Twince LA

Twince LA
Perjalanan


__ADS_3

"Apa lo liat-liat?" tanya Ara dengan ketus kepada siswa dan siswi yang melihat Nathan dan juga Zahra.


Di sekolah Zahra memang terkenal judes, padahal jika di rumah Zahra adalah wanita yang ceria dan yang paling cerewet dalam keluarga karena tingkah dan cara bicaranya yang suka ceplas ceplos.


"Dih engga jelas banget" ucap siswi tersebut.


Zahra yang mendengarnya pun memberikan muka tengilnya dan mengatakan, "ih" dengan nada judes dan meninggalkan mereka di area parkir.


"Udah ayo ke kelas" ajak Nathan dengan sedikit ketusan yang di buat-buat karena dia masih merasa kesal kepada Zahra karena ulah Zahra tadi. pada saat sedang sarapan.


Berbeda dengan Zahra yang memberikan muka tengil kepada siswi SMP SATYA, di dalam perjalanan pergi ke SMA SATYA, masih tetap dengan ke romantisan yang di miliki oleh Tisha dan Erlan.


"Bang" panggil Tikha yang memeluk erat sang abang dengan rambut yang tergerai indah terbawa oleh angin yang berhembus kencang. Walaupun Tikha memakai helm, namun ada sisa rambut Tikha yang tidak tertutup oleh helm.


"Kenapa de?" tanya Kalan ketika mendengar sang adik memanggilnya.


"Abang engga mau kaya Tisha?" tanyanya dengan nada manja dan Kalan pun melihat Tisha dan Erlan dari kaca spion motornya yang dimana kini keduanya sedang tertawa bahagia bersama.


Tikha dan Tisha memang termasuk adik yang sangat dekat dengan Kalan, bahkan sewaktu mereka kecil pun, mereka berdua sering sekali memperebutkan Kalan si abang tergantengnya.


Kalan tersenyum di balik helm fullface nya, "belum waktunya sayang" jawab Kalan dengan nada lembut.


"Kamu sendiri kapan? Masa mau kalah sama adik kamu" tanya balik Nathan.


Tikha pun tersenyum, "mau sama abang aja deh"


"Eh engga boleh gitu dong, kamu juga harus kaya Tisha. Masa yang tomboy aja udah dapet cowok yang feminim belum dapet cowo" jelas Tikha.


"Aku trauma bang" jujur Tikha.


Yap.. Memang benar Tikha memiliki trauma tersendiri terhadap pria, karena kejadian penculikan padanya sewaktu Tikha masih kecil, di tambah kejadian waktu Daffa mencoba untuk mengusiknya.


Bukan berarti feminim itu tidak laku, namun Tikha yang memang masih takut untuk membuka hatinya, walaupun sejujurnya Tikha juga sudah mulai belajar untuk membuka hatinya kepada pria.


Sang daddy pun sempat pusing dengan para kolega bisnisnya yang selalu menanyakan Tikha dan juga si tampan Kalan untuk mereka jodohkan dengan anak-anak mereka. Namun keluarga tetaplah keluarga dan pekerjaan tetaplah pekerjaan, sang daddy selalu mengedepankan kenyamanan keluarganya apalagi para ke empat anaknya.


Daddy tidak akan mau keluarga tersayangnya di sangkut pautkan dengan pekerjaannya, biarlah daddy akan kehilangan kolega bisnisnya ataupun rugi besar asalaka keluarganya nyaman dan aman. Begitulah prinsip sang daddy Ardi.


"Jangan biarkan rasa trauma mu itu membuat hambatan dalam kehidupan mu nanti, Kha. Semua pria tidak seperti apa yang kamu hadapkan, ya memang mungkin beberapa belakangan ini kamu selalu di hadapkan dengan pria yang buruk, tapi kamu harus ingat, engga semua pria seperti itu, sayang" jelas Kalan dalam balik helm fullface nya.


Tikha mengangguk dan Kalan melihat itu dari kaca spion, "iya bang, aku ngerti" jawabnya.


Kalan mengusap helm Tikha dengan tangan kirinya, "the best" ucapnya dan Tikha pun tersenyum.


"Len, Len" panggil Reysha dalam balik helmnya.


"Apa Ey?" tanya Sailendra.

__ADS_1


"Cewe lo engga bakal marah nih, gue naik bareng lo?" tanyanya.


"Marah banget, bahkan mau bunuh elo kalau dia liat gue sama lo sekarang" celetuk Sailendra.


