Twince LA

Twince LA
Sikap Aneh Ara dan Ardan


__ADS_3

"Kamu mau kemana de?" tanya Ardan ketika sudah menjalankan motornya.


"Kemana ya bang?" tanya Ara kembali sambil berfikir.


"Jajan aja deh bang" lanjutnya.


Ardan mengangguk, "oke" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.


"De?" panggil Ardan.


"Apa bang?" tanya Ara.


"Kamu beneran suka sama si muka garang itu?" tanya Ardan dengan terselip nada ledekan untuk Ara.


"Siapa?" tanyanya.


"Miko" jawab Ardan.


Ara mencebikan bibirnya, "masih aja bahas itu ih abang mah"


"Abang hanya ingin memastikan de"


"Iya abang, Ara beneran suka pake banget ke bang Miko. Asal abang tau ya, muka bang Miko itu ganteng tau, engga garang apa yang kaya kata abang bilang. Kalau kata Ara, abang Miko itu lucu imut-imut gitu mukanya" jelasnya.


Tak kuasa menahan tawanya, Ardan tertawa di buatnya.


"Ih abang malah di ketawain"


"Abis kamu lucu banget tau engga, mana ada Miko lucu" kata Ardan kembali tertawa.


"Ah tau ah aku males"


"Abang kasih tau ya de, itu tuh namanya cinta monyet"


"Apa tuh cinta monyet?"


"Nanti abang jelasin, sekarang kita jajan dulu" jawab sang abang ketika sudah sampai di tpat biasa mereka jajan bersama.


"Okay" jawab Ara dengan turun dari motor.


"Abang belum jelasin apa itu cinta monyet" kata Ata kepada Ardan ketika sedang memakan jajanan nya.


"Cinta monyet itu, cinta yang engga serius jadi gini loh de, kata cinta itu belum ada kalau segede kamu itu, baru rasa suka atau bisa di bilang mengagumi lah"


Ara mengangguk-anggukan kepalanya, "Ara ngerti"


"Kalau Ara udah ngerti, berarti Ara udah tau dong cinta monyet itu kalau cintanya ilang tinggal apanya?"


"Tinggal monyetnya lah"


"Nah itu tau, jadi kamu itu monyetnya" kata Ardan dengan tertawa.


"Ih abang" kata Ara dengan memanyunkan bibirnya dan Ardan kembali tertawa di buatnya.


"Sejak kapan kamu suka sama Miko?"


"Engga tau" kata Ara.


"Engga jelas"


...****************...


"Maksudnya apa ini?" tanya Erlangga.


"Kalian kenapa ada disini?" tanya Erlangga lagi ketika melihat sudah ada Angga, Ivan dan juga twince DD di rumah utama Wijaya.


Setelah Tisha dan Erlangga sampai di rumah utama Wijaya, keduanya di kejutkan dengan keberadaan Angga, Ivan dan juga twince DD yang sedang duduk bersama di ruang tamu.


"Sebenarnya ada apa ini?" Tisha angkat suara.


"Kalian bisa duduk" perintah daddy Ardi dan diangguki oleh Tisha dan juga Erlangga.


"Tolong jelaskan secara detail, Angga!" perintah Erlangga dengan sorot mata yang tajam.


Angga melirik ke arah Ivan, Ivan pun menganggukkan kepalanya, "Ivan akan menyerahkan Dafa kepada keluarga Wijaya" ucap Angga.


Erlangga membulatkan matanya ketika mendengar penjelasan dari Angga.


Erlangga melirik ke arah Dafa yang hanya tertunduk las mendengarnya.

__ADS_1


Mungkin Dafa sudah tersadar akan kesalahannya, atau mungkin Dafa pura-pura lemah.


Tidak ada yang tau.


"Kenapa?" satu pertanyaan Erlangga.


"Dafa memang pantas mendapatkan hukuman yang setimpal, Lan" jawab Ivan.


"Lo yakin, Van?" tanya Erlangga lagi meyakinkan.


Ivan mengangguk mantap, "gue yakin, Van. Gue serahkan Dafa kepada keluarga Wijaya" ucapnya dengan penuh keyakinan.


Erlangga membuang nafasnya berat.


"Ada apa dengan semua ini?" tanyanya dalam hati Erlangga.


"Nicholas berangkatkan dia sekarang juga dengan jet pribadi kita!" perintah daddy.


"Baik tuan" jawab Nicholas dan membawa Dafa pergi dari rumah utama Wijaya.


...****************...


Setelah perdebatan panjang tadi malam, pagi hari ini terlihat kembali baik-baik saja, hubungan Tisha dengan Erlangga pun akan kembali baik-baik saja.


