
"Gila panas banget" keluh Sailendra.
"Elo sih ngajak kita-kita bolos, jadi kena hukuman kan" keluh Reysha.
"Dih suruh siapa juga elu mau Ey, lagian gue engga maksa buat lu ikut juga" jawab Sailendra.
"Berisik" ucap Tisha sambil menundukkan kepalanya diantara kedua tangannya.
"Haaah" Sailendra membuang nafasnya.
"Nih minum buat kamu, Kha" ucap Lio sambil memberikan minuman botol untuk Tikha. Sailendra, Reysha dan Elvana ternganga melihatnya.
"Makasih" ucapnya sambil tersenyum.
"Sama-sama" jawabnya sambil membalas senyuman Tikha.
"Ko bisa?" celetuk Reysha.
Lio dan Tikha menoleh ke arah Reysha "kenapa?" ucapnya secara bersamaan.
"Engga" jawab Reysha dengan cepat.
Lio dan Tikha menganggukkan kepalanya "yaudah, aku balik ke tempat duduk aku lagi ya"
"Iya"
Tisha yang mendengar itu pun mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang memberikan Tikha minuman.
"Hah?" sama seperti Sailendra, Reysha dan Elvana, Tisha pun menganga di buatnya.
"Awas ada lalet masuk noh" ucap Tikha sambil menutup mulut Tisha.
"Eheheh"
"Kenapa hem?" tanya Tikha.
"Sejak kapan?"
Tikha mengerutkan keningnya "Apanya?"
"Itu sejak kapan di kasih minuman begitu?"
"Sejak tadi"
"Engga mungkin 'kan kalau tiba-tiba di kasih begitu aja"
"Mungkin aja, itu buktinya aku di kasih"
"Pasti ada maksud lain"
"Engga boleh gitu, Sha. Dia cuma mau kasih minuman ini doang ko, engga lebih"
Tisha semakin megerutkan keningnya dan mendekat ke arah Tikha "kamu kenapa?" tanya Tikha heran.
"Lo suka ya sama dia?" tanya Tisha.
"Hah?"
"Hah heh hah heh"
"Jawab aku, Kha" lanjut Tisha.
"Lagian kamu aneh, engga ko aku engga suka sama dia"
"Yakin kamu?"
Tikha mengangguk "yakin"
"Sini minumannya aku liat dulu takut kamu di racunin sama dia"
"Loh" ucap Tikha sambil melihat Tisha yang sangat waspada kepada siapapun.
"Nih aku balikin" ucapnya sambil mengembalikan minuman botol kepada Tikha.
"Udah boleh di minum nih?" tanyanya.
"Udah"
"Oke, aku minum" ucapnya lagi dan diangguki oleh Tisha.
"Kamu mau?" tanyanya.
"Engga makasih"
***
"Tikha, pulang sama aku aja mau engga?" ajak Lio kepada Tikha, kini Tikha sedang berjalan sendiri menuju parkiran, karena Tisha sudah berada di parkiran sejak tadi.
"Eh maaf aku pulang sama Tisha" tolak Tikha lembut.
"Oh yaudah kalau gitu, tapi lain kali bisa 'kan pulang bareng?" tanya Lio.
__ADS_1
"Gimana nanti aja ya Lio, aku duluan" jawabnya.
"Oke, Tikha"
"Lama banget sih" gerutu Tisha di dalam mobil, kini keduanya sudah membawa mobil milik Tisha.
"Maaf dong" ucap Tikha kepada Tisha, dan Tisha hanya menganggukkan kepalanya saja.
***
Kahitna - Cantik
Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
O cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Ingin ku berjalan menyusuri cinta
Cinta yang abadi untukmu selamanya
Hei heya ya ya heya ya ya heya
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
"Ka lo kenapa sih? Keliatannya kaya yang laginajtuh cinta gitu deh"
"Lo udah dapet cewe baru lagi ha? Percaya sih gue cowo bad boy kaya elu tuh gampang banget buat dapet cewe" ledek Galih, adik dari Gema.
