![[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)](https://asset.asean.biz.id/-drop--supreme-world-s-system--sistem-dunia-tertinggi-.webp)
Kemunculan bola ungu raksasa seukuran bulan membuat semua orang terpana. Di sisi lain, pertarungan yang seharusnya berlanjut, kini menjadi senyap karena hal itu.
Kemudian, tanpa memperdulikan hal itu lagi, Apollo berkata, "Kas! Mari kita lanjutkan pertarungan kita!"
"…." Kas mengalihkan pandangan ke Apollo, namun tidak memberi jawaban. Dia hanya menatap Apollo.
"Kita akan bermain di tempat lain!" ucap Apollo sambil menunjukkan senyum penuh kearoganan.
Menyadari maksud Apollo, mata Kas terbelalak seolah terkejut.
Setelah itu, Apollo mengangkat tombaknya tinggi-tinggi dan mengucapkan sesuatu.
"Segalanya adalah milik Dewa! Dewa Bintang tertinggi, Dewa Matahari menguasai seluruh bintang! Sub-dimensi yang menunjukkan keagungan Raja Dewa Bintang, THE DIMENSIONAL DOMAIN OF THE STAR!" seru Apollo dengan lantang.
Kemudian, ruang angkasa kosong di antara mereka berdua tiba-tiba menjadi bengkok. Itu adalah distorsi ruang.
Kemudian, ruang itu melengkung dan tampak ditarik oleh sesuatu ke dalam tengah-tengah antara Apollo dan Kas. Apollo masih tersenyum dan Kas menujukkan ekspresi yang mengatakan, bahwa "Ini akan menyebalkan."
Setelah itu, Kas dan Apollo hanya terdiam hingga akhirnya tubuh mereka ditarik kedalam pusat distorsi.
Swooo-wooo-wooo~!
Bunyi seperti suling dengan nada rendah terdengar, dan bidang pandang Kas berubah.
"...."
Kas membuka matanya dan melihat warna putih tak berujung. Dia berada dalam ruang putih yang penuh kekosongan.
Kemudian, suara Apollo terdengar.
"Selamat datang di Dimensional Domain milikku, Kas!" ucap Apollo sambil tersenyum puas.
"...." Kas terdiam, namun menunjukkan ekspresi tidak nyamannya.
Setelah itu, Apollo tertawa keras dan berkata, "Hahahaha, kau masih mengingat kejadian waktu itu, ya?"
Tanpa memedulikan ocehan Apollo, Kas langsung melesat dengan aura peraknya. Belati yang tercipta dari Energi Transendental yang terkondensasi membuat kesan yang indah.
Swiing!
Serangan Kas meleset dari target semestinya, yaitu leher Apollo. Namun, itu masih melukai Apollo dan darah mengalir sedikit dari sayatan yang dangkal itu.
"Cih, oi oi oi! Katakanlah sesuatu dulu! Kita sudah lama tidak bertemu, bukan?" kata Apollo sambil menggapai luka yang diberikan Kas.
"...."
Kas terdiam dan melihat ke belakang, tempat Apollo berada dengan tatapan penuh kejenuhan.
Melihat mata Kas, Apollo mendecakkan lidahnya dan dia memegang tombak dengan semakin erat.
Kemudian, pertarungan tanpa kata-kata dimulai.
Tang-tang-tang-tang!
Apollo menghampiri Kas dan menyerangnya tanpa memandang bulu. Namun, Kas berhasil memblokir setiap serangan Apollo dengan belati energi.
Di dunia tempat mereka berada saat ini, keberadaan Energi Kosmos tidak ada sama sekali. Dengan kata lain, pertarungan mereka tidak akan sebesar saat mereka menggunakan Energi Kosmos.
Apalagi ini merupakan kerugian besar bagi Kas yang merupakan Transenden. Energi Transendental adalah energi dengan kecocokan yang sangat tinggi terhadap Energi Kosmos. Namun, itu tidak terlalu mempengaruhi gaya bertarung Kas yang jarang menggunakan Energi Kosmos.
Clang!
__ADS_1
Sepasang belati perak menyilang untuk memblokir tombak kuning. Beberapa saat, mereka beradu kekuatan dan kemudian mundur untuk mengganti tempat. Selanjutnya, serangan mereka bertabrakan kembali dan ledakan yang kuat selalu terjadi.
Ada hukum alam yang mengatakan bahwa tidak ada benda kasar yang mampu menyaingi kecepatan cahaya. Itu tidak lain karena jika benda itu menabrak sesuatu, ledakan yang sangat besar terjadi. Bahkan jika materi benda tersebut terurai karena kecepatan, uraian materi itu masihlah benda dan itu akan menghancurkan benda lain yang terkena.
