Twince LA

Twince LA
Malam Minggu


__ADS_3

"Kenapa engga elo aja ke rumah?" tanya Kalan. Kalan masih memperbaiki dirinya untuk kembali menerima Erlangga lagi dalam hidup Tisha karena masalah Dafa.


Erlangga tahu bahwa Kalan masih belum menerima dirinya, maka dari itu Erlangga selalu mendekatkan dirinya kepada Kalan.


"Gue ada urusan yang engga bisa gue tinggalin Lan, sorry" ucap Erlangga dan Kalan pun mengangguk, kemudian mengambil kotak yang di berikan oleh Erlangga.


"Oke thanks" lanjutnua setelah mengambil kotak yang di berikan oleh Erlangga.


"Tolong besok untuk di pakai oleh keduanya" kata Erlangga.


"Oke, akan gue sampaikan" jawabnya.


"Gue balik duluan" lanjutnya yang kemudian mengajak Ardan dan juga Miko untuk segera pulang.


"Ayo kita ke London" ucap Erlangga dengan sangat tergesa kepada Angga.


"Baik, semua sudah di siapkan, kebetulan di atas hotel ini ada tempat luas, sepertinya biasa untuk pendaratan helikopter, jadi gue udah siapin diatas"


Erlangga mengangguk, "baiklah" katanya sambil menarik nafasnya panjang.


"Setelah selesai kita harus segera kembali kesini" lanjut Erlangga ketika sudah di dalam lift sambil melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


Angga mengangguk, "baik"


"Ivan dimana?" tanya Erlangga.


"Sudah ada di helikopter" jawab Angga dan Erlangga mengangguk.


Ivan memang belum di berangkatkan ke London, mungkin setelah ini akan di tinggalkan di London.


...****************...


"Ini dari Erlangga untuk kalian berdua" ucap Kalan kepada twince.


"Apa ini bang?" tanya Tisha.


"Abang kurang tau de"


Tisha mengangguk, "yaudah nanti kita buka ya bang"


"Oke girls"


"Oya girls?"


"Iya bang?"


"Besok abang mau kalian ikut sama abang ya, abang ada acara makan malem sama klien, abang mau kalian temenin abang, dan tolong pakai yang ada di dalam ini, Erlangga memintanya untuk di pakai besok" jelas Kalan.


"Ashiap bang" jawab keduanya.


Kalan mengangguk, "yaudah abang istirahat dulu, kalian juga jangan lupa istirahat ya girls"


"Siap bang" jawab keduanya lagi.


Setelah sangat abang keluar dari kamar mereka berdua, twince pun membuka kotak tersebut dan terlihatlah gaun malam yang sangat indah.


"Bagus banget" icap keduanya.


"Kenapa engga Erlangga aja yang anterin ke sini, Sha?" tanya Tikha.


"Aku juga kurang tau, Kha. Coba nanti aku hubungi ya" kayanya dan diangguki oleh Tikha.


"Eh dianya telepon" kata Tisha ketika melihat nama layar yang ada di ponselnya.


"Yaudah angkat" kata Tikha dan diangguki Owlh Tisha.


📞 Erlangga Abay❤️


"Hallo by"


"Iya sayang"


"Titipan aku udah sampai?" tanya Erlangga kepada Tisha.


"Udah, baru aja sampe"

__ADS_1


"Ini bagus banget by" puji Tisha.


Erlangga tersenyum. melihatnya walaupun tak terlihat oleh Tisha, "di pakai ya"


"Iya besok mau aku pakai kok, kebetulan besok abang ajak kita buat ketemu kliennya" jelas Tisha.


"Oke"


"Kenapa engga kamu aja yang kesini by?" tanya Tisha.


"Maaf sayang, aku lagi ada urusan yang engga bisa aku tinggal"


"Urusan apa?"


"Aku harus ke London malam ini, ada sedikit masalah sama perusahaan ku yang di London" jelas Erlangga.


Deg..


"Lon... London by?"


"Iya sayang, maaf. Tapi aku usahakan besok udah ada di sini lagi"


"Hati-hati by"


"Iya sayang, aku berangkat dulu"


"Iya by"


"Jaga diri baik-baik sayang" lanjut Tisha.


"Iya sayang, kamu juga jaga diri baik-baik. Tunggu aku besok"


"Aku tunggu kamu besok" kata Tisha dan diangguki oleh Erlangga.


Tut.. tut.. tut.. sambungan telepon pun terputus.


"Kenapa Sha?" tanya Tikha.


"Abay terbang ke London, Kha"


"Hah? Ngapain?"


"Oyaudah engga apa-apa, kamu tenang aja, engga akan ada apa-apa kok sama Abay"


"Iya Sha"


...****************...


"Malem minggu anjir, mana gue lagi jadi pengangguran lagi" keluh Sailendra sejak tadi karena menjadi pengangguran.


