
Terdengar alunan lagu nan indah dan menyejukkan hati di pagi hari dengan suasana puncak yang sangat sejuk. Pagi ini adalah pagi terakhir di puncak, karena nanti malam pukul 7 sudah harus kembali lagi ke Jakarta.
"Ki" panggil Rea.
"Iya Re, ada apa?"
"Nanti malam kan malam terakhir kita di sini"
"Hmm terus?"
"Aku mau kita ngobrol-ngobrol dulu sebentar sambil jalan-jalan"
Kia menaikkan satu alisnya karena merasa aneh "bukan setiap hari juga dirinya dan juga Rea selalu mengobrol?" begitu isi pikiran kia.
"Ki, jangan aneh gitu ah ngeliatnya" ucapnya.
Kia pun terkekeh "abis kamu aneh sih Re, kan biasanya juga kita ngobrol dimana aja, kapan aja. Ko kamu malah minta buat ngobrol sambil jalan-jalan lagi. Udah kaya wasiat aja deh"
"Kalau bukan karena Ardan aku juga engga bakal selinglung ini Ki ngajakin kamu ngobrol. Bodohnya gue malah ngajakin elo ngobrol, bodohnya Rea" gerutunya dalam hati.
Rea pun tersenyum "ih amit-amit deh Ki, amit-amit" ucapnya sambil komat kamit.
"Hahaha" Kia tertawa renyah.
***
"Gem" panggil Marsha.
"Hem?"
"Lo lagi sibuk?" tanya Marsha basa-basi. Karena kini Gema akan berjalan ke tenda milik Tisha dan kawan-kawannya.
"Sebenernya gue tadi mau kesana, emangnya ada apa, Sha?" tanya Gema.
"Mau ada yang gue bicarain sebentar"
"Boleh" jawab Gema.
Gema dan Marsha pun duduk berhadapan di depan tenda milik Gema.
"Ada apa, Sha?" tanya Gema.
Marsha yang sedari tadi sudah panas dingin karena gugup hanya mampu menarik nafas dan membuang nafasnya saja sambil mengenggam jari-jarinya. Marsha sangat amat gugup kali ini.
Gema yang melihat itu, merasa aneh. Ada apa dengan Marsha? teman sejak pertama kali masuk ke SMA SATYA.
"Sha?" panggilnya lagi.
"Ya?"
__ADS_1
"Ada apa?"
Terlihat Marsha kembali membuang nafasnya kasar dan memejamkan matanya sesaat, kemudian..
"Gem, selama ini gue suka sama lo. Gue sayang sama lo, sejak pertama kali gue liat lo sewaktu masa MOS kita, gue udah suka sama lo" ucap Marsha dengan sekali tarikan nafas.
Gema membulatkan matanya mendengar penuturan dari Marsha "apa katanya, suka sama gue?"
"E... elo suka sama gue, Sha?"
"Iya Gem, gue suka sama lo"
Gema berusaha menetralkan rasa keterkejutannya "maaf Sha, gue engga suka sama lo. Gue udah suka sama cewe lain"
Marsha sudah tau akan penolakan ini, Marsha sadar, Gema memang tidak menyukainya "terus lo suka sama siapa, Gem? Tisha?" lanjutnya lagi.
"Ya" jawab Gema mantap.
Marsha menganggukkan kepalanya "sudah gue duga"
"Gue kurang apa sih, Gem?"
"Kenapa lo lebih suka Tisha, dari pada gue?" cerocos Marsha sambil mengepalkan tangannya.
"Ada yang istimewa dalam diri Tisha dan itu engga di miliki oleh diri elo, Sha. Gue harap lo ngerti" telak Gema dan bangkit dari duduknya meninggalkan Marsha sendiri dengan wajah yang menahan tangis dan juga amarah karena penolakan.
***
"Gila si Gema di tembak si Marsha, Nik" bisik Reno ketika tidak sengaja mendengar obrolan antara Gema dan juga Marsha.
"Gila sih, jaman sekarang cewe yang nembak cowo bro" timpal Niko sambil terkekeh.
