Twince LA

Twince LA
Kenapa Lo Usik, Tisha?


__ADS_3

"Emang lo tau Ga tempatnya?"


"Engga bos"


Pletak ... satu toyoran lolos di kepala Angga.


"Kalau lo engga tau tempatnya, kita mau datengin siapa, Angga?"


"Sebentar lagi Ivan kasih kabar, bos" jawab Angga dengan santai, Erlan yang mendengarnya mengangguk, karena dari tiga sekawan itu yang jago IT hanya Ivan, Ivandra.


Tring... ponsel Angga berdering "kita udah dikirim share locknya"


"Oke, tambah lagi kecepatannya"


"Siap bos"


***


"Tempat apa ini?" tanya Tisha pada dirinya sendiri.


"Bener 'kan ini tempatnya?" tanyanya lagi sambil melihat sekelilingnya hanya ada satu tempat seperti gudang yang sudah tidak terpakai tepatnya seperti "Markas".


"Kenapa jadi serem begini sih?"


"Coba deh gue chat lagi ka Niko nya"


^^^@latishaelean_prastwjy^^^


^^^Ka ini alamatnya bener? ko serem amat ya^^^


Dret... dret.. ponsel Tisha bergetar ternyata itu adalah pesan masuk dari Niko.


@niko.ptr


Lo dimana, Sha?


^^^@latishaelen_prastwjy^^^


^^^Di balik pohon besar ka, deket sama gudang kosong^^^


@niko.ptr


Oke gue kesitu.


^^^@latishaelen_prastwjy^^^


^^^Oke^^^


"Sha, Tisha" panggil Niko dengan suara setengah berbisik.


Tisha menoleh "ka ini serius 'kan? Lo lagi engga becanda 'kan?"


"Ngapain juga gue becanda, Sha. Bisa abis gue di bunuh Kalan"


"Iya juga"


"Lo kesini sendiri, Sha?"


"Ya menurut lo gue sama siapa, ka?"


"Takutnya lo sama kembaran lo, biasanya kan lo selalu berdua"


"Santai aja gue sendiri ko, lagian feeling gue udah engga enak jadinya gue engga ajak dia"


Niko mengangguk dan melihat penampilan Tisha dari atas sampai bawah "lo beneran Tisha 'kan?"


"Iyalah ka, gue Tisha. Kenapa? Ada yang aneh sama penampilan gue?"


"Lebih mirip gengster"

__ADS_1


"Yey ngarang"


"Woy ngapain kalian malah ngobrol" ucap Reno lagi setengah berbisik.


Niko memukul jidatnya pelan "lah iya ngapain juga kita ngobrol yak?"


"Yaudah ayo Tisha ikut kita. Lo engga penakut 'kan?"


"Sebenernya engga, tapi kalau liat kaya gini gue jadi rada was-was ka. Eh tapi lo engga bakal apa-apain gue 'kan?"


"Engga bakal Tisha, kalau sampe kita ngapa-ngapain lo, kita bakal abis sama si Gema sama kaka lo juga"


"Awas aja lo"


"Iya iya. Yaudah lo di belakang kita ya"


"Oke"


Reno, Niko dan Tisha berjalan pelan dengan setengah badan rada di bungkukkan "cape juga jalan begini" keluh Niko.


"Lagian Ren, ngapain juga sih kita jalan begini, ini kan markas yang biasa kita datengin"


"Lah iya juga ya, ko jadi bego"


Tisha yang mendengarnya memukul Reno dan juga Niko "becanda mulu deh ka, gue udah dagdigdug nih, Lama-lama gue balik kalau begini terus"


"Sorry sorry, lagian si Niko sadarnya lama banget" ucap Reno menyalahkan Niko.


"Lah lu ngapain nyalahin gue? Jelas-jelas lu yang salah, Reno"


"Ck udah lah gue aja yang masuk sendiri" putus Tisha akhirnya.


"Eh eh jangan, tungguin kita" ucap Reno.


Tisha tidak menggubris ucapan Reno, Tisha tetep berjalan menuju pintu yang akan dirinya buka.


***


"Ini tempat yang biasa gue datengin sama anak-anak"


"Oh"


"Terus kenapa lo ngajak gue kesini?"


"Gue mau ngomong penting sama lo, Sha"


"Tentang?"


