[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 154 ~ Theodor sang Regressor


__ADS_3

Sebelumnya, ketika Zero berteleport ke Dunia Karaztam ini, terjadi gangguan ruang yang cukup kuat hingga menyebabkan pergeseran titik koordinat tujuan. Alih-alih berteleport ke tempat Crhono Alexander, Zero malah terdampar di Hutan Terlarang Benua Sarte.


Meski begitu, Zero masih santai dan ingin menghabiskan waktunya sambil menikmati perjalanan menuju Kekaisaran Selestial yang dia ciptakan.


Ketika menyadari keberadaan superior yang menyebabkan dirinya tidak bisa dideteksi, Zero mengaitkan berbagai hal aneh yang telah terjadi. Meski dirinya berada di puncak dunia, dia masih tidak begitu paham dengan segala sesuatu yang ada di dunia ini, seperti tempat rahasia atau keberadaan-keberadaan kuat yang lain.


Oleh karena itu, Zero sering berbincang dengan Zeus mengenai berbagai hal semacam ini.


Pada saat ini, Zero tiba-tiba menyadari bahwa dirinya masih terbilang lemah.


Di luar sana, dunia tingkat tinggi yang sudah dewasa, tidak seperti dunia yang Zero tinggali saat ini, masih banyak misteri dan makhluk superior lainnya yang setingkat atau mungkin melampaui kekuatan dirinya saat ini.


Menyadari hal ini, Zero mengepalkan tinjunya yang gemetar karena semangat. Tiba-tiba, tawanya mulai keluar.


Dia menunduk dan memegang wajahnya, kemudian mengangkat wajahnya ke langit, "Kuk, kukukukukuk! Kuhahahaha!"


Zeus dan yang lainnya terkejut, hanya Dyne saja yang terbiasa dengan hal ini. Dahulu, Zero sering bertingkah seperti orang yang terkena chuunibyou.


Karena berbagai faktor, Zero jadi jarang bertingkah demikian.


'Master … Anda belum berubah sama sekali, ya.'


Dyne tersenyum hangat ketika melihat Zero dengan penuh kasih sayang dan nostalgia.


Setelah beberapa saat tertawa, Zero menyeringai, "Oke, ayo pergi!"


Perjalanan kali ini, tujuan Zero adalah menemukan Regressor itu.


Melewati beberapa jalan, Zero dan yang lainnya melihat seorang pria bertudung berjalan di keramaian. Beberapa saat mengikuti, pria itu masuk ke dalam gang sempit dan lembab.


Di situ tidak ada orang lain. Dengan situasi saat ini, Zero langsung berteleport ke belakang Regressor dan menepuk pundaknya.


"Yo, apa kabar, Theodor?"


.....


Theodor — dia adalah seorang Regressor yang perlahan kehilangan emosi dan keinginan. Semakin banyak dia regresi, semakin banyak dia ditelan oleh kegilaan.


Entah sampai kapan dia akan terus mengulang. Ini bagaikan roda kutukan tak berujung.


Pada putaran ke-7 ini, dia masih memiliki sebagian besar pikirannya. Meski beberapa hal jadi hilang, dia masih memiliki sebagian besar informasi penting di setiap putaran.

__ADS_1


Tidak seperti putaran sebelumnya, regresi kali ini sungguh aneh. Pada awalnya, dia tidak terlalu peduli akan hal itu. Mungkin itu perubahan alur dunia karena regresi nya.


Tapi semakin lama, keanehan tersebut kian besar. Itu berada di tingkatan yang benar-benar berbeda.


Seharusnya, Kerajaan Goethe yang kini menjadi afiliasi Kekaisaran Selestial telah dijajah oleh Bangsa Iblis. Namun, bukan hanya tidak dijajah.


Kekaisaran Selestial yang harusnya tidak ada, kini berdiri dengan Iblis dan Manusia hidup berdampingan di dalamnya.


Ini benar-benar aneh dan berbeda dari putaran-putaran sebelumnya.


Theodor tidak bisa tidak mengerutkan kening.


Dia mungkin tidak tahu.


Perubahan besar ini terkait dengan keberadaan Zero. Sebelumnya pernah disebutkan Barosa bahwa Zero adalah Entitas Unik atau Keberadaan Unik.


Dengan kata lain, keberadaannya tersebut tidak jelas dan dapat mengubah perkiraan, takdir atau masa depan.


