Twince LA

Twince LA
Basket


__ADS_3

"Lo lagi ngapain sih, Len?" tanya Tisha ketika melihat Sailendra yang sibuk dengan ponselnya.


Kini keduanya sedang berada di salah satu cafe terkenal derah Jakarta, Tisha memang mengajak Sailendra untuk mampir sebentar ke cafe untuk menghilangkan rasa kesalnya karena sudah terkena skors. Bahagia sesaat, itu yang di rasakan oleh Tisha sekarang. Tadi dirinya sungguh sangat bahagia karena sudah di skors, tetapi ketika dirinya ingat dengan sang kakak sulungnya langsunglah Tisha terdiam dengan apa yang sudah terjadi padanya.


"Gua abis baca chat dari bang Ardan" jawab Sailendra dengan meletakkan ponselnya di atas meja.


"Oh" jawabnya dengan mengangguk sambil meminum coffe latte miliknya.


"Sha" panggil Sailendra.


"Lo seneng bisa di skors begini?" tanya Sailendra.


Tisha menganggukkan kepalanya kemudian menggelengkannya lagi.


"Lo gimana sih, Sha? Sebenernya lo itu suka apa engga?" tanyanya lagi.


"Em... " Tisha berfikir.


"Suka sih sebenernya, tapi kalau kakak sampe tau gimana, Len?"


"Bukan sampe tau, pasti tau Sha. Secara itu sekolahan punya keluarga kita, pasti apapun keluarga kita bakal sampe tau 'kan? Di tambah tadi Amy sama Apy juga udah di panggil ke sekolah"


Tisha menganggukkan kepalanya "iya juga ya"


"Iyalah"


"Eh iya, ngomongin soal sekolah. Ko Lendra come back?"


Sailendra menaik turunkan bahunya "mana gue tau. Lo tanya langsung aja sana si Lendra"


"No!"


"Why?"


"Ngerih"


"Dih, dia engga bakal ngerih kalau engga di asalin"


"Dia juga engga akan muncul kalau bukan karena peperangan!" timpal Tisha lagi.


Sailendra terkekeh mendengarnya "iya juga"


"Eh tapi ko belum ada yang telepon gue ya, Len?" tanya Tisha ketika melihat ponselnya sejak tadi dm tidak ada yang menghubunginya.


"Mungkin lagi sibuk Sha"


"Mungkin"


"Oya, Sha"


"Hem?"


"Lo ngerasa ada yang aneh gitu?"


"Engga"


"Serius?" tanya Sailendra lagi dan diangguki oleh Tisha.


"Emang aneh apanya?" tanya Tisha.


"Ck, tumben engga kepikiran"


"Kepikiran apa sih?"


"Engga tau kenapa ya Sha, hati gue itu bilang ada yang di sembunyiin dari keluarga kita"


"Maksudnya gimana sih, Len? Bisa langsung to the poin aja engga?"

__ADS_1


"Lo liat deh, bang Kalan, bang Miko sama bang Ardan pergi ke Paris"


"Terus ka Kia ke London"


"Terus sekarang mommy sama daddy ke London juga. Menurut lo ada yang aneh engga sih?" tanya Sailendra kepada Tisha.


Tisha yang mendengar itu pun berfikir sejenak "hem kalau di pikir-pikir iya juga sih, Len"


"Ko mereka bisa ya barengan gitu"


"Nah" kata Sailendra sambil menjentikkan jarinya.


"Mommy dan daddy juga engga akan pulang malam ini loh, Sha" lanjut Sailendra.


"Yang bener lo?" tanya Tisha.


"Gue serius, Sha. Buktinya gue suruh pulang ke rumah elo sama Amy, dan nanti Amy, Apy, Mami dan Papi nginep di rumah elo juga tuh"


Tiaha membulatkan matanya "hah?"


"Awas lalet masuk noh ke mulut lo" ledek Sailendra ketika melihat Tisha yang membuka mulutnya menyerupai huruf O.


"Ko bisa? Lagian di rumah juga ada si mba"


Sailendra menaik turunkan bahunya "gue juga engga tau deh"


"Tapi ya Len, mungkin mereka emang ada kerjaan aja kali di sananya. Daddy sama mommy juga mau nengok kerabatnya yang sedang kritis" jelas Tisha.


Sailendra menatap Tisha "apa Sha, kritis?"