"Engga mungkin 'kan gue minta ke apy"


"Gengsi lah" ucap Tri sang kakak sulung Sailendra.


Sailendra mendelik kepada sang kakak, "engga usah ikut campur deh"


"Hahahaha" Tri malah mentertawakan Sailendra.


"Engga usah ngetawain gue deh kak"


"Mau malem mingguan tapi engga punya duit" ledek Triani.


"Kerja dong" lanjutnya lagi.


"Udah ah gue mau keluar" kata Sailendra dengan berjalan ke arah walk in closet.


"Emang punya duit?" tanya Triani dengan nada yang di iringi sedikit ledekan.


"Punyalah"


"Uang dari mana?"


"Kamu nayea?" tanya balik Sailendra.


"Dih sindrom dilan cepmek"

__ADS_1


"Hahahaha" terdengar tertawa renyah dari Sailendra.


"Keren banget lo" kata Triani ketika Sailendra sudah rapih dengan pakainya.


"Udah kaya mau tauran" lanjut Triani yang melihat Sailendra sudah memakai baju hitam-hitam.


"Bodo amat" jawab Sailendra.


"Ilen berangkat kak" katanya sambil meninggalkan sang kakak di kamarnya.


"Eh nanti dulu" tahan Triani.


"Apa?" tanya Sailendra.


"Nih buat pegangan kamu" katanya sambil memberikan uang seratus ribu lima lembar.


Melihat itu Sailendra menaikan satu alisnya.


Mengerti arti tatapan itu pun Triani kembali membuka suaranya, "ini uang gue asli buka uang Apy, gue engga bakal bilang Apy juga. Santai" katanya.


Seperti anak kecil yang mendapatkan permen, Sailendra tersenyum dan mengambil uang tersebut, "makasih cantik" katanya.


"Eits jangan lupa bawa oleh-oleh kalau pulang" kata Triani sebelum meninggalkan Sailendra.


"Sama aja bohong kak, oleh-oleh yang elu mau engga murah harganya" kata Sailendra dan Triani hanya tertawa terbahak-bahak.


"Sial, gue kena tipu" kesan Sailendra.


...****************...


"Loh, Agas?" ucap Reysha dengan mata yang sudah membola.


Agas tersenyum, "kenapa? Kaget ya? Aku engga di bolehin masuk?" rentetan pertanyaan dari Agas.


"Eh iya iya masuk Gas masuk" katanya dan mempersilahkan Agas masuk.


Agas mengangguk, "terimakasih" katanya dan diangguki oleh Reysha.


"Ohya, ini aku tadi beli kue keliatannya enak, tapi maaf kuenya engga mahal" ucap Agas sambil memberikan kue kepada Reysha.


"Makasih, padahal kamu egga udah repot-repot begini" ucap Reysha.


"Engga apa-apa"


"Orang tua kamu kemana, Rey?"


"Engga ada, tapi ada bang Reyka"


"Oh" ucap Agas ber-oh ria.


"Kamu mau minum apa?" tanya Reysha.


"Apa aja yang tidak merepotkan" jawab Agas dan diangguki oleh Reysha.


"Sebentar ya" ucapnya.


"Iya"


Reysha meninggalkan Agas dengan membawa kue yang Agas bawa ke dapit meminta tolong kepada asisten rumah tangganya untuk menyiapkan minum dan beberapa cemilan ke ruang tamu.


Setelah selesai, Reysha ke kamar sang abang dulu sebelum kembali ke ruang tamu untuk sekedar mengobrol bersama dengan Agas, kekasihnya.


"Kamu engga kerja emangnya, Gas?" tanya Reysha ketika sudah duduk kembali.


"Udah pulang, jadi aku mampir dulu ke rumah kamu" kata Agas.


Agas dan Reysha benar-benar merasa canggung, keduanya sama-sama baru pertama kali di situasi seperti ini. Agas yang pertama kali ngapel ke rumah cewe, dan Reysha pun yang pertama kali di apelin sama cowo ke rumahnya.


Si mbo pun datang membawa beberapa cemilan dan minuman untuk Agas dan juga Reysha.


"Maaf ya, Reysha baru pertama kali di apelin cowo, jadi dia rada canggung" terdengar suara dari sang abang, Reyka yang baru saja turun dari kamarnya yang terletak di lantai dua.


"Eh iya bang, engga apa-apa" jawab Agas.


"Di makan sama di minum dulu, Gas" kata Reyka kepada Agas.

__ADS_1


"Iya bang, terimakasih" katanya dan diangguki oleh Reyka.


"Gue engga perlu cape-cape buat introgasi atau ngikutin si Agas. Ini anak emang keliatannya juga baik, dan ngejaga cewe banget" gumam Reyka di dalam hati ketika melihat ke sopanan yang dimiliki oleh Agas.


__ADS_2