[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 101 ~ Z vs Z (part 2)


__ADS_3

SWOOSH!


Angin sepoi-sepoi bertiup di sebuah tempat yang tenang.


Di arena Koloseum itu, dua orang lelaki tengah memejamkan mata.


Semuanya tenang dan tenang. Tidak ada yang terjadi. Namun, di dalam pikiran mereka masing-masing, keributan besar terjadi.


Arena Koloseum jatuh dalam kekacauan.


Di tengah-tengah ledakan besar, semuanya lenyap. Hanya ada kekosongan dan kekosongan.


Di saat yang bersamaan, Zero dan Zeus membuka matanya.


Mereka melihat satu sama lain. Koloseum masih dalam kondisi baik. Tidak ada yang rusak.


Pertarungan yang menegangkan tadi hanyalah khayalan kedua orang itu. Hanya dengan sekilas melihat, Zero langsung mengetahui kemampuan Zeus dan begitu juga sebaliknya.


Dengan pemahaman yang mencapai 100%, pikiran keduanya mampu berasimilasi satu sama lain. Mereka menciptakan dunia maya yang persis seperti kenyataan.


Kemampuan ini hanya dimiliki oleh Seniman Bela Diri yang telah mencapai tingkat tertentu!


Oleh karena itu, keduanya merasakan hal-hal aneh selama pertarungan. Ini semua karena pertama kalinya dalam hidup mereka merasakan adanya lawan tangguh yang seimbang dengan mereka. Ini adalah momen ketika terciptanya sebuah rival!


Meski begitu, hanya Zero saja yang tidak beranggapan demikian.


Pertarungan maya yang terjadi menyebabkan banyak infomasi mengenai satu sama lain menjadi lebih banyak. Kini, dunia maya itu telah hancur.


Z (Zero) vs Z (Zeus) … akan di mulai.


SWOOSH!


Angin sepoi-sepoi berhembus, menggoyangkan rambut mereka berdua. Di sana, mereka memejamkan mata kembali.


Semua aura dan Energi Sihir menghilang dalam diri mereka.


Mereka tampak seperti orang biasa.


Wajah mereka tenang dan dingin. Seolah-olah merasakan ketenangan suasana, namun di saat bersamaan juga tidak memedulikannya.


Setelah beberapa saat, mereka membuka matanya secara serentak. Sesaat berikutnya, Zero dan Zeus menghilang di tempat.


"Light Sonic Dash!"


"Light Thunder Step!"


WOOSH!


Mereka berdua melesat membelah ruang.


BOOM!


Dalam sekejap, ledakan besar terjadi. Kedua pukulan mereka saling bertabrakan. Kawah mulai muncul dan membesar di pijakan mereka.


"Haaa!"


"Haaa!"


Segalanya tersapu habis ke segala arah. Kemudian, keduanya mundur beberapa langkah dan mulai saling menyerang kembali.


SWISH!


Zeus melesatkan tendangannya yang dipenuhi oleh petir ke Zero.


"…!!"


Merespon hal itu, menggunakan tangannya dan mengubah lintasan tendangan Zeus.


BZZZT!


Petir yang melapisi kaki Zeus, menembus lapisan sihir pelindung Zero.


"Kuh!"


Hal itu menyebabkan lengan Zero tersengat dan menegang. Otot-otot yang berkontraksi keras menyebabkan Zero kehilangan kendali terhadap lengannya itu. Dia sulit untuk menggerakkannya.


'Huh, aku mengerti.'


Mengetahui tangannya membutuhkan waktu untuk kembali seperti semula, Zero memutuskan untuk menyerang balik.


Dengan segenap kekuatannya, Zero membuat tangannya di tutupi tanah yang keras melalui manipulasi sihir.

__ADS_1


"…!!" Mata Zeus terbelalak melihat ini.


Kemudian, Zero mengayunkan tangannya ke paha Zeus dengan keras.


BANG!


Bunyi yang keras terdengar. Tanah keras yang melapisi tangan Zero, berhasil menetralisir lapisan petir Zeus. Alhasil, Zero berhasil mengenai tubuh Zeus dengan keras.


Angin yang kuat melonjak ke atas.


SWOOSH!


Angin itu kuat dan menutupi mereka berdua. Sesaat kemudian, mereka terlihat kembali.


"Apa?" ucap Zero. Dia menyadari bahwa Zeus tidak terluka sedikitpun.


Melihat Zero, Zeus menampilkan senyumnya.


"Sepertinya, kamu belum paham!"


Zeus mengangkat kaki yang sebelumnya digunakan tinggi-tinggi.


BOOM!


Kemudian, suara ledakan terdengar.


"Keuck!"


Tanah pijakan Zero retak dan aliran darah kecil muncul di sudut mulutnya. Meski begitu, Zero masih menampilkan ekspresi dinginnya.


Kedua tangannya menahan kaki Zeus yang jatuh dan kuat. Tubuhnya bergetar karena berat itu.


Zero mendengus dengan dingin, "Huh, belum paham apanya? Aku sangat paham bahwa kau …" Energi Sihir meluap dari tubuh Zero dengan intens, menyebabkan tubuhnya semakin kuat dan postur tubuhnya semakin naik. Beban pada kaki Zeus semakin berkurang bagi Zero. Perlahan, itu menjadi hal yang mudah baginya.


"… Itu sangat kuat!"


BOOM!


Pada saat ini, momentum yang luar biasa terjadi. Zero telah berdiri tegak dan Zeus terhempas sedikit.


Zero berkata ketika aura ungu gelap yang pekat menyelimuti dirinya, "Memang benar bahwa statistik-mu lebih tinggi dariku. Tapi … ada satu hal yang kau lupakan. Apakah aku benar?"


"…!!"


