Twince LA

Twince LA
Terlalu Sakit Untuk Gema


__ADS_3

"Ini lagu kok jadi pas banget sih sama apa yang lagi gue rasain" ucap Gema ketika lagu dari Andmesh - Bisa Tanpamu, terdengar jelas di kedua telinganya.


"Tumben macet" keluh Gema lagi.


"Kenapa hari ini lagu pada begini semua sih" gerutu Gema lagi ketika mendapatkan musik yang selalu pas dengan isi hatinya saat ini.


"Segala tentang mu istimewa, andai aku mendapatkan mu bintang du.... " nyanyian Gema terhenti ketika melihat wanita sang pujaannya sedang bercanda riang bersama dengan laki-laki lain.


"Tisha" katanya ketika retina matanya mendapati Tisha sedang bersenda gurau dengan pria lain yang dimana kaca mobil yang di tumpangi oleh Tisha terbuka lebar.


Lihatlah raut wajah Gema kini semakin lesu, Gema pun kembali memalingkan wajahnya namun tidak bisa.


Gema kembali melihat ke sebelah kanannya dimana mobil Tisha berada di sebelahnya, Gema kembali memusatkan pandangannya untuk melihat pria yang bersama dengan wanita pujaannya.


Ya.. Pria itu adalah pria yang pernah ia temui di parkiran sekolahnya tadi siang, yang pernah mendatangi markasnya dan paling tepat pria itu adalah kakaknya Kia, teman sekelasnya.


Gema semakin mengepalkan genggaman tangannya di setir mobil ketika melihat betapa cantiknya Tisha dengan tawa renyahnya itu sebelum kaca mobilnya kembali tertutup.


Apa Gema menangis? Tentu tidak, Gema bukan pria yang mudah untuk menangis, Gema bisa menahan itu. Namun sulit untuk menahan rasa sakitnya.


Gema patah hati.


Gema sakit hati.


Gema hanya ingin diam.


Namun itu tidak bisa untuk saat ini, karena klakson mobil yang terdengar dari belakang mengharuskan Gema untuk kembali fokus dengan mobilnya.


Gema terluka.


Gema membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi karena kini jalanan sudah tidak macet lagi seperti tadi.


Wajah Gema sudah memerah karena menahan sesak dalam dadanya, melihat wanita yang sangat ia sayangi sedang tertawa bersama. dengan pria lain.


Seharusnya Gema bukan?


Seharusnya Gema yang berada di samping wanitanya, bukan dia!


Ah memang takdir selucu itu!


Menakdirkan dua insan untuk berjauhan di kala gelora api asmara semakin memuncak dalam diri.


Membuat salah satu diantara keduanya di buat sadar dengan rasa sakit untuk membuka mata dan hatinya bahwa dia adalah bukan yang terbaik untuk dirinya dalam rangkuman bahasa ialah "Tidak Berjodoh"


Hal yang memang tidak ada dalam benaknya saat itu, jatuh cinta sampai ke dasar hati, sampai harus rela berkorban demi si cinta sampai akhirnya ia di sadarkan dengan tamparan keras bahwa wanitanya bukanlah jodohnya.


Menurutnya,


Walaupun janur kuning belum melengkung jika wanita yang sangat disayanginya sudah bersama dengan pria lain itu artinya memang dia bukanlah jodohnya,


Bukanlah wanita yang pantas untuk di miliki nya, walaupun hati sangat ingin menggapainya.

__ADS_1


Namun sayang semua harapan indah itu sirna ketika tersadar bahwa dia tidak akan mungkin bisa untuk di gapai lagi.


Bukankah hati Gema harus kuat?


Menerima kenyataan pahit ini?


Ketika sudah rapuh untuk kedua kalinya?


Apakah masih ada hati yang tersisa?


Apakah masih ada ruang untuk wanita kembali masuk ke dalam hati ini?


Ah, rasanya itu sungguh sulit.


Karena pria, jika sudah jatuh cinta sampai ke dasar ia akan sulit untuk melupakan semuanya, walaupun dirinya sudah bersama dengan yang lain, namun hati kecilnya akan tetap menempatkan wanita yang sangat di sayanginya di dasar hati.


Latisha Elenora Prastya Wijaya, namamu akan selalu di dasar hati.


...****************...


"Yah" panggil Galih kepada sang ayah.


