
"Gue abangnya, lo siapa?" tanya balik Kalan kepada Daffa.
"Berani-beraninya lo bikin riuh di sekolah gue" timpal Sailendra.
Dafa mengangguk "oh abang. Kenalin gue Dafa, pacarnya Tikha" kenalnya.
"Sorry bukannya mau bikin riuh di sekolah lo, tapi gue udah kangen banget sama cewe gue, Tikha"
Kalan, Miko, Ardan dan Sailendra membulatkan matanya mendengar hal itu, sama dengan para wanita yang kini sedang terkejut mendengar perkataan dari Dafa.
Tikha menggelengkan kepalanya dengan kuat ketika sang kakak Kalan melihat ke arah belakang "engga kak, dia bohong" elak Tikha. Karena kenyataannya memang Dafa bukanlah kekasih Tikha.
"Kamu engga anggap aku, sayang?" tanya Dafa dengan suara lembut namun penuh intimidasi itu.
"Pantes pesanku engga pernah kamu bales"
Bugh.... Satu tinjuan lolos di wajah Dafa.
"Ash.." ringis Dafa.
"Bos" teriak para bodyguardnya dan maju di depan Dafa untuk kembali menodongkan pistol di depan Kalan dan yang lainnya.
"Jangan gegabah, dia cewe gue" ucap Dafa kepada para bodyguardnya untuk mengingatkan.
"Sabar kak" ucap Sailendra yang menarik Kalan.
Tikha tetap menggelengkan kepalanya kuat-kuat "dia udah jawab engga! Berarti emang engga! Engga usah lo berani sentuh dia!" bukan Tikha lah yang menjawab melainkan seorang Tisha sang kembaran Tikha.
"Wish" kagumnya.
"Kamu kembarannya Tikha ya?"
"Hem... Sama yang ini aja deh, kalau kamu engga mau sayang" kata Dafa.
Dan
Bugh....
Satu tinjuan kembali dilayangkan dan mengenai rahang tegas milik Dafa.
"Jangan lo berani-beraninya sentuh dia!" teriak Gema kepada Dafa.
Ya, yang meninju rahang tegas Dafa adalah Gema, Gema yang baru saja datang ketika mendapat kabar bahwa sedang ada perkelahian antara keluarga Kalan dan seseorang pun langsung berlari ke arah kantin untuk melihat keadaan wanita pujaan hatinya, Latisha.
"Gem, tahan dulu" teriak Ardan kepada Gema dan menarik Gema dari Dafa. Dafa pun di tarik oleh bodyguardnya.
"Lepasin gue, Dan"
"Tenang dulu, Gem!" tegas Kalan dan Gema pun mengangguk.
Dafa menghapus jejak darahnya yang keluar dari sudut bibirnya dan mengangkat kepalanya, "elo" ucapnya kepada Gema.
__ADS_1
Semua orang menatap ke arah Gema, "lo mau ngapain lagi anjing" teriak Gema kepada Dafa ketika benar bahwa yang kini di hadapannya adalah Dafa, pria itu, pria yang sangat amat Gema benci.
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Akhirnya terjadilah perkelahian diantara Dafa dan juga Gema.
Melihat itu Kalan pun mengambil kesempatan untuk meminta Ardan dan juga Sailendra untuk membawa para wanita pergi dari tempat ini "Dan, Len, bawa Tisha dan yang lainnya keluar dari kantin, cari tempat yang aman. Biar mereka kita yang handle, dan daddy sebentar lagi sampai ke sini, bawa mereka bertemu dengan daddy"
"Baik" jawab Sailendra dan juga Ardan.
"Jangan bergerak!" teriak para bodyguard Dafa ketika melihat Sailendra dan juga Ardan yang membawa Tisha dan yang lainnya.
"Bawa mereka!" teriak Kalan.
Bugh...
Bugh....
"Jangan halangin adik adik gue anjing" teriak Kalan yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
Duar...
Duar....
Duar...
Bugh...
Satu tendangan dari Miko dapat melepaskan pistol yang ada di genggaman salah satu bodyguard Dafa yang mau menghalangi jalan Sailendra.