Lalu di sini, di dunia dimana adanya sihir dan energi di luar akal sehat, tubuh makhluk hidup dapat beradaptasi dengan berbagai situasi berkat adanya Status dan Statistik. Ini tidak lain disebabkan karena pengaturan dunia yang di atur oleh pemilik World's System dunia ini.
Setiap kejadian yang akan mengubah tatanan dunia, akan dihentikan oleh Dunia, kecuali atas izin pemilik World's System.
Buktinya, serangan gabungan yang dikerahakan 12 Dewa Olympus untuk melawan Leonidas tidak dibatalkan. Padahal, kerusakan yang dihasilkan sangatlah besar dan sebagian alam semesta telah hancur. Namun, serangan itu tidak dilenyapkan seperti tabrakan bola energi Noir dan inti energi Hera.
Hal ini menjadi bukti yang tak terbantahkan. Meski begitu, masalah saat ini bukanlah pengaturan Dunia. Masalahnya adalah 'tidak adanya batasan' apapun yang terjadi di Dimensional Domain milik Apollo
Beberapa waktu berlalu dengan hanya ada ledakan dan ledakan. Tabrakan antara serangan Apollo dan Kas yang melebihi kecepatan cahaya membuat keduanya kesulitan untuk menyambung serangan.
Kas mulai terpojok karena kondisi buff Apollo yang masih aktif. Sedangkan Kas hanya menggunakan Energi Transendental sebagai penguat fisik.
Itu memang kuat. Namun, itu belum cukup untuk bertarung dengan Apollo lebih lama lagi. Alhasil, semua skill peningkatan diaktifkan dan otot-otot Kas membengkak hingga batasnya. Pembuluh darah vena yang menonjol, berdetak seolah akan meledak.
Kemudian, dia mengambil sesuatu dari Dimensional Storage miliknya.
"…."
Itu adalah belati panjang dengan bilah berwarna biru pucat. Hawa dingin yang nyata dapat terasa dari belati itu.
"Icy God Dagger!?" seru Apollo. Dia langsung mengenali belati panjang yang dikeluarkan oleh Kas.
Icy God Dagger. Itu adalah belati dengan atribut es yang dibuat oleh Hephaestus. Dengan menggunakan es, Hephaestus menempa logam yang tidak diketahui itu dengan serius. Setelah perjuangan melawan elemen es, belati yang diciptakan khusus untuk melawan segala musuh yang memiliki atribut api atau panas dipamerkan kepada Dewa lain. Namun, tidak ada seorangpun yang tertarik dan bisa menggunakan belati itu. Akhirnya, Hephaestus hanya memajang salah satu karya masterpiece-nya, tanpa ada pemakainya. Itu adalah penghinaan bagi pandai besi terbaik di dunia. Namun, itu adalah hal yang normal, mengingat senjata itu tidak dipesan atau diciptakan untuk orang tertentu.
Namun, kali ini, belati yang pernah Apollo lihat, sedang digunakan Kas. Dia hanya tersenyum dan berguamam, "Kau sudah menemukan penggunanya, ya … Hephaestus."
Apollo sangat menghargai persahabatan dirinya dengan Hephaestus. Meski terkadang terjadi perseteruan, mereka masih berteman hingga saat ini.
Setelah mengenang ingatan itu untuk sesaat, Apollo mengacungkan tombaknya ke arah Kas.
"...." Kas memahami arti dari kalimat itu dan mengangguk untuk pertama kalinya kepada Apollo.
Kemudian, dengan Energi Sihir dan Energi Transendental yang diselaraskan, energi baru tercipta. Selanjutnya, itu membawa Kas melesat dengan kecepatan yang tak terukur.
Swoosh!
Dunia tanpa materi dan tanpa pijakan itu, membuat tidak ada gravitasi. Oleh karena itu, Apollo dan Kas dipaksa untuk melayang di ruang yang kosong.
Beruntungnya, energi sihir dan energi lainnya dapat digunakan. Sehingga mereka masih dapat menggunakan itu sebagai pelindung yang melapisi tubuh dan memberikan pasokan oksigen yang cukup. Meski pada umumnya para Makhluk Superior dapat hidup tanpa bernafas selama beberapa bulan, bernafas masih dibutuhkan untuk meningkatkan performa dalam pertarungan. Oleh karena itu, mereka melapisi tubuh dengan energi sihir dan di dalamnya, mereka menciptakan oksigen untuk bernafas.
Setelah penggabungan energi, Las yang melesat cepat berusaha menyerang Apollo dengan kekuatan yang kuat. Namun, itu hanya serangan dalam garis lurus.
Bam!
Apollo memblokir itu dengan mata tombaknya dan sedikit terpental. Tidak berhenti sampai di situ, efek yang terjadi akibat serangan Kas membuat bongkahan es besar tercipta dan membekukan tombak serta tubuh Apollo.
Perlahan, tubuh Apollo mulai membeku.
"Kuk!" erang Apollo.
