[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 136 ~ Regard (2)


__ADS_3

(Sudut Pandang Regard)


"Apakah kamu ingin ikut dengan kami?"


Kalimat itu … tidak akan pernah aku lupakan. Gadis kecil yang cantik, menerangi kegelapan malam dan meneduhkan diriku dari hujan.


.....


Bertahun-tahun telah berlalu sejak hari itu. Kehidupan yang penuh penderitaan, kini dihiasi oleh keindahan dan kenyamanan. Meski terkadang menderita, itu tidak seberapa.


Setelah dipungut oleh seorang gadis bernama Mygard Ally ke rumahnya dalam kondisi pingsan, aku terbangun di tempat yang asing.


Regard, itulah namaku saat ini. Nona Mygard Ally memberiku nama itu. Sekarang, aku mendedikasikan diriku untuk melayani dirinya.


Gadis yang cantik jelita, umurnya seumuran denganku. Tinggal di kediamannya yang besar, aku tentu tidak boleh bermalas-malasan. Aku bekerja sebagai asisten Nona Ally.


Melalui latihan keras dan bimbingan pelayan senior, aku ditugaskan dalam memenuhi kebutuhan Nona Ally dan melindunginya sebagai pengawal.


Duniaku kini lebih terbuka lebar. Di umurku yang hampir menginjak usia 16 tahun, aku mengalami sesuatu yang disebut … masa pubertas.


Akhir-akhir ini, aku merasa jantungku berdebar kencang setiap kali bertatapan dengan Nona Ally. Entah kenapa, aku merasa malu.


Tapi … aku tidak membenci perasaan ini.


Suatu hari, aku menemani Nona Ally bersantai di taman seperti biasa. Awan mendung jauh di cakrawala muncul, tapi itu tidak mempengaruhi langit di sini.


Aku sering dihina sebagai rakyat jelata oleh banyak orang, tetapi aku tidak mempedulikannya. Aku merasa senang hanya dengan dekat di sisi Nona Ally.


Nona Ally adalah gadis yang cerdas dan berbakat. Statusnya yang tinggi sebagai anak Adipati (Duke) di Kekaisaran Paliji, menjadikan banyak orang cemburu.


Rambutnya pirang, wajahnya halus dan kulitnya putih, tampak bercahaya. Puncak kembarnya yang berisi cukup memuaskan untuk anak seumurannya. Setiap kali aku memandangnya, aku tidak bisa tidak berdecak kagum.


Saat menikmati waktu di taman, tiba-tiba seorang kesatria datang kepada kami. Matanya menatap tajam ke arahku sebelum berlutut dan memberi hormat pada Nona Ally.


Kemudian, dia melaporkan suatu berita kepada Nona Ally.


Dari pembicaraannya, aku tahu sedikit.


Daerah Perbatasan di mana Hutan Terlarang berada, kawanan Magic Beast muncul. Mygard Lesskart, ayah Nona Ally membawa pasukan untuk menghentikan serbuan Magic Beast.


Magic Beast merupakan makhluk yang kuat, aku yang sekarang hidup dengan dunia terbuka, secara alami mengetahuinya. Siapa yang akan menyangka Magic Beast dari Hutan Terlarang keluar dan menyerbu?


Mendengar berita ini, Nona Ally menjadi khawatir. Nona Ally menangkupkan tangannya dan berdoa, "Wahai Dewa Barosa, berilah perlindunganmu pada kami."


Di sini, terdapat suatu kepercayaan yang disebut Valhalla. Dewa mereka adalah Dewa Barosa dan Dewa Barosa memiliki banyak malaikat yang sangat kuat di sisinya. Dia selalu mengawasi kehidupan umat manusia. Tapi, aku tidak terlalu percaya.


Yah, itu mungkin karena penderitaan yang aku alami. Satu-satunya Dewa yang aku akui mungkin adalah Nona Ally seorang.


Nona Ally tampaknya orang yang cukup religius.


Beberapa jam kemudian, kabar lanjutan datang. Saat ini, Nona Ally sedang berada di ruang belajar.


Aku berdiri di belakangnya dan selalu siap siaga dalam menangani kebutuhannya. Hanya berada di dekatnya, semua kelelahan dan penderitaan serasa menghilang.


Tiba-tiba, ketukan pintu terdengar dari belakang.


Tok, tok, tok!


"Masuk!" seru Nona Ally.


Aku berjalan ke pintu dan pintