Twince LA

Twince LA
Gila, itu si Erlan? Ko bisa?


__ADS_3

"Berhenti!" teriak Tisha dengan menarik pria tampan dengan jas yang sudah terlepas dari tubuhnya menyisakan kemeja yang sudah di gulung sampai sikut.


Kedua pria yang bertengkar itu terlihat mengatur nafasnya masing-masing, terlihat wajah Gema yang sangat marah dengan mata yang masih memerah dan kepalan tangan yang masih kuat. Begitupun dengan pria yang kini sedang di pegang oleh Tisha masih dengan kepalan tangan yang begitu kuat "Ka Nik, ka Ren, gue pamit. Lo urus temen lo itu" ucapnya sambil meninggalkan mereka yang masih berada di dalam markas.


"Oke Tisha, lo hati-hati and thanks untuk waktunya" jawab Niko dan juga Reno. Tisha hanya mengacungkan jempolnya.


***


Tisha mengeluarkan nafasnya kasar melepaskan genggaman tangannya kepada pria tampan itu "maaf tuan, dengan siapa anda? Apa anda kesini sendiri?" tanya Tisha karena melihat sekeliling hanya ada motor dirinya dan juga mobil milik Reno saja yang terparkir rapih di tempat itu.


"Hem" jawab Pria tampan itu dengan masih mengatur nafasnya dan membenarkan rambutnya yang terlihat sangat acak-acakan.


Tisha menelan salivanya kuat-kuat ketika melihat betapa tampannya pria yang kini berada di hadapannya, keringat yang terus keluar, hidung mancung, bibir tipis, mata sipit, ash damagenya itu loh sudah mirip seperti oppa oppa Korea "ash.. Tisha sadar" gumamnya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya kuat-kuat.


"Begini tuan, jika memang anda kesini sendiri anda menggunakan apa?" tanya Tisha lagi.


Pria tampan itu melihat ke arah sekelilingnya karena memang tidak melihat mobil yang tadi dirinya gunakan "kemana si Angga?" umpatnya.


"Hem" jawabnya dengan memasukan satu tangan ke saku celananya.


Tisha kembali menghela nafasnya "**** kalau bukan karena dia yang nyerobot langsung baku hantam juga gue engga mau kaya gini, ah sial" umpat Tisha dalam hati.


"Ah begini saja tuan, saya tadi kesini bawa motor ini, bagaimana jika saya mengantarkan anda ke tempat anda, mengingat anda tadi sudah membantu saya, walaupun anda salah kenapa anda berucap bahwa anda adalah calon suami saya, itu menambah masalah bagi saya tuan" ucap Tisha dengan nada kesal.


Pria tampan itu menahan senyumnya ketika melihat kekesalan Tisha "ah maaf tuan, saya keceplosan" ucap Tisha ketika mengingat bahwa dirinya sudah keceplosan.


"Mari tuan akan saya antar anda ke tempat anda" ucapnya dengan bersiap untuk naik ke motornya.


"Masa iya gue yang di bonceng?" gumam pria itu dalam hati.


"Kalau ada yang kenal sama gue gimana?"


"Ekhem... Bisa saya yang membawa motor anda, mba?" tanya Tisha.


Tisha membulatkan matanya dan melihat ke arah pria tampan itu "what the hell, apa? Mba? Ganteng-ganteng matanya siwer" umpatnya.


Pria tampan itu kaget bukan main karena umpatan Tisha "ah maaf nona, jadi bagaimana apa bisa saya yang membawa motor anda?"


"Baiklah" jawab Tisha pasrah dengan masih merasa dongkol.


Pria tampan itu mengambil alih dengan membawa motor milik Tisha "gila nih cewe beneran tomboy, motornya aja motor yang biasa di pake balap. Cewe gue beneran bikin jantung mau lompat" gumamnya dalam hati.


Melihat pria itu sudah siap Tisha pun menaiki motor kesayangannya "rela deh gue kali ini aja motor kesayangan gue di bawa orang lain, yang penting gue masih bisa mantau" gumam Tisha.


"Apa sudah siap, nona?"

__ADS_1


"Ya" mendengar jawaban Tisha pria itu mulai menjalankan motornya.


"Tuan, perkenalkan nama saya Tisha" ucap Tisha ketika sudah duduk di atas motornya.


