
"Jawab abang, Ilen" ucap Kalan lagi ketika tak kunjung mendapat jawaban dari Sailendra.
"Hem... "
Tok.. tok.. tok..
Ceklek...
"Kakak jangan salahin, Ilen. Kita berdua juga salah ko" cerocos Tikha.
"Iya ka bener, ini salah kita berdua juga ko bukan salah Ilen sepenuhnya" timpal Tisha.
Kalan dan Miko menaikkan satu alisnya sedangkan Sailendra menepuk jidatnya.
"Kalian ingin menambahkan beban untuk Ilen?" tanya Kalan.
Twince kembali mengerutkan keningnya "maksud kakak?"
"Dengan kalian membela Ilen, akan semakin sulit untuk Ilen menyelesaikan masalahnya dan akan semakin sulit untuk mempertanggung jawabkan semuanya" jelas Kalan dan diangguki oleh Sailendra dan juga Miko.
Tikha dan Tisha saling pandang "masih engga ngerti" ucap Tikha.
"Meningan kalian-kalian pada keluar deh, biar masalah ini gue sama bang Kalan selesaiin" titah Sailendra.
"Lo kaga mau kita-kita tolongin, Len?" tanya Tisha.
"Bukan engga mau Sha, tapi kalau kalian bantuin gue makin sulit nantinya, gue engga akan pernah bisa menjadi pria yang bertanggung jawab"
"Tapi kenyataannya gitu Len, lo 'kan engga seluruhnya salah, ini kita-kita juga yang mau"
"Iya gue tau, tapi tetep aja ini udah jadi tanggung jawab gue sebagai seorang pria untuk menjaga kalian berdua"
"Sosweet banget sih" celetuk Tikha.
"Udah-udah sana kalian keluar"
"Oke" jawab twince kemudian keluar dari ruang belajar Kalan.
"Jadi gimana, Ilen?" tanya Kalan ketika twince sudah keluar.
"Ilen minta maaf bang, udah ngajak twince dan yang lain untuk bolos"
"Hem" Kalan menganggukkan kepalanya.
"Jadi hukuman apa yang akan di berikan untuk Ilen?"
"Belum, abang masih mau menanyakan satu hal lagi kepadamu"
"Apa itu bang?"
__ADS_1
"Kenapa di rooftop bisa ada, Gema?"
"Kita engga sengaja ketemu dia ko bang, waktu itu Tisha mau pinjem gitar yanga da di ruangan itu, kita juga engga tau kalau di ruangan itu ada Gema, yaudah Tisha ke ruangan itu eh liat ada Gema, yaudah dari situ dia engga keluar tapi dia tetep duduk di ruangan itu, kita juga engga tau kalau dia ikut keluar pas abang ada"
Kalan kembali menagnggukkan kepalanya "kamu tau 'kan harus ngapain, Len?"
"Iya bang Ilen tau harus jagain twince 'kan?"
"Iya betul"
"Jadi sekarang hukuman apa yang abang kasih buat, Ilen?"
"Ikut abang setiap pulang sekolah buat ke kantor selama seminggu" ucapmya dengan tegas, karena Kalan tau Sailendra sangat amat tidka menyukai perusahaan, mjngkin bukan tidak tapi belum ingin karena Sailendra masih ingin menjadi anak SMA yang selalu healing bersama dengan teman-temannya.
Sailendra membulatkan matanya "engga mau bang, ada yang lain engga bang? Kaya mandorin twince gitu, atau bersihin toilet sekolah atau bersihin toilet kamar abang juga Ilen rela ko bang"
"Engga ada toleransi, Len"
"Ah abang engga seru banget, jangan itu lah bang, yang lain aja yang lain"
"Pokoknya mulai senin pulang sekolah kamu harus ke kantor sama abang"
Sailendra membuang nafas kasar, hukuman ini yang sangat di hindari oleh Sailendra, Kalan memang sangat sering sekali membuat hukuman kepada dirinya untuk ikut ke kantor, padahal dirinya sangat amat tidak ingin pergi ke kantor.
"Yaudah iya nanti Ilen ikut abang" pasrahnya.
"Iya" jawab Ilen lesu.
***
"Jadi gimana, Gem?" tanya Niko.
"Apanya yang gimana, Nik?"
"Itu si Tisha, di liat-liat kayanya dia marah besar sama lo"
"Iya gue juga liatnya gitu" timpal Reno.
