Twince LA

Twince LA
Gema Yang Tak Pantang Menyerah


__ADS_3

Erlan mengangguk "benar om, saya Abay"


"Mengingat perkataan kamu kemarin mengenai anak saya Tisha yang sedang dalam bahaya, apa selama ini kamu selalu mengawasi anak saya?" tanya Ardi dengan tegas.


Erlan terdiam sejenak dan akhirnya mengangguk "maaf kalau saya lancang om, tapi saya hanya bisa memperhatikan Tisha dari jauh karena nyali saya yang ciut tidak berani untuk mendekat kepada Tisha" jelasnya.


Ardi kembali mengangguk dengan jawaban dari Erlan "saya maafkan karena kamu sudah menolong anak saya, Tisha. Tapi jika kamu berani melukai Tisha dengan cara mengawasi anak saya, saya tidak akan tinggal diam!" tegasnya.


"Baik om. Saya janji, saya tidak akan melukai anak om"


Ardi kembali mengangguk "melihat tingkah Tisha yang nampak cuek terhadapmu, sepertinya Tisha belum tau tentang kamu. Apa itu benar?" tanya Ardi kembali sambil memakan hidangan yang sudah disajikan.


"Benar om"


"Kenapa kamu tidak memberitahukannya saja?"


"Karena saya belum siap, om"


"Kalau kamu belum siap, kenapa kamu muncul di hadapan Tisha? Itu sama saja membuat Tisha tanda tanya dengan jati diri kamu, apalagi setelah kamu menolongnya dan berkata bahwa kamu tau tentang Tisha yang sedang dalam bahaya"


"Hem.. " Erlan nampak berfikir karena apa yang di katakan oleh Ardi benar adanya.


"Tapi om yang Tisha tau saya adalah kakak dari Kia"


"Ya benar memang, itu sedikit menutupi rasa curiga terhadap Tisha kepadamu, tapi tidak dengan kakaknya Kalan"


Erlan mengangguk "om benar"


"Saya yakin sepertinya Kalan sudah mengetahui tentang saya, mengingat beliau adalah anak om, dan begitu sangat menyayangi para adiknya"


Ardi mengangguk "sepertinya begitu"


"Yang saya tau, bukannya kamu berada di London?" tanya Ardi kembali.


"Benar om" jawab Erlan.


"Lalu apa yang membuat kamu kembali ke Indonesia?"


"Untuk Tisha om"


"Berarti kamu sudah mempersiapkan semuanya untuk Tisha?"


"Benar om"


"Kamu harus bersiap bertemu dengan saya dan keluarga yang lain jika ingin bersama dengan Tisha"


"Saya sudah siap om dengan itu, tetapi saya tetap memakai nama Erlan bukan Abay. Karena panggilan Abay hanya untuk Tisha"


Ardi yang mendengarnya tersedak uhuk... uhuk... uhuk...


Begitupun dengan Angga yang ikut menepuk jidatnya karena jawaban polos dari Erlan "astaga bos gua polos banget, seharusnya engga usah gitu juga jawabannya" gerutunya dalam hati.


Nicholas menahan tawanya ketika melihat kepolosan Erlan "ada-ada aja emang ini calon mantu satu" gumamnya dalam hati.


"Minumnya om" kata Erlan sambil memberikan air putih kepada Ardi.


"Terimakasih"


"Sama-sama om"


"Astaga, apa benar ini yang akan menjadi mantuku?" gumam Ardi dalam hati.


"Tishanya garang dianya lembut" gumamnya lagi sambil geleng-geleng.

__ADS_1


"Om baik-baik aja?"


"Ya saya baik" jawabnya dan Erlan mengangguk.


***


"Mau ke toko apa dulu?" tanya Tikha kepada Tisha.


Tisha merengut "emang mau berapa toko, Kha?"


"Banyak dong"


"Hah? Banyak?"


Tikha mengangguk dengan antusias "iya Sha banyak, jarang-jarang loh aku ke mall sama kamu, biasanya aku sama si Nathan aja"


"Kan kamu janjinya cuma ke toko buku aja, Kha"


"Engga ah aku engga ada bilang janji"


"Pokoknya engga ya Kha"


"Pokoknya iya, hayo adik harus nurut sama kakak loh"


"Ck cuma beda 5 menit doang Kha"


"Sama aja"


"Yaudah deh iya iya"


"Yes"


"Let's Go" ucap Tikha sambil menggandeng tangan Tisha.