Kemampuannya tentu tidak perlu dibicarakan. Untuk membuat perubahan besar pada jalur takdir, dibutuhkan kekuatan dan pengaruh yang besar.


Tapi Zero tidak ada di regresi pertama hingga ketujuh.


Ini benar-benar membingungkan.


Zero memiliki Devil's Eyes yang didapatkan dari misi Sistem. Setelah memiliki Fisik Titan Tiada Banding, Zero memasang Devil' Eyes ke matanya sendiri.


Dalam prosesnya, Devil's Eyes bermutasi menjadi Devil's Eyes of The Dark. Pada umumnya, siapapun yang memasang Devil's Eyes pada matanya sendiri akan berakibat fatal.


Sifat mencemari dari Devil's Eyes mampu mengikis pikiran sehingga tubuh sendiri kemungkinan besar akan bermutasi akibat dari pencemaran Aura Iblis.


Namun, berkat kemampuan Fisik Titan Tiada Banding, sifat pencemaran Devil's Eyes ditekan sehingga tidak mempengaruhi Zero. Bahkan jika tidak ditekan, Segel Jiwa Zero akan melindunginya dari pengikisan tersebut.


Meski begitu, Theodor yang pernah membantai Ras Iblis telah mendapatkan skill yang mampu merasakan kehadiran Iblis.


Orang biasa mungkin tidak menyadarinya, tetapi Theodor bisa tahu. Ketika dia bertemu Zero di kerumunan orang disaat Pahlawan kembali ke ibukota, dia segera merasakan ancaman.


Karena Zero menekan kehadirannya, Aura Iblis dari Devil's Eyes of The Dark jarang dirasakan. Ketika waktu merasakan, Aura Iblis itu tampak sangat menakutkan dan menghilang dalam sekejap.


Alih-alih mengalahkan Zero, dia lebih memilih untuk lari. Beruntungnya, Zero tidak mengejar dirinya.


Setelah melihat pertarungan Makishima Takuto di Arena Tarung, dia berjalan menuju tempat tinggal rahasianya di daerah kumuh.

__ADS_1


Saat melewati gang yang sepi, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya.


Suara yang asing terdengar, "Yo, apa kabar, Theodor?"


Terkejut, Theodor langsung melompat ke depan secara spontan dan membalik tubuhnya ke belakang untuk bersiap serangan musuh.


"—!? Apa!?"


Theodor lebih terkejut ketika melihat wajah Zero. Dia melihat Zero sendiri sebelumnya, jadi dia mengenali Zero secara sekilas.


"Kau ….." Theodor mengerutkan kening dengan waspada.


Zero menyeringai dengan gigi putih yang mengkilap.


"Kau apa?" tanya Zero dengan samar.


"….."


Theodor tidak menjawab. Dia masih sangat waspada. Meski dia tidak tahu seberapa kuat Zero, dia dapat memastikan bahwa orang ini lebih kuat dari masa puncaknya di putaran sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, kerumunan orang yang terdiri dari empat orang; satu wanita dan tiga pemuda berdatangan dari belakang Zero. Wanita itu tidak asing karena dia pernah melihat sebelumnya, sementara yang lain tidak dikenal.


Dari mereka semua, kekuatan mereka tidak bisa dideteksi. Tiba-tiba, Zero melihat wajah Theodor yang terkejut dengan mata yang terbelalak.


"… Barosa!" seru Theodor.


Barosa mengangkat alisnya dan teringat perkataan Zero. Theodor mungkin pernah bertemu dengan Barosa di regresi sebelumnya, tapi belum diketahui apakah dia menjadi lawan atau teman.


Melihat Theodor yang waspada dan bermusuhan, jelas kalau mereka saling bermusuhan.


Zero juga menyadari perubahan ini.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya, Tuan?"


Zeus bertanya dengan sopan.


'Tuan?' Theodor mengangkat alisnya di dalam hati.


"Hmm, benar juga. Aku datang karena tertarik dengan cara kerja Kelas Regressor ini. Mungkin aku akan bertanya beberapa hal padanya."


Theodor yang mendengar hal ini, berteriak di dalam hatinya, 'Apa!? Bagaimana dia bisa tahu aku Regressor?!'

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan hatinya yang terkejut, Theodor masih memasang wajah tenang di wajahnya yang lelah.


'Orang-orang ini berbahaya! Bagaimana mereka bisa bergerombol!'


__ADS_2