Twince LA

Twince LA
Tolong Pisahin Mereka Ya Kak


__ADS_3

"Pegel-pegel banget badan gue, gila" keluh Angga.


"Ck, kerja duduk berjam-jam sampe lembur aja engga pernah ngeluh, masa cuma duduk manis di pesawat malah ngeluh"


"Kan beda, kalau kerja 'kan nol di rekening gue semakin bertambah, kalau ini mah kaga bertambah-tambah" jujurnya sambil terkekeh.


Erlan pun ikut terkekeh "bisa aja lo"


"Udah ayo cepat ke mobil, udah engga kuat gue pengen istirahat" kini Erlan yang mengeluh.


"Siap tuan muda" jawab Angga.


***


"Selamat malam aden, selamat datang kembali" sapa Kepala pelayan di rumah utama keluarga Arayyan.


"Malam bi, bibi apa kabar?" tanya Erlangga kepada sang bibi yang sudah bekerja dengan keluarga Arayyan sejak Erlangga masih kecil.


"Kabar bibi baik den, kabar aden gimana? Udah lama bibi engga ketemu sama aden"


Erlan tersenyum mendengar penuturan dari sang bibi yang sudah menjaganya sejak dirinya masih kecil "kabar Abay baik bi, lihatlah sekarang Abaymu makin tampan" kekehnya.


Bibi ikut terkekeh mendengar perkataan Abay "si Aden bisa aja. Ayo den masuk, jangan lupa istirahat ya, den"


"Iya bi. Daddy dan mommy sudah pada tidur ya, bi?" tanya Erlangga melihat kini sudah jam 10 malam.


"Belum den, tuan dan nyonya sedang berada di ruang keluarga menunggu aden dan juga nona muda tiba"


"Kia belum datang bi?"


"Belum den, sebentar lagi akan di jemput sama pak muh" jelas sang bibi.


Erlan menganggukkan kepalanya "yaudah bi, Abay sama Angga ke daddy dulu"


"Iya den" jawab bibi dan langsung kembali ke belakang.


***


"Malam mom, malam daddy"


"Malam tante, malam Om" ucap Abay dan Angga bergantian.


Pasangan suami istri yang sedang mengobrol mengalihkan pandangannya kepada Abay dan juga Angga.


"Eh anak mommy sudah tiba toh" katanya sambil memeluk tubuh si anak sulung.


"Mommy apa kabar?"


"Mommy baik sayang, ayo duduk"


"Bagaimana kabarmu?"


"Erlan juga baik mom"


Mommy menganggukkan kepalanya "apa kabar, nak?" tanya mommy kepada Angga.

__ADS_1


"Baik tante, tante makin cantik aja" goda Angga.


"Bisa aja kamu" mommy Abay terkekeh, Angga dan Ivan memang sangat dekat dengan keluarga Erlan, sudah tidak aneh lagi jika Angga menggoda mommy Erlan.


"Daddy" panggil Erlan.


"Hem?"


"Bagaimana kabar mu dad?"


"Seperti yang kamu lihat"


"Daddy memang selalu sehat" katanya.


"Dad, Erlan saja yang menjemput Kia" ucap Erlan ketika sedang asik mengobrol.


"Biar pak Muh saja nak, kamu 'kan baru saja tiba pasti sangat lelah"


"Erlan ingin memberikan kejutan untuk Kia, dad"


"Baiklah, hati-hati"


Erlan menganggukkan kepalanya "Ga, lo ke kamar biasa aja ya" titah Erlan, karena memang rumah utama memiliki banyak kamar salah satu lnya ada kamar yang sering di tempati oleh Angga dan juga Ivan.


"Beres. Hati-hati lo bawa mobilnya" Erlan yang mendengar mengangkat jempolnya.


"Yaudah kamu istirahat gih di kamar, pasti lelah" titah sang mommy ketika Erlan sudah tak terlihat lagi.


"Tante dan om tidak istirahat?"


"Baiklah, kalau begitu Angga istirahat terlebih dahulu ya tante, om" pamitnya dan diangguki oleh kedua orang tua Erlan.


***


Sailendra membulatkan matanya ketika melihat Tisha yang menyandarkan kepalanya di bahu Gema.


Sailendra yang baru saja mendapatkan notifikasi pesan dari Miko menanyakan kabar terkini tentang Tisha, memaksanya untuk bangkit dari tempat duduk ternyamannya, tanpa di sangka ketika bangun dari tempat duduknya Sailendra tidak bisa nafas dibuatnya.