"Selamat pagii daddy yang sangat Ara sayang" teriak Ara yang baru saja datang.


Twince, Nathan, Kalan, mommy dan daddy menoleh ke asal suara Ara.


"Daddy, mommy, Ara lapar" teriaknya lagi.


"Mami mu tak masak kah?" tanya Nathan.


Nathan memang selalu seperti itu kepada Ara, jutek, judes, ah seperti yang tidak suka kepada Ara.


"Ih Nathan gitu aja deh sama Ara" katanya dengan nada manja.


Daddy dan mommy terkekeh, "kemana kakak kamu?" tanya mommy.


"Di sini mom" jawab Ardan yang baru saja masuk ke ruang makan.


"Sarapan dulu nak, adik kamu lagi sarapan tuh" kata mommy kepada Ardan.


"Masih kenyang mom, tadi Ardan udah sarapan" jawabnya.


"Ardan di ruang keluarga ya"


"Oke" jawab Kalan.


"Kamu mau kemana Ra? Kan sekolah libur, hari ini hari sabtu" tanya Tikha kepada Ara.


Ara ngebug.


"Lah iya ya sekarang kan hari sabtu"


Tikha mengangguk, "terus bang Ardan kenapa hayu aja di ajak sama aku?" tanyanya pada diri sendiri.


"Ya karena kita lagi mau ada yang di urus" jawab Kalan.


"Terus aku gimana?" tanyanya pada diri sendiri.


"Main aja di sini" jawab mommy.


"Iya juga, yaudah Ara mau main aja di sini" katanya dengan bersemangat.


"Pagi daddy, mommy" ucap Miko menyapa daddy dan mommy.


"Pagi nak"


"Kamu sendiri?" tanya mommy.


"Sendiri mom, ada urusan sama bang Kalan"


Mommy mengangguk, "Kalan sama Ardan udah ada di ruang kerjanya Kalan, Tikha, Tisha sama Ara ada di taman, Nathan lagi main game"


"Mau ke taman dulu deh mom"


"Iya" jawabnya.


...****************...

__ADS_1


"Hay girls" sapa Miko kepada Tikha, Tisha dan juga Ara.


"Hay bang Miko" jawab Tikha.


"Lagi pada ngapain?"


"Ngobrol aja nih bang"


"Ini kenapa ini? Tumben Ara diem aja?" tanya Miko.


Wajah Ara tiba-tiba memerah seperti kepiting rebus, "emang kenapa? Engga boleh?" tanya Ara.


"Loh kenapa mukanya merah, girl? Kepanasan?" tanyanya.


"Ditinggal dulu ya" lanjutnya lagi dan mengusap lembut kepala Ara.


Wajah Ara semakin di buat memerah.


"Ara kenapa sih?" tanya Tisha yang sadar akan perubahan raut wajah Ara.


"Engga apa-apa" elak Ara.


"Miko jangan bikin ade gue salting woy" teriak Ardan.


Tisha dan Tikha di buat semakin mengerutkan keningnya.


"Ada apa sih?" tanya Tisha semakin kepo.


"Abang apa sih" teriak Ara dan Ardan tertawa di buatnya dan meninggalkan ketiga sepupunya itu.


...****************...


"Jadi gimana persiapannya buat besok?" tanya Kalan kepada keduanya.


"Udah 80% bang" jawab Miko.


"Besok malem udah 100%?"


"Iya udah"


"Bisa di cek sekarang?"


"Bisa bang"


"Yaudah ayo"


"Siap bang"


"Erlangga engga di ajak bang?"


"Lo telepon aja"


"Siap bang" jawab Ardan dan mengambil ponselnya di saku celananya.


"Ini si Ilen kemana?" tanya Kalan.


"Biasa bang persiapan malem minggu" jawab Ardan.


"Lagi jadi pengangguran bukan?" tanya Miko.


"Iya"


"Lagi jadi pengangguran aja masih bisa malem mingguan"


"Itu namanya cowo sejati" celetuk Miko.


"Terus lo kalau punya cewe gimana, Mik?" tanya Ardan.


"Bum kepikiran" jawab Miko singkat.


"Kalau ada yang cewe suka sama lo gimana?"


"Engga gimana-gimana lah, Dan"


"Gue nunggu bang Kalan punya istri dulu baru gue cari cewe" lanjutnya.


"Ko gua?" timpal Kalan.


"Lah adik gue dapetin om om dong" lirihnya.

__ADS_1


"Lo ngomong apa, Dan?" tanya Miko.


"Kaga" jawabnya.


__ADS_2