"Hal yang engga gue suka"


"Maksudnya?"


Gema mendekat ke arah Marsha dengan sorot mata yang tajam "Sha, gue udah pernah bilang 'kan jangan pernah sekali-kali lo usik apa yang gue suka!"


"Hem"


"Tapi kenapa lo usik cewe yang gue suka, Sha?"


"Ma.. maksudnya apa sih, Gem"


"Kenapa lo usik Tisha?" tanyanya dengan memegang dagu Marsha dengan sangat kuat.


"Gu.. gue engga usik Tisha ko, Gem" jawabnya dengan nada ketakutan dan mulai terisak.


"Gem.. sakit" lirihnya.


"Elo itu belum tau gue gimana, Sha. Seharusnya lo ikutin apa yang gue bilang, kalau kata gue jangan ya jangan, Marsha Kila"


"Asal lo tau gue engga akan segan-segan untuk menyakiti siapapun yang berani usik ke pemilikan gue walaupun itu wanita sekalipun!"

__ADS_1


"Gem.. sakit"


"Liat gue Marsha!"


Marsha melihat wajah Gema yang sudah memerah menahan amarahnya "gue tau lo baru nahan amarah lo, Gem. Engga tau kenapa gue tetep sayang sama lo walaupun lo kasar sama gue, gue yakin suatu saat nanti lo bakal jadi milik gue" gumam Marsha dalam hati.


"Lo.. "


"Ka Gema lepasin ka Marsha!" teriak Tisha.


Gema yang mendengar suara sang pujaan hatinya langsung melepaskan tangannya dari dagu Marsha "Tisha" panggilnya dengan suara lembut dan berusaha menetralkan amarahnya.


"Kenapa lo harus datang, Sha?" gumam Gema.


"Assh.. " ringis Marsha menahan sakit.


"Lo apain ka Marsha?" Tanya Tisha.


Dan


Bugh... Tisha melayangkan satu tendangan ke arah Gema.


"Gema!" teriak Reno dan juga Niko.


"Lo engga apa-apa ka?" tanya Tisha kepada Marsha.


"Engga usah pegang-pegang gue" ucap Marsha tanpa mau menjawab pertanyaan Tisha.


"Lo apain Gema? Kenapa lo tendang dia?" Marsha balik marah kepada Tisha dan langsung menghampiri Gema untuk menolongnya.


"Elo engga apa-apa, Gem?"


"Heh?" Tisha melongo, kenapa jadi dirinya yang di salahkan? bukannya berterimakasih malah dirinya yang kena semprot.


"Loh, gue nolongin elo kenapa lo malah marahin gue? Stress emang"


"Males banget gue dateng kesini, kalau akhirnya banyak drama, meningan gue balik" ucap Tisha.


"Sha, kamu mau kemana?" tanya Gema.


"Engga usah pegang-pegang tangan gue"


"Oh ya, selagi gue disini dan banyak orang yang denger. Satu hal ka yang harus lo inget, jangan lagi lo deketin gue, dan bilang sama cewe lo ini kalau elo yang selalu ngejar-ngejar gue dan selalu deketin gue, bukan gue yang selalu ngejar dan deketin lo"


"Paham lo?"


"Sha lo engga bisa lepas gitu aja dari gue, gue sayang sama elo dan gue.."


Bugh... satu tendangan lagi begitu saja lolos dari seorang pria tampan yang baru saja datang.


"Assh... " ringis Gema.


"Heh?" Tisha kembali melongo dengan serangan tiba-tiba itu.


"Woy monyet siapa lo?" teriak Reno karena tidak terima dengan serangan dadakan itu.


"Lo engga perlu tau siapa gue, jangan lo gangguin Tisha lagi, kalau lo berani ganggu Tisha lo berhadapan sama gue!"


"Heh ko gue? Dia, siapa?" gumam Tisha masih dengan mode lemotnya.


"Lo siapanya Tisha, setan?" kini Gema yang bersuara.


"Calon suaminya"


Jedaar...


"Calon suami?" celetuk Tisha begitu pun dengan Niko, Reno, Gema dan juga Marsha yang terkejut mendengar perkataan pria yang tak dikenalnya.


"Jangan asal ngomong aja lo setan" teriak Gema dan terjadilah perkelahian di dalam markas Gema.

__ADS_1


__ADS_2