kan bos pulangnya engga besok"


"Yaudah iya, emang ada acara apa Zayn?"


"Pertemuan biasa aja bos"


"Oyaudah"


"Gitu doang bos?"


"Ya terus gue harus gimana Zayn?"


"Bos engga bakal siapin baju atau jas keluaran terbaru gitu? Kan ini mau ketemu sama calon pacar"


"Engga deh, pake yang ada aja"


"Yakin bos?"


"Iya"


"Yaudah bos kalau gitu, gue matiin ya salamualaikum"


Tut... Tut... Tut...


"Lah ini anak buah siapa sih? Ko engga sopan banget" gerutu Sailendra ketika melihat bahwa pamggilannya sudah terputus.


"Kayanya gue terlalu baik deh sama mereka"


"Mau gue bunuh?" tanya Lendra kepada Ilen.


Ingat kan siapa itu Lendra?


Yaps betul Lendra adalah Altar Egonya Ilen.


"Eh jangan ngadi-ngadi gitu-gitu juga tim terbaik gue" jawab Sailendra.


"Dari pada mereka engga sopan?"


"Emang gitu di tim gue, jadi lo engga usah ikut campur, ikut campurnya nanti aja kalau gue engga bisa lawan musuh-musuh gue"


"Dan wanita!" timpal Lendra.


"Iya iya"

__ADS_1


__ADS_2