
"Oke" jawab Gema sambil menganggukkan kepalanya.
"Kakak kamu tinggalin kamu, engga kamu kejar, Sha?" tanya Gema lembut ketika melihat Kalan dan yang lainnya pergi meninggalkan mereka berdua begitu saja.
"Engga apa-apa" jawabnya santai, padahal dalam hatinya sudah tidak karuan. Kejadian tadi adalah refleks menurutnya, entah kenapa ada rasa ingin mencakar-cakar wajah Ayumi ketika melihat Ayumi yang seperti itu.
Padahal Tisha sendiri sudah tahu bahwa sifat Ayumi memang seperti itu kepada setiap pria, bisa dibilang Ayumi sedang CAPER. Tisha juga sangat tau bahwa Ayumi sangat menyukai Gema, si bad boy SMA SATYA.
"Kamu masih badmood?" tanya Gema yang sangat tahu bahwa kini mood Tisha sedang tidak baik, terlihat dari nafasnya yang masih naik turun tidak beraturan.
"Hem" jawab Tisha sambil menarik nafasnya dalam-dalam.
"Thanks" ucap Tisha ketika sudah 5 menit dalam keheningan.
Gema mengerutkan dahinya "untuk apa?"
"Udah bantuin kak Kalan, datang di waktu yang tepat, dan bikin muka lo jadi babak belur begini"
Gema tersenyum "engga masalah, gue juga minta maaf udah bilang kalau lo itu cewe gue"
Tisha mengangguk "santai bro" jawabnya dan meletakkan kapas ke dalam tempat sampah karena sudah selesai mengobati luka yang ada di wajah Gema.
"Lo 'kan udah punya cowo, Sha" ucapnya dengan hati yang penuh luka namun suara yang sangat di kuat-kuat kan.
Tisha yang sedang merapihkan P3K pun menghentikan pergerakannya, "dia tau?" tanyanya dalam hati sambil mengerutkan keningnya.
Gema tersenyum "dengan diamnya lo itu, menandakan lo mengiyakan perkataan gue, bukan?" tanyanya lagi namun tetap tidak ada jawaban dari Tisha.
Tisha masih diam.
"Cowo itu, cowo yang tolongin lo pas di markas gue dan yang lo panggil om, adalah cowo masa lalu lo, Abay"
"Kakaknya Kia" lanjutnya lagi.
Gema bangun dari duduknya dan merapihkan kembali rambutnya yang tadinya sangat acak-acakan, Gema tersenyum ketika melihat Tisha menatap dirinya, "gue tau semua Sha, semua tentang lo dan dia. Sorry gue udah pernah kejar lo dan ganggu hidup lo, setelah ini gue engga akan ganggu hidup lo lagi, lo tenang aja. Gue akan ada ketika lo butuh gue, jadi kalau lo butuh gue, lo bisa cari gue. Kapan pun lo mau dan kapan pun lo butuh gue, gue akan selalu ada. Thanks untuk hari ini, gue seneng. Latisha, love more" ucapnya panjang lebar dan meninggalkan Tisha sendiri di pos satpam.
"Permisi pak" sapa Gema kepada pak Satpam yang berada di pos sebelahnya.
"Untuk pertama kalinya dan kamu engga akan hilang begitu aja di hati dan pikiran ku, Sha. Terimakasih" gumam Gema dalam hati.
"Di... Dia tau?" tanya Tisha dengan gagap dan mencari tempat duduk, untuk dirinya duduk.
Tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja.
"Gu... Gue kenapa?" tanyanya lagi.
"Bukannya ini bagus?"
__ADS_1
"Gue kan udah ada Abay, bukan?"
"Kenapa gue sesakit ini?"
"Ah engga Tisha engga, lo udah punya Abay. Inget Abay lo udah kembali!" ucapmya lagi smabil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Tisha menghapus air matanya dan bangkit dari duduknya, "gue engga bisa begini. Lo itu udah punya Abay, cowo masa lalu lo" tegasnya dan pergi meninggalkan pos satpam itu dengan membawa kotak P3K.
