
Sorak- sorak terdengar sangat ramai dan semakin seru ketika kedua pembalap semakin mendekat ke garis finish.
"****! Gue kalah lagi aja" umpat Rendra ketika dirinya kalah dari Ezra.
"Gue tau lo bakal menang, Zra" kata Zayn ketika mendekat ke arah Ezra karena kedua pembalap sudah sampai di garis Finish dengan tetap Ezra yang berada di posisi kedua teratas dan setelah itu Rendra yangu berada di posisi ketiga.
Sepertinya memang sudah di atur dan sudah di takdirkan sejak berdirinya geng motor ini, bahwa Ezra akan menempati kedudukan kedua dan Rendra menempati kedudukan ketiga tentunya peringkat pertama tidak akan pernah tergeser oleh River dari geng TDA.
"Engga apa-apa, lagian ini kan balap persahabatan doang kok Ren" ucap Keynan menenangkan Rendra.
"Tapi tetep gue engga terima Key!" katabRendra.
"Ya mau gimana lagi, kenyataannya lo kalah Ren"
"Yayaya gue tau gue kalah, Key"
"Kita harus banyak-banyak latihan lagi" kata Lio sambil menepuk pelan pundak Rendra.
...****************...
Dengan tubuh lemas dan mata sembab, Tisha bangun dari tidurnya. Pagi ini Tisha ingin kembali menemui dan menemani pria dari masa lalunya yang sangat disayanginya itu.
"Semoga ada kabar baik hari ini" ucapnya dengan penuh semangat.
"Kamu udah bangun?" tanya sang kembaran Tikha.
Tisha menganggukkan kepalanya dan beralih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Aku tunggu kamu di bawah ya, buat sarapan" teriak Tikha dari balik pintu.
"Iya" jawabnya dengan lesu.
Tikha mengangguk dan keluar dari kamarnya untuk sarapan pagi bersama.
"Pagi" sapanya kepada yang lain.
Sama seperti Tisha, Tikha dan yang lainnya pun tak bersemangat untuk menjalani harinya, "muka kamu kenapa tuh Len? Kusut banget?" tanya Tikha kepada Sailendra.
Sailendra menggelengkan kepalanya "engga apa-apa" jawabnya dan diangguki oleh Tikha.
Tidak tahu saja bahwa kini Sailendra sedang galau tingkat dewa karena masalah semalam yang dimana wanita incarannya kini sedang di incar juga oleh pria lain.
Ya semalam Sailendra tidak bisa tidur karena mendengar kabar bahwa Nyonya besar sedang diincar oleh pria lain, yang tak lain dan tak bukan adalah mantannya sendiri. Semalam yang berada di belakang nyonya besar adalah mantannya, mantannya yang sudah 1 tahun lamanya menjalin hubungan dengan nyonya besar yang kandas karena pria itu selingkuh di belakangnya.
Awalnya Sailendra sempat berbahagia karena mendengar bahwa pria tersebut sudah menjadi salah satu pria yang sangat di waspadai oleh seluruh anggota geng TDA. Namun yang membuat Sailendra tidak enak hati adalah ketika mengetahui bahwa pria tersebut kini masih terus mengejar wanita incarannya.
Satu kalimat yang selalu terngiang-ngiang di telinga Sailendra ketika Uxio berkata "jangan terlalu lama lo diemin, keburu di embat sama cowo lain. Selagi lampu hijau lo kantongin dari abangnya itu mempermudah lo buat PDKT sama dia, walaupun lo engga mau ada status dulu diantara kalian setidaknya lo bisa kenalin dulu dia ke keluarga lo buat ngiket dia secara engga langsung"
Karena kalimat sederhana dari Uxio itu Sailendra tidak bisa tidur, sepertinya hidupnya kini tidak sedang baik-baik saja seperti biasanya.
"Tisha mana Kha?" tanya Kalan kepada Tikha.
"Lagi mandi bang"
Kalan menganggukkan kepalanya "ayo sarapan" ajaknya.
__ADS_1
"Apa ka Tisha baik-baik saja?" kini si bungsu Nathan yang berbicara.
Tikha mengangguk "baik"
"Syukurlah"
Dret.. Dret.. Ponsel Kalan bergetar, Kalan melihat nama yang tertera pada layar ponselnya.
"Siapa bang?" tayang Nathan.
