
Terlihat ke delapan bersaudara itu berjalan memasuki halaman sekolah SMA SATYA.
Berjalan seperti manusia yang tidak memiliki masalah sedikit pun, padahal aslinya mereka memiliki sejuta masalah dalam hidupnya.
Kalan yang di dampingi oleh kedua adik kembarnya, Reysha yang di dampingin oleh Miko dan juga Sailendra dan Ardan berdampingan dengan sang kekasih, Kia. Membuat iri para siswa dan siswi SMA SATYA yang melihatnya.
"Kapan ya gue punya kakak kek begitu tuh" bisik siswi SMA SATYA.
"Iya bener gue pengen banget deh punya kakak sama pacaran kaya mereka, bertanggung jawab sama jagain cewenya banget ege" jawab temannya lagi.
"Iya banget, beruntung banget ya jadi keluarga mereka"
"Hati ade meleleh bang" celetuk siswi SMA SATYA.
Terdekat gar hembusan nafas panjang dari Tisha yang tidak suka dengan situasi sekarang, banyak bisik-bisik dari sebagian siswa dan siswi SMA SATYA.
"Itu hal positif de" kata Kalan menenangkan dan Tisha menganggukkan kepalanya.
"Tapi tetep aku engga suka, Ka"
"Yaudah kalian masuk ke kelas gih" titah Kalan ketika mereka berenam sudah sampai di depan kelas si kembar, Sailendra dan juga Reysha.
"Siap pak bos" jawab Twince, Reysha dan juga Sailendra secara bersamaan dan mendapati anggukan kepala dari Kalan.
Setelah melihat ke empat nya duduk dengan tenang, Kalan, Miko, Ardan dan Kia berjalan meninggalkan kelas Twince untuk pergi ke kelas dirinya.
Dret.. Dret... Dret... Getaran ponsel milik Miko membuat atensi ke empatnya berubah, "siapa?" tanya Miko.
"Papa" jawab Miko kepada Kalan ketika Miko sudah membaca nama yang berada di layar ponselnya.
Kalan menganggukkan kepalanya dan Miko pun mengangkat panggilan telpon dari sang papa.
...****************...
"Tikhaa" teriak Elvana ketika baru saja melihat Tikhaa di dalam kelasnya.
Ya.. Elvana baru saja dari kantin sehabis sarapan pagi.
"El" panggil Tikhaa da mereka pun berpelukan.
"Gimana kabar kamu?"
"Udah baikan ko, El"
"Bagus dong"
"Iya dong"
"Kita bisa makan seblak lagi" kata Elvana dan Tikhaa pun menganggukkan kepalanya semangat.
"Bener juga, udah kangen banget nih aku makan seblak"
"Nanti kita makan, oke?"
"Oke" kata Tikhaa dan mereka pun kembali duduk di kursinya masing-masing untuk mengobrol.
...****************...
"Gema belum sadar aja ya, Nik?" tanya Marsha kepada Niko.
Niko melihat ke arah Marsha dan menggelengkan kepalanya lemah, "belum" jawabnya.
Marsha terduduk lemas bersama dengan Niko ketika mendengar jawaban dari Niko.
__ADS_1
Begitupun dengan Niko, Niko seperti tak ada semangat hidup ketika melihat teman baiknya tak kunjung sadar juga.
"Ini semua gara-gara, Tisha" ucap Marsha dengan penuh emosi.
Niko reflek melihat ke arah Marsha, "bukan, ini bukan salah Tisha" ucap Niko tegas.
Marsha pun melihat ke arah Niko, "engga usah lo belain dia Niko! Udah jelas-jelas ini salah Tisha, gue harus bikin perhitungan!"
Niko menahan langkah Marsha dengan menggenggam lembut tangan Marsha, "Udah Sha, jangan bikin masalah" ucapnya lembut.
"Apa lo bilang Nik? jangan bikin masalah?" tanya Marsha dengan berteriak, Niko mengangguk.
"Meningan lo do'ain aja Gema, dari pada kaya gini. Emang lo engga kapok ketemu sama Sailendra?"
Marsha memalingkan mukanya dengan emosi yang masih naik turun, "gue engga peduli!"
"Lepasin gue" lanjut Marsha dan melepaskan cekalan lengannya dari Niko.
Niko yang melihat itu pun hanya mampu membuang nafasnya kasar.
"Kenapa sih lo engga pernah sadar juga Sha" ucap Niko dengan mengusap wajahnya kasar.