"Iya kenapa, Lih?" tanya sang ayah kepada anak bungsunya.


"Ayah masih sibuk?" tanyanya ketika melihat sang ayah yang masih berkutat dengan laptopnya padahal kini sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB.


"Engga, ada apa? Tumben kamu ke kantor" tanya sang ayah lagi sambil mematikan layar laptopnya.


"Kenapa? Anak SMP kok ngomong mau serius serius" ledek sang ayah dengan diiringi oleh kekehan kecil.


"Ayah Galih serius"


"Iya kenapa?"


"Ayah tau kan kakak?"


Sang ayah mengangguk, "ya tau dong, ayah kan ayah dari kamu sama kakak kamu, Gema"


"Bukan itu yah maksud Galih"


"Terus apa dong? Ya kalau ngomong jangan setengah-setengah dong Lih, kamu tuh kebiasaan deh"


"Kakak lagi patah hati, yah" celetuk Galih tiba-tiba tanpa menggubris perkataan ayahnya tadi.


Sang ayah mengerutkan keningnya, "emang kakak kamu punya cewe? Menurut ayah engga deh, setelah kepergian Viona kakak kamu jadi semakin tertutup"


"Ayah engga usah bohongin Galih deh, Galih juga yakin kalau ayah itu sebenernya udah tau kalau kakak lagi deketin cewe" jelasnya.


Sang ayah tersenyum yang kemudian menarik nafasnya panjang, "iya ayah tau, ayah juga tau kalau kakak kamu sekarang lagi patah hati karena cewe itu"


"Kak Gema kasihan ya, yah. Nasib percintaannya pasti selalu gagal. Mana ini cewe pertama yang kakak suka lagi" keluh Galih dengan wajah yang murung.

__ADS_1


"Ini salah ayah nak dulunya. Andai ayah engga pernah sakitin wanita yang sayang sama ayah dan berambisi untuk mendapatkan nya kembali setelah menjadi istri orang lain, mungkin kakak kamu engga akan dapat karmanya gini" gumam sang ayah di dalam hati.


"Yah kok malah melamun" tegur Galih ketika melihat sang ayah yang sedang melamun.


"Eh maaf nak"


"Ayah punya solusi engga, Galih harus apa?"


Sang ayah menggelengkan kepalanya, "untuk sekarang engga ada nak, biarkan kakak kamu menenangkan dirinya terlebih dahulu"


"Tapi kakak engga akan menyakiti siapapun bukan?" tanya Galih dan diangguki oleh ayahnya.


"Kakak kamu sangat menjaga wanita yang amat di sayangnya, Lih. Kakak kamu engga akan pernah mau nyakitin siapapun yang dia sayangi, walaupun dia ambisius tetapi tetap kenyamanan orang tersayangnya itu adalah hal utama untuk kakak kamu" jelas sang ayah.


"Engga seperti ayah dulu, yang menyakiti wanita yang ayah sayang demi ambisi ayah semata" lanjutnya di dalam hati.


Galih menganggukkan kepalanya, "Galih percaya kalau kakak engga akan nyakitin dia"


"Jangan bilang bunda ya yah kalau Galih kesini"


"Iya nak"


"Tapi gue engga yakin kalau kakak engga akan nyakitin dirinya sendiri" gumam Galih dalam hati.


"Galih pamit ya yah mau main dulu" pamitnya kepada sang ayah.


"Iya hati-hati, jangan pulang malem-malem"


"Siap ayah" jawabnya dan pergi meninggalkan ruangan sang ayah.


"Gue harus hubungi kak Niko sama kak Reno" ucapnya dan mengirim pesan keapda kedua teman kakaknya itu.


^^^Galih Putra Dermawan^^^


^^^Kak, kak Gema lagi sama elo engga?^^^


Reno Haikal


Engga, Lih. Kenapa? Ini gue lagi sama Niko berdua di cafe.


^^^Galih Putra Dermawan^^^


^^^Gue kesitu kak, lo sharelock aja^^^


Reno Haikal


Sip


📌 Sharelock


Setelah melihat sharelock dari Reno, Galih pun mengendarai motornya untuk ke cafe yang dimana Reno dan Niko sedang berada di tempat itu.

__ADS_1


Lihatlah anak SMP yang sudah beranjak menjadi dewasa.


__ADS_2