Di dalam hatinya, Zero menjadi panik.


'Tunggu, apa yang tadi aku bicarakan? Ah, sial! Terserahlah, aku tadi hanya berniat untuk membuat suasana yang keren saja! Ehh?? Tunggu, apa-apaan ekspresi wajahmu itu? Apa perkataanku memberikan kesan tertentu?'


Zero melihat ekspresi terkejut Zeus yang tampaknya telah tersadarkan. Kemudian, berangsur-angsur, wajah Zeus turun menjadi penuh kelegaan dan penyesalan.


Dia menghela nafas panjang-panjang, "Haah, jadi kamu sudah mengetahuinya, ya."


"Hah? Apa yang orang ini bicarakan?" Zero menelan kalimat ini jauh di dalam hatinya.


Merespon Zeus, Zero menganggukkan kepalanya sedikit. Dia juga ingin tahu apa yang sedang dipikirkan Zeus.


'Aku tidak tahu apa yang dia bicarakan, tapi … aku rasa ini mungkin menjadi informasi yang penting,' pikir Zero.


Kemudian, momentum Zeus memudar. Aura petirnya mulai menghilang. Oleh karena itu, Zero juga menekan Energi Sihirnya.


Zeus berkata, "Seperti yang kamu ketahui. Leonidas adalah makhluk terkuat yang pernah diketahui. Bakatnya sangat besar sehingga aku sendiri tidak bisa mengalahkannya."


"Sebagai Seniman Bela Diri, dia sudah pasti berada di puncak. Diakui oleh dunia itu sendiri. Meski begitu, aku masih menggunakan cara kotor untuk melawannya."


"Kamu mungkin bertanya-tanya alasan aku melakukan cara-cara kotor untuk melawannya. Itu semua tidak lain untuk menggapai impianku sendiri. Pergi ke dunia lain — menjelajahinya dan terus bertambah kuat."


"Jujur saja … aku merasa malu dan menyesal. Setelah membuat Leonidas menjadi cacat dan lemah seperti itu … aku merasakan penyesalan. Aku menghargai dirinya lebih dari siapapun. Tapi …"


Zeus bercerita panjang lebar. Ketika Zeus menjelaskan, Zero memasang wajah kebosanan.


'Orang ini …'


Dengan pikirannya, Zero memusatkan Energi Sihir di kepalan tangannya.


'… Dia mengatakan hal-hal yang tidak penting!'


SWOOSH!


Dalam sekejap, Zero menghilang di tempat dia berada sebelumnya. Dia melesat dengan cepat, meninggalkan berkas cahaya ungu gelap dan bersiap memukul.


Aliran air penghancur batu, gerakan pertama: Penyatuan Empat Arus Air!

__ADS_1


Tiba-tiba, tangan Zero meninggalkan ilusi seolah-olah meliuk-liuk seperti ular. Kemudian, di sisi-sisinya terdapat 4 jalur angin yang mengiringi pukulan dan berputar di lengannya.


SWOOSH!


Tinjunya melesat bagaikan tembakan super.


Master of The Dark, skill dasar: Jejak Kegelapan!


"…!!" Zeus yang melihat hal ini terbelalak. Dia tidak menyangka kalau Zero tiba-tiba bergegas menuju ke dirinya untuk menyerang.


Sebelum pukulan Zero mengenai wajah Zeus, aliran udara yang mengelilingi tangannya tiba-tiba berubah warna menjadi hitam pekat.


Kegelapan tak berdasar. Pukulan itu yang bagaikan aliran air, kini menjadi keruh, hitam pekat. Empat arus air yang merupakan udara, mulai bersatu di ujung tinjunya.


"Sudah cukup bicaranya!" teriak Zero.


BOOM!


Suara ledakan yang teredam terdengar di seluruh Koloseum.


Aliran air penghancur batu merupakan seni bela diri buatan Zero yang memungkinkan untuk menghancurkan pertahanan seseorang dan melukai secara eksternal. Sedangkan Master of The Dark adalah salah satu class milik Zero yang dia dapatkan ketika berevolusi menjadi God-Human.


Dengan 'Jejak Kegelapan', dia mampu meninggalkan jejak kekuatannya pada lawan yang disentuh. Kemudian, itu bisa dimanfaatkan untuk beberapa hal, seperti mengambil alih bagian yang diberikan jejak.


Pukulan yang diselimuti kegelapan telah menghancurkan lapisan petir Zeus.


"….."


Zeus terluka dan berteriak tanpa suara.


WOOSH!


Dia terhempas jauh dan di pipinya terdapat sebuah aura hitam yang kian memudar.


Di bekas asal ledakan, Zero berdiri dengan tangan mengepal di depannya.


"Jika kita terus berbicara, kapan kita akan menyelesaikan pertarungan?"


"Ingat ini baik-baik!"


"Penjahat selalu kalah karena terlalu banyak bicara! Jadi …"


Zero melesat lagi. Dia tidak ingin menyia-nyiakan peluang dan hendak menyerang Zeus lagi dan lagi.


Kemudian, dia tiba di tempat mendarat Zeus. Selanjutnya, dia memusatkan energi pada kakinya.


Teknik Taekwondo, gerakan tingkat menengah: Tendangan Belakang 3 kali lipat!


Zero berputar 180° dan meluruskan satu kakinya ke atas.


BUGH!


Suara benda tumpul yang bertabrakan terdengar.


"Aku berhenti bicara!" kata Zero sambil menendang punggung Zeus.


.


.


.


.


.


'Tunggu, kalau aku mengatakan itu. Bukankah berarti aku adalah penjahat?'


Zeus kembali terhempas oleh tendangan belakang Zero. Kemudian, Zero melesat kembali ke atas untuk menyerang Zeus lagi.


SWOOSH!


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2