Twince LA

Twince LA
EAARAYY'S HOSPITAL


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya Tisha dan keluarga yang lain, sampai juga di Bandar Udara Heathrow, yang terkenal sebagai London Heathrow (IATA: LHR, ICAO: EGLL).


Twince, Nathan, Sailendra, Reysha, mami, papi, Amy dan apy pun merenggangkan otot-ototnya karena merasa sangat pegal. Bagaimana tidak pegal-pegal mengingat mereka menempuh perjalanan selama berbelas-belas jam lamanya.


"Akhirnya nyampe juga" keluh Reysha.


"Pegel banget astaga badan gue" keluh Zahra.


"Bang Kalan mana ya, ko lama banget" keluh Tisha yang sudah tak enak perasaan ingin segera sampai pada tujuannya.


"Mami, Amy!" teriak Kalan.


Twince, Nathan, Sailendra, Reysha, mami, papi, Amy dan apy menoleh ke arah teriakan tersebut, terlihat sudah ada Kalan dan juga Miko yang menunggu mereka, terlihat Kalan melambaikan tangannya kepada mereka.


"Itu bang Kalan!" kata Nathan dengan semangat.


"Ayo kita ke bang Kalan" ajak Apy dan mereka semua pun berjalan mendekat ke arah Kalan.


Twince, Nathan, Sailendra, Reysha, mami dan Amy mengerutkan keningnya ketika sudah banyak pria bertubuh kekar dengan pakaian serba hitam mengelilingi mereka semua.


"Mereka siapa?" bisik Nathan kepada Sailendra.


"Aku engga tau"


"Ko bang Kalan santai aja ya banyak cowok kek begini lagi kelilingin keluarga kita" bisik Zahra kepada Sailendra.


"Iya juga, mungkin itu pengawal bang Kalan" jawab Reysha.


"Bisa jadi"


"Pi, mereka semua siapa?" bisik mami.


"Anak buahnya Erlan, mi"


"Emang Erlan siapa Pi? Ko mami jadi takut gini ya"


"Bisa di sebut dengan Mafia" jawab papi dengan entengnya.


Mami membulatkan matanya dan memukul pelan pundak sang suami "jangan becanda ah"


Sang papi terkekeh kecil melihatnya "bener mi papi lagi engga becanda, ya walaupun Erlan bukan Mafia tapi kalau keliatannya begini, bukannya bisa di bilang mafia?" tanyanya.


"Iya juga sih pi"


"Yaudah engga usah di pikirin, lagian mereka engga jahat juga ko"


"Iya pi, mami percaya" ucapnya dan diangguki oleh sang papi.


"Bagaimana perjalanan kalian?" tanya Kalan kepada mereka.


"Membosankan" celetuk Zahra.


"Yasudah kalian bisa naik ke mobil, kami membawa dua mobil agar kalian bisa leluasa untuk beristirahat di mobil" jelas Kalan.

__ADS_1


Mereka semua pun menganggukkan kepalanya, akhirnya mereka pun terbagi menjadi dua, di mobil pertama sudah ada satu pengawal dan anak-anak muda. Sedangkan di mobil kedua sudah ada satu pengawal dengan di isi oleh mami, papi, Amy, Apy dan juga Miko.


"Bagaimana kondisi Erlan sekarang, Miko?" tanya Apy.


"Semakin memburuk, Apy" jawabnya dengan lirih dan terdengar hembusan nafas berat dari Miko.


"Seburuk itu kah?" timpal papi.


"Iya pi, kalau dalam satu minggu ini Erlan tidak mau membuka matanya, maka terpaksa alat yang ada pada tubuhnya akan di lepas"


Mami dan Amy menutup mulutnya karena terkejut dengan apa yang di katakan oleh Miko, "bagaimana dengan Tisha?" celetuk Amy.


"Aku engga bisa bayangin sedihnya Tisha gimana" jawab Mami.


"Tisha anak kuat, sayang" jawab Apy kepada istrinya.


"Iya benar, Tisha adalah anak yang kuat" timpal papi.


"Aku harap Tisha memang benar-benar kuat menghadapi ini semua" ucap mami.


"Dan ada keajaiban untuk Erlan" timpal Amy.


...****************...


"Bang" panggil Tisha kepada sang kakaknya.


Posisi duduk di mobil pertama kini sudah ada Sailendra yang berada di depan, Nathan, Reysha dan Zahra berada di tengah, sedangkan twince dan Kalan berada di jok belakang, karena Kalan tau adik kembarnya akan bermanja padanya karena merasa lelah, apalagi Tisha yang terlihat sangat murung pada wajahnya.


