Twince LA

Twince LA
King Zeus


__ADS_3

"Si Rendra kenapa, Li?" tanya Keynan kepada Lio yang menatap kepada sang sahabat dengan wajah bingung. Tak biasanya Rendra mau mencampuri urusan orang lain apalagi itu menyangkut seorang wanita.


Lio menaik turunkan bahunya "mana gua tau, kita ikutin tuh anak aja" katanya dan diangguki oleh Keynan.


"Elo engga apa-apa El?" tanya Agas.


"Enggak Gas, gue engga apa-apa" jawabnya.


Agas menganggukkan kepalanya "heh nenek lampir, lo kurang kerjaan banget ya. Mau ngartis lo gangguin hidup gue terus hah!" teriak Elvana.


Ayumi tertawa sinis "najis!" ketusnya.


"Nujas najis nujas najis, tapi lo gangguin gue terus anjir"


"El udah" lerai Agas.


"Pengawalnya lo?" ledek Ayumi kepada Agas.


"Engga usah banyak bacot" jawab Agas.


"Udah El ayo" tarik Agas kepada Elvana.


"Engga yang kembar engga yang ini ****** semua ternyata" ledek Ayumi lagi kepada Elvana.


"Apa lo bilang?" tanyanya sambil menarik rambut Ayumi.


"******" jelas Ayumi lagi dan membuat Elvana menjadi marah.


"Aaa" teriak Ayumi.


Agas membulatkan matanya ketika melihat Elvana yang mulai brutal "El udah lepasin" perintah Agas.


"Lo bilang apa tadi? ******?" teriak Elvana lagi.


"Ya" jawab Ayumi dan tarikan Elvana pun semakin keras.


"Heh lepasin rambut Ayumi!" teriak Salsa dan Salsa pun menarik rambut Elvana.


Agas menepuk jidatnya karena merasa pusing dengan seorang wanita, memang tidak bisa langsung baku hantam saja? Tidak perlu ribet-ribet harus saling jambak menjambak.


"STOP!" teriak Agas dengan nada tegas.


Kelimanya pun berhenti ketika mendapati teriakan tersebut.


"Lepaskan jambakan kalian pada rambut teman-teman kalian!" perintahnya lagi.


Kelimanya pun saling melepaskan dan memperbaiki pakaiannya "awas lo!" ketus Ayumi kepada Elvana dan meninggalkan kantin.


"Apa lo? Sini kalau berani" tantang Elvana lagi.


"Udah El" tegas Agas.


Elvana menoleh ke arah Agas "lo kenapa berentiin kita sih?" ketus Elvana sambil berjalan meninggalkan kantin.


"Yeee bukannya bilang terimakasih lo sama gue"


"Dih makasih apaan kali, gue itu belum puas jambak rambut nenek lampir itu, Gas!"


"Ya tapi lo sendiri lawan mereka berempat, ya kalah lah"


Elvana berfikir sejenak "iya juga"


"Iya lah" katanya, Elvana menganggukkan kepalanya dan berjalan lebih cepat meninggalkan Agas.


Agas mengernyitkan keningnya "tetep kaga bilang makasih dia?" gumamnya dan menggelengkan kepalanya.


...****************...


Tikha mengambil ponselnya karena tadi belum sempat melihat dari siapa notifikasi masuk tersebut.


Terlihat ๐Ÿ“ฉ@narendrafaa. mengirim satu pesan melalui media sosialnya.


๐Ÿ“ฉ@narendrafaa.

__ADS_1


Hay


"Bales jangan bales jangan" timangnya sambil menggigit bibir bawahnya karena merasa ragu.


Semenjak pertemuannya antara Devan waktu itu, Tikha mulai menjaga jarak dengan Daffa, Tikha merasakan was-was saat mengetahui semuanya.


"Bales aja deh" monolognya lagi.


^^^@latikhaelean_prastwjy^^^


^^^Iya^^^


Setelah membalas itu, Tikha mulai ikut merebahkan tubuhnya dengan kembarannya, karena merasakan lelah yang begitu sangat lelah.


...****************...


"Oh jadi gitu" kata Sailendra setelah mendengarkan penjelasan dari Kalan tentang pertikaian antara dirinya dan juga Gema.


Kalan menganggukkan kepalanya dan memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan hatinya.


"Emang bukan hal yang mudah sih bang"


Kalan kembali mengangguk "maka dari itu tolong bantu abang untuk jaga Tisha, kamu pasti tau bukan, kalau dia sangat mengejar Tisha"


"Iya bang, Ilen coba bantu untuk jaga Tisha"


"Thanks"


"Yaudah bang lo istirahat, gue mau ke kamar gue dulu" katanya.


"Oke" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.


...****************...


