
"Bun ini kue nya, kakak ke luar dulu ya" pamitnya lagi kepada sang bunda setelah memberikan kue titipan sang bunda.
"Mau kemana kak?" tanya sang bunda.
"Keluar bun bentar, ketemu Reno sama Niko" jawabnya.
"Yaudah"
"Hati-hati nak" lanjut sang bunda.
"Iya bun" jawab Gema lagi dengan ketenangan dalam diri yang snahat di paksakan.
Bukan tanpa sebab Gema menjauhi Tisha, pertama karena Gema sudah tahu bahwa Tisha sudah memiliki pria lain di hatinya, yang ke dua karena sang bunda yang sudah melarang kedua anaknya untuk memiliki pasangan hidup seorang wanita yang tomboy.
Sebenarnya dalam beberapa bulan belakangan ini, Gema memang berusaha untuk mendekati Tisha untuk di ajak bertemu dengan sang bunda dan berusaha meyakinkan sang bunda bahwa wanita tomboy tidak selalu seperti apa yang di bayangkan oleh sang bunda, tetapi kembali lagi, takdir sudah menjawab semuanya, bahwa restu orang tua di atas segalanya, jika orang tua saja tidak merestui maka bumi pun tidak akan merestuinya.
Gema kembali membawa mobil sport kesayangannya dengan kecepatan tinggi, entah dia akan pergi kemana setelah ini, yang penting dirinya ingin sekali menyendiri, untuk menjernihkan pikirannya.
...****************...
"Indah banget" puji Tisha ketika mereka berdua sudah sampai di sebuah pantai yang sangat indah.
Erlan tau kalau Tisha sangat suka dengan pantai, walaupun Tisha sangat mager untuk keluar rumah dan lebih memilih ke perusahaan daddynya hanya untuk sekedar mengutak-atik laptop pekerjaannya.
"Kamu tutup mata dulu ya" pinta Erlan kepada Tisha.
Tisha mengerutkan keningnya, "emang kenapa?"
"Kan ini rahasia" ucap Erlan.
Tisha tersenyum, "baiklah" jawabnya dan Tisha pun menutup matanya.
"Sebentar" kata Erlan dan Tisha pun menganggukkan kepalanya.
Erlan keluar dari mobilnya untuk menurunkan Tisha, "pelan-pelan, pegang tangan aku ya jangan di lepas" katanya.
"Iya" jawab Tisha.
Erlan dan Tisha pun berjalan dengan perlahan, untung feeling Tisha sedikit bagus, dirinya membeli one set berwarna hitam tidak berlengan di padupadankan dengan blezer berwarna cream dengan rambut yang tetap di cepol dan memakai heels, entah kenapa feelingnya kali ini sangat bagus, maka dari itu Tisha memakai pakaian seperti itu.
Tomboy namun tetap ada kesan feminimnya, yang pasti sangat cantik untuk semua orang yang melihatnya.
"Masih jauh?" tanya Tisha kepada Erlan.
"Sebentar lagi kok"
"Oke"
"Sudah sampai"
"Itungan ke 3 kamu boleh buka mata kamu ya"
"Oke"
1...
__ADS_1
2...
3..
Tisha membuka matanya dan betapa terkejut dirinya melihat sunset yang sangat indah dengan meja yang sudah di desain seperti desain dinner.
Tisha tersenyum dan melihat ke arah Erlan yang sudah sangat tampan dengan kemeja hitam lengan panjang yang di gulung sampai sikut dan celana pendek dengan sepatu putih.
"Sini" ajak Erlan kepada Tisha mendekat ke arah pantai dan menghadap ke arah sunset.
Tak lama, Erlan berjalan menghadap ke arah Tisha dan berlutut dengan mengeluarkan tempat berbentuk persegi berwarna merah.
Tisha mengerutkan keningnya dan mundur satu langkah, "mau apa?" tanya Tisha kepada Erlan.
Erlan membuka kotak tersebut dan terlihatlah satu buah kalung berlian beserta cincin permata yang sangat indah dan mahal itu, "Latisha Elenora Prasetya Wijaya, memang ini sangat terlalu cepat untukku dan juga untuk kamu, namun ini semua aku lakukan, untuk kebaikan aku dan juga kebaikan kamu. Maaf kalau aku kurang romantis dan terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan, namun itu semua aku lakukan untuk masa depan kita nanti. Latisha Elenora Prasetya Wijaya maukah kamu menjadi istriku? Menjadi ibu dari anak-anakku nanti, Sha?"