"Hem?"


"Mereka?" tanya balik Kalan dengan menaikan satu alisnya.


Tisha menganggukkan kepalanya "iya, itu loh yang pada pake baju hitam-hitam"


"Oh" Kalan menganggukkan kepalanya "pengawal anaknya teman daddy" jawabnya dengan jujur.


"Oh, ko serem-serem ya"


"Namanya juga pengawal de"


"Tapi pengawal daddy engga serem-serem begitu ah bang"


"Kamunya aja yang enggatl tau de. Kamu liat yang emang udah di pilih sama daddy, kamu 'kan engga tau yang lainnya"


"Iya juga sih kak"


"Iya"


"Em.. Bang?"


"Hem?"


"Kita mau kemana?" tanya sang adik.

__ADS_1


Kalan melirik sebentar ke arah Tisha sebelum menjawabnya "rumah sakit, queen" jawabnya.


Tisha semakin meremas kedua tangannya ketika mendengar jawaban dari sang kakak sulungnya.


Melihat itu Kalan pun mengusap lembut pucuk kepala sang adik kesayangannya "semua akan baik-baik saja sayang, tenanglah" ucapnya untuk menenangkan Tisha.


"Maafin abang de, abang engga mau bikin kamu mahaatir sekarang. Karena abang tau kamu akan semakin terpuruk nanti, di saat kamu sudah tau pasti siapa yang akan Kamu temui dengan kondisi yang berbeda" gumam Kalan dalam hati.


"Daddy dan mommy, bang?"


"Mereka baik-baik saja, queen"


"Ah syukurlah kalau begitu" jawabnya dengan sedikit ada rasa lega dalam hatinya karena mendengar bahwa kedua orang tuanya baik-baik saja.


"Sekarang istirahatlah, kamu pasti lelah, lihat kakak kembarmu sudah tertidur pulas" katanya, memang benar kini Tikha kembali memejamkan matanya, mungkin karena merasa lelah dengan perjalanan yang menempuu jarak sangat jauh.


Tisha menggelengkan kepalanya "aku udah cukup beristirahat di pesawat tadi kak" tolaknya dengan halus.


"Entah kenapa perasaanku masih terasa sesak, padahal aku udah tau kalau daddy dan. mommy baik-baik saja. Bagaimana aku bisa istirahat kalau hatiku masih terasa sesak?" gumam Tisha dalam hati.


"Baiklah sayang" jawabnya dengan masih mengusap rambut adiknya dengan lembut.


"I hope you are strong to face whatever is in front of you later. Hug sister tightly if it feels really heavy, queen"


"Iy.. iya prince. I promise"


"Good Girl"


...****************...


Kini lima mobil beriringan sudah mulai memasuki kawasan EAArayy's Hospital terlihat dari huruf yang berada di halaman depan rumah sakit yang sangat luas ini.


Kelima mobil ini pun mulai menempati parkiran khusus keluarga Arayyan, yang berada di lantai khusus yaitu lantai basement.


Erlan memang sengaja membuat lantai basement untuk parkir mobil keluarganya, karena basement ini sangatlah luas dan bisa dijadikan sebagai tempat yang multifungsi.


Kalan dan keluarganya pun turun dari masing-masing mobil yang mereka tumpangi. Kallan masih dengan memegang erat tangan kedua adik kembarnya dan juga Nathan yang berada di belakang mereka beriringan dengan Sailendra, Reysha dan juga Zahra.


Kalan dengan sekuat tenaga menjaga keseimbangan tubuhnya, pikiran Kalan pun sudah di penuhi dengan berbagai macam yang akan terjadi sebentar lagi.


"Ayo kita masuk" ajak Kalan dengan suara yang sedikit bergetar.


...****************...


Hal yang pertama mereka lihat adalah Ardan yang sedang memeluk Kia dengan mata yang masih sembab "kak Kia" panggil Twince, Zahra, Nathan, Sailendra dan juga Reysha terkejut melihat Kia berada di sini.


Sailendra, Tikha, Reysha, Zahra dan Nathan memang tidak mengetahui dengan pasti siapa pria ini, mereka hanya mengetahui bahwa kini yang ada di dalam adalah pria dari masalalu Tisha 'Abay'.


Pikiran mereka semakin berkecamuk ketika melihat Kia yang berada di rumah sakit ini.


"*Apa pria dari masa lalunya Tisha adalah kakaknya ka Kia?" gumam Sailendra.


"Hah, apa jangan-jangan om ganteng" gumam Zahra.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa ini?" gumam Tikha*.


__ADS_2