Sailendra mengambil ponselnya ketika ponselnya bergetar menandakan ada yang menghubunginya, terlihat nama Zayn yang berada di layar ponselnya. Ilen mengerenyitkan keningnya ketika nama Zayn lah yang berada di layar ponselnya.


๐Ÿ“ž Zafar Zayn Zeus


"Lo dimana?"


"London"


"Ngapain anjir? Engga mungkin 'kan lo cari cewe di sana?"


"Engga lah gila aja lo"


"Ya terus?"


"Engga usah kepo"


"Ck, lo lupa kalau nanti malem ada balap lawan gengnya Lio?" tanyanya.


Seakan teringat Ilen menepuk jidatnya "lah iya gue lupa, Zayn"


"Sudah ku duga"


"Terus gimanaa?"


"Engga gimana-gimana lah lagian engga ada masalah juga kalau lo engga ada"


"Dih terkutuk banget lo sama bos besar"


"Dih mauin amat lo jadi bos besar, engga liat kalau huruf awal nama gue di depan?"


"Dih baru huruf aja udah bangga!"


"Bodo amat"


"Eh Zayn, sorry gue engga bisa datang, soalnya gue lagi di London lagi ada urusan yang engga bisa gue tinggalin"


"Sekalipun lo tinggalin ya Len, lo engga akan bisa liat anjir. Lo lupa jarak antara Jakarta sama London itu berapa jam? Lo kira lo cenayang yang 1 detik bisa ada dimana-mana"


Sailendra menjauhkan ponselnya karena mendengar suara dari Zayn "berisik! Udah kaya cewe banget sih lo cerewet"

__ADS_1


"Eh ngomongin masalah cewe, gue jadi inget"


"Apaan?"


"Nanti malem kan semua geng motor bakal kumpul semua tuh, kayanya bakal ada TDA deh, Len"


"Ya terus?"


"Sorry sorry nih ye Len, gue sama anak-anak yang lain mau mepet ke si Ere deh"


Mendengar hal itu Sailendra kembali membulatkan matanya "setan!" umpatnya.


"Gue kirim bom nuklir ya kalau sampe itu terjadi!" lanjutnya lagi.


"Hahahaha" terdengar suara tertawa dari ketiga temannya itu.


"Mana bisa liat juga lo kalau kita bertiga mepet ke si Ere" timpal Uxio.


"Xio gue selepet lo!" teriak Sailendra.


"Uuh serem" ledek Ezra dan membuat ketiganya kembali tertawa terbahak-bahak.


"Dadah babang Ilen" teriak ketiganya lagi dan langsung mematikan sambungan telponnya.


"Setan!" umpat Sailendra lagi.


...****************...


"Lo kenapa Ren? Engga biasanya" tanya Lio kepada Rendra yang kini sudah ganti seragam dengan seragamnya yang lain yang sudah ada di loket miliknya.


Rendra menggeleng "gue juga engga tau, tiba-tiba aja gue pengen nolongin tuh cewe"


"Engga mungkin lo suka sama dia 'kan?" celwtuk Keynan.


Mendengar hal itu Rendra lihat ke arah Keynan "engga mungkin!" jawabnya dengan tegas.


Keynan hanya mengedikan bahunya saja "udah udah kenapa jadi ribut. Eh nanti malem jadi kan balap?" tanya Lio mengalihkan pembicaraan.


"Jadilah, masa engga" jawab Rendra.


"Lawan geng motor mana?"


"King Zeus" jawab Keynan.


Rendra dan Lio membulatkan matanya "bukannya King Zeus udah engga ada?" tanya Rendra.


Keynan menganggukkan kepalanya "mereka di aktifkan lagi"


"Gilak, udah cukup ada TDA sekarang King Zeus di bangkitin lagi" jelas Lio.


"Terus siapa yang nanti malem lawan gue?" tanya Rendra kepada Keynan.


Ya yang nanti malam akan balap adalah Rendra si pria tampan dan cuek jago balap motor itu adalah idaman setiap wanita di jajaran anak motor lainnya, Rendra si paling pintar bawa motor peringkat 3 setelah TDA dan King Zeus.


"Ezra" jawabnya.


Rendra menganggukkan kepalanya "sudah ku duga"


"Di tempat biasa?" tanyanya lagi.


Keynan menganggukkan kepalanya "iya"


.


.


.


.


.


Selamat malam guys, maaf aku udah lama engga up ya, semoga rasa kangen kalian terobati. Untuk yang tanya siapa itu TDA dan KING ZEUS itu ada di cerita selanjutnya yang sudah aku persiapkan, tapi maaf itu tidak di upload di manapun, tapi untuk novel cetak๐Ÿ‘‹ untuk yang mau tanya tanya bisa langsung ke instagram aku ya gengs @nd.taryy ๐Ÿ˜‡

__ADS_1


__ADS_2