***


"Novel, soalnya novelku udah selesai ku baca semua Sha"


"Sukanya kamu sama novel Kha"


"Suka banget dong, kamu juga harus baca ya, nanti aku pilihin yang cocok sama kamu"


"Engga mau ah, aku lebih suka sama buku bisnis dari pada novel-novel begitu, nanti aku jadi kaya kamu lagi kebanyakan halu. Udah cukup drama Korea aja yang bikin aku halu tingkat tinggi" cerocosnya.


Tikha terkekeh mendengarnya "pokoknya harus"


"No"


"Sssst... Udah diem pokoknya kamu harus punya satu novel buat kamu baca"


"Hem" jawabnya dan Tikha kembali mencari judul novel yang ingin dirinya beli.


"Sha nonton ya sha, please" mohon Tikha kepada Tisha yang sejak tadi sudah memasang muka masam. Bagaimana tidak, setelah keluar dari toko buku Tikha mengajak Tisha ke beberapa toko dan kini Tikha kembali mengajak Tisha untuk menonton film yang baru saja tayang.


"Engga mau ah males, Kha"


"Ish nyebelin deh"


"Bodo ah"


"Kha laper nih" lanjutnya.


"Yaudah ayo kita cari tempat makan aja"

__ADS_1


"Oke"


***


"Gem lo bener mau temuin si Kalan?" tanya Reno.


"Benerlah, emangnya kenapa?"


"Engga apa-apa sih, tapi gue yakin pasti karena masalah kemarin deh, yang si Tisha ke markas kita"


Gema mengangguk "iya gue tau, pasti karena masalah itu ko"


"Sorry, gara-gara kita masalah lo jadi semakin rumit"


"Engga apa-apa, lagian kalian engga salah ko"


"Si Niko kemana?" tanya Gema.


"Bentar lagi palingan dateng" jawabnya. Memang sejak kejadian kemarin, Niko agak berubah walaupun tidak begitu drastis.


"Oh" jawabnya. Gema kembali menata rambutnya agar terlihat seperti bad boy.


"Gue sama Niko anter lo ya"


"Engga usahlah Ren, gue sendiri aja"


"Engga bisa begitu dong, kemana-mana kita harus selalu bertiga"


"Dih udah kaya cewe aja"


"Bodo deh, pokoknya harus"


"Oke"


***


"Ada apa lagi si Lan elo ngajak gue buat ketemu?" tanya Gema kepada Kalan.


"Gua udah bilang ya Gem, jangan pernah bawa adik gue untuk masuk ke dalam kehidupan elo!"


"Lan, gue juga udah pernah bilang ya sama lo, gue engga akan nyerah buat dapetin hatinya Tisha sampai kapan pun itu!"


"Ck, dan satu hal yang harus lo tau. Lo engga akan bisa dapetin Tisha begitu aja kalau masih ada gue"


Gema memasang muka tengilnya "masih ada lo? Buktinya dia bisa datang ke markas gue tanpa sepengetahuan elo tuh"


"Apa itu bisa di namakan dengan lo menjaga adik lo dengan baik Lan? Hahaha menurut gue sih engga"


"Ya gue akui gue memang teledor, tapi karena kejadian itu gue pastikan adik gue engga akan berurusan lagi sama lo!"


"Ko gue engga percaya ya"


"Kita liat aja nanti, karena mulai sekarang bukan hanya gue yang akan menjaga Tisha"


"Maksud lo?"


"Lo pasti tau laki-laki yang datang untuk nolongin Tisha"


"Ya"


"Jangan lupa kalau dia juga akan menjaga Tisha dari siapa pun"


"Apa itu bener calon suaminya Tisha?" tanyanya dalam hati.

__ADS_1


"Ah bodolah gue engga peduli yang penting gue harus dapetin Tisha bagaimana pun caranya!"


"Gue pastiin, cepat atau lambat Tisha akan sama gue, Lan!"


__ADS_2