Twince LA

Twince LA
Ternyata Dunia Ini Sempit


__ADS_3

Semua keluarga menoleh ke arah Kia yang memanggilnya dengan sebutan kakak.


"Hah, kakak?" celetuk Reysha.


"Kakak?" timpal Andrea


"Kia" timpal Erlan.


"Maksudnya kakaknya ka Kia?" kini Zahra yang bersuara.


"Iya ini ka Erlan, kakaknya Kia" jelas Kia.


"Pantes engga asing" celetuk Sailendra.


Tisha diam tapi keningnya berkerut tanda dirinya sedang berpikir "apa om yang waktu itu jemput ka Kia?" tanya Tisha.


Erlan mengangguk "iya" jawabnya.


"Oh iya gue inget" celetuk Sailendra.


"Inget apa?" tanya Reysha polos.


"Inget kalau cowo ini pernah jemput ka Kia di SMA, pantes engga asing sama mukanya" Tisha mengangguk membenarkan ucapan Sailendra.


"Duduk sayang" titah Bunda Keysha.


"Iya bun" jawab Kia dan juga Ardan.


"Jadi kamu ini kakaknya Kia?" tanya papi Rijal.


"Iya om, saya kakaknya Kia"


"Ternyata dunia ini sempit" celetuk Apy Hans.


"Maksud apy?" tanya Ardan.


"Adiknya sama kamu, kakaknya sama Tisha, gimana engga sempit tuh?"


"Terlalu sempit" timpal Reyka.


"Iya bener terlalu sempit, emang engga ada yang tau ya jodoh itu" timpal Triani.


"Ekhem" Kalan berdehem.


"Kenapa ka?" tanya Nathan polos.


"Engga apa-apa de" jawab Kalan.


"Anda belum menjawab pertanyaan saya" ucap Kalan dengan tegas kepada Erlan.


Erlan mengangguk "Ya, karena saya mendapat kabar dari asisten saya bahwa Tisha sedang dalam bahaya" jelasnya tanpa ada keraguan dalam bicara.


"Yeh so tau lo om" timpal Tisha ketika mendengar jawaban dari Erlan.


"Kamu ke markasnya kakak kelasmu kan, Sha?" kini sang daddy yang bertanya.


Tisha semakin membulatkan matanya ketika mendengar pertanyaan dari sang daddy "ko daddy bisa tahu? Ah iya daddy, maaf"


"Gema, Queen?" tanya Kalan, Tisha mengangguk.


Melihat itu Kalan mengepalkan tangannya "ngapain?"


"Ka Niko DM aku suruh dateng ke markasnya katanya ada hal yang urgent"


"Terus?"


"Ka Marsha di sakitin sama ka Gema"

__ADS_1


"Terus Tisha tolongin deh, eh engga lama dateng om ini" lanjutnya sambil menunjuk ke arah Erlan.


"Iya, tapi cewe itu tetap menyalahkan Tisha" timpal Erlan. Terlihat jelas Tisha melototkan matanya dengan tajam seperti berkata "ngapain lo bilang?" seakan mengerti Erlan hanya menaik turunkan bahunya saja.


"Ck"


"Tapi kamu engga terluka 'kan sayang?" kini sang mommy yang bertanya.


"Engga dong mom, anak mommy ini engga akan terluka" jawabnya dengan manja.


"Yakan pangerannya langsung dateng di waktu yang tepat" celetuk Reysha.


"Bener juga" jawab Tikha.


"Ish apa sih" ucap Tisha.


"Mom aku laper" Nathan bersuara.


"Ayo kita makan sama-sama, mommy udah masak banyak" ucapnya.


"Asiik" senang Zahra dan mereka semua makan bersama di meja makan.


"Tante maaf, saya harus langsung pulang" ucap Erlan kepada mom Adin.


"Loh kenapa?"


"Iya om pulang aja, lagian engga cukup juga meja makannya" timpal Tisha.


"Tisha engga boleh gitu" lerai sang mommy.


"Udah sana kamu ke meja makan aja sama yang lain" titah sang mommy, Tisha mengangguk dan berjalan menyusul yang lain.


"Jangan dengerin Tisha nak, maafin sifat Tisha ya. Tisha emang begitu kalau ke cowo"


"Iya tante, engga apa-apa ko"


"Iya de, kakak harus pulang, banyak kerjaan. Angga juga udah nunggu di depan"


"Pulang ke rumah?"