'Huh! Ini memang cukup kuat, tapi ini belum cukup untuk mengalahkanku!!'
Tiba-tiba, tubuh Apollo mengeluarkan cahaya kuning dan kemudian …
Pyar!
Bongkahan es pecah dalam sekejap. Itu karena Energi Sihir Unik yang dimiliki Apollo, dikeluarkan melalui pori-pori dan meluap keluar dengan cepat. Hasilnya, seperti tadi.
__ADS_1
Es yang membekukan tubuh Dewa Matahari langsung hancur dan kehilangan efeknya. Namun, itu baru satu serangan.
Apollo mendengus seolah hebat, "Huh! Kau tau kalau aku mempunyai Energi Sihir Unik bernama Energi Sihir Bintang, bukan?"
Kemudian, tanpa memperdulikan, Kas menyerang Apollo kembali.
Tunggu. Bukankah seharusnya ini menjadi pertarungan tanpa percakapan?
Namun, kenapa Apollo berbicara?
Yah, itu tidak penting untuk sekarang. Yang paling penting, Kas telah berada di keseriusan yang sama, saat dia bermain pantomim.
Setelah memberikan serangan yang cukup kuat kepada Apollo, Kas mengalami efek recoil dan tidak bisa menyerang untuk sesaat. Namun, waktu Apollo untuk lolos, telah memberikan peluang bagi Kas untuk menyerang lagi.
Dengan hal itu, Kas mempercepat kinerja-kinerja tubuh dan juga pikirannya. Otot-ototnya dikeraskan dan urat nadinya tampak membengkak.
Selanjutnya, dia menghadap ke bawah dan kemudian melesat menuju Apollo.
Kas terus melesat dan dia menggunakan pikiran yang diakselerasi untuk memprediksi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi. Sedangkan Apollo juga ikut melesat ke Kas.
Dengan belati biru pucat, Kas menambah Energi Transendental ke dalamnya. Kemudian, dia tiruan yang mirip dengan dirinya muncul.
Dari satu, menjadi dua. Dari dua, menjadi empat. Dan seterusnya.
Bayangan Kas yang tak terhingga muncul bersamaan dan melaju ke Apollo.
"...!" Apollo menduga hal ini.
Itu memang yang hal wajar bila makhluk superior dapat membuat tiruan atau bayangan yang sangat banyak dan kuat. Namun, dalam kasus yang di alami Kas, bayangan itu memiliki statistik yang sama dengan dirinya. Yang membedakan adalah bahwa mereka tidak memiliki skill. Mereka hanya memiliki ingatan dan statistik yang sama.
'Jadi, kau akan menggunakan itu, ya ….'
Pantomime Transcendent Battle Art!
Itu adalah serangan pertama dari Seni Tempur Pantomim Transenden.
Apollo tersenyum mengetahui hal itu dan bersiap untuk sesuatu.
'Star God Martial Art! First technique … Starlight!' seru Apollo dalam hatinya saat dia berhenti menuju ribuan Kas.
Kemudian, cahaya kuning menutupinya seperti bola dan serangan keluar darinya.
Tiruan Kas yang tak terhitung jumlahnya yang mengepung Apollo, terkejut secara spontan. Itu karena serangan seperti rudal dengan jumlah tak terhitung, menyebar keluar menuju semua bayangan Kas.
Teknik pertama, Cahaya Bintang — Apollo menggunakan karakteristik bintang yang memancarkan cahaya ke seluruh penjuru sebagai referensi. Namun, tidak sama seperti bintang, Apollo menggunakan teknik ini untuk menyerang seperti rudal.
Sinar melengkung yang mengincar setiap bayangan Kas secara acak, membuat Kas bingung. Namun, itu masih dapat diatasi.
Kemudian, dengan memanfaatkan kekuatan senjata dan serangan sambungan berikutnya, Kas langsung mengantisipasi.
Dia menekan Energi Transendental perak ke sisi tajam bilah yang sangat kecil. Bayangan miliknya pun melakukan hal yang sama.
Selanjutnya, Kas mengangkat tangannya ke atas dan membentuk huruf 'V'. Kemudian, dia mengayunkan kedua belati es itu menuju salah satu cahaya yang mengarah ke dirinya dengan bentuk 'X'.
Tebasan yang membekukan segalanya melesat tanpa terganggu.
Semua bayangan melakukan hal yang sama dan mereka melihat hal yang menakjubkan.
Ka-booom! Creak! K-kre … reeeek~
Ledakan akibat tabrakan cahaya terjadi. Selanjutnya, efek dari serangan beku membuat ledakan berhenti dan ruang kosong menjadi beku, termasuk ledakan itu.
__ADS_1
Kristal es yang patutnya memantulkan warna yang indah, malah memancarkan cahaya gelap karena dimensi tempat mereka berada, ada di ruang yang kosong.