
"Woy lah, pajaknya kenapa?" celetuk Reysha kepada Elvana yang masih saja menutupi wajahnya dengan buku.
"Gilaa engga sih, temen kita yang satu ini bisa naklukin si raja dingin Rendra dong" ledek Tikha kepada Elvana.
"Woy lah, kita harus ganti nama Elvana menjadi queen of the year 2022 kategori wanita yang dapat mencairkan es batu 3 pintu" teriak Reysha dan mendapatkan tepuk tangan dari seluruh anak kelas X IPS 5.
"Ey apa banget sih" getutu Elvana kepada Reysha yang baru saja mengumumkan bahwa Elvana menjadi queen of the year 2022 dengan kategori wanita yang dapat mencairkan es batu 3 pintu.
Tikha menoel dagu Elvana, "kamu kali ah yang apa banget" ledek Tikha membuat wajah Elvana memerah di buatnya.
"Males banget lah aku" katanya sambil menutup kembali wajahnya dengan buku.
Sama seperti Elvana yang sedang di ledekin habis-habisan oleh sang teman dan di bantu oleh tema satu kelasnya, Rendra pun sama sedang di ledekin habis-habisan oleh Lio dan juga Kenan di rooftop.
"Li, Li" panggil Kenan.
"Yo Nan?"
"Lo percaya engga sih Li, kata orang tuh ya kalau cowonya cuek pasti bakal dapetin cewe yang cerewet, biar hubungannya awet jadi engga sama-sama kaya patung pas ketemu" ledek Kenan.
Lio pura-pura berfikir, "awalnya sih gue engga percaya kata orang Nan, tapi kalau gua liat sendiri buktinya, ya kayanya gue percaya deh mulai sekarang" balas Lio.
Berbeda dengan Rendra yang masih tetap memejamkan matanya mendengar ledekan dari sang sahabat, bukan Rendra tak ingin membalasnya, tapi dirinya masih menahan rasa malu dari teman-temannya, apalagi tadi dirinya reflek sangat luar biasa buat dirinya malu sampai akar.
"Lo tau engga sih Li, ayam tetangga gue mati karena nahan malu gara-gara hal reflek" celetuk Kenan membuat dapat tampolan sedap karena reflek dari Rendra.
"Setan" ucapnya dengan wajah tanpa dosa karena sudah menampol Kenan.
Lio yang melihat itu pun tertawa terbahak-bahak di buatnya, "double kill bukan tuh?" tanya Lio sambil tertawa terbahak-bahak.
Bagaimana tidak double kill, sudah di bilang Setan kena tampolan pula dari Rendra, sudah bisa dirasakan tampolan reflek dari orang pendiam.
"Muka gue bonyok anying" gerutu Kenan.
"Ya lagian lo ngomongnya macem-macem bae"
"Ya engga usah pake hadiah tampolan reflek dari elu lah"
"Bodo amat" jawab Rendra dengan kembali memejamkan matanya.
"Eh btw lo dari kapan sama si Elvana?" tanya Lio sambil mencoba mentralkan tawanya.
"Baru satu minggu" jawab Rendra singkat dengan masih menutup matanya.
Lio memukul pundak Rendra, "gila lo udah satu minggu kita baru pada tau, parah sih"
"Parah banget sih menurut gue" timpal Kenan.
"Sengaja" jawab Rendra santai.
"Lo kaga anggep kita temen apa?" tanya Kenan.
Rendra membuka matanya, "anggep, tapi belum waktu yang pas buat gue cerita waktu itu. Mangkanya gue belum ceritain ke kalian berdua, tadinya gue mau ceritain nanti malem sambil kita nongki, tapi keburu gue reflek yaudah deh" jelas Rendra dan kedua temannya pun menganggukkan kepalanya.
"Eh btw ujian kelas XII kapan sih?" tanya Kenan.
"Bulan depan kayanya, kenapa?" tanya Lio.
"Gue pengen cepet clasmeet" jawab Kenan.
__ADS_1
"Dih pengen banget lo clasmeet"
"Iya pengen cepet libur gue, puyeng bangett gue sekolah" katanya.
"Abis dari sini kalian mau kemana?" lanjut Kenan dengan wajah yang seriuss.
Lio mengusap kasar wajah Kenan, "baru kelas X anjir udah nanyain lulus aja lu"
"Ya namanya juga nanya"
"Gue kuliah d Jakarta, lagian di Jakarta juga banyak universitas yang bagus" jawab Rendra dan diangguki oleh Kenan.