"Iya"


"Siapa emang?"


Tisha menaik turunkan bahunya "gue engga tau, soalnya gue engga nanya juga tuh"


"Ett sialan" celetuk Tisha.


"Kenapa elo engga nanya sih bodoh"


"Dih kepo banget"


"Lo engga mikir emang, takutnya itu orang yang kita kenal, Sha"


Deg..


Entah kenapa jantung Tisha berhenti sejenak setelah mendengar pernyataan dari Sailendra, tapi dirinya langsung menepis kegelisahan itu.


Plak... Tisha membalas toyoran dari Sailendra.


"Bodoh... Kalau emang itu orang yang kita kenal pasti semua keluarga juga di angkut kali, Len"


"Iya juga sih, tapi ini tetap mencurigakan, Tisha"


"Yaudah si, lagian itu urusan mereka Sailendra, engga usah kepo deh"


"Ck, dahlah yuk balik, Nathan juga udah pulang kayanya" ajak Sailendra


"Ayo" jawab Tisha.


***


"Ada basket tuh" tunjuk Tikha kepada Reysha, Elvana dan juga Bagas.


"Mau main?" tanya Elvana.


"Boleh, lagian kelas kita engga ada gurunya 'kan? Udah lama banget nih gue engga main basket" jelas Tikha.

__ADS_1


"Boleh ayo"


"Kita engga jadi ke rooftop?" tanya Agas.


Tikha menggeleng "basket lebih menggoda" jawabnya.


"Dih" ucap Elvana dan Reysha bersamaan.


"Kenapa? Emang bener ko"


"Udah udah, sekarang kita bagi jadi dua kelompok ya" kata Agas.


"Oke, gue sama Elvana" kata Reysha.


"Oke" jawab Elvana.


"Oke gue sama Agas" kata Tikha.


"Ayo Gas kita kalahin mereka" ajak Tikha.


"Siap" jawab Agas.


"Kita juga jangan mau kalah dong El, kita juga harus bisa kalahin mereka" timpal Reysha.


"Iya dong Ey"


10 menit kemudian


"Gila ini rok gue" keluh Reysha ketika susah berlari saat menggunakan rok. Karena memang ini bukan pelajaran olahraga maka dari itu mereka berempat bukan memakai baju olahraga.


"Boleh gue ikutan?" tanya seorang pria tampan.


Reysha, Elvana, Tikha dan Agas menghentikan permainannya dan melihat ke arah suara tersebut.


"Loh, Lio" kata Tikha. Ya yang meminta untuk ikut bergabung adalah Lio teman sekelas dari Tikha dan kawan-kawannya.


"Boleh" lanjutnya Tikha.


"Makasih"


"Wah makin seru dong ini ya" kata Reysha.


"Gue sama Keynan di tim elo ya" kata Lio kepada Tikha.


Reysha yang mendengarnya membulatkan matanya. Bagaimana tidak, Tikha dan Agas saja sudah pintar bermain bola Basket di tambah dengan Lio dan juga Keynan yang sangat jago basket, bisa-bisa dirinya kalah "dih curang!"


"Engga bisa gitu dong, mereka berdua udah jago banget, di tambah elo mau ke sana juga"


"Dih sirik? Bilang bos" celetuk Tikha dengan tampang ngeyelnya mirip sekali dengan Tisha.


"Rendra juga jago ko main basketnya" kata Lio.


"Ck yaudah Oke"


"Yang kalah traktir makan sama minum di kantin" lanjut Reysha.


"Oke siap" jawab tim lawan.


Kini kedua tim mulai bermain dengan sangat baik dan seru, sepertinya mereka menjadikan ini sebagai permainan yang serius.


"Boleh juga nih Tikha mainnya, engga salah pilih deh pokonya gue" gumam Lio dalam hati.


"Kenapa Lio jadi ganteng banget ya?" tanya Tikha dalam hati.


"Ash, Agas ganteng banget kalau lagi keringetan begitu" *gumam Reysha dalam hati.


"Huwaaa Rendra ganteng banget coy" gumam Elvana dalam hati*.

__ADS_1


Ah lihatlah mereka bermain dengan perasaan kagum dalam diri mereka masing-masing, sepertinya akan mulai tumbuh benih-benih cinta di antara mereka jika mereka terus bersama seperti ini, apalagi untuk pasangan Tikha dan juga Lio.


__ADS_2