Twince LA

Twince LA
Emang Lo Siapanya Dia?


__ADS_3

"Eh ada Marsha sama Talita, mau pada kemana nih?" tanya Reno.


"Kantin" jawab Talita.


"Abang boleh ikut engga?" tanyanya dengan membenarkan tatanan rambut miliknya.


"Engga" sentak keduanya.


"Hati abang tercabik-cabik de" melasnya.


"Ayo Ta kita ke kantin" ajak Marsha.


"Iya, Sha" keduanya berjalan tanpa mau melihat ke arah Reno.


Reno melihat kepergian mereka "ko kaya ada yang aneh ya? kenapa tuh muka, mukanya pada marah semua? perasaan gue jadi engga enak" monolognya, Reno memutuskan untuk mengikuti Marsha dan juga Talita ke kantin.


***


Brak..


"Heh, lo 'kan yang namanya Tisha?" tanya Marsha setelah menggebrak meja dan menunjuk ke arah Tikha.


Seluruh siswa dan siswi yang sedang menikmati makan siangnya terkejut karena mendengar teriakan dari Marsha "gue, bukan dia!" jawab Tisha dengan tegas.


Reno yang tak jauh dari kantin ikut terkejut dengan tingkah Marsha "aduh gawat nih, gue harus cepet kasih tau si Gema. Kalau Marsha udah begitu jauh dari masalah si Gema" gumamnya dalam hati dan Reno langsung pergi dari kantin untuk bertemu dengan Gema yang kini berada di rooftop.


Marsha melihat ke arah Tisha "oh jadi ini cewe yang lagi di kejar-kejar sama Gema" ucapnya sambil memasang muka remeh.


"Ck, kayanya si Gema sakit mata ya bisa suka sama cewe kaya lo!"


"Bisa jaga omongan engga mba?" kini Tikha berdiri.


"Ck, Gema lagi Gema lagi" kesal Tisha dalam hati.


"Lo engga usah ikut campur" katanya sambil mendorong tubuh Tikha.


"Jauhin tangan kotor lo itu dari tubuh kembaran gue!" kini Tisha yang bersuara.


"Gue juga engga mau megang-megang kembaran lo, cuma bawa virus doang" katanya sambil membersihkan tangannya.


"Gue peringatin ya sama lo, jauhin Gema!" tegasnya.


"Emang, lo siapanya dia?" kini Tisha mengeluarkan suara tegasnya mendekat ke arah Marsha sambil bersedekap.


"Pacarnya?"


"Orang tuanya?"


"Atau.... " ucapnya menggantung sambil kembali berpikir.


"Pembokatnya?" celetuknya dan membuat semua siswa dan siswi disitu tertawa.


Marsha melayangkan tangannya untuk menampar pipi Tisha. Tetapi sebelum itu terjadi suara Gema sudah terdengar sangat jelas "Marsha"


Marsha melihat ke belakang "Gem.. Gema" lirihnya dan menurunkan tangannya.


"Elo engga apa-apa, Sha?" bukan bertanya kepada Marsha melainkan kepada Tisha.

__ADS_1


"Ck, engga usah lo urusin hidup gue, urusin aja tuh cewe lo yang engga jelas" ketusnya.


"Ayo kita ke kelas, selera makan gue udah engga ada" lanjut Tisha kepada temannya.


"Asal lo tau ya, gue engga pernah sedikit pun ngedeketin ka Gema, lo bisa tanya sama temen-temen gue siapa yang selalu ngedeketin, dia atau gue!" ucap Tisha sambil melangkah pergi dari kantin.


Tisha kembali membalikkan badannya ke arah Marsha "ah ya satu lagi, lo engga ada hak untuk melarang gue ngedeketin siapapun disini, dan jangan coba-coba lo gangguin temen-temen gue apalagi saudara kembar gue. Masalah lo cuma sama gue! Ngerti lo!" tegasnya lagi.


"Lo apa-apaan sih, Sha. Gue kan udah bilang jangan ikut campur sama urusan gue" kini Gema yang berbicara kepada Marsha.


"Gue udah bilang juga ya sama lo, Gem. Engga akan ada cewe manapun juga yang bisa elo dapetin selain gue. Kalau gue aja engga bisa, orang lain pun engga akan bisa untuk dapetin lo!" ucapnya dan pergi meninggalkan kantin.


"Ini engga bisa dibiarin" Gema dan kedua temannya ikut meninggalkan kantin setelah Marsha dan Talita meninggalkan kantin.


