
Erlan sangat terkejut ketika baru saja dirinya sampai ke kantor, Angga langsung memberikan informasi yang sangat membuatnya sport jantung.
"Bos, saya mau kasih info tentang siapa yang sudah membuat onar di SMA SATYA" ucap Angga kepada Erlan ketika baru saja Erlan masuk ke dalam ruangannya.
Erlan mendudukkan dirinya di kursi kebesarannya sambil menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan pernyataan Angga.
Sebelum memberikan informasi lebih jelas kepada Erlan, Angga menarik nafasnya terlebih dahulu kemudian membuangnya secara perlahan, bukan tanpa sebab Angga seperti ini, karena bagaimana pun juga informasi ini akan membuat salah satu pihak tersakiti, entah persahabatan mereka atau tentang keluarga.
Bukan tak mau Angga tidak membicarakannya, bagaimana pun juga masalah ini adalah masalah serius dan sudah ada dua pihak keluarga yang sangat berpengaruh di Negara ini yang mencari tau, jika dirinya memberikan informasi yang salah di pastikan Erlan akan mengamuk karena Erlan akan mengetahui informasi yang benar dari keluarga Wijaya. Maka dari itu mau tidak mau sanggup tidak sanggup Angga harus memberikan informasi yang valid untuk Erlan.
Memang sulit menjadi Angga, seorang asisten dan juga sahabat.
"Dafa Narendra" dua kata yang mampu membuat Erlan menatapnya dengan tatapan shock.
"Siapa yang lo bilang, Ga?" tanya Erlan lagi takut-takut dirinya salah dengar.
"Daffa Narendra putra kembar dari Tuan Narendra"
"Panggil Ivan sekarang juga!" teriaknya dengan penuh amarah.
"Baik, Bos" jawab Angga.
Angga segera menghubungi Ivan untuk memberitahukan dirinya.
...****************...
"Py aku lagi banyak urusan ini" gerutu Sailendra di dalam mobil.
Sang Apy hanya berdehem pelan saja mendengarnya.
Berbeda halnya dengan Sailendra yang selalu mengeluh di ajak pulang, Tisha terkekeh di buatnya, "engga usah ketawain gue lo!" ketus Sailendra.
"Lagian berani-beraninya lawan gue" ledek Tisha.
"Bukan gue tapi si Lendra!"
"Ya siapa suruh si Lendra keluar dari raga lo" ledek Tisha lagi.
Mata Sailendra membola, "heh jangan sampe si Lemdra ngamuk lo ya, Sha" kata Sailendra memperingatkan.
"Bodo amat" kata Tisha sambil menjulurkan lidahnya.
"Kalian ini kenapa ribut terus" ucap sang Apy menimpali sebelum terjadi kembali peperangan diantara keduanya.
"Kalian engga cape abis berkelahi?" tanya sang Apy lagi.
"Enggak" jawab keduanya secara bersamaan.
"Biar Apy kasih kalian ke daddy" ucapnya membuat keduanya meringis.
🎥 Ka Ardiansyah
"Ada apa?" tanya daddy Ardi kepada sang adik sepupunya Hans.
"No" pekik Tisha dan juga Sailendra ketika mendengar suara dari sang daddy.
__ADS_1
Apy Hans terkekeh mmelihatnya, berbeda halnya dengan daddy Ardi yang mengerutkan keningnya di layar, "kenapa Hans? Kenapa seperti ada suara Tisha dan Sailendra di situ?"
Apy Hans menganggukkan kepalanya, dan melihat ke arah dua bocah nakal yang habis berkelahi itu, Tisha dan Sailendra menggelengkan kepalanya, "ya memang mereka berdua sedang bersamaku, ka" jawabnya.
"Ada apa? Kenapa mereka berdua bersama kamu, bukannya ini masih jam sekolah ya?"
Apy Hans kembali mengangguk, "Tisha berkelahi dengan Lendra"
Daddy Ardi membulatkan matanya mendengar hal itu, sama dengan Kalan, Miko, Ardan dan juga Nicholas yang berada di satu ruangan bersama dengan daddy ikut terkejut mendengarnya, "what?" pekik Kalan, Ardan dan juga Miko.
"Bawa mereka berdua ke perusahaan ku sekarang juga, Hans!" tegas Ardi di balik video call itu.
"Siap kak" jawab Hans dengan menganggukkan kepalanya.
Tut.. sambungan video call pun terputus.
Dengan santainya Apy Hans tersenyum ke arah dua bocah nakal itu dan memasukan ponselnya ke saku celananya, "pak kita ke perusahaannya kak Ardi" ucapnya kpada pak sopir milik keluarganya.
"Baik tuan" jawabnya patuh.
