
"Apaan tuh mot?" tanya Reysha dengan serius dan dengan kening yang berkerut.
Dengan penuh tekanan Sailendra menjawab, "L E M O T" ucapnya.
Reysha kembali memukul belakang helm milik Sailendra, "gue engga lemot ya"
"Gimana lo aja dah gimana elo" kata Sailendra.
"Bisa ya bang Reyka bertahan punya adik kaya elu" kata Sailendra kepada Reysha.
"Maksud lu apaan dah?" tanya Reysha lagi.
"Ini punya adik ko rese begini, dah"
"Rese rese juga gua mah cantik" puji nya kepada diri sendiri.
"Bodo amat, gue engga peduli" kata Sailendra dan Reysha hanya mencebikan bibirnya saja.
Berbeda halnya dengan Sailendra dan juga Reysha yang selalu bertengkar, Kia dan Ardan selalu tersenyum melihat ke romantisan yang di lakukan oleh Tisha dan juga sang kakak, Erlan.
"Kak Erlan ko bisa ya, romantis banget" celetuk Kia ketika melihat sang kakak yang sedang bersenda gurau bersama pasangan nya, Tisha.
Ardan mengangguk, "kak Erlan emang romantis" jawabnya.
"Iya aku engga nyangka sayang, kalau kakak bisa sampe sebucin itu sama Tisha"
"Apa lagi aku sayang, kamu tau sendiri Tisha itu yang paling tomboy di keluarga kita, tapi malah dia yang paling bucin" jelasnya.
"Iya juga ya sayang, malah kebalikannya Tisha yang feminim belum dapet pacar"
Ardan mengangguk, "karena Tikha punya trauma tersendiri sama cowo"
"Trauma?"
Ardan kembali mengangguk, "dulu dua pernah di culik sama cowo yang engga di kenal, kemarin pertengkaran dia sama Dafa"
Kia mengangguk, "iya aku tau tentang pertengkaran itu, kamu tau siapa itu Dafa, sayang?"
Ardan menggeleng, "bang Kalan belum tau pasti itu siapa, tapi kayanya daddy udah tau" jelas Ardan.
Kia mengangguk, "oh iya deh, semoga bisa secepatnya di selesaikan"
__ADS_1
"Iya sayang"
...****************...
"Lo mau kemana lagi Dafa?" tanya Ivan kepada Dafa yang sudah rapih.
Devan dan Ivan sudah kembali ke rumah kemarin, kini keduanya sedang berada di ruang keluarga.
"London" jawabnya singkat.
Ivan membulatkan matanya, "ngapain?"
"Kepo" katanya jutek.
Ivan mengepalkan tanganya, Devan yang melihat itu pun menimpali ucapan Dafa, "silahkan" ucapnya.
Dafa pun berjalan meninggalkan keduanya, "biarin aja kak" kata Devan ketika Dafa sudah pergi.
Ivan pun memijat keningnya pelan, "bisa-bidanya gue punya adik kaya dia" celetuknya.
Devan melihat ke arah sang kakak, "dih kadang omonganya suka bener" kata Devan dan membuat keduanya terkekeh.
...****************...
Suara dari ke delapan gas motor sport yang masuk ke area halaman parkir SMA SATYA secara bersamaan.
Sudah seperti geng geng motor pada umumnya.
"Siapa tuh?" tanya Naomi yang melihat iringan motor keluarga Wijaya itu.
Bukannya menjawab pertanyaan dari Naomi, Ayumi, Salsa dan Siska termenung melihat itu, "keren banget bege" celetuk Siska.
"Kapan ya Nomnom punya pacar kaya gitu?" celetuk Naomi yang dapat mengalihkan atensi kedua temannya.
"Nomnom udah dewasa" timpal Sasa yang mendengar itu.
Naomi menatap jutek ke arah Sasa, "ya Naomi emang udah dewasa, kata siapa Nomnom masih kecil?" marahnya.
"Eh eh itu kan si Tikha" celetuk Siska yang melihat Tikha membuka helmnya.
Naomi dan Sasa kembali melihat ke arah Kapan and the geng, berbeda hal nya dengan Ayumi yang sejak tadi tidak menggubris perkataan sang teman, karena dirinya memilih fokus untuk melihat siapa yang datang ke sekolah nya sekeren itu.
__ADS_1
"Tisha" kata Ayumi dengan membulatkan matanya ketika melihat Tisha yang turun dari pria yang menurutnya tampan.
"Siapa lagi tuh?" kompor Nomnom.
"Anjir ganteng banget" teriak Nomnom lagi.
"Gema kalah anjir" kompor Siska.
"Lo masih mau pertahanin Gema, Yum? Secara yang sekarang lebih ganteng di banding Gema" kata Sasa.
Ayumi tersenyum smirk penuh dengan tanda tanya, "kita liat nanti" kata Ayumi sambil berjalan meninggalkan teman-temannya.
"itu tandanya apa?" tanya Sasa dengan penuh semangat.
"Gassin dong" jawab Siska yang paham dengan pertanyaan dari Sasa.
"Emang apa maksudnya?" tanya Naomi yang memang tidak paham karena Naomi si paling lemot diantara mereka bertiga.
"Eh eh ko Nomnom di tinggalin?" tanya Naomi dan ikut mengejar ketiga temannya.
...****************...
"Thanks udah mau anterin ade gue" ucapnya kepada Erlan.
"Santai aja, Lan" jawabannya.
"Yaudah kalau gitu gue ke kantor dulu" pamitnya.
"Oke, hati-hati" ucap Kalan dan Erlan pun menganggukkan kepalanya.
Setelah kepergian Erlan Kalan berjalan ke arah Zayn, Usia dan juga Ezra untuk mengucapkan terimakasih.
Kalan hanya mengetahui bahwa mereka bertiga adalah teman Sailendra dari geng motor dengan ilmu bela diri yang sngat bisa di acungi jempol, Kalan tidak mengetahui bahwa yang sebenarnya mereka adalah Mafia yang paling di takuti di kota tersebut.
"Thanks untuk semuanya" Ucapnya.
"Sama-sama bro"
"Kita pamit" ucap ketiganya.
"Oke"
__ADS_1
"Nanti gue kabarin kalah gue mau kesana" ucap Sailendra.
"Siap bos" jawab ketiganya secara bersamaan dan pergi meninggalkan area parkir SMA SATYA.