
"Suprise" teriak semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut.
Tikha dan Tisha terdiam melihat semua orang yang sudah berada di dalam ruangan tersebut.
"Mommy, daddy" ucapnya.
Terdengar alunan musik nan indah dan sebuah alunan lagu berjudul happy birthday untuk si kembar LA.
Tikha dan Tisha saling tatap di buatnya, tanpa terasa air mata mereka berdua turun tanpa di minta.
Rasa haru menyelimuti mereka berdua, bahagia, sedih, senang bercampur aduk menjadi satu.
Ucapan silih berganti dari keluarga besar Wijaya.
"Happy birthday untuk kedua anak mommy, mommy sayang kalian"
"Happy birthday untuk anak daddy, bahagia selalu untuk kalian berdua"
Acara tiup lilin dan potong kue pun terlaksanakan.
"Happy birthday untuk adik abang, semoga sehat selalu dan bahagia selalu menyertai kalian"
Acara dari acara di mulai, pesta birthday yang paling mewah di buat oleh sang kakak sulung, Kalan.
Pesta birthday seperti bukan pesta birthday, kini lampu sudah berubah menjadi lampu yang sedikit meredup, alunan musik mengalun dengan indah.
Pesta birthday yang sangat di inginkan oleh twince, "abang is the best, thank you so much" ucap twince kepada sang kakak serta mencium pipinya.
"Sama-sama sayang" jawab Kalan.
"Nikmatilah pesta kalian" lanjutnya.
Twince mengangguk, "pasti" jawab keduanya.
"Ilen bawa siapa nih?" ledek Tisha kepada Sailendra.
"Cie mulai publish" timpal Tikha.
"Engga di kenalin?" timpal Tisha lagi
"Halo, aku Tisha" kata Tisha.
"Aku Tikha" timpal Tikha kepada wanita yang di bawa oleh Sailendra.
Wanita itu tersenyum dan membalas uluran tangan keduanya, "aku Ere" jawabnya.
"Wah cantik sekali" puji Tikha.
"Pantes aja Ilen klepek-klepek sama kamu" ledek Tisha da mendapatkan pelototan dari Sailendra.
"Sha" tegur Sailendra namun hanya dapet kekehan kecil saja dari Tisha.
"Jangan sungkan sama kita ya, anggap aja kita ini keluarga kamu sendiri"
"Kalau Sailendra engga apa-apa engga di anggap juga" timpal Tikha dan mendapatkan kekehan dari Tisha dan juga Ere.
"Kamu udah di kenalin belum ke keluarga yang lain?" tanya Tisha.
Ere menggeleng, "belum, baru kenal sama om dan tante Hans aja" jawab Ere.
Tisha melototkan matanya kepada Sailendra, "gimana si lo Len, cewe secantik ini engga lo kenalin ke keluarga sendiri"
"Yaudah ayo biar kita berdua yang kenalin kamu" kata Tikha dengan sudah menggandeng tangan Ere.
"Eh gimana-gimana? Ini 'kan pesta kalian, kenapa jadi bawa-bawa cewe gue woy" kata Sailendra, namun twince tidak menghiraukan perkataan Sailendra, twince hanya melambaikan tangannya saja ke arah Sailendra.
__ADS_1
Sailendra mengumpat namun tetap mengekori ketiga wanita itu.
"Mommy, daddy" panggil Tikha.
"Iya sayang"
"Kenalin ini Ere cewenya Sailendra" kata Tisha.
"Sailendra punya cewe?" tanya sang daddy.
"Yes daddy, ini cewenya" jawab Tikha.
"Kenapa engga bilang-bilang?" tanya mommy.
"Belum waktunya aja, mom" jawab Sailendra.
Sedang asik menikmati acara pesta birthday twince, terdengar ada yang mengucapkan selamat kepada twince.
"Happy birthday girls" ucap salah seorang pria yang baru saja tiba membuat seluruh atensi yang berada di ruangan tersebut pun teralihkan kepada sosok pria yang baru saja tiba.
"Erlangga" ucap keluarga Wijaya.
Ya yang datang itu adalah Erlangga yang baru saja tiba di Jakarta 5 menit yang lalu.
Erlangga memang tidak ada kata lelah, "maaf aku telat sayang" ucapnya kepada Tisha dan diangguki oleh Tisha.
"Happy birthday, sehat selalu, bahagia selalu dan doa terbaik untuk kalian berdua" katanya kepada twince.
Setelah memberi ucapan kepada twince barulah Erlangga menyalami dan menyapa keluarga Wijaya.
"Kapan kamu sampai, Lan?" tanya sang daddy kepada Erlangga.
"Lima menit yang lalu dad, Erlan langsung ke sini"
"Daddy bagaimana kabarmu?" tanya Erlan.
"Nikmatilah pesta mu nak, Tisha ada di sana" ucap daddy kepada Erlan ketika melihat kini Tisha sedang bersama dengan para saudara dan saudarinya.
Erlan mengangguk, "iya daddy, Erlan permisi dulu"
"Iya" jawab daddy sambil menganggukkan kepalanya.
"Sayang" panggil Erlan.
Tisha menoleh, "oh hay by" jawab Tisha.
By adalah panggilan sayang Tisha kepada Erlan, kata By berasal dari Abay yang Tisha singkat menjadi by.
"Ayo kita kesana" kata Tisha dan diagguki oleh Erlangga.
"Kita mita permisi dulu ya, mau pacaran" kata Tisha berpamitan kepada saudara dan saudarinya.
"Lihatlah kini si tomboy menjadi bucin akut" ledek Reyka.
"Padahal tadi abis ngeluh karena engga betah pake baju itu" timpal Tikha.
"Iya bener, kayanya sekarang betah banget" timpal Kalan.
Tisha hanya memberikan isyarat untuk mereka diam sambil tersenyum dan mendapat kekehan dari para saudaranya.
"Kamu sampai ke Indonesia jam berapa, by?" tanya Tisha dengan memegang dia gelas jus yang akan di berikan kepada Erlan.
"Lima menit yang lalu sayang" jawab Erlan dan diangguki oleh Tisha.
"Cantik" ucap Erlangga kepada Tisha ketika melihat penampilan Tisha yang sangat mempesona.
__ADS_1
Lihatlah kini wajah Tisha mulai merona, "jangan gitu deh by"
Erlangga tersenyum melihat itu, membenarkan tatanan rambut Tisha yang sedikit berantakan, "kenapa hem? Engga usah malu sayang, kamu emang cantik" ucap Erlangga.
"Kalau lama-lama kaya gini kayanya aku engga siap deh, Sha. Aku pengen banget cepet halalin kamu" lanjut Erlan dengan mengusap pipi Tisha.
Tisha menatap mata Erlan, tidak ada pancaran kebohongan disana, Tisha semakin di buat malu, "aku masih dua tahun loh by, tunggu aku ya" kata Tisha dengan menenangkan Erlan.
"Aku selalu menunggu kamu sayang, sampai sekarang pun aku masih siap untuk menunggu kamu"
"Terpenting kamu udah jadi tunangan aku" lanjutnya dan diangguki oleh Tisha.
Cup...
Erlan mengecup kening Tisha, Tisha tersenyum di buatnya.
"Love more sayang"
"Love more by"
Kembali terdengar alunan musik dengan di iringi lagu selamat ulang tahun yang sangat merdu.
"Siapa?" tanya Erlan kepada Tisha.
Tisha menggeleng, karena memang tidak tahu siapa yang membawakan lagu itu.
Seluruh lampu di ruangan tersebut pun padam hanya menyisakan satu lampu, satu lampu yang menyinari seorang pria yang sedang bernyanyi di dekat kue ulang tahun milik twince.
Mata Tisha membola ketika melihat siapa seorag pria yang sedang bernyanyi itu, "Gema" ucapnya.
Erlangga melihat ke arah Tisha, "Gema, sayang"
Tisha melihat ke arah Erlangga dan mengangguk, "iya by"
Sepi itulah yang terjadi kini di ruangan yang tadinya sangat ramai, kini hanya suara Gema sajalah yang terdengar.
"Happy birthday queen" ucap Gema kepada twince.
"Boleh saya meminta untuk twince ke depan sini" pinta Gema.
Tisha melihat ke arah Erlan, Erlan mengangguk, begitupun dengan Tikha yang meminta persetujuan kepada sang kakak. Kalan pun ikut menganggukkan kepala, Tikha dan Tisha pun maju ke depan, ke hadapan Gema.
Gema tersenyum melihat itu.
"Terimakasih" ucapnya dan diangguki oleh keduanya.
"Happy birthday Tikha dan Tisha, sehat selalu untuk kalian, tetap menjadi diri sendiri, jangan pernah berubah hanya karena orang-orang yang tidak menyukai mu, jadilah orang yang bermanfaat bagi sesama, dan doa terbaik untuk kalian berdua" ucap Gema dengan sesekali menatap mata Tisha.
Bohong jika Gema sudah mengikhlaskan Tisha untuk Erlan.
Gema masih sayang
Gema masih menaruh hati kepada Tisha.
Gema tidak bisa ikhlas.
Dua kali harus mengikhlaskan wanita kesayangannya.
Sama seperti Gema, Tisha pun menatap sorot mata Gema yang terlihat jelas bahwa Gema masih mengharapkan dirinya, sulit untuk mengikhlaskan dirinya untuk pria lain.
Setelah tersadar keduanya pun membuang muka.
"Terimakasih ka Gema" ucap Tikha yabg mengetahui kecanggungan diantara adik kembarnya dengan pria yang kini ada di hadapannya.
"Terimakasih ka Gema" sambung Tisha.
__ADS_1
Gema mengangguk, "ini hadiah untuk kalian berdua, di bukanya nanti aja ya jangan disini. Maaf engga bisa kasih apa-apa ke kalian" ucap Gema dengan memberikan dua kota berbentuk persegi, satu kotak persegi berwarna pink untuk Tikha, dan kotak persegi berwarna biru muda untuk Tisha.
"Sekali lagi, happy birthday untuk kalian berdua" ucap Gema dan mendapat suara tepuk tangan yang meriah dari seluruh yang ada di ruangan tersebut.