
"Oya, Ardan suka sama kamu tau, Ki" celetuk Andrea.
"Ah masa sih?" tanya Kia meyakinkan.
"Serius deh, Ardan kan suka ceritain tentang kamu gitu loh ke Kalan sama Miko" jelasnya.
Baru saja Kia hendak menjawab ucapan Andrea terdengar suara deheman dari seorang pria.
"Ehem.. Ehem.. Pantes ya telinga gue rada ngedengung tadi" sindir Ardan ketika mendengar namanya di sebut-sebut.
Ardan yang memang tidak sengaja lewat depan tenda Andrea dan juga Kia untuk bertemu dengan Latisha and the geng pun berhenti sejenak ketika namanya merasa terpanggil.
Andrea yang melihat bahwa itu adalah Ardan pun menggaruk kepalannya yang tidak gatal dan hanya memberikan sengiran kudanya.
"Eh ada babang Ardan, mau kemana nih si abang?" tanya Andrea mengalihkan pembicaraan.
"Mau cari kembarannya Andrea nih neng, katanya sih ada di deket-deket sini" balas Ardan.
"Monyet maksud lo?" tanya Andrea sengit, Ardan menganggukkan kepalanya tanpa dosa dan segera lari dari tenda Andrea.
"Sialan lo" teriak Andrea.
Melihat tingkah keduanya Kia pun tertawa renyah.
"Udah deh Ki, jangan suka sama si Ardan. Bisa darah tinggi tiap hari kalau lo sama si Ardan" ucapnya lagi dengan nada kesal. Kia hanya tertawa mendengar celotehan dari Andrea.
***
"Loh?" Ardan melongo ketika melihat isi dari tenda Tisha and the geng yang sudah acak-acakan seperti kapal pecah.
"Kenapa ini tenda jadi begini? Bukannya mereka pada rajin ya?" monolognya lagi. Karena memang yang Ardan tahu di keluarga besar Wijaya tidak ada yang namanya malas atau tidak rajin, seorang Tisha saja yang notabennya adalah wanita tomboy tapi Tisha tetap memperhatikan lingkungannya.
"Terus ini anak-anaknya kemana dah?" monolognya lagi sambil melihat ke kanan dan ke kiri mencari Tisha, Tikha, Elvana dan juga Reysha.
"Eh sorry girls, liat Tisha, Tikha, Elvana sama Reysha engga?" tanya Ardan kepada siswi yang berada tak jauh dari tenda milik si kembar.
"Oh tadi ada di sebelah sana ka" jawab siswi tersebut sambil menunjuk ke arah tempat dimana Tisha and the geng sedang berada.
"Oke, makasih ya"
"Iya ka sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu"
"Iya" jawab Ardan.
Ardan pun pergi ke tempat Tisha and teh geng.
"Girls" panggil Ardan kepada Tisha and the geng, ketika melihat keempatnya sedang tertawa bersama.
"Eh ka Ardan" ucap Reysha.
"Ada apa ka?" timpal Tikha.
"Kalian ngapain disini?"
__ADS_1
"Mandi, ka" celetuk Tisha.
"Mandi?" tanya Ardan sambil menaikkan satu alisnya.
"Iya" jawab Tisha enteng sambil menganggukkan kepalanya.
"Jangan dengerin Tisha ka, kita lagi duduk aja ko abis selfie, kak Ardan nyari kita ada apa ya?" timpal Tikha.
"Tadinya kaka mau liat kalian aja sih, tapi pas liat tenda kenapa belum kalian beresin? Itu masih acak-acakan udah kalian tinggalin" jelasnya.
Mendengar penuturan dari Ardan keempatnya pun mengeretnyitkan dahinya "apa katanya, acak-acakan?" begitu kira-kira isi dari kepala mereka berempat.
"Acak-acakan? Kakak becanda nih ya" ucap Elvana.
"Engga" jawab Ardan sambil menggelengkan kepalanya.
"Tapi tadi sebelum kita keluar udah kita beresin ko ka, kita juga sempet makan juga loh" bela Reysha.
"Ada yang engga beres" timpal Tisha dan bangkit dari duduknya.
***
"****... Siapa yang beraninya berantakin tenda kita" gerutu Tisha ketika melihat tenda yang sudah acak-acakan seperti kapal pecah yang sudah tidak berupa.
