
"Yaudah kuy lanjut lagi kita nyanyi" kata Reysha.
"Kuy" jawab Agas.
Jreng..
Mungkin sudah saatnya kan ku akhiri masa kesendirian.
Mempersiapkan hati tuk melamarmu, terimalah diriku..
Mungkin saat ini ku akan melepas masa lajangku kan ku persunting dirimu...
Jadilah pasanganku dan hidup menua bersamaku.. terimalah cintaku..
Gema semakin dibuat terpesona dengan Tisha yang sedang bernyanyi sambil memetik sinar gitar miliknya.
Lihatlah bad boy SMA SATYA sangat tampan sekali jika sudah senyum seperti ini, bikin meleleh jantung ade bang.
"Gem kayanya lo makin betah deh disini" celetuk Niko yang melihat Gema sedang memandang Tisha dari jarak yang tidak begitu jauh.
Gema menganggukkan kepalanya "setelah ini gue yakin bakalan sering-sering kesini deh" jawabnya.
"Gue juga yakinnya begitu sih" timpal Reno.
"Eh ngomong-ngomong si Elvana cantik juga" lanjut Reno ketika melihat Elvana yang tersenyum dan ikut bernyanyi.
Gema dan Niko mengerutkan keningnya ketika mendengar pernyataan dari Reno "lo ngomong apa Ren barusan?" tanya Niko.
Seakan tersadar dengan ucapannya Reno menggelengkan kepalanya "engga gue engga ada ngomong apa-apa"
"Tapi gue ada denger lu sebut-sebut nama Elvana deh Ren, iya kan Gem?"
"Iya bener, gue juga dengernya gitu" jawab Gema.
"Engga ada engga ada" Elak Reno dan keduanya hanya menaik turunkan bahunya saja.
"Sailendra, Tisha, Tikha, Reysha, Elvana!" tegas Kalan.
Tisha yang sedang bermain gitar pun berhenti, Reysha, Tikha, Sailendra dan Agas menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang memanggil mereka.
"Kakak"
"Ka Kalan" ucapnya secara bersamaan.
"Eh eh ada si Kalan" ucap Niko.
"Ssst diem lu, nanti kita ketauan. Meningan kita ngumpet deh dari pada ketauan si Kalan" ucap Reno.
"Iya bener, ayo Gem kita cari tempat persembunyian yang aman"
Gema menaikan satu alisnya "gue tetep disini. Gue mau liat dia mau lakuin apa sama adiknya kalau tau gue disini juga"
"Hah?" ucap Reno dan Niko secara bersamaan.
"Tutup mulut kalian berdua noh. Kalau kalian mau ngumpet ya ngumpet aja sana, gue engga mau gue bakal tetep disini"
Reno dan Niko saling pandang "yaudah gue juga ngikut disini aja" putus Niko.
__ADS_1
"Sama deh gue juga disini aja" timpal Reno dan keduanya kembali duduk melihat apa yang akan di lakukan oleh Kalan.
"Sedang apa kalian disini, hem?" tanyanya dengan nada tegas dan tatapan mata yang tajam.
"Mampus gue" komat kamit Sailendra ketika melihat tatapan tajam dari Kalan.
"Main gitar" jawab Tisha.
Sailendra dan yang lainnya melototkan matanya mendengar jawaban dari Tisha.
"Tenggelamkan aku saja ke rawa-rawa, Sha" keluh Sailendra.
"Kalian bolos pelajaran?"
Reysha dan Elvana mengangguk "Iya ka"
"Pelajaran bu Ayu?"
Agas dan Sailendra kini yang mengangguk "iya ka"
"Siapa yang mengajak kalian bolos?"
Dengan cepat Tikha menunjuk ke arah Sailendra "Ilen, ka"
Gema, Niko dan Reno tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah polos Tisha dan teman-temannya "polosnya" ucap Niko yang melihat Tisha dan teman-temannya.
Sailendra kembali melototkan matanya "bunuh aja gue Tikha buang" keluhnya kembali.
"Sekarang kalian turun ke lapangan utama"
"Baik" jawabnya secara serempak.
Kalan yang baru saja berjalan di belakang Tisha dan teman-temannya pun berhenti dan menoleh ke arah belakang.