Biarkan pos ini menjadi saksi bisu dimana Gema mengungkapkan isi hatinya kepada Tisha walaupun ungkapan itu adalah ungkapan hati bercampur dengan rasa kecewa karena harus pamit mundur dan menyerah untuk mendapatkan hati Tisha.
...****************...
"Aku harus kembali ke Indonesia, mom" tegas Abay yang kini sedang memohon kepada sang mommy untuk segera terbang ke Indonesia untuk bertemu dengan pujaannya, Latisha.
10 menit yang lalu, Abay mendapatkan kabar dari Sailendra bahwa si kembar tadi sempat di teror oleh seorang pria. Untung saja sudah ada Kalan dan kawan-kawan yang datang tepat waktu, begitupun dengan Gema yang tak lupa Sailendra ucapkan.
Kalan dan kawan-kawan memang sudah tahu tentang kedatangan Dafa, Kalan yang dihubungi oleh sang daddy ketika tadi Sailendra sedang di hukum.
📞 daddy is calling
"Iya dad? Ada apa?"
"Bang kamu dimana?"
"Di sekolah dad, ini lagi kasih hukuman buat Sailendra karena telat, ada apa ya dad? Daddy engga biasanya telpon abang"
"Baik dad, kalau begitu abang akan bicarakan kepada para sepupu"
"Daddy percayakan semuanya padamu, nak"
"Iya dad"
"Baik, daddy matikan sambungan telponnya, tetap berhati-hati dan jaga diri kalian"
"Baik dad"
Tut...
"Siapa itu Dafa?" tanyanya pada diri sendiri.
"Len, nanti jam 09.30 ke ruang osis, ada yang mau abang bicarakan"
"Baik kak"
"Hukuman kamu selesai, silahkan kamu kembali ke kelas. Jangan lupa ke ruang osis nanti"
"Siap pak ketu" jawab Sailendra dan kembali ke kelasnya untuk mengikuti pelajaran pertama di hari pertama.
__ADS_1
Sailendra menjelaskan semuanya kepada Abay tanpa ada satu pun yang terlewat.
Abay sangat terkejut ketika mendengarnya, begitu pun dengan Kia sang adik. Bagaimana pun ada Ardan yang ikut perkelahian di Kantin tadi, Kia berusaha untuk tetap tenang agar sang kakak tidak begitu panik.
"Kakak harus segera ke Indo, Ki" ucapnya ketika sambungan telpon dari Sailendra terputus.
"Engga kak, engga bisa. Kakak masih harus ada 3 hari disini"
"Tapi Tisha sedang dalam bahaya de, emang kamu engga khawatir sama Ardan?"
"Engga, Kia yakin Ardan pasti bisa menjaga dirinya dan juga menjaga Tisha" ucapnya dengan keyakinan yang penuh agar sang kakak percaya, padahal dalam hatinya sudah penuh dengan keresahan.
"Kakak akan tetap terbang"
"Kia akan bicarakan ini terlebih dahulu bersama mommy dan daddy"
Dan disinilah, Abay masih berusaha untuk meyakinkan kedua orang tuanya bahwa dirinya sudah baik-baik saja.
Abay tidak akan bisa tenang jika separuh jiwanya berada di Indonesia. Sepertinya memang keduanya sudah harus segera di nikahkan!
"Kak, kamu masih harus disini"
"Kakak udah baik-baik aja mom"
"Ki, panggilkan dokter" timpal sang daddy.
"Biar keputusan ada pada dokter, jika memang kamu bisa keluar dari rumah sakit ini, silahkan kamu kembali ke Indonesia bersama dengan kami. Tetapi jika tidak bisa, kamu tidak bisa memaksakannya kak" tegas daddy.
"Baik dad" jawab Abay.
"Dad" panggil sang mommy.
"Kita dengarkan penjelasan dokter saja mom"
"Baiklah"
"Loh Ki, mau kemana?" tahya Angga ketika bertemu di lorong.
"Mau panggil dokter kak"
"Emang Erlan kenapa, Ki?"
"Mau pulang ke Indonesia"
"Hah?" tanyanya sambil membulatkan matanya.
"Udah ah, aku mau ke dokter dulu kak"
__ADS_1
"Oke"