"So tau banget anaknya Dermawan" balas Gema sambil memberhentikan petikan gitar miliknya.
__ADS_1
"Lo juga anaknya Dermawan kalau lo lupa ka" balasnya.
"Masa iya?"
"Sebutin aja nama lengkap lo ka"
"Emang, nama lengkap gue apa?" tanyanya.
"Bodohnya bad boy satu ini Tuhan"
"Tampang doang ganteng tapi otaknya minim" ledeknya lagi.
"Dih ngeledek gue mulu lu"
"Kenyataannya begitu 'kan? Nih gue kasih tau ya, nama lo itu GEMA PUTRA DERMAWAN"
"Jelas banget 'kan ada PUTRAnya?" cerocos Galih.
"Gue udah tau ko GALIH PUTRA DERMAWAN"
"Sesama DERMAWAN mari kita bekerja sama untuk tidak saling menjatuhkan"
"Benar"
"Jadi lo lagi naksir cewe cantik yang mana nih?" tanya sang adik.
"Kepo banget anak kecil"
"Gue udah SMP ya kalau lo lupa, jadi gue bukan anak kecil lagi ka"
"SMP itu masih bocil, Lih"
"Aelah baru SMA aja udah songong"
"Dih gimana gue lah, gue kakak elo ya, Lih"
"Tau ko, kalau lo itu kaka gue"
"Yaudah lo sana jangan ganggu gue lagi nyanyi"
"Lo belum jawab pertanyaan gue ka"
"Pertanyaan yang mana lagi Galih?"
"Itu, cewe mana lagi yang elo taksir?"
Gema pura-pura berfikir "yang pasti dia itu cewe cantik, Lih"
"Iya ka gue percaya semua cewe yang elo taksir itu pasti cantik engga ada yang gagal ko, tapi ya gitu"
Gem merengutkan keningnya "gitu gimana?"
"Cabe-cabean semua" ucapnya sambil menjauh dari Gema.
"Setan" teriaknya sambil melemparkan bantal kepada Galih namun tidak kena.
"Hahahaha" Galih tertawa terbahak-bahak melihat itu.
"Sha, Sha cuma lo doang nih yang bikin gue gila begini" monolog Gema ketika Galih sudah pergi.
"Kira-kira gue bisa engga ya Sha dapetin hati elo, gue perhatiin makin kesini makin susah banget buat dapetin hati elo, jangankan hati elo Sha, buat deket sama elo juga gue susah banget"
"Lah iya kenapa gue jadi melow begini sih? Bukan gue banget nih" monolognya lagi dan Gema kembali memainkan gitarnya.
***
"Loh Ilen, ngapain kesini?" tanya Tikha ketika melihat Sailendra datang ke rumahnya malam-malam. Karena kini keduanya sedang mengobrol santai di ruang keluarga.
"Di suruh sama bang Kalan tadi pas di sekolah"
Tikha dan Tisha membulatkan matanya "serius? pasti karena kejadian tadi" cerocos Tikha.
"Aku engga tau juga sih mau ngapain, tapi kayanya sih iya, karena kejadian tadi"
"Kita harus bantuin Ilen, Sha" ucap Tikha.
"Eh eh jangan, ini urusan gue sama bang Kalan, kalian engga ikutan"
"Kita salah semua, Ilen. Jadi lo tenang aja kita bakal bantuin elo ko" timpal Tisha.
"Tapi.. "
"Engga ada tapi-tapian Ilen, udah sana lo ke ruang belajar kakak aja, kakak lagi belajar kalau engga lagi selesain urusan kantornya kalau jam segini"
"Oke gue ke atas dulu"
"Oke. Semangat" ucap Tikha dan Sailendra mengangkat jempolnya.
***
"Sailendra" panggil Kalan.
__ADS_1
"Iy... Iya bang"
"Kenapa tadi kalian bisa di rooftop hem?"