"Yum, kayanya lo nambah lagi deh saingannya buat dapetin ka Gema, mana yang ini serem banget lagi kaya nenek sihir" bisik Naomi.


"Iya Yum bener, udah Yum cari cowo lain lagi aja ya" timpal Siska.


"Engga, gue tetep maunya ka Gema, engga mau yang lain. Lagian kalau kaya gini jadinya bagus dong, biar mereka berdua berantem nanti gue deh yang deketin ka Gema" ucapnya sambil tersenyum smirk.


"Iya bener juga tuh, semoga berhasil, Yum" timpal Salsa.


***


"Twince, are you oke?" tanya Sailendra ketika mendengar dari Agas bahwa si kembar baru saja di serang oleh dua nenek gayung.


"Oke, Sai. Lo tenang aja" jawab Tisha.


"Serius kalian engga apa-apa?" keduanya mengangguk.


"Mampus gue" gumam Sailendra dalam hati.


"Hah? cerita apa ya ka?" Tikha kembali bertanya.


"Kalian engga bisa bohongin kakak, queen. Kakak tau apa yang terjadi diantara kalian"


"Itu masalah kecil ko ka. Kaka tenang aja engga usah khawatir"


"Tapi kalian engga apa-apa?"


"Engga ka" jawabnya dan diangguki oleh Kalan.


"Sailendra" panggil Kalan.


"Dapet deh gue dapet" gumamnya dalam hati.


"Iya ka?"


"Kenapa?"


"Maaf ka, tadi Sailendra di rooftop sama Agas"


Kalan mengangguk "lain kali jangan seperti itu"


"Baik ka"


"Kaka tinggal, kalian baik-baik. Jika terjadi sesuatu kalian bisa bilang kaka"

__ADS_1


"Siap ka" jawab twince dan juga Sailendra.


Kalan pun meninggalkan kelas si kembar "panggil Gema suruh dia ke ruangan OSIS" perintah Kalan kepada Miko.


"Baik" jawab Miko.


***


"Ada apa lagi, Lan?"


"Lo masih belum dengerin apa kata gue ya Gem"


"Maksud lo?"


"Gue udah bilang, jangan deketin adik gue lagi, Gem"


"Ck, Lan. Ini diluar kendali gue, gue engga tau kalau Marsha bakal kaya gitu. Gue aja tau dari si Reno"


"Apapun alasannya gue udah bilang jangan elo deketin adik gue lagi, Gema Dermawan!"


"Lan, cukup. Gue engga tau kesalahan gue dimana sama elo, tapi elo tau sendiri gue itu suka banget sama adik lo, gimana gue bisa jauhin dia?"


"Terserah elo, gue udah pernah peringatin elo, Gem. Kalau lo masih mau ngejar adik gue, lo harus berhadapan sama gue"


"Lan gimana gue bisa berhadapan sama elo, kita dulu ini sahabatan kenapa sekarang jadi kaya gini?"


"Gue engga suka bahas masa lalu, Gem. Gue udah cukup bilang jauhin adik-adik gue, kalau engga lo berurusan sama gue"


"Apapun kata lo, gue tetep deketin adik lo, Lan" ucap Gema kemudian pergi dari ruangan OSIS.


"Ck keras kepala" gerutu Kalan ketika Gema sudah keluar dari ruangan OSIS.


"Gimana si Gema, Lan?" tanya Miko kepada Kalan.


Kalan menggeleng "lo tau sendiri si Gema kaya gimana orangnya"


"Iya gue tau dia bener-bener keras kepala, Lan. Terus apa yang harus kita lakuin?"


"Tetep pantau mereka, Mik. Gue khawatir Gema malah terobsesi sama Tisha"


Miko mengangguk "gimana sama Tikha?"


"Kenapa?"


"Bukannya dia lagi deket sama Lio?"


"Lio?"


"Ya"


"Sepertinya mereka belum begitu deket, Mik. Masih belum ada pergerakan dari Miko"


Miko mengangguk "oke, lo jangan terlalu banyak pikiran, Lan. Gue tau lo udah pusing sama perusahaan di tambah masalah adik-adik lo" ucapnya dengan memukul pelan bahu Kalan.


Memang kini secara perlahan Kalan sudah turun tangan pada perusahaan sang daddy begitu juga dengan Miko yang menjadi asisten pribadi Kalan sama seperti para daddynya. Kalan mengangguk "thanks, Mik"


"Santai, bro"

__ADS_1


__ADS_2