
"Gemesin banget sih, jadi pengen gue makan deh"
"Eh" kata Erlan setelah sadar dengan apa yang diucapkannya barusan.
"Sadar Erlan dia sama lo tuh belum sah"
"Kamu engga makan?" tanya Tisha ketika melihat Erlan yang melamun.
"Eh?" tanya Erlan lagi ketika dirinya ketangkap basah sedang melamun.
Tisha tersenyum, "kamu kenapa?" tanya Tisha balik.
"Engga apa-apa kok"
"Tadi kamu tanya apa, Sha?"
"Kamu udah makan?"
"Belum, ini mau makan" katanya dan diangguki oleh Tisha.
Lihatlah si tomboy kini sedang menjadi wanita penurut di hadapan pria yang sangat di tunggunya itu.
"Gue tau sekarang, gue emang bener-bener jatuh cinta sama Abay bukan sama Gema" gumamnya dalam hati sambil memakan masakan Abay.
...****************...
"Kha" panggil mommy ketika sudah di depan pintu kamar yang sedang Tikha tempati.
"Iya mom" jawabnya.
"Ini ada temen kamu yang mau jenguk"
"Temen?" tanyanya.
"Iya, ini ada Lio, Rendra sama Kenan"
Tikha yang mendengarnya pun membulatkan matanya, "Lio?"
"Hay" sapa Lio kepada Tikha.
"Oh.. Hay" jawab Tikha sambil tergugup.
"Mommy tinggal ya nak" kata sang mommy.
"Iya mom"
"Makasih tante udah dianterin" timpal Lio.
"Iya sama-sama" jawab mommy dan pergi meninggalkan kamar sang anak.
"Duduk" perintah Tikha kepada ketiganya.
"Makasih" jawab ketiganya secara serempak.
"Gimana kabarnya kamu, Kha?" tanya Lio.
"Udah mendingan" jawabnya.
"Syukurlah"
"Jadi besok udah bisa masuk sekolah?" tanya Kenan.
Tikha menggeleng sambil tersenyum, "belum"
"Yah babang Lio galau lagi dong ini mah di kelas" celetuk Kenan dan mendapat injakan dari Lio.
__ADS_1
"Ash" ringis Kenan.
"Ebuset itu mulut" ketus Rendra yang sudah mulai cuek mode on.
"Kenapa?" tanya Tikha.
"Engga apa-apa" jawab Kenan sambil menahan rasa sakit kakinya.
"Oh" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
...****************...
"Ada tamu mom?" tanya Kalan ketika sudah mencium tangan sang mommynya yang berada di halaman depan sedang menyambut kedatangan suami dan anaknya tercinta.
"Temennya Tikha" jawab mommy.
"Temen?" tanya Kalan dengan kening yang berkerut.
"Iya temen, kamu masuk aja deh" katanya dan diangguki oleh Kalan.
"Abang masuk dulu mom"
"Iya sayang" jawab sang mommy sn Kalan pun masuk ke dalam rumah untuk melihat siapa temen Tikha ini.
"Ada siapa sayang?" tanya sang suami kepada istri tercintanya.
"Temennya Tikha, mas"
"Temen?" tanya sang daddy lagi dengan kening yang berkerut.
"Iya mas temen, pada kenapa sih? Ko kaya yang aneh gitu Tikha punya temen, 'kan biasanya juga yang banyak temen emang Tikha, mas"
"Ya maka dari itu sayang, Kalan sama Tisha pasti akan memilah milih temen Tikha, apalagi kalau sampe masuk ke rumah, bukannya itu hal yang aneh?"
"Iya sih mas" jawab sang mommy.
"Pasti Tisha engga ada ya, sayang?" tebak sang suami dengan masih merangkul mesra sang istri.
"Ko tau?"
"Tau dong, kalau Tisha ada pasti temen Tikha engga akan lama di sini" jawabannya dengan diiringi kekehan kecil.
Mommy yang mendengarnya pun ikut terkekeh, "iya juga ya mas"
"Mas engga mau liat temennya Tikha dulu?" tanya sang istri ketika melihat sang suami yang menaiki tangga bukan melihat kamar Tikha seperti sang kakak Kalan.
