
"Hoy, berduaan aja" teriak Tikha kepada Tisha dan juga Elvana yang sedang menyaksikan lomba basket antar SMA itu.
"Dari mana aja?" tanya Tisha kepada Tikha dan juga Reysha.
"Nih anter Ey kantin sama toilet" jawab Tikha.
"Udah kaya anak kecil aja" ledek Tisha.
"Biarin aja wle" jawab Reysha sambil menjulurkan lidahnya.
"Siapa yang menang?" tanya Tikha.
"Sekolah kita dong" jawab Elvana.
Tikha dan Reysha menganggukkan kepalanya "lah si Ilen juga main?" celetuk Reysha ketika melihat Sailendra yang ikut main.
Tisha mengangguk "keren juga tau dia mainnya" puji Tisha.
"Masa iya?" tanya Reysha tidak percaya.
"Iya, liat aja deh"
"Lah iya bener, pinter juga tuh bocah" ucap Reysha.
"Yang bocah itu elo ya Ey mon maap" timpal Tikha.
Reysha yang mendengarnya pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal "hehehe iya juga"
"Sailendra yo semangat Sai" teriak Reysha.
Sailendra yang mendengarnya pun memberikan kiss jauh kepada Reysha dan mampu membuat seluruh siswi bersorak melihatnya.
"Sayangnya engga ada ka Ardan ya" keluh Reysha.
"Iya bener, coba aja kalau ka Ardan ada pasti nambah seru" timpal Tikha.
"Engga boleh gitu, lagian 'kan ka Ardan ada urusan bisnis juga sama ka Miko dan Ka Kalan"
"Iya deh" jawab Tikha lesu.
"Kita do'ain yang terbaik aja buat mereka" ucap Tisha lagi membuat Tikha dan juga Reysha menganggukkan kepalanya.
Sudah dua minggu ini Kalan, Miko dan juga Ardan memang sudah di terbangkan ke luar negeri tepatnya di negara Paris untuk menyelesaikan tugas perusahaan yang ada di Paris oleh daddy Ardi, melihat kelihaian dan kepiawaiannya dalam menjalani tugas berbisnis sangat bagus ketika di Jakarta, maka dari itu ketiganya di coba untuk menyelesaikan tugas di Paris, meninggalkan Sailendra di Jakarta mengerjakan semua pekerjaan sang kakak sepupunya.
Karena terbiasa dengan hukumannya pada waktu itu, kini Sailendra mau terjun ke dunia bisnis walaupun masih harus dalam pengawasan ketat dan perjuangan yang tinggi untuk meningkatkan mood baik dalam diri Sailendra, mengingat anak itu memang sulit untuk terjun ke dunia bisnis. Tidak seperti sang Apy yang sangat piawai dalam menaklukkan berbagai bidang bisnis.
"Eh btw ko aku engga liat-liat ka Kia ya?" celetuk Elvana. Memang sudah satu minggu ini juga Erasma Azkia tidak terlihat barang hidungnya di SMA SATYA.
"Katanya sih dia lagi ada urusan keluarga" jawab Tikha.
"Pantes engga pernah liat lagi" jawab Elvana.
***
Dret.. Dret.. Dret... Ponsel Tikha bergetar.
Tikha mengerutkan keningnya ketika mendapatkan notifikasi dari akun sosial media miliknya @narendrafaa. mulai mengikuti anda 1 menit lalu.
Di bukalah profil tersebut dan terlihatlah sederet foto pria tampan dengan penuh kharisma itu "siapa?" tanyanya dalam hati.
Tikha terus meng-scroll akun sosial media milik pria tersebut "kaya pernah ketemu, tapi dimana ya?" monolognya lagi.
__ADS_1
Ting... Tikha mendapatkan notifikasi kembali dari akun sosial media miliknya, berbeda dengan yang tadi, kini pria tersebut mengirimkan pesan kepada Tikha.
📩 @narendrafaa.
Hay Latikha👋
Masih inget aku engga?😊
Melihat itu, Tikha menerima permintaan pesan dari si pemilik akun @narendrafaa. kemudian membalasnya.
^^^@latikhaelean_prastwjy^^^
^^^Hay^^^
^^^Maaf saya lupa^^^
^^^Anda siapa ya?^^^
^^^Kenal dimana?^^^
@narendrafaa.
Aku pria yang kamu tabrak saat di mall
Seakan teringat Tikha menganggukkan kepalanya tanpa sadar "oh, pantes engga asing" dalam hatinya.
^^^@latikhaelean_prastwjy^^^
^^^Oh iya maaf aku baru ingat, ada apa ya?^^^
@narendrafaa.
Engga apa-apa, mau kenal sama kamu aja
^^^@latikhaelean_prastwjy^^^
"Cewe yang benar-benar menarik" ucap Daffa dalam hati.
"Kenapa?" tanya Tisha kepada Tikha yang baru saja memasukan kembali ponselnya ke dalam saku bajunya.