"Haish, gue bisa mati di cincang kalau para sepupu pada tau" monolog Sailendra.


"Gue harus gimana misahinnya ya?" monolognya lagi sambil sedikit berfikir.


"Aha" jentikan jari Sailendra terdengar ketika lampu dibatas kepalanya menyala.


"Gue minta tolong ke kak Kia aja" Sailendra berjalan mendekat ke arah Erasma yang sedang terlelap.


"Ka" panggil Sailendra dengan lembut, karena merasa tak enak hati mengganggu Kia yang sedang beristirahat. Tadinya Sai ingin membangunkan Elvana tapi Sai yakin, kalau Elvana yang dirinya gunakan itu tidak akan mempan, maka dari itu mau tidak mau Sailendra membangunkan Kia.


"Hem" Kia mengerjapkan matanya.


"Kenapa Sai?" tanya Kia dengan masih dengan suara beratnya.


"Maaf ka, Sai bangunin kaka"


"Engga apa-apa. Apa terjadi sesuatu?"

__ADS_1


Sai menganggukkan kepalanya "menyangkut nyawa Sai ka"


Kia membulatkan matanya "Ke... Kenapa Sai? Apa kamu sakit?" khawatirnya dengan memutar tubuh Sailendra.


Sailendra terkekeh dibuatnya "Sai engga sakit ko kak"


"Terus kenapa?"


"Itu ka" tunjuk Sai kepada kursi penumpang Gema dan juga Tisha.


Kia bangun dari duduknya untuk melihat arah tunjukan tangan Sai "kenapa dengan mereka, Sai?"


"Tolong pisahin mereka ya ka, kalau para sepupu pada tau, Sailendra bisa di cincang sama ka Kalan" adunya dengan suara memohon.


"Ko bisa?"


"Karena para sepupu engga mau kalau Tisha dekat sama kak Gema" bisiknya.


Seakan paham, Kia menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah kursi penumpang yang sudah dibduduki oleh Gema dan juga Tisha "yaudah kamu balik lagi ke kursi kamu, biar nanti kakak yang urus"


"Oke ka, makasih banyak kakak ipar" ucapnya sambil mengangkat jempolnya, Kia tetap menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Gem" panggil Kia lembut sambil menggoyangkan tubuh Gema pelan.


"Hem"


"Ada apa, Ki?" tanya Gema.


"Bisa pindah engga Gem ke tempat gue, gue mau duduk sama Tisha nih"


Gema melirik ke arah Tisha yang masih menyandarkan kepalanya "Tishanya tidur Ki, udah lo balik lagi aja ke kursi lo. Tisha aman ko sama gue"


Kia menggelengkan kepalanya "gue mau duduk sama Tisha, Gem" mohon Kia.


"Ck, ganggu gue aja lo. Yaudah nih, tapi pelan-pelan kasian Tisha nyenyak banget kayanya"


Kia menganggukan kepalanya "oke" jawabannya.


Gema dan Kia pun bertukar posisi, sebenarnya Gema tidak mau mengalah dari Kia, tapi dilihat sekelilingnya dan juga Tisha, tidak mungkin 'kan Gema mengeluarkan suara baringtonnya, maka dari itu Gema mengalah untuk sekarang, lagian dirinya juga merasa sangat letih karena sudah menjadi panitia. Gema duduk di kursi penumpang milik Kia dan kemudian memejamkan matanya lagi karena merasa sangat lelah.


"Haah" terdengar hembusan nafas lega dari Naresha.


^^^Sailendra Wijaya^^^


^^^Tisha aman, duduknya juga sama ka Kia^^^


"Gue juga mau tidur lah" monolog Sailendra dan mulai memejamkan matanya ketika sudah membalas pesan dari Miko.


***


Setelah menunggu lama akhirnya Erlan melihat Kia yang turun dari busnya "Kia" panggil Erlan ketika melihat Kia.


Deg.. Jantung Erlan berhenti berdetak ketika melihat Kia bersama dengan wanita dari masa lalunya, wanita yang selama ini membuat pikirannya tidak menentu. Erlan memang tau bagaimana wajah wanitanya yang sekarang, karena video call waktu itu bersama dengan Kia.


"Tis.. Tisha" gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2