"Coba cek dulu, ada barang kalian yang hilang engga?" tanya Ardan.
"Aman ko ka, cuma acak-acakan aja" jawab Reysha.
Ardan pun menganggukkan kepalanya "kalian beresin lagi, sebentar lagi acara akan di mulai jadi kalian harus segera siap-siap" jelas Ardan dan meninggalkan tenda Tisha.
Tisha, Tikha, Reysha dan Elvana pun kembali membereskan tenda mereka yang acak-acakan.
"Awas aja kalau gue sampe tau siapa yang udah berani berantakin tenda ini" gerutu Tisha.
"Sabar, Cha" ucap Tikha.
"Hem" jawab Tisha.
***
"Kasian tau Yum mereka, harus ngeberesin tendanya lagi" ucap Naomi ketika melihat Tisha and the geng sedang membereskan tendanya kembali.
"Nomnom" teriak Siska.
"Apa?"
"Udah-udah, diemin aja deh si Naomi mah" kata Ayumi.
"Rasain lo, ini baru awal ya, Tish" gumam Ayumi dalam hati sambil tersenyum licik.
Ayumi and the genglah yang sudah berani memberantakan tenda milik Tisha.
Flashback on
__ADS_1
"Kita mau ngapain sih, Yum. Ke tendanya Tisha?" tanya Salsa.
"Gue mau acak-acak nih tenda, kalian tunggu di luar, kalau ada orang langsung bilang ya"
"Oke"
Ayumi pun langsung memberantakan tenda milik Tisha, dan mengeluarkan isi tas dari keempatnya sampai mengacak-acak semua makanan yang sudah di bawa oleh mereka.
"Selesai" ucap Ayumi sambil membersihkan tangannya.
"Ayo kita pergi dari sini" ajak Ayumi.
"Gilaa-gilaa, ini tenda apa kapal pecah" celetuk Salsa.
Ayumi hanya tersenyum sinis "let's Go" tuturnya.
Flashback Off
"Udah yuk kita kumpul, udah waktunya kumpul nih" ajak Naomi.
"Ayo ah, game mau di mulai, pasti seru nih" lanjut Naomi memikirkan game apa yang akan di mainkan nanti.
***
"Cape bangett" keluh Reysha sambil meneguk air mineralnya.
"Haduh iya bener cape banget, mana kita harus kumpul lagi nih" timpal Elvana.
"Mau gimana lagi, jadiin pelajaran aja" jawab Tikha.
"Yaudah yuk kita kumpul, udah sepi juga pasti yang lain udah ada di sana semua" ajak Tikha.
"Oke" jawab Reysha dan juga Elvana.
***
Siswa dan siswi SMA SATYA pun berkumpul di satu lapangan yang luas, mereka semua berbaur dengan baik dan langsung berbaris sesuai dengan kelompoknya masing-masing dan juga dengan Penanggung jawabnya.
Lihatlah betapa ganteng dan kecenya para kakak panitia SMA SATYA dengan kaca mata hitamnya karena matahari sudah mulai merambat naik ke permukaan.
"Gue deg degan banget anjir liat ka Kalan"
"Ka Ardan gue lope lope banget, MasyaAllah"
"Pangeran berkuda putihku, Ka Gema"
Begitulah kira-kira bisikan bisikan dari siswa dan siswi yang melihat ketampanan dari para kakak Panitianya.
***
"Karena semua sudah berkumpul, kita akan mulai saja acara pertama pada hari ini, disini kita akan memulai game. Masing-masing kelompok akan berjalan mengikuti tanda yang sudah panitia sediakan untuk mencari sebuah bendera berwarna merah dengan bertuliskan SMA SATYA dan di setiap tempat sudah ada kakak panitia yang menjaga tempat itu untuk kalian menjawab setiap pertanyaan yang diberikan oleh kakak Panitia. Untuk para Penanggung Jawab setiap kelompok itu akan berada di tempat yang sama seperti kaka Panitia yang lain, tidak mengikuti kalian"
"Jika ada yang dirasa sakit, segera hubungi Panitia terdekat. Apa bisa di mengerti?" lanjut Kalan.
__ADS_1
"Siap bisa" jawab seluruh siswa dan siswi SMA SATYA secara bersamaan.
"Baik. Let's The Game" ucap Kalan.