"Hah? Engga apa-apa" jawab Tikha.
"Oh" jawabnya dan keduanya kembali menyaksikan lomba basket antar sekolah itu.
"Horee masuk lagi" teriak seluruh siswi SMA SATYA saat melihat Gema memasukan bola basket ke dalam ring dengan jarak yang jauh dan mendapatkan angka yang cukup besar.
Gema berteriak dan bertos ria dengan pemain yang lain yang kemudian langsung memberikan senyum manis kepada Tisha karena dirinya memasukan kembali bola basket itu ke dalam ring, memang bukan sekali Gema melakukan itu tapi sudah berkali-kali Gema memasukan bola basket ke dalam ring dan selalu dengan gerakan yang sama dengan memberikan senyum termanis sebagai seorang bad boy kepada Tisha seorang, Tisha kembali membalas senyum manis dari Gema. Sepertinya hati Tisha sudah mulai luluh oleh Gema, si bad boy SMA SATYA.
***
"Tikha, Tisha, Nathan" panggil daddy.
"Iya daddy, kenapa?" tanya balik Tikha ketika ketiganya sudah berkumpul di ruang keluarga.
"Malam ini daddy dan mommy akan terbang ke London"
"Hah?" ucap ketiganya dengan mulut yang menganga.
"Mom lihatlah anak-anakmu, mereka jelek sekali" ledek sang daddy melihat kekonyolan dari ketiga anaknya. Sang mommy terkekeh dibuatnya.
"Dad apa engga bisa besok pagi aja" tanya Tisha.
__ADS_1
"Iya dad, lagian ini juga udah malem loh, udah jam 9" timpal Tikha.
"Ka Kalan aja udah engga pulang-pulang, sekarang daddy sama mommy mau ninggalin kita juga?" kini sang bungsulah yang bersuara.
"Ini sangat urgent sayang" jawab mommy.
"Memang ada masalah apa dad? Setau aku daddy tidak memiliki perusahaan di sana" ucap Tisha membuat Ardi dan Adin saling pandang.
"Memang bukan karena masalah perusahaan, nak" jawab mommy.
"Terus karena apa mom? Sampe-sampe kalian engga bisa nunda waktu penerbangan kalian besok pagi" jelas Tikha.
"Ada kerabat kami yang sedang kritis, sayang" jelas mommy dengan hati-hati.
"Apa itu lebih penting dari anak-anak mommy?" tanya Nathan. Si bungsu Nathan memang sangat pecemburu bila mengenai keluarga, seperti sekarang ini dirinya lebih memberikan pertanyaan yang menjurus.
"Pasti anak-anak mommy yang lebih penting dan utama, tapi nak ini memang benar-benar urgent kami harus segera kesana. Engga akan lama ko, besok pagi juga kami udah kembali lagi kesini" jelas mommy lagi.
Seakan mengerti Nathan menganggukkan kepalanya "yaudah" jawabnya.
"Kakak twince gimana?" tanya mommy.
Twince menganggukkan kepalanya "silahkan" jawabnya secara bersamaan.
"Terimakasih nak, jadi sekarang mommy akan mengantarkan kalian ke kamar kalian, baru setelah itu mommy dan daddy akan pergi ke London" buruknya agar ketiga anaknya tidak marah.
"Oke" jawab ketiganya dan mommy tersenyum melihat itu.
***
"Ayo mas kita berangkat" ajak mommy kepada daddy setelah Adin mengantarkan ketiga anaknya.
"Ayo sayang, Nicholas sudah menyiapkan semuanya" ucapnya.
"Iya mas" jawab Adin.
"Bagaimana, Nic?" tanya daddy Ardi ketika sudah di dalam pesawat pribadinya.
"Semua sudah siap tuan, tuan muda Kalan, Miko dan Ardan sudah saya beritahu dan mereka sedang berada di dalam perjalanan menuju London" jelas Nicholas.
"Persiapkan semuanya"
"Baik tuan"
"Bukankah kita memiliki satu mansion disana?"
"Benar tuan"
"Apa itu sudah siap?"
"Sudah tuan, semua sudah siap. Tuan muda Kalan, Miko dan Ardan akan dibawa ke mansion sampai menunggu kedatangan anda"
"Baik" jawab Ardi sambil menganggukkan kepalanya.
"Aku takut mas" keluh Adin ketika Ardi sudah duduk bersama dengan dirinya.
"Kamu harus bisa dan kuat sayang, aku akan menceritakan semuanya nanti" ucapnya.
"Baik mas"
***
__ADS_1
"Tuan muda Kalan, tuan muda Miko dan tuan muda Ardan, saya di perintahkan oleh tuan Ardi untuk menyampaikan bahwa tuan muda segera bersiap untuk ke berangkatan menuju London" ucap orang kepercayaan daddy Ardi.
"Hah?" kejut Kalan.