Twince LA

Twince LA
Apa Kalian Berdua Sedang Ada Masalah?


__ADS_3

"Twince, daddy tunggu di ruang kerja daddy" titah daddy ketika semua sudah berkumpul di ruang keluarga.


"Baik dadd" jawab twince secara bersamaan.


"Kami permisi dulu" ucap twince kembali secara bersamaan, mendengar itu semua keluarga yang sedang berkumpul menganggukkan kepalanya. Twince pun berjalan menuju ruang kerja sang daddy.


"Mereka kenapa, Dan?" bisik Kia.


"Mau di introgasi sayang, sama kaya waktu kita" jawab Ardan juga berbisik.


"Oh, tapi engga akan di marahin 'kan?"


"Engga dong, daddy memang tegas tapi daddy sayang keluarganya jadi engga akan di marahin, paling hanya sekedar pembicaraan santai aja sayang"


"Oke deh" jawabnya sambil mengangguk


"Ardan, Miko aku tunggu kalian di taman belakang" kini Kalan yang bersuara.


"Ngapain? Ko pada pergi begini sih?" celetuk Sailendra.


"Dih kepo banget" timpal Ardan.


"Sayang aku tinggal dulu ya" pamitnya kepada Kia.


"Iya" jawab Kia sambil menganggukkan kepalanya.


"Ko aku engga di ajak sih?" tanya Sailendra lagi.


"Urusan orang dewasa" celetuk Miko.


"Loh, kita cuma beda 2 tahun aja kalau lo lupa"


"Sama aja lo belum dewasa, Ilen" jawab Ardan.


"Udah Mik, jangan ladenin si Ilen" timpal Ardan dan diangguki oleh Miko.


***


"Queen" panggil daddy.


"Yes dadd"


"Ternyata putri-putri daddy sudah pada dewasa" ucapnya lagi sambil tersenyum melihat anak kembarnya kini sedang duduk dihadapannya.


Keduanya mengerutkan kening "maksud daddy?" Tikha bertanya.


"Sekarang kalian berdua sudah mulai memasuki fase dimana kalian akan menemukan jati diri kalian"


"Ko kita belum ya, daddy" celetuk Tisha.


"Belum?"


"Ya"


"Tapi ko kamu bisa sama seorang pria, Sha?" tanya daddy telak.


Glek...


"Latisha" panggil daddy dengan panggilan intimidasi.


"Ya dadd"


"Siapa pria itu?"


"Tisha juga engga tau dad, tiba-tiba aja dia dateng nolongin, Tisha"


"Terus apa maksud dari foto ini?" tanyanya lagi sambil menunjukkan foto Tisha dan Erlan yang berada di motor dengan Tisha yang memeluk Erlan.

__ADS_1


Tisha membulatkan matanya "loh" katanya sambil melongo.


"Ko bisa?" tanyanya lagi, daddy hanya mengangkat bahunya saja.


"Bisa jelaskan?"


"Tisha juga engga tau dad"


"Masa kamu peluk orang tanpa sadar, Sha?"


"Bisa jadi dad"


"Jangan ngarang kamu"


"Tapi Tisha emang beneran engga tau dad, kenapa bisa begitu"


"Hem" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.


"Tikha" kini sang daddy memanggil kembaran Tisha.


"Iya dad"


"Apa kamu tau pria ini?"


"Engga dadd, Tikha juga engga tau sama dia"


"Kompakan sekali ya kalian"


"Mentang-mentang kalian kembar"


"Apa jangan-jangan... " ucap sang daddy menggantung karena twince langsjng memotongnya.


"Engga dadd, kita engga kerja sama ko. Emang beneran kita engga tau" ucap twince bersamaan.


"Wih kompak sekali" ledek sang daddy.


"Terus kamu kenapa engga ngajak Tikha, Sha?" daddy kembali bertanya kepada Tisha.


"Padahal Tikha engga lagi sibuk loh" lanjutnya lagi.


"Bukannya aku engga mau ngajak Tikha dadd, tapi feeling ku udah engga enak dari awal"


"Emang Tikha engga bisa ngerasain apa yang kamu rasain? 'kan kalian kembar pasti Tikha juga bisa dong merasakan apa yang kamu rasakan" jelas daddy.


"Iya dadd aku tau, tapi aku engga mau bawa-bawa Tikha untuk hal seperti ini"


"Kenapa?"


"Aku takut Tikha kenapa-napa dadd. Aku engga mau keluarga ku dalam bahaya"


"Tapi kamu sendiri dalam bahaya, Tisha. Setidaknya jika kamu mengajak Tikha kalian bisa saling kerja sama untuk saling melindungi. Atau bisa kamu menghubungi daddy, om Nicholas, kak Kalan atau ka Miko"


Tisha menganggukkan kepalanya "Tisha minta maaf dadd, Tisha salah" ucapnya. Sudahlah, jika mode serius seperti ini sudah tidak akan bisa mengalahkan ucapan daddy lagi, daddy pasti akan selalu memiliki ucapannya sendiri yang tidak bisa membuat lawan bicaranya menjawab.


Daddy ikut mengangguk "lain kali jika ada hal urgent seperti tadi usahakan kamu membawa Tikha atau kakak kamu"


"Baik dadd"


"Lalu, Lio itu siapa, Kha?" tanya daddy kepada Tikha.


"Lio?"


"Iya Lio, Nathalio Putra Lingga" ucapnya dengan lengkap.


"Teman sekolah dadd"


"Tapi kamu dekat sama dia?"

__ADS_1


"Engga dad"


"Apa benar itu, Tisha?"


"Hah?"


"Tisha"


"Tisha engga tau dadd, Lio? Siapa Lio?" tanyanya dengan mengerutkan keningnya.


Daddy kembali mengerutkan keningnya "apa kalian berdua sedang ada masalah? Sepertinya tidak ada keterbukaan diantara kalian"


Twince saling pandang dengan apa yang di ucapkan oleh sang daddy kemudian menggelengkan kepalanya "engga dadd"


"Lantas kenapa tidak ada yang saling tau, hem?"


"Mungkin kita berdua belum ada waktu untuk mengobrol lebih serius aja dadd" jawab Tikha.


"Apa kalian sangat sibuk? Setau daddy tidak"


"Ya maafkan kami dadd" ucap twince bersamaan.


"Daddy engga mau anak-anak daddy jauh nak, kalian harus saling sayang, saling melindungi dan saling menghormati satu sama lain. Kelak kalian akan tinggal bersama keluarga kalian masing-masing meninggalkan daddy dan mommy. Daddy dan mommy juga tidak akan selamanya ada di dunia nak, maka dari itu sebelum daddy dan mommy tiada, daddy tidak mau diantara kalian ada yang bermusuhan atau tidak akur"


"Daddy jangan bicara seperti itu" ucap Tikha langsung memeluk tubuh sang daddy, begitupun dengan Tisha.


"Kalian panjang umur, Tisha yakin"


"Ya daddy dan mommy akan panjang umur untuk melihat kalian bahagia dengan pasangan kalian masing-masing"


Cup...


Cup...


Cup...


"Keluarga yang berbahagia" gumam Nicholas dalam hati sambil tersenyum melihat apa yang kini berada di hadapannya.


"Jadi Lio itu hanya teman dekat mu saja, Kha?" tanya daddy kembali ketika sudah berada di posisi semula.


"Iya dadd, hanya teman sekolah saja"


"Tapi ko aku kaya pernah denger nama itu ya, tapi dimana?" celetuk Tisha.


Daddy dan Tikha mengerutkan keningnya "ya di sekolah, Sha" jawab Tikha.


"Engga, Kha. Aku emang engga asing pas denger nama dia"


"Pria yang pernah di tonjok oleh anda waktu ada masih kecil, nona muda" kini Nicholas yang bersuara membuat ketiganya melihat ke arah Nicholas.


Nicholas yang melihat itu berigidig ngerih "benar tuan. Nathalio Putra Lingga adalah anak dari nyonya Putri dan tuan Rizky Lingga"


"Emang aku pernah nonjok orang ya om?"


Nicholas mengangguk "ya nona muda, anda pernah menonjok orang ketika anda masih kanak-kanak, dan tuan muda Lio juga pernah kesini bersama keluarganya untuk meminta pertanggung jawaban" jelas Nicholas dan ketiganya mengangguk tanda mengerti.


"Oh iya bener om, aku inget sekarang. Dia yang salah tapi malah dia juga yang marah-marah, minta tanggung jawab juga lagi” kesal Tisha.


“Iya benar. Aku juga kesel kalau inget” timpal Tikha.


“Jadikan pelajaran saja nak. Kalian tidak boleh sampai seperti mereka, itu tidak baik. Jika memang kalian salah kalian harus meminta maaf” jelas sang Daddy.


“Iya dad” jawab keduanya kompak.


"Apa dia juga masih ingat akan hal itu?" kini Tikha yang bersuara.


"Sepertinya iya" jawab Nicholas.

__ADS_1


__ADS_2