"Mommy"
📞 Mommy
"Hallo mom"
Hiks.. Hiks.. Hiks.. "bang cepat bawa adik mu kesini"
"Ad.. ada apa mom?" tanya Kalan.
"Bawa saja Tisha cepat kesini"
"Ba.. baik mom"
Klik..
"Kenapa bang?" tanya Nathan yang melihat Kalan melepaskan ponselnya dengan tubuh yang lemas.
"Tis.. Tisha mana de?"
"Ayo ke rumah sakit" ajaknya.
Deg..
"Kenapa sama Abay?" tanyanya.
Kalan menggeleng, "abang juga engga tau de, tapi baru saja mommy telepon katanya kita harus segera ke rumah sakit" jelasnya dengan menekankan hatinya untuk tetap tegar.
"Ay.. ayo bang" kata Tisha.
Dan mereka semua pun pergi ke rumah sakit tanpa sarapan terlebih dahulu.
"Aku harap kamu baik-baik aja, bay" gimana Tisha dalam hati.
"Semua akan baik-baik aja, queen" kata Kalan menenangkan sambil mengusap lembut pundak Tisha.
Tisha menganggukkan kepalanya, "iya bang"
...****************...
"Maaf tuan besar, tuan muda Erlan semakin kritis" ucap Dokter yang menangani Erlan.
"Erlan" panggil sang mommy.
"Kakak" begitupun dengan Erashma yang semakin menangis di pelukan Ardan. Ardan memang tidak ikut pulang ke mansion bersama dengan yang lain karena Ardan tidak mau meninggalkan Kia sendiri di Rumah sakit.
__ADS_1
Ardan juga sama tak kuasa menahan gejolak rasa di hatinya ketika mendengar apa yang di katakan oleh Dokter. Pikirannya kini semakin berkecamuk, bagaimana dengan kekasihnya Kia? Bagaimana juga dengan sepupunya Tisha?
"Kami tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhan tuan muda Erlan"
"Saya percayakan kepada Anda, Dok" ucap daddy Erlan dengan bijaksana.
Bukan tak sedih, dirinya sangat sedih dengan kabar yang baru saja di dengarnya. Bagaimanapun juga Abay adalah anak yang sangat diinginkan daddy dan juga sang mommy karena untuk mendapatkan Erlan itu sangat sulit.
"Mommy tenanglah" katanya sambil mengambil alih untuk memeluk sang istri tercintanya.
"Anak kita dad anak kita" jeritnya.
"Percayakan semuanya kepada Dokter mom dan pasrahkan semuanya kepada Tuhan, semua demi kebaikan Erlan"
"Mommy engga sanggup dad"
"Sabar mom" tenangnya sambil mencium pucuk kepala sang istri.
Sama seperti kedua pasutri tersebut, kini Angga tengah semakin was-was dengan kabar yang di dapat dari anak buahnya tentang kondisi Erlan dan kondisi Ivan yang tak kunjung membuka matanya.
Tak terasa air matanya menetes begitu deras "kenapa harus seperti ini?" lirihnya.
"Lan lo harus bangun Lan, lo engga boleh nyerah gitu aja!"
"Van lo juga harus cepet bangun! Lo harus bantu gue buat bikin Erlan bangun!" gerutunya dalam hati.
Ceklek...
"Tuan muda Angga" panggil dokter.
Angga mengangkat kepalanya ketika dokter memanggil dirinya "iya dok"
"Keadaan Tuan muda Ivan sudah mulai membaik, tinggal menunggu beliau siuman saja"
Angga membuang nafas lega mendengar kabar tersebut "baik dok. Terimakasih"
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi"
"Baik dok"
Angga tersenyum "lo emang paling the best Van, lo harus selalu bisa dengerin isi hati gue ya!" gumamnya lagi.
"Semoga elo juga mau dengerin isi hati gue Lan" monolog nya dalam hati.
"Cheryl engga akan lolos dari tangan gue kalau sampe terjadi apa-apa sama Erlan!" kata Angga dengan meninggalkan ruang inap Ivan dan satu anak buahnya untuk berjaga-jaga.
.
.
.
.
Guys maaf aku harus izin untuk ga nulis lagi ya, soalnya aku mau mempersiapkan untuk wisuda dan lamaran pekerjaan aku. Jadi maaf aku engga update dulu untuk beberapa hari, kita ketemu di tanggal 1 Agustus ya❤️ yang mau tanya tanya boleh DM aku aja di ig @nd.taryy thankyou 😘
__ADS_1