Tuk.. Reysha memukuk pelan belakang helm milik Sailendra, "ashh.. " Sailendra meringis.


"Sakit Ey" katanya.


"Ya lagian elo ngadi-ngadi aja, seanarkis itu kah cewe yang lo suka Len? Sampe bisa bunuh gue, cuma karena cemburu" katanya.


"Lebih dari apa yang lo bayangin, Ey" jawab Sailendra dalam hati.


Sailendra terkekeh di buatnya, "ya engga lah gilak, cewe gue mah kalem lembut cakep lagi" puji Sailendra.


"Eh btw, kapan mau di kenalin ke keluarga nih?" tanya Reysha.


"Nanti aja kalau gue udah resmi sama dia" jelas Sailendra.


"Lah emang belum lo resmiin, Len?" tanya Reysha dan Sailendra pun menggelengkan kepalanya.


Tuk... Lagi lagi Reysha memukuk belakang helm milik Sailendra.


"Kenapa sih lu?" tanya Sailendra dengan nada kesal.


"Bisa-bisanya seorang Sailendra belum meresmikan hubungannya, sesulit itu kah?" ledek Reysha.


"Noh liat noh yang di depan lo, mereka di oishain bertahun-tahun lamanya, syukurnya masih di kasih jodoh bisa di pertemukan lagi. Lah elo udah deket, sering ketemu malah susah banget buat di resmiinnya"


"Ya gue belum nemu waktu yang pas buat ungkapinnya, Ey"


"Engga akan ada waktu yang pas kalau lo engga persiapin"


"Emang lo engga mau kaya om Erlan sama Tisha apa" lanjut Reysha.


"Mau lah, siapa bilang engga mau"


"Yakan dikira gue lo engga mau, mangkanya tuh hubungan masih di gantung udah kaya jemurannyaa mbo minah" celetuk Reysha yang membuat Sailendra terkekeh.


"Ngapain lo bawa-bawa mbo minah, Ey"


"Ya biar lo sadar aja sih Len"


"Lagian ha Ey, kalau misalkan gue udah resmiin hubungan gue sama dia, nantinya lo engga bakal dapet tebengan gratis lagi. Kalau gue sama cewe gue, lo sama siapa nanti?"


Mendengar hal itu, Reysha pun berfikir, "iya juga ya Len"


"Bang Kalan pasti sama Tikha, Tisha sama km Erlan, Bang Ardan sama kak Kia, lo sama cewe lo" jelas Reysha dengan mengabsen satu persatu para sepupunya.

__ADS_1


"Nah itu lo sadar" kata Sailendra.


"Eh tapi kan masih ada bang Miko, bodoh" katanya dengan semangat.


"Ya gue sama bang Miko lah" lanjut Reysha lagi.


"Kalau menurut gue si ya Ey, bang Miko engga bakal mau bawa lo yang cerewet kaya begini" celetuk Sailendra dan mendapatkan pukulan lagi pada helmnya.


"Etdah lo Len, kalau ngomong ngapa suka bener dah" katanya.


"Ya gue kan tau tipe-tipenya bang Miko"


"Waduh mulut mu kaya yang paling iya aja bang"


"Emang iya lah"


"Gue pengen cari cowo deh" celetuk Reysha membuat Sailendra mengerrm mendadak.


Ckiit...


Jdug...


"Sakit anjir" teriak Reysha yang berbenturan dengan helm milik Sailendra.


"Heh lo kenapa Len?" tanya Ardan dan yang lainnya dari arah belakang.


"Engga ada bang, sorry sorry. Tadi lagi shock aja" katanya dan kembali menjalankan motornya lagi.


"Lu kenapa si Len?" tanya Reysha lagi ketika sudah kembali jalan.


"Lo tadi ngomong apaan dan Ey?"


"Apaan?"


"Yee si lemot, gue nanya dia malah balik nanya"


"Ya mabgamnya emang gue ngomong apaan tadi?"


"Lo pengen punya cowok?"


"Oh yang itu, iya Len, gue pengen punya cowok deh"


"Lo lagi engga sakit 'kan Ey?" tanya Sailendra dengan memegang hidung Reysha.


"Salah anjir, yang harus nya lo pegang itu kening bukan hidung" selak Reysha kepasa Sailendra.


"Yakan gue engga bisaiatnya, mot"

__ADS_1


"Apaan tuh mot?"


__ADS_2