"Pesona bad boy Gema emang bukan main"
"Hahaha gila lo" jawab Niko sambil menoyor kepala Reno.
"Lah kita kenapa jadi ghibah?" sadar Reno.
"Lah iya, udah kaya emak-emak komplek"
Setelah mengatakan itu Reno dan juga Niko pergi dari tempat persembunyiannya, karena sudah tahu bahwa Marsha akan di tolak oleh Gema yang notabennya sangat menyukai Tisha.
***
"Gue deg-degan begini anjir" celetuk Ardan yang sudah tak enak diam sedari tadi.
"Ck, elo yang mau kaya gini, Dan" ucap Miko kepada Ardan.
Ya memang semalaman Ardan tidak bisa tidur sampai Miko dan juga Kalan terbangun dari tidurnya karena Ardan yang terus mengusik mereka dalam tidurnya.
__ADS_1
Flashback On
"Ck, lo kenapa sih, Dan?" emosi Miko. Lihatlah jika sedang emosi Miko mirip sekali dengan ayahnya, Nicholas yang sangat menyeramkan dengan muka sangarnya.
Ardan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda "hehe sorry gue engga bisa tidur"
Kalan memijat pelipisnya pelan "kenapa, Dan? Ada masalah?" tanya Kalan.
"Gue bingung, Lan. Gue suka sama Kia, gua takut Kia diambil sama orang" keluhnya.
"Ck, itu lagi itu lagi. Liat waktu dong lu kalau mau kasmaran, sekarang ini jam berapa, Ardan" ketus Miko.
"Sorry sorry" ucap Ardan.
"Udah udah, kenapa jadi ribut begini. Gini aja Dan, karena besok hari terakhir kita disini, kenapa engga lu coba gunain buat ungkapin perasaan lo ke si Kia?"
Miko pun menjentikan jarinya untuk membenarkan ucapan Kalan "bener juga tuh, udah Dan, usulan dari Kalan emang yang paling bener"
"Nanti kita bantuin buat dekor tempatnya, lo tenang aja" lanjut Miko.
"Oke deh. Makasih banyak" final Ardan.
"Udah kan? Udah gua mau tidur lagi" ucap Miko.
Ardan pun menganggukkan kepalanya "sorry"
"Santai" timpal Kalan dan mereka bertiga pun kembali tidur.
Flashback Off
Kini Kalan, Miko, Reysha dan juga si kembar tengah menyiapkan segala sesuatunya dari mendekor tempat seadanya, sebenarnya walaupun tidak di dekor pun tempat ini sudah cukup bagus untuk mengungkapkan perasaan kepada seorang wanita dengan latar belakang pegunungan yang indah.
"Lan, liat deh si Ardan lagi komat kamit aja dari tadi" bisiknya kepada Kalan sambil terkekeh melihat Ardan yang sepertinya sedang menghafalkan kalimat-kalimat romantis yang akan di ucapkannya nanti di hadapan Erasma Adzkia Arayyan, wanita yang sudah mengambil hati Ardan si pria petakilan sejak kelas 11 SMA.
Kalan pun ikut terkekeh melihatnya dan menggelengkan kepalanya "dasar Ardan sama banget kayanya sama om Rijal"
"Namanya juga anaknya, Kalan"
"Iya, lo juga mirip banget sama om Nicholas" timpalnya sambil terkekeh.
Pletak... Miko menggeplak kepala Kalan "itu bokap gue" sengitnya.
Kalan semakin terkekeh "iya gue tau ko kalau itu bokap lo, engga ada yang bilang kalau om Nicholas itu bokap gue ko, Mik" ledeknya.
"Ck, yayaya gimana tuan muda Wijaya saja"
"Wish jangan bawa-bawa marga juga dong" kesalnya, karena memang Kalan paling tidak suka jika marganya di bawa, karena ketika marganya di bawa Kalan merasa mereka selalu sungkan kepadanya, karena keluarga Wijaya adalah keluarga yang paling di takuti dari semua kalangan.
"Sorry sorry" ucap Miko dan Kalan pun menganggukkan kepalanya sambil melanjutkan proses dekor mendekornya.
__ADS_1