"Gue luar negeri kayanya, ngikutin jejak kakak gue, Lia" jawab Lio.
"Pisah dong kita" keluh Kenan.
"Jiji banget gue dengernya" kata Rendra sambil memberikan wajah jiji kepada Kenan.
...****************...
"Apy" panggil Tisha di dalam mobil.
"Iya Sha?"
"Boleh mampir sebentar?"
"Kemana sayang?"
"Satya Medica"
"Enggak!" bukan Apy Hans yang menjawab melainkan Sailendra yang menjawabnya, Sailendra tau bahwa Tisha ingin menemui Gema di Satya Medica.
"Engga apa-apa, lagian kita udah di tungguin juga sama daddy"
"Sebentar aja kali Ilen"
"Gue tau ya Sha, gue bilangin bang Kalan mau lo?"
"5 menit aja, Len"
"Gak!"
"Jenguk orang sakit dapet pahala lo Len"
"Sejalan kapan lo jadi Tikha? Lo engga pernah percaya ya sama yang kaya begituan"
"Sejak hari ini gue percaya"
"Udah engga apa-apa sebentar doang ini, Len" sang Apy menengahi.
"5 menit"
"Oke" jawab Tisha dengn tersenyum.
...****************...
"Kak kenapa lo jadi gini anjir, lo lemah banget bege" ucap Galih dengan lirih karena melihat dang kakak terkujur lemah di atas brankar rumah sakit ruang ICU.
"Lo engga kasian apa sama ayah dan bunda yang harus bolak balik ke rumah sakit buat jagain lo doang, kak"
__ADS_1
"Meningan kaya gue anjir engga kenal cinta dari pada lo malah bikin sengsara diri sendiri"
"Dulu ka Viona sekarang Ka Tisha kenapa cewe lo tuh orang orang yang susah banget buat lo gapai?"
"Kenapa ka kenapa?"
"Lo jelek tau engga kaya gini, gue kangen berantem sama lo kak, gue kangen banget anjir"
"Lo tau egga sih, biaya rawat disini itu mahal banegt ka Gema, lo mau bikin ayah bangkrut dengan biaya hidup lo disini?"
"Gue tau lo lagi berusaha untuk bangun 'kan?"
"Ya ayo dong lama banget sih kak"
"Apa yang buat lo nyaman banget tidur, lo lagi mimpi indah kah disana?"
"Sadar woi sadar, masih banyak orang yang sayang sama lo disini ege, ayah, bunda, gue, cewe yang suka sama lo"
"Eh emang ada ya?"
"Pasti ada lah, secara abang gue ganteng begini"
"Gue udah kaya orang gila anjir, ngomong sendiri"
"Cepet bangun kenapa si kak"
"Susah banget ya Tuhan"
"Marah banget gue sumpah, mau gue tonjok kalau lo engga bangun-bangun sampe besok"
"Awas ya lo kalau lo engga bangun bangun sampe besok"
...****************...
Tok... Tok..Tok... Pintu ruangan Erlangga di ketuk dari luar.
"Masuk" ucap Erlangga dari dalam.
Seseorang yang mengetuj pintu itu pun membuka pintunya dan masuk ke dalam ruangan milik Erlangga.
"Lan" panggilnya.
Seakan tak asing di telinganya, Erlangga pun langsung mengangkat kepalanya
Dan
Bugh....
"Maksud lo apa?" teriak Erlangga kepada Ivan.
Ivan yang memang sudah tau tentang Erlangga yang akan mengamuk pun pasrah di buatnya, "so... sorry" ucapnya.
"Gue udah pernah kasih ampun buat adik lo Daffa dan lo yang akan tanggungjawab atas perbukitan dia, dan ini apa Van, ini apa?" teriak Erlangga lagi dengan masih memukuli Ivan.
Ceklek...
"Woi anjir lah, jangan berantem di kantor ege" teriak Angga ketika baru saja masuk ke dalam ruangan Erlangga dan terkejut ketika Erlangga sedang memukuli Ivan.
Angga pun langsung mengunci pintu ruangan Erlangga dan membuatnya menjadi kedap suara agar tidak ada yang mendengarnya.
__ADS_1
Angga langsung memisahkan kedua sahabatnya itu, "Ivan bisa mati Erlangga!" teriak Angga dengan tegas.