Twince LA

Twince LA
Pesta Barbeque


__ADS_3

“Apakah ini anak laki-laki yang tadi di tonjok oleh anakku?” tanya Adin karena sudah lima menit tidak ada di antara mereka yang membuka suaranya.


“Iya, anakku yang di tonjok oleh anak mu, Din” jawab Putri.


“Kami disini untuk meminta pertanggung jawaban dari anak anda, tuan dan nyonya Wijaya” timpal Rizki.


“Pertanggung jawaban dari bentuk apa ya?” tanya Ardi.


“Kamu, aku minta maaf ya tadi udah nonjok kamu, soalnya aku juga kesel sama kamu yang engga mau bantuin, Abay” Tisha bersuara untuk meminta maaf kepada Lio, karena Tisha dan anak Adin yang lainnya di ajarkan untuk meminta maaf terlebih dahulu jika memang salah oleh kedua orang tuanya.


“Engga. Aku engga akan maafin kamu. Kamu udah bikin muka aku kaya gini” jelasnya.


“Tapi 'kan kamu yang salah siapa suruh kamu engga mau bantuin, Abay?” jelasnya dengan nada tegas. Tisha sudah mulai tersulut dengan emosinya.


“Iya kamu 'kan tadi yang salah, seharusnya kamu minta maaf sama Abay, kenapa jadi kamu yang ke rumah kami?” kini Tikha yang bersuara.


“Tapi dia juga salah udah memukul wajah ku”


“Gini saja, Lio maafkan anak tante dan om ya. Tisha memang salah karena sudah memukul wajah Lio, tapi kan disini Lio juga salah Karena engga mau bantu Abay” akhirnya Adin pun bersuara karena sedari tadi dirinya melihat anatara ketiga anak itu tidak ada yang mau mengalah.


“Engga bisa. Anak ku tetap tidak bersalah” kini Rizki yang bersuara.


Melihat Rizki yang tidak menerima perkataan istri tercintanya, Ardi pun ikut membuka suarabdengan tegas “maaf sebelumnya. Jika anda tidak bisa menerima perkataan istri saya, sebaiknya anda keluar dari rumah kami ini. Karena disini anak saya juga sudah meminta maaf kepada anak anda tetapi anak anda tidak mau memaafkannya. Disini pun anak saya tidak sepenuhnya salah, anak saya hanya membela temannya yang sudah dikucilkan oleh anak anda. Benar apa yang di katakan oleh anak saya Tikha, seharusnya anda sekeluarga pergi menemui Abay bukan ke rumah saya untuk meminta pertanggung jawaban atas tindakan anak saya kepada anak anda. Saya harap anda bisa meninggalkan kediaman saya saat ini juga” tegas Ardi.


“Cih” celetuk rizki.


“Ayo kita pulang” lanjutnya lagi. Rizki dan keluarganya pun pergi meninggalkan kediaman Ardi Wijaya dengan amarahnya yang belum di keluarkan.


Flashback Off


"Jadi maksud kamu, si kembar itu yang sekarang jadi inceran kamu, Lio?"


Lio mengangguk "iya ka"


"Terus Tikha itu yang mana ya, Li? Jangan bilang yang udah nonjok kamu, yang tomboy itu?" tanyanya dengan wajah melongo.


"Dia kan galak, gimana kalau Lio melakukan kesalahannya sedikit aja pasti udah langsung kena bogem" gumam Lia sang kakak sambil Berigidig ngerih memikirkan hal itu.


Melihat sang kaka yang sepertinya sedang memikirkan sesuatu, Lio langsung memukul pundak sang kakak "engga usah mikir yang aneh-aneh deh lo, kebiasaan deh langsung mikir yang aneh-aneh aja kalau tentang gue" ucapnya seakan mengerti apa yang di pikirkan oleh Lia.


Lia hanya nyengir kuda "hehehe.Terus yang mana dong?"


"Yang satu lagi ka, bukan yang tomboy"


Lia manggut-manggut "dikira aku yang tomboy"


"Yey pikiran lo, lo kan tau gue itu engga suka sama cewe yang setengah-setengah"


"Setengah-setengah?" tanya Lia sambil mengerutkan keningnya.


"Iya ka, setengah cewe setengah cowo" jawabnya sambil terkekeh.


Lia yang mendengarnya ikut terkekeh sambil memukul pelan pundak sang adik "ada-ada aja kamu tuh"


"Tapi emang bener 'kan ka?" tanyanya dengan masih terkekeh.


