
"Aku engga nyangka kalau yang di panggil om tadi itu kakak kamu, sayang" ucap Ardan kepada Kia ketika sudah berada di dalam mobil untuk mengantarkan Kia pulang.
"Aku juga engga nyangka sayang"
"Aku awalnya kaget pas liat ka Erlan ada di sana" lanjut Kia.
"Aku lebih kaget pas kamu bilang kakak" kekehnya, mendengar hal itu Kia ikut terkekeh bersama dengan Ardan.
***
"Dadd" panggil Kia.
"Udah pulang, Ki?"
"Udah dad, oya dad ka Erlan pulang ke apartemennya"
"Malam ini?"
"Iya dad, tadi ketemu sama Kia"
"Ketemu dimana? Bukannya kakak kamu sama Angga pergi ke kantor?"
"Di rumah daddy Ardi"
"Ardi?"
Kia mengangguk "iya dad, daddynya Tisha, omnya Ardan"
"Loh, ko bisa?"
"Bisa dong dad"
"Asik banget nih, lagi ngobrolin apa sih?" timpal sang mommy ketika baru saja kembali dari dapur.
"Eh mommy"
"Iya sayang"
"Lagi ngobrolin apa sih, dadd?"
"Itu katanya Erlan engga pulang ke rumah utama"
"Terus kemana? Ke apartnya?"
"Iya mommy"
"Yaudah engga apa-apa, lagian emang dia begitu engga betah banget di rumah ini"
"Terus tadi Kia ketemu kakak di rumahnya daddy Ardi"
"Loh, ngapain?"
"Ish, mommy sama daddy tau engga sih, kalau cewe yang selama ini ka Erlan tunggu itu anaknya daddy Ardi"
"Hah? Yang bener kamu, Ki?"
"Bener mommy, daddy"
"Sebentar-sebentar, siapa nama anaknya?"
"Tisha, Latisha"
"Apa itu wanita masa kecilnya kakak kamu ya Ki?" tanya sang mommy.
Kia mengangguk dengan sangat antusias "iya mom benar"
"Wah, ternyata kakak kamu tipe setia ya, dikira mommy kakak kamu gay" celetuknya, membuat Kia dan sang daddy tertawa mendengarnya.
"Mommy, itu kakak aku yaa" kata Kia pura-pura merajuk.
"Iya sayang" jawab sang mommy.
***
"Loh, daddy mau kemana dad? Hari ini 'kan libur" tanya Nathan yang melihat sang daddy sudah rapih dengan pakaian santainya.
"Mau ada urusan dulu sebentar"
"Oh, sama mommy juga dad?"
"Engga nak, mommy di rumah" timpal mommy.
"Oh yaudah" jawabnya sambil menganggukkan kepalanya.
"Mommy antar daddy ke depan dulu ya"
__ADS_1
"Oke"
***
"Kakak-kakak kamu kemana, Nath?" tanya sang mommy ketika sudah kembali.
"Ka twince lagi ke mall mom"
Mommy yang mendengarnya mengerutkan keningnya "Tisha juga?" tanyanya.
"Iya"
"Ko tumben?"
"Paksaan kali mom" jawabnya sambil terkekeh, sang mommy yang mendengar juga ikut terkekeh.
"Kalau ka Kalan?"
"Ade engga tau tuh mom, tadi dia udah rapih banget soalnya"
"Mungkin main"
"Emang ka Kalan suka main, mom?"
"Engga juga sih, tapi ya mungkin kakak kamu udah sadar de kalau refreshing juga perlu"
"Bener juga ya mom" jawabnya sambil terkekeh.
"Iya engga kaya kamu, yang selalu main kesana kesini" ledeknya.
"Yakan ade juga kaya gitu, mom. Ade juga butuh refreshing" jawabnya sambil terkekeh.
"Dasar kamu" ucap sang mommy.
"Tapi ade bener 'kan mom?"
"Iya ade selalu benar 'kan?"
"Iya mom"
"Terus ini kenapa belum jalan-jalan keluar, tumben?"
"Lagi males mom, lagi pengen sama mommy nih" jawabnya sambil menyimpan kepalanya di atas paha sang mommy.
"Duh manjanya anak bungsu mommy"
"Iya dong engga apa-apa"
"Mom, Nathan engga mau jadi kaya daddy engga apa-apa, mom?"
"Maksudnya?"