"Engga, kakak pulang ke apart"


"Yaudah kalau gitu kakak hati-hati ya"


"Iya sayang" jawab Erlan lagi. Melihat itu mommy Adin tersenyum.


"Pria yang sangat menghormati wanita, dan sangat sopan kepada orang tua" gumam mom Adin.


"Yaudah mari tante antar ke depan"


"Engga apa-apa tan, Erlan bisa sendiri"


"Engga apa-apa mari tante antar"


"Baik tan"


***


"Loh Erlan nya kemana mom?" tanya Sailendra.


"Udah pulang, baru aja mommy anterin ke depan"


"Oh" jawab Sailendra dengan menganggukkan kepalanya.


***


"Gimana tadi ketemu camer?" tanya Angga ketika keduanya sudah dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


"Biasa aja"


"Besok tetep ketemu?" tanya Angga lagi.


Erlan mengangguk "sesuai kesepakatan bersama, tetep harus ketemu. Lagian tadi tuan Ardi engga ngomong apa-apa sih, Ga. Baru kakaknya doang yang tanya-tanya ke gue, kayanya tuan Ardinya besok deh bakal cecer gue" jelas Erlan, Angga hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Eh iya, lo kenapa tinggalin gue, hah?" tanya Erlan.


Seakan teringat atas kesalahannya Angga menjawab dengan sengiran andalannya "hehehe sorry, Lan"


"Gue butuh jawaban elo Ga, bukan sengiran elo"


"Hehehe. Gue engga tinggalin elo gitu aja sih, Lan. Lo balik sama cewe lo juga gue ada di belakang elo ko"


Erlan mengerutkan keningnya "maksudnya gimana? Kalau lo engga ninggalin gue, lo dimana? Bisa 'kan langsung to the point engga usah berbelit-belit begini"


"Ya maksud gue, gue ada. Pas gue liat lo dobrak pintu gue langsung parkir nih mobil, terus tadinya gue mau turun, tapi gue engga jadi karena gue yakin lo pasti bakal menang ngelawan anak SMA"


"Ck alasan klasik"


Angga hanya nyengir kuda "eh iya Lan, pas gue mau parkir mobil tadi itu ya, gue liat ada beberapa orang yang udah ngintai tuh gedung tau" lanjut Angga.


"Siapa?"


"Kalau engga salah tebak sih ya, kayanya itu anak buah bokapnya cewe inceran elo deh"


"Yakin lo?"


Angga mengangguk mantap "yakin, soalnya pas gue di jalan gue langsung di hubungi dong sama asistennya tuan Ardi katanya dia mau bilang 'ucapan terimakasih karena sudah menolong nona muda Tisha' nah berarti kan yang ngintai anak buah bokapnya 'kan?"


Erlan mengangguk-anggukan kepalanya "iya juga sih"


"Iya lah, jadi karena besok hari weekend, gue libur ya Lan"


"Enak aja lo, engga bisa. Lo harus sama gue ketemu sama bokapnya si Tisha"


"Lah itu kan camer elu, kenapa gue harus ikut-ikutan?"


"Ya lo kan asisten gue kalau lo lupa"


"Ck, gue engga lupa tuan muda Erlangga Arayyan yang terhormat"


"Bagus"


"Ada informasi apa dari Ivan, Ga?"


"Ivan engga ngirim info apa-apa, Lan. Kayanya emang dia lagi sibuk banget deh"


Erlan kembali mengangguk "yaudah biarin aja"


"Terus selama lo di sini, lo mau ngapain, Lan? Engga mungkin kan kalau kita berdua jadi pengangguran?"


"Engga bakal lah, santai aja Ga. Gue entar kerja gantiin bokap gue di perusahaan untuk sementara waktu sebelum kita balik lagi ke London"


"Emang bokap lo mau?"


"Mau, lagian bokap gue kasian Ga, udah tua juga walaupun masih gagah. Nunggu si Kia kan masih lama, jadi gue sekalian bantuin perusahaan yang disini, gue pengen tau gimana cara kerja disini"


"Oke kalau gitu. Mulai kapan?"


"Senin kita udah mulai bisa kerja ko, Ga"


"Oke siap"


"Sekarang kita pulang kemana?"


"Apart, lagian kita udah agak lama di rumah utama, Kia juga udah tau kalau gue balik ke apart"

__ADS_1


"Oke"


__ADS_2