"Iya terserah kamu deh, Li"


"Eh tapi kamu engga ada maksud lain kan, Li. Kamu bener-bener suka sama dia?"


"Menurut kakak?"

__ADS_1


"Engga tau lah, Li. Kan kamu yang jalaninnya juga"


"Liat nanti sih ka"


"Jangan aneh-aneh deh, Li. Yang dulu aja udah"


"Iya kakak ku sayang"


"Eh tapi dia tau engga sama kamu?"


"Kayanya sih engga ka"


"Apa mungkin belum" lanjutnya.


"Kayanya sih gitu ka"


***


"Kia maafin mami, papi, daddy dan mommy, tadi kami hanya becanda" ucap Mami Fris sambil terkekeh.


"Engga apa-apa ko tante" jawab Kia.


"Panggil mami sama seperti Ardan dan juga yang lain, anggap mami adalah mami kamu, nak" ucapnya sambil memeluk Kia.


"Terimakasih mami" jawabnya lagi sambil membalas pelukan mami Fris.


"Mommy juga minta maaf sayang"


"Engga apa-apa tante"


"Panggil mommy juga dong sayang, anggap kita semua ini keluarga kamu"


"Baik mommy"


"Engga apa-apa dad, Ardan mengerti. Memang Ardan salah sudah melangkahi abang-abang"


"Pria sejati" ucap Daddy Ardi sambil menepuk-nepuk pundak Ardan.


***


"Kia kamu engga apa-apa pulang malam nak?" tanya Amy Intan kepada Kia.


"Engga apa-apa Amy, Kia udah izin ko, Ardan juga udah izin"


Intan mengangguk "kalian besok sekolah, 'kan?"


"Iya Amy, besok sudah masuk sekolah"


"Sebentar lagi kalian Ujian dong ya?"


"Iya Amy, doakan ya Amy, semoga lancar"


"Amin sayang"


"Setelah lulus kamu di lanjut kemana, Ki?" kini Adrina yang bertanya. Adrina adalah istri dari Satya anak pertama dari Aulia dan Andre.


"Pengennya sih London ka, tapi engga tau nih aku harus bilang dulu sama kakak ku"


"Apapun itu semoga pilihan kamu yang terbaik ya, Ki"


Kia mengangguk "terimakasih ya ka"

__ADS_1


"Kakak kamu laki-laki, Ki?" tanya mimi Aulia.


"Iya mi, ka Erlan namanya"


"Pasti ganteng" pujinya.


Kia tersenyum "Ardan dan yang lainnya juga engga kalah ganteng ko, mi"


"Ah bisa aja kamu" ucap mimi Aulia membuat Kia tertawa.


"Amy titip Ilen ya Ki" ucap Amy Intan.


"Ilen?"


Intan mengangguk "Sailendra, Ki. Kalau di keluarga, semuanya memanggilnya dengan sebutan Ilen"


"Loh kenapa, Amy? Tapi kalau di sekolah mereka manggilnya dengan sebutan Sai"


"Ilen nama kecilnya, Ilen yang minta sama saudara dan saudarinya untuk memanggil mereka dengan sebutan Sai"


Kia mengangguk "oke Amy, nanti Kia jagain deh Ilennya"


"Makasih ya sayang"


"Iya Amy"


***


"Queen" panggil Kalan.


"Yes Prince"


"Tolong ambilkan dagingnya ya di dalam"


"Oke Prince"


Baru tiga langkah twince sudah di panggil. kembali oleh sang kakak "Queen"


Twince membalikan badannya "Yes Prince"


"only one, not both"


Twince mengangguk "kamu aja, Kha. Aku yang disini"


"Oke" jawab Tikha sambil mengangkat jempolnya.


***


"Bang, aku mau kipasin dong" ucap Tisha kepada Kalan.


"Nih" jawabnya dengan memberikan kipas yang sedang ia pegang.


"Bang Ardan, ka Kia mana?" tanya Tisha kepada Ardan.


"Noh lagi rumpi sama ibu-ibu komplek" jawabnya dengan menunjuk ke arah kumpulan ibu-ibu.


Tisha mengikuti arah telunjuk Ardan dan menggelengkan kepalanya "bentar lagi juga otak Ka Kia jadi engga waras" celetuknya.


"Iya bener tuh, bang tarik bawa sini ka Kianya, kasian keliatan banget tertekannya" timpal Zahra.


"Tertekan dari mana? segitu lagi cekikikannya, Zahra" kini Reysha ikut menimpali.

__ADS_1


"Iya juga" kata Zahra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


__ADS_2