Tak kalah tampannya dari Gema, Kalan memasukan satu tangannya ke dalam saku celananya dan lihatlah kini dua cogan yang berbeda gaya sedang saling berhadapan. Kalan yang memberikan tatapan tidak suka berbeda dengan Gema yang memberikan tatapan mengejek ke arah Kalan karena dia berhasil bertemu dengan Tisha tanpa halangan dari Kalan.
Gema berjalan ke arah Kalan untuk menyusul Tisha dan teman-temannya tak lupa dengan Niko dan juga Reno.
"Liat deh, gue masih bisa 'kan buat ketemu sama adik lo" bisiknya kepada Kalan dengan senyum mengejek.
Kalan yang mendengar itu mengepalkan tangannya, karena ini masih di lingkungan sekolah, Kalan bersikap profesional.
***
Karena kini jam istirahat sudah tiba, banyak siswa dan siswi yang melihat Tisha, Gema and the geng yang sedang di hukum oleh Kalan dengan cara hormat di depan tiang bendera sampai jam masuk istirahat selesai.
"Eh eh liat deh itu bukannya Gema ya?" tanya teman Marsha.
"Mana mana?" tanya Marsha.
"Itu tuh yang lagi di hukum"
Marsha melihat ke arah lapangan dan betul, Gema sedang di hukum bersama dengan kedua temannya "itu bukannya anak kelas 10 itu ya?" tanyanya.
"Iya, itu tuh twince and the geng" jawab temannya.
"Ko bisa sih?"
__ADS_1
"Engga tau gue juga kenapa bisa gitu"
Marsha mengepalkan tangannya "kenapa harus selalu ada Tisha dimana pun lo berada, Gem"
"Dan kenapa juga gue selalu kalah satu langkah sama elo, Tisha"
"Sha, lo kenapa?" tanya teman Marsha.
"Gue engga apa-apa ko, yaudah yuk meningan kita ke kelas aja"
"Ayo"
"Yum bukannya itu Tisha and the geng kan ya?" tanya Salsa kepada Ayumi.
"Hah? Mana-mana?" tanya balik Ayumi.
"Itu tuh" tunjuk Salsa.
"Lah iya bener, eh eh bukannya itu ka Gema ya?"
"Iya Yum"
"Ko bisa bareng sih?"
"Engga tau deh gue"
"Gue mau kasih minum ah ke doi, siapa tau dia haus lagian 'kan ini panas banget" ucap Ayumi dengan semangatnya.
"Lo yakin, Yum?"
"Yakinlah, gue ke sana dulu ya Sal"
"Oke"
Ayumi berjalan ke arah Gema dengan penuh semangat sambil membawa air minum untuk Gema yang ia beli di kantin tadi, padahal minum itu untuknya tapi melihat Gema yang sepertinya sedang kehausan maka dengan rela Ayumi memberikan minuman tersebut kepada Gema, hanya untuk Gema.
"Nih minum buat kakak, aku tau kakak pasti haus 'kan?" tanya Ayumi sambil memberikan air minum kepada Gema.
Gema menaikan satu alisnya melihat Ayumi, junior yang sangat Gema hindari.
"Nih" kata Ayumi lagi sambil menggoyang-goyangkan botol air minum tersebut.
"Gue engga haus" jawab Gema dengan cuek.
"Gem, lumayan" bisik Reno.
"Ambil aja kalau lo mau" balas Gema.
"Eh nenek gayung, sini buat gue aja gue haus banget nih" Sailendra bersuara.
"Dih ogah banget gue, gue cuma mau kasih buat ka Gema doang bukan buat lo"
"Orang ka Gemanya juga engga mau tuh" ledek Sailendra.
Ayumi memicngkan matanya "engga usah sok tau" kekeh Ayumi. Sailendra hanya menjawab dengan menaikkan bahunya saja.
Ayumi kembali melihat ke arah Gema "kakak pasti ke panasan ya" ucapnya lagi sambil mengeluarkan tisu dan mulai menghapus keringat yang ada di dahi Gema.
__ADS_1
Dan
"Jangan coba-coba lo sentuh gue dengan tangan murahan lo itu! " tegas Gema sambil menghempaskan tangan Ayumi.