"Engga mau kerja di perusahaan daddy"
Adin tersenyum mendengarnya "engga apa-apa sayang, itu hak kamu, mau kerja di perusahaan daddy ataupun engga. Daddy dan mommy engga akan paksa anak-anak mommy, mommy engga mau kalau kalian engga nyaman jadinya"
"Makasih ya mom, lagian Nathan liat-liat juga kayanya ka Kalan deh yang bakal nerusin perusahaan daddy"
"Kenapa seperti itu?"
"Ya Nathan liat aja, ka Kalan punya potensi yang bagus dan minat yang tinggi untuk nerusin perusahaan daddy, hem kalau di pikir-pikir ka Tisha juga sama mom, punya minat yang tinggi juga ke perusahaan"
"Hem mommy juga melihatnya seperti itu, semoga aja ada diantara kalian yang mau meneruskan perusahaan daddy"
"Iya mom"
"Kamu mau jadi apa, de?"
"Nathan?"
"Nathan mau jadi dokter bedah mom, kayanya seru"
"Cita-cita dan impian itu boleh setinggi langit de, tapi engga boleh karena seru, tapi karena niat dari hati kamu, kamu mau jadi apa, biar nanti kalau suatu saat kamu menjalankan apa yang sudah kamu jalankan kamu engga akan merasa bosan dan terus mengeluh ketika sedang lelah" nasihat mommy.
"Iya mom, Nathan ngerti"
"Iya, jadi sekarang kamu harus fokus dulu sama yang namanya sekolah, no main cewe-cewe, berteman boleh tapi kalau untuk berhubungan mommy sarankan jangan dulu ya de, takut mengganggu waktu belajar kamu"
"Iya mom, tapi Nathan punya inceran cewe mom"
"Inceran?"
"Iya mommy, dia itu cantik, baik, pendiam pake hijab lagi"
"Terus?"
__ADS_1
"Aku suka"
"Suka?"
"Iya mom, Nathan suka sama dia"
"Tapi kamu masih SMP, de"
"Nathan tau mom, tapi Nathan janji engga akan punya hubungan dulu kok, lagian cewe itu juga kayanya engga mau pacaran mom"
"Iya karena kalian masih kecil, masa masih kecil udah tau sama yang namanya pacar-pacaran sih de"
"Hehehe"
"Jadikan dia temanmu saja ya Nathan"
"Iya mommy"
"Gitu dong, itu baru anak mommy"
"Ya itu baru mommynya Nathan" menimpali ucapan sang mommy dan membuat keduanya tertawa bersama.
***
"Disini emang ketemunya?" tanya Ardan.
"Iya gue minta disini, kenapa?"
"Engga apa-apa sih, tapi ini engga ada ribut-ribut 'kan?" tanya Ardan.
Kalan menggeleng "engga ada ko, lo tenang aja, Dan. Engga akan ada yang terluka dan dilukai disini" tegas Kalan.
"Oke gue percaya sama lo"
"Thanks"
Ardan mengangguk "Nah terus kita nunggu dimana dah?" tanya Ardan.
"Kita cari tempat aja deh, Dan" timpal Miko.
Ardan menganggukkan kepalanya "oke, ayo kita cari tempat yang enak" ajaknya kepada Miko.
"Yaudah Lan, kita tinggal ya"
"Oke" jawabnya.
***
"Selamat siang tuan Ardi" sapa Erlan.
"Siang"
"Silahkan duduk"
"Ya terimakasih" ucpanya dan diangguki oleh Erlan.
"Mau pesan apa, tuan?" tanya Erlan sopan.
"Panggil om saja, Lan"
"Baik om"
"Om mau pesan apa?" tanya Erlan lagi.
"Samakan saja denganmu"
"Baik" jawabnya dan Erlan memesankan pesanan untuk daddy Ardi.
"Jadi apa ada yang bisa saya bantu, om?" tanya Erlan ketika sudah memesankan pesanan daddy Ardi.
"Sebenarnya saya tidak ingin meminta bantuan apapun kepada mu nak"
"Lalu om?"
"Saya hanya ingin mengobrol santai saja"
"Oh baik om"
"Sejak kapan kamu kenal dengan Tisha?"
"Sejak kecil, sejak kami berusia 6 tahun om"
"Sejak kecil?"
Elan mengangguk "iya om, maaf om sebelumnya saya tidak begitu percaya jika om belum mengenal saya sekarang mengingat bahwa om adalah orang nomor 1 di kota ini"
__ADS_1
Ardi mengangguk "Ya saya tau, anda adalah Abay, teman pria masa lalu anak saya, Tisha" ucapnya.