
Brugh...
"Eh sorry sorry" maaf Tikha kepada salah seorang pria yang ia tabrak.
"Oke, saya juga minta maaf" ucap pria tersebut.
"Saya permisi" lanjutnya dan pergi meninggalkan Tikha.
"Dih, mentang-mentang ganteng sombong banget" gerutunya sambil mengambil buku yang jatuh ke lantai.
"Kha?" panggil Tisha.
"Eh iya, kamu udah?" tanya Tikha kepada Tisha karena memang Tisha tadi meminta izin untuk pergi ke toilet sebentar.
"Iya udah, ayo kita cari tempat makan"
"Oke"
"Mau di sini apa di luar?"
"Disini aja deh Kha, biar engga usah cari tempat lagi" jawabnya dan diangguki oleh Tikha.
***
"Cantik juga ceweknya" ucap salah satu pria yang melihat Tikha bertabrakan dengan seorang pria melalui video yang di kirimkan oleh salah satu anak buahnya.
***
"Mau pesen apa?" tanya Tisha kepada Tikha.
"Samain aja sama kamu"
"Oke" jawab Tisha dan Tisha pun memesan apa yang akan dirinya dan kembaranya makan.
"Yaampun kenapa sih dunia ini sempit banget" celetuk salah satu cewe pengunjung resto tersebut.
Tisha yang sedang asik memilih menu dan Tikha yang sedang asik memainkan ponsel pun melihat ke asal suara tersebut.
"Nenek gayung" celetuk Tikha yang polos.
Tisha yang mendengarnya menahan tawanya "nenek gayung dari mana? Segini Ayumi cantiknya" bela Naomi.
Ya yang datang ke resto tersebut adalah Ayumi and the gang "ayo kita duduk, lama-lama jadi kuman kalau deket-deket sama mereka" ucap Ayumi dengan ketus.
Salsa, Naomi dan Siska menganggukkan kepalanya dan mengikuti Ayumi yang akan mencari tempat duduk untuk mereka makan.
"Engga jelas banget" kata Tisha setelah memberikan menunya kepada pelayan resto tersebut.
"Udah biasa ko Sha, mereka 'kan mau pansos kalau kata si Reysha"
"Bener juga"
"Eh Kha?"
"Heum?"
"Kamu mau ambil kuliah jurusan apa nanti?" tanya Tisha tiba-tiba.
"Masih jauh kali Sha, kita aja baru kelas satu"
"Yakan aku nanya aja gitu ke kamu, siapa tau aja sama, iya 'kan?"
"Engga Sha kita engga akan sama ko"
"Loh kenapa?"
"Aku engga akan kuliah"
"Hah?"
"Kenapa?"
"Karena aku mau jadi pramugari"
"Ap.. Ap Kha? Pramugari?"
"Iya Sha pramugari, emang kenapa? Ko kamu kaya kaget gitu sih?"
"Kamu engga lagi becanda 'kan Kha?"
__ADS_1
"Iya Sha aku lagi engga becanda, aku emang mau jadi pramugari"
"Engga ya Kha, aku engga setuju pokoknya"
"Loh kenapa?"
"Pokoknya engga mau aku engga setuju"
"Dih harus setuju dong Sha"
"Kha emang kamu engga takut apa? Kan banyak tuh berita-berita yang kaya begitu"
"Ish itu udah jadi konsekuensi aku dong Sha. Tapi ya jangan sampai kaya gitu dong, emang kamu mau kehilangan aku?"
"Ya enggalah mana ada aku mau kehilangan kembaran aku" jawabnya sambil memakan makanan yang sudah di hidangkan.
"Pokoknya engga ya, Kha"
"Emang kamu mau ambil jurusan apa Sha?"
"Bisnis, aku mau jadi kaya daddy"
"Mantap dong, semangat sayang"
"Udah semangat dong"
"Eh bentar deh Kha, aku mau kesana dulu ya" izin Tisha kepada Tikha.
"Oke"
Tisha berjalan untuk keluar dari resto tersebut, melihat itu Ayumi tersenyum smirk, satu kaki Ayumi di panjangkan agar Tisha terjatuh karena ulahnya, tapi sayang Tisha yang sudah mengetahui tentang hal itu pun malah menginjak kaki Ayumi dengan sangat keras.
"Awwww" jerit Ayumi.