Ardi menggeleng, "mas udah tau siapa mereka sayang"
"Siapa mas? Emang sih aku kaya engga asing sama wajah salah satu anak laki-laki itu"
Ardi mengangguk, "salah satu diantara mereka adalah anak Putri dan Rizki yang dulu pernah kesini minta pertanggung jawaban kepada Tisha"
Adin yang mengingatnya pun membulatkan matanya, "yang bener mas?"
"Iya sayang, memang anak kecil itu"
"Pantes aku engga asing liat mukanya"
"Yaudah sayang biarin aja" kata Ardi lagi.
"Iya mas" jawab sang istri dengan senyum manisnya.
...****************...
"Lo kenapa?" tanya Galih kepada sang kakaknya, Gema.
__ADS_1
Gema kini sedang berada di balkon kamarnya yang menghadap ke arah taman belakang rumahnya dengan jari yang memetik senar gitar dengan pandangan yang kosong.
Terjadi lagi Gema yang seperti ini setelah kehilangan sahabat wanita tersayangnya.
Galih kembali menggelengkan kepalanya ketika melihat sang kakak yang melamun, "kenapa sih kak nasib lo selalu buruk kalau tentang cewe?" gumam Galih di dalam hati.
"Woy ngelamun aja lo" teriak Galih tepat di telinga Gema.
"Anj" ucap Gema tertahan.
Gema melirik ke arah sang adik dengan tatapan sinis, "apa?" tanyanya.
"Lo lagi kenapa sih? Dari tadi gue panggil-panggil kaga nyaut-nyaut" cerocos Galih.
"Itu mulut udah kaya mulut cewe aja lu"
"Ada apaan sih emang?" tanya Gema.
"Noh di panggil bunda"
"Oke" jawabnya santai dengan berdiri dari duduk bersandar ternyaman nya untuk menemui bunda tersayangnya.
Galih menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sang kakak, "lo selalu baik sama cewe kak, tapi kenapa lo malah selalu tersakiti sama cewe?"
Galih menarik nafasnya panjang dan ikut berjalan di belakang sang kakak, "kayanya gue harus cerita ini ke ayah deh, kalau ke bunda pasti nanti bunda banyak tanya tentang cewe yang lagi kakak deketin. Bunda 'kan engga setuju sama yang tomboy-tomboy" gumam Galih lagi ketika melihat punggung sang kakak yang kini bersda di hadapannya, yang sangat berusaha menahan desak dalam dirinya. Galih tau itu.
"Iya bunda ada apa?" tanya Gema dengan berusaha tenang.
"Bunda mau minta tolong, boleh nak?"
"Boleh bun"
"Tolong belikan kue di langganan bunda ya, tadinya bunda mau minta tolong ke Galih, katanya Galih mau ada acara keluar" ucap bunda.
Gema melihat ke arah Galih, Galih yang merasa di tatap nya pun hanya bisa memberikan sengiran andalannya itu, Galih memang ada acara dengan teman-temannya, namun ia urungkan karena ingin bertemu dengan sang ayah di perusahaannya.
"Oyaudah bun, Gema siap-siap dulu ya"
"Iya sayang" jawab sang bunda dan Gema pun kembali ke kamarnya untuk bersiap.
"Kok gue males banget ya" monolog Gema ketika sedang memilih baju untuk ia pakai.
"Ini demi bunda, Gema" semangat nya pada diri sendiri.
...****************...
"Udah siap?" tanya Erlan kepada Tisha.
Tisha mengangguk, "udah"
"Ayo kita berangkat"
"Oke" jawab Tisha.
"Emang kita mau kemana sih?" tanya Tisha ketika kini mereka berdua sudah berada di dalam lift untuk turun ke basement.
"Rahasia" jawab Erlan dengan senyum manisnya.
"Mulai rahasia rahasiaan ya" ucap Tisha dan mendapat kekehan kecil dari Erlan.
"Engga apa-apa dong" jawab Erlan dan diangguki oleh Tisha.
...****************...
"Ini lagu kok jadi pas banget sih sama apa yang gue rasain" ucap Gema ketika lagu dari Andmesh - Bisa Tanpamu, terdengar jelas di kedua telinganya.
__ADS_1