"Jangan ganggu kehidupan gue dan cewe gue!" teriak Gema kepada Dafa yang kini keduanya sudah terlihat babak belur.
"Engga bisa! Cewe lo terlalu cantik untuk dinikmatin sendiri, Gem" remehnya.
Mendengar itu amarah Gema semakin melonjak "engga akan gue biarin lo buat hidup lagi, Dafa Narendra!" teriak Gema.
"Dan gue engga akan biarin hal itu terjadi Gema Dermawan!" ucapnya dengan senyum remeh.
...****************...
"Kha kamu engga apa-apa?" tanya Tisha kepada kembarannya ketika melihat Tikha yang semakin pucat.
Tikha menggeleng "aku engga apa-apa ko Sha" ucapnya.
"Ka Ardan, Tikha di gendong aja" ucap Tisha dan diangguki oleh Ardan. Tikha pun di gendong oleh Ardan.
"El, Ey kalian berdua engga apa-apa 'kan?" tanya Tisha kepada Elvana dan juga Reysha.
__ADS_1
"Engga apa-apa, Sha" jawab Reysha.
Elvana yang memang baru saja menghadapi hal semacam ini masih diam membisu.
"Kalian engga apa-apa?" tanya Agas kepada Sailendra yang dimana diikuti oleh geng milik Lio.
"Baik-baik aja gue, tapi ini anak cewe tolong bantuin gue awasin mereka dari belakang ke kelas depan deket gerbang"
"Tikha mana coy?" tanya Lio kepada Sailendra.
"Di gendong ka Ardan noh udah di depan sama si Tisha" jawab Sailendra dan diangguki oleh Lio.
"Ren, si Elvana nih Ren, kayanya dia masih shock" ucap Agas kepada Rendra.
Rendra yang memang tipikal pria yang tak banyak bicara namun sangat peka itu pun langsung menganggukkan kepalanya, Rendra berjalan cepat ke arah Elvana dan langsung menggendong tubuh Elvana yang masih diam membisu dengan tatapan kosong.
Siapa yang tidak shock dihadapkan dengan keadaan yang seperti tadi, Elvana yang hanya dari kalangan biasa tidak pernah bertemu dengan keadaan yang seperti itu pastilah sangat shock, berbeda halnya dengan yang lain yang sudah terbiasa dengan hal itu, walaupun Tikha yang akan menjadi korban karena akan mengembalikan rasa trauma yang ada pada diri Tikha.
"Elo akan baik-baik aja El, tenang udah ada gue disini" bisik Rendra yang entah ada keberanian dari mana.
Elvana yang seakan sadar pun melihat ke arah Rendra dengan mata yang membola seperti akan lompat "tu... turunin gue plis" ucapnya memohon.
Rendra menggeleng "udah lo diem aja. Lo liat noh si Tikha juga udah di bawa sama ka Ardan"
"Tik.. Tikha kenapa?" tanyanya dan Rendra mengedikkan bahunya karena tidak tahu.
...****************...
"Daddy" teriak Tisha ketika melihat sang daddy turun dari mobil dan langsung berlari ke arah mereka.
"Kamu baik-baik aja, sayang?" tanya sang daddy kepada Tisha setelah mencium kening Tisha.
"Tisha okey dad, tapi engga sama Tikha, trauma nya kembali lagi dad"
"Bawa ke mobil yang di belakang mobil daddy, disitu udah ada dokter yang akan menagani kakak mu, daddy harus pergi ke kantin sekarang"
"Iya dad, daddy hati-hati"
"Iya sayang"
"Ardan, Sailendra, thanks you"
"Yes dad" jawabnya.
"Daddy titip mereka ya" ucapnya lagi yang kemudian meninggalkan mereka di parkiran untuk menghampiri Kalan.
"Lah lo yang tadi ada di kantin 'kan?" tanya Tisha dengan berapi-api ketika melihat seorang pria yang sangat mirip dengan Dafa.
"Bukan, gue kembarannya"
"Kembaran lo tuh buat onar di sekolah gua"
__ADS_1
"Dimana dia sekarang?"
"Kantin noh" teriak Ardan dan Devan pun mengangguk meninggalkan mereka.