"Erlan" jawab Erlan. Ya, memang yang datang dan langsung baku hantam adalah Erlan, Erlangga Arayyan.


Tidak ada lagi pembicaraan setelahnya, karena keduanya sama-sama bingung ingin memulai pembicaraan dari mana.


***


"Si bos, bisa semotor juga sama cewe incerannya" ucap Angga ketika melihat Erlan dengan Tisha.


"Kayanya seru nih kalau gue kasih tau si Ivan" ucapnya lagi dan mulai mengirimkan video kepada Ivan.


"Untung aja tadi gue tinggalin si bos" kekehnya sambil mengingat kejadian satu jam yang lalu.


Flashback On


"Ini tempat apaan, Ga?"


"Kayanya Markas deh, Lan"


"Markas? Emang si Gema mafia apa pake markas segala?"


"Engga mafia juga kali Lan yang harus punya markas, lagian ini tempat nongkrong biasa aja deh, kalau markas mafia lebih serem dari ini 'kan?"


"Tapi di London temen lo mafia semua, Lan"


"Engga usah dibahas, Ga"


"Kayanya itu deh tempatnya, Lan" ucap Angga menunjuk ke arah gedung.


"Oke, gue kesana, Ga" ucap Erlan dengan cepat dan langsung membuka pintu mobil.


"Lan tunggu, gue gimana?" teriak Angga tapi tidak di gubris oleh Erlan. Erlan tetap berlari dengan cepat sambil menggulung tangan bajunya sampai sikut.


Dan


Brak.. Pintu gedung terbuka.


Angga yang melihat itu terbengong "gila, itu si Erlan? Ko bisa?"


"Gue parkir dulu deh nih mobil, kalau engga gue tinggal aja deh tuh si Erlan, gue yakin si Erlan jago ko, pasti dia menang" monolognya sambil kembali menyalakan mesin mobilnya.


Flashback Off

__ADS_1


"Eh tapi gue berdosa banget sih, semoga gaji gue engga di potong deh" ucapnya lagi sambil mengikuti Erlan dan juga Tisha dari belakang.


***


"Siapa dia?" tanya Ardi ketika melihat ada pria yang turun dari mobil dan segera berlari untuk masuk ke dalam markas milik Gema.


"Perintahkan kepada yang lain, jangan dulu ada yang masuk, tunggu perintah selanjutnya dari ku!" ucap Ardi kepada Nicholas.


"Baik, tuan" jawab Nicholas kemudian langsung memerintahkan kepada bawahannya untuk segera mundur.


Bukannya Ardi tidak ingin menolong putrinya tetapi Ardi selalu memberikan kebebasan kepada putra dan putrinya untuk melakukan apa saja yang diinginkan oleh anak-anaknya, jika memang keadaan sudah benar-benar genting baru dirinya dan anak buahnya akan turun tangan langsung menolong anak-anaknya. Seperti saat ini, Ardi masih tetap diam dengan memperhatikan keadaan sekitar, jika dirasa tidak memungkinkan Ardi akan segera turun tangan.


"Tuan, kini perkelahian sedang terjadi, apa anda akan turun tangan?"


"Tidak, biarkan saja. Terus kabari kondisi di dalam"


"Baik tuan"


Lima belas menit menunggu, Nicholas kembali memberi kabar kepada Ardi "tuan, kondisi di dalam sudah aman"


"Kita pulang, jangan sampai Tisha mengetahui keberadaan kita. Perintahkan lima pengawal untuk mengikuti Tisha"


"Baik tuan"


***


"Cari tau siapa pria itu!" perintah daddy Ardi kepada Nicholas setelah mendapat kabar bahwa kini putrinya sedang bersama dengan pria lain.


"Dia adalah Erlangga Abay Arayyan, tuan" jawab Nicholas.


"Erlangga?"


"Ya, kaka dari nona Erasma Azkia Arayyan kekasih tuan muda Ardan"


"Pria masa kecil Tisha?"


"Benar tuan"


"Baiklah, tapi tetap saja dia tidak sopan sudah memperkenalkan dirinya sebagai calon suami anakku"


"Mungkin maksud dari tuan muda Erlangga baik, dia hanya ingin melindungi nona muda Tisha saja"


"Tapi tidak seperti itu caranya"


"Jadi anda ingin melakukan apa, tuan?"

__ADS_1


"Buat pertemuan ku dengan Erlangga"


"Baik, tuan"


__ADS_2