Erlan gentleman bukan? Erlan langsung melamar Tisha dari pada mengajaknya pacaran?
Keinginan para semua wanita bukan? Sudah kaya langsung satset pulaš
Tisha terkejut mendengar penuturan dari Erlan yang sangat mendadak ini, Tisha mengangguk, "iya aku mau" jawabnya.
Erlan tersenyum dan langsung memeluk tubuh Tisha, "Terima kasih Sha, terima kasih banyak"
"Iya sama-sama"
"Congratulations" teriak Keluarga Erlan, Ardan, Miko, om dan tante Tisha. Kenapa keluarga Tisha tidak ada? Satu alasan karena Tikha sedang sakit yang tidak bisa di tinggalkan, namun mereka masih bisa melihat melalui video call yang di lakukan oleh Friska.
"Onty uncle" kata Tisha ketika melihat semuanya ada di sini.
š„
"Mommy" panggilnya.
"Aaaa congratulations kembaranku, seneng banget deh, maaf ya engga bisa hadirin hari bahagia kamu" kata Tikha yang berada di tengah-tengah kedua orang tuanya.
"Engga masalah kok Kha" jawabnya sambil tersenyum.
"Anak mommy cantik sekali" puji sang mommy.
"Iya dong mom" jawab Tisha.
"Selamat ya sayang"
"Makasih mommy"
"Tomboynya daddy kenapa jadi feminim" kata daddy sambil terkekeh di ikuti oleh Tikha dan juga sang mommy.
Tisha memanyunkan bibirnya, "daddy nih ya" rajuknya.
"Tisha emang cantik kok, tomboy dari keluarga Wijaya sebentar lagi bakal jadi feminim" ledek daddy.
"Daddy" panggil Tisha.
Tikha, mommy dan daddy terkekeh di buatnya, "selamat ya anak daddy udah langsung di lamar aja nih sama Erlan, engga kaya daddy dulu kelamaan nyatainnya" katanya sambil terkekeh.
__ADS_1
"Iya dong, Erlan kan orangnya sat set" kata Tisha.
"Yaudah kamu bersenang-senanglah dulu sayang, maaf kami bertiga tidak bisa hadir"
"Engga apa-apa kok daddy"
"Ka Kalan dimana?" tanya Tisha.
"Di perjalanan menuju ke situ nak, mungkin ketemu temennya dulu di jalan" jelas sang daddy.
Tisha menganggukkan kepalanya, "oke daddy"
"Yaudah, daddy matikan dulu ya sambungannya"
"Oke daddy"
"Udah?" tanya onty Friska.
"Udah onty, makasih ya onty"
"Sama-sama sayang, sekali lagi semangat yaa, cie sebentar lagi berubah marga jadi Arayyan" ledek Friska.
"Bisa aja nih tante" jawab Tisha.
"Udah sana deketin calon suami kamu" ledek Friska lagi.
"Ish tante apa sih" kata Tisha sambil malu-malu.
"Udah sana" katanya lagi dan diangguki oleh Tisha.
Tisha pun mendekat ke arah Erlan, "selamat ya sayang" ucap mommy Erlan sambil memeluk Tisha.
"Makasih ya mom, terimakasih juga udah mau nyempetin ke sini"
"Sama-sama sayang"
"Tisha" teriak Kia.
"Kak Kia" panggil Tisha juga.
"Ah senengnya, akhirnya kamu di lamar sama kakak aku jugaa" katanya dengan rasa senang yang sangat luar biasa.
"Berarti nanti kak Kia jadi adik ipar aku dong?" kata Tisha sambil berfikir.
"Eh iya ya, berarti nanti aku manggil kamu, kak Tisha dong?" tanyanya lagi sambil tertawa.
"Engga mau ah, aku kan masih muda" jawab Tisha.
"Tapi kan kamu udah jadi kakak ipar aku"
"Tetep ah aku engga mau, kaya biasa aja"
"Oke deh, selagi selamat ya sayangku"
"Terimakasih kak Kiaa sayang"
__ADS_1