"Susah banget" lanjutnya lagi.
Reno hari ini tidak masuk sekolah karena Reno menjaga Gema di rumah sakit, Reno sama prustasinya seperti Niko, Sama-sama uring-uringan tidak jelas.
...****************...
"Ekonomi masuk engga?" tanya Tikha kepada ketua kelasnya yang baru saja masuk ke kelas setelah kepergiannya dari Aruang guru.
Sang ketua kelas menjawab, "iya engga akan masuk katanya" jawabnya dan membuat seluruh siswa kelas X IPS 5 bersorak riang.
"Pelajaran kedua juga engga aja masuk" lanjut sang ketua kelas dan semakin membuat sorak riang dari kelas X IPS 5
"Kuy" jawab Agas.
"Kita engga ikut kuy?" tanya Tisha kepada Tikha, Elvana dan juga Reysha.
"Kuy lah masa engga" jawab Elvana dan mendapatkan anggukkan dari Tikha dan juga Reysha.
Mereka berempat pun berdiri, "Tikha kamu udah sehat?" tanya seorang pria yang baru saja masuk ke kelasnya.
Seluruh siswa dan siswi kelas X IPS 5 menatap ke arah pria tersebut, "cie cie cie" sorak kelas X IPS 5.
"Dari kapan nih?" celetuk Ayumi.
"Gila engga sih, udah dapat adiknya aja" lanjutnya.
"Engga usah banyak omong lo!" ucap tegas dari Lio.
Ya yang menanyakan kabar kepada Tikha adalah Lio, Nathalio.
Ayumi tertawa remeh, "terus gue peduli?" tanyanya kepada Lio.
"GA BANGET!" jawabnya lagi.
"Ayo girls" ajaknya kepada ketiga temannya.
Siswa dan siswi kelas X IPS 5 pun menyoraki Ayumi dan teman-temannya.
"Engga usah dengerin mereka" kata Lio kepada Tikha.
Tisha, Reysha dan Elvana kembali duduk di kursinya Masing-masing, "5 menit" kata Reysha kepada Lio.
__ADS_1
Lio melihat ke arah Reysha, "Oke" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
"Kamu beneran udah sehat?" tanyanya lagi.
"Kamu kamu kamu" celetuk Tisha ketika mendengar Lio memanggil sang kembaran dengan sebutan Kamu.
Lio menarik nafas dan membuangnya, Tikha tersenyum, "di depan kelas aja" ajaknya dan diangguki oleh Lio.
"Sha, El, Ey sebentar ya" pamitnya.
Ketiganya mengangguk dan menjawab, "oke" secara bersamaan.
Setelah mendapatkan jawaban dari metiganya, Lio dan Tikha pun berjalan ke depan kelasnya untuk mengobrol sebentar.
"Kita mau ngapain nih nungguin si Tikha?" tanya Reysha.
"Duduk" jawab Tisha singkat.
Reysha mencebikan bibirnya, "ya gue juga tau duduk, Sha"
"Ya terus salahnya dimana?"
"Engga ada salah...
Srek....
Plak....
"Ash... " ringis Tisha yang mendapatkan tampara tiba-tiba itu.
"Sha" teriak Reysha dan juga Elvana.
Tisha memberikan isyarat bahwa dia baik-baik saja, "dasar cewe brengsek!" maki Marsha.
"Siapa yang bilang lo brengsek?" tanya Tisha dengan emosinya yang sudah meluap-luap.
Bagaimana tidak meluap-luap? Sedang asik bermain dengan ponselnya tiba-tiba saja dirinya di tampar dengan sengaja tanpa sebab yang ia ketahui.
"Gue! MARSHA"
"Ada masalah hidup apa lo sama gue, hah?"
"Lo cewe sialan, cewe engga tau diri, cewe brengsek" ucap Marsha.
Dan
Plak...
Satu tamparan keras melayang pas terkena dengan pipi mulus Marsha.
Lihatlah pipi mulus Marsha terdapat bekas tawaran yang sangat keras yang di layangkan oleh Tisha.
"Jaga bacot lo itu!"
"Emang kenyataannya begitu, sialan"
"Udah udah berhenti" cegah Reysha kepada keduanya.
"Ga usah ikut campur" ucap Tisha dan Marsha secara bersamaan kepada Reysha.
Reysha yang mendapatkan perlakuan seperti itu pun menjadi ciut.
"Kata gue juga diem aja" bisik Elvana ketika sudah menarik Reysha ke dekatnya.
__ADS_1