Tubuh Tisha dan Sailendra menjadi lemas mendengarnya, "kenapa Apy harus bilang daddy?" tanya Tisha kepada sang Apy.
"Karena Apy tidak tahu harus berbuat apa kepada kalian, terutama kamu Sailendra"
"Py, tapi itu di luar kendali, Ilen"
"Apy tidak menerima alasan apapun" jawabnya.
Sailendra membuang nafasnya kasar, "gara-gara si nenek lampir itu" celetuknya.
EzraEmyr Zeus terlihat di layar ponselnya.
📞 Ezra Emyr Zeus is calling
"Lo kapan kesininya bos?" semprot Zayn dari baik ponsel.
Sailendra sempat menjauhkan ponselnya dari telinganya karena mendengar suara dari Zayn.
"Bisa engga suara lo itu pelan dikit?" maki Sailendra.
"Eheheh sorry bos"
"Ck, gue engga bisa kesana sekarang"
"Kenapa bos?"
"Gue ada urusan bentar, nanti kalau urusan gue udah beres gue ke sana"
"Urusan apa bos?"
"Kepo amat" semprot Sailendra.
Membuat Zayn mencebikkan bibirnya, "jahat amat si bos"
"Engga usah alay kaya cewe letoy" telak Sailendra.
__ADS_1
"Oke deh bos, kita tunggu kedatangannya bos besar" ucap Zayn.
Tut.. tut.. tut.. sambungan telpon langsung di putus oleh Sailendra.
"Sepenting itu urusan kamu, Len?" tanya sang Apy kepada Sailendra.
"Sangat Py" jawab Sailendra.
"Bohong Py, itu mah pura-pura penting aja" timpal Tisha.
"Diem aja deh lo, bisa 'kan?"
"Enggak!"
"Berisik" timpal sang Apy membuat keduanya kembali terdiam.
...****************...
"Kira-kira Sailendra sama si Tisha bakal di... " ucapan Elvana terpotong ketika melihat pria tampan dan cuek itu menyerobot masuk ke dalam kelas dan langsung memeriksakan tubuh dirinya.
"Lo engga apa-apa 'kan, El?" tanya pria tersebut dengan wajah khawatir.
Seluruh isi kelas X IPS 5 melongo di buatnya, sama seperti halnya Reysha, Tikha dan juga Elvana sama-sama di buat terkejut.
"Hey kamu engga apa-apa?" tanya Rendra lagi kepada Elvana.
Ya yang datang menerobos ke kelas dengan wajah khawatir itu adalah Rendra, si pria paling cuek dan dingin diantara Lio dan juga Kenan. Namun kini? Terlihat Rendra mengkhawatirkan sesosok wanita cerewet di antara Reysha dan juga Tikha, siapa lagi kalau bukan Elvana.
Seakan terhipnotis Elvana menggelengkan kepalanya dengan mulut yang masih menganga.
"Kamu kenapa?" tanya Rendra lagi dengan sikap yang masih belum sadar bahwa kini seisi kelas sedang memperhatikan keduanya.
"Rendra lo" teriak Reysha yang mampu membuat Rendra tersadar akan sikapnya kini.
Rendra langsung melepaskan pegangan tangannya pada bahu Elvana dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sama seperti Elvana yang salah tingkah di buatnya, jantungnya di buat jedag jedug oleh Rendra.
"Ciee... " sorak anak kelas X IPS 5 melihat keduanya salah tingkah.
"Sejak kapan?" tanya Lio kepada Rendra dengan menepuk pundak Rendra dari belakang.
Bukannya menjawab, Rendra langsung keluar dari kelasnya karena malu, begitu pun dengan Elvana yang langsung menyembunyikan wajah merahnya dengan buku sebagai penutup wajahnya.
"Intrigasi Rendra engga? Introgasi lah masa engga" tanya dan jawab Kenan pada diri sendiri.
"Kuy" ajak Lio dan keduanya pun mengejar Rendra.
Sama seperti Lio dan juga Kenan yang akan mengintrogasi Rendra, Tikha dan Resha pun mendekat ke arah Elvana untuk mengintrogasi dirinya.
"Woy lah, pajaknya kenapa?" celetuk Reysha kepada Elvana yang masih saja menutupi wajahnya dengan buku.
"Gilaa engga sih, temen kita yang satu ini bisa naklukin si raja dingin Rendra dong" ledek Tikha kepada Elvana.
"Woy lah, kita harus ganti nama Elvana menjadi queen of the year 2022 kategori wanita yang dapat mencaitkan es batu 3 pintu" teriak Reysha dan mendapatkan tepuk tangan dari seluruh anak kelas X IPS 5.
__ADS_1