"Sukurin" ledek Tisha sambil memberikan senyum sinisnya.
"Elo kenapa, Yum?" tanya Siska.
"Kaki gue di injek sama si Tisha"
"Loh ko bisa?" tanya Naomi.
"Ya maksud Naomi kenapa bisa sampe di injek?"
"Emang dasar dianya aja cari masalah" jawab Ayumi membalikkan fakta.
"Wah parah tuh" kata Salsa.
"Emang parah tuh orang, lo harus bales dia, Yum" kata Siska.
"Pasti, gue bakal bales dia"
***
"Bos"
"Bas bos bas bos, panggil gue Erlan kalau lagi engga ada di lingkungan kantor!" kesalnya.
"Ehehehe soryy"
"Apaan?"
"Gue mau maki-maki elo deh, Lan. Tapi gue serem"
"Kenapa?"
"Takut angka nol di belakang gaji gue ilang" katanya sambil terkekeh.
"Cih"
"Gue engga suka sama orang yang begitu ya, Ga" lanjutnya.
"Lo bodoh!" ucap Angga dengan tiba-tiba berubah menjadi dingin.
"Kenapa?"
"Dengan polosnya lo malah bilang kalau panggilan 'Abay' itu hanya untuk Tisha seorang"
"Yakan gue ngomong sesuai fakta, Ga"
__ADS_1
"Ya tapi engga harus sepolos itu juga Erlangga! Lo tau dia itu CAMER CALON MERTUA elo!"
"Iya gue tau" jawabnya dengan polos.
"Lo benar-benar crazy Erlan"
"Dih bilang gue crazy"
"Ya sesuai fakta, you stupid and crazy!"
Brugh.. satu tendangan lolos di balik kursi kemudi Angga.
"Sekali lagi lo bilang, angka nol di belakang gaji lo ilang"
"Cih mainnya angka nol"
"Gimana si Ivan?"
"Engga gimana-gimana"
"Engga ada kabar? Soalnya gue belum chat dia"
"Ke gue juga engga ada kabar si, Lan"
"Sesibuk itu kah?"
"Kayanya iya deh Lan, coba lo hubungi aja sekarang"
"Oke" jawab Erlan dan langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Ivan.
Erlan : Hallo Van
Ivan : Iya Lan kenapa?
Erlan : Gimana kabar perusahaan?
Ivan : Sedikit ada masalah, Lan. Ini gue lagi berusaha buat selesain, jadi sorry gue engga ngabarin kalian berdua.
Erlan : Bisa lo kirim ke email gue sekarang, Van?
Ivan : Oke gue kirim.
Erlan : Oke.
Tuut... Tuut... Tuut...
Dret.. dret.. dret...
Erlan langsung membuka email yang di kirimkan oleh Ivan.
Erlan membulatkan matanya ketika membuka email yang diberikan oleh Ivan "kita ke London sekarang!"
"Hah?"
"Ke London sekarang"
"Oke"
Angga langsung memutar setirnya menuju Bandara dan langsung menekan angka 1 yang dimana angka tersebut akan langsung tersambung dengan anak buahnya.
AB : Hallo bos
Angga : Segera siapkan pesawat pribadi dalam waktu lima belas menit, kita akan terbang ke London malam ini juga
AB : Baik bos
Tuut... Tuut... Tuut...
***
"Gimana Lan, Gema mau Terima engga?" tanya Miko kepada Kalan, ketika Kalan menemui Miko dan juga Ardan.
Kalan menggeleng "dia tetep engga mau jauhin Tisha"
"Nahkan gue bilang juga apa, si Gema engga akan nyerah gitu aja" timpal Ardan.
"Udahlah, gue bilangin ya. Lo itu engga bakalan mempan deh buat ngomongin si Gema, sekarang gini aja deh ya lo itu engga usah ngomongin si Gema lagi, lo cukup jauhin dia dari si Tisha ya kek kalau misalkan ada si Gema lo cepet-cepet dah pepet si Tisha atau tarik kek apa kek biar si Gema engga ketemu sama si Tisha" lanjut Ardan panjang lebar.
"Hem... Kalau untuk sekarang gue ikutin apa yang di bilang si Ardan deh" jawab Miko.
__ADS_1
"Yaudah gue ikutin apa kata elo" putus Kalan.