"Gue tetep maju"
"Mantap, semangat buat lo kita-kita tetep dukung elo ko" ucap Niko dan Gema menganggukkan kepalanya.
Ketiganya kembali meminum Coffe di salah satu caffe tempat biasa mereka nongkrong.
"Suara nih cewe cakep bener" puji Reno.
"Iya lembut lagi, kayanya cakep juga nih cewenya" timpal Niko.
"Coba Ren lo liat cewenya siapa?" lanjut Niko.
__ADS_1
"Oke" jawab Reno yang kemudian melihat ke arah panggung kecil yang memang di sediakan untuk penyanyi cafe.
"Gila cantik bener, kayanya anak baru" ucap Reno.
"Hah? Serius lo?" ucap Niko.
"Serius gue, lo liat aja" titah Reno dan Niko pun ikut melihat ke arah panggung tersebut.
"Mantap betul" pujinya.
"Elo engga mau ikutan liat, Gem?" tanya Niko.
Gena menggelengkan kepalanya "engga" jawabnya.
"Nyesel lo kalau engga liat, Gem. Bening bener nih" kata Reno.
"Bodo" jawabnya.
"Selamat malam untuk pria yang duduk di meja nomor 15" sapa wanita yang nyanyi di cafe tersebut.
"Meja kita Ren meja kita" ucap Niko dengan heboh.
"Selamat malam juga" jawab Niko dan Reno secara bersamaan.
Penyanyi itu tersenyum dan kembali bersuara "selamat malam untuk kamu, Gema" sapanya kembali membuat kedua teman Gema membulatkan matanya.
Reno dan Niko saling pandang "Ko bisa?" ucap Niko kepada Reno. Reno hanya mengangkat bahunya saja karena tidak tahu menahu soal itu.
Gema pun sama seperti kedua temannya yang mengerutkan keningnya, merasa terpanggil Gema menoleh ke arah penyanyi tersebut "loh, Fedrika" ucapnya.
Fedrika tersenyum, ya yang bernyanyi di cafe tersebut adalah Fedrika teman dari Viona, apakah kalian mengingat kejadian ketika Gema, Kalan dan Fedrika bertemu dalam satu pemakaman? Pemakaman Viona tentunya ketika sudah tiga tahun Viona meninggalkan mereka bertiga. Karena Gema dan Fedrika sering bertemu dalam pemakaman, Gema dan Fedrika lun saling bertukar nomor ponsel dan sosial media mereka masing-masing hanya untuk sekedar bersilaturahmi, begitulah pesona seorang bad boy yang tak akan pernah gagal dalam setiap tatapan para wanita manapun.
"Bisa nyanyi bersama?" tanyanya. Para tamu cafe tersebut bersorak agar Gema ikut bernyanyi bersama.
Gema menganggukkan kepalanya kemudian maju untuk mendekat ke arah Fedrika "kenal dimana mereka?" bisik Reno kepada Niko.
"Engga tau gue" jawab Niko berbisik juga. Dan mereka pun bernyanyi bersama.
***
Erlan baru saja selesai membersihkan tubuhnya dan kini dirinya sedang merebahkan tubuhnya di kasur king size miliknya sambil memainkan laptop di tangannya.
Dret.. Dret.. Dret.. Satu notifikasi masuk pada ponselnya, dilihatnya @zahrafariz_cntya menyebut anda dan 3 teman lainnya dalam sebuah status.
Jika kalian bertanya dari mana Zahra tau sosial media milik Erlan? Karena pada saat Erlan ke rumah Tisha, Zahra langsung meminta sosial media milik Erlan langsung kepada orangnya, tanpa menolak Erlan langsung memberikan nama akun sosial media miliknya, jadilah mereka saling follow, bukan hanya Zahra tapi seluruh keluarga Tisha pun ikut memfollow akun sosial media milik Erlan begitupun dengan Tisha sendiri yang ikut memfollow akun sosial media milik Erlan walaupun yang melakukannya adalah Tikha dan Reysha.
Erlan membuka notifikasi tersebut, senyum mengembang dari bibir manis Erlan ketika melihat Tisha yang sedang tertawa ceria bersama dengan Tikha dan juga Sailendra, Erlan memberikan emot love pada status tersebut dan me-repost status Zahra dengan caption "Peluk jauh untuk kamu yang ku rindu, ~Ts"
Erlan menggelengkan kepalanya dengan apa yang ia lakukan "jadi bucin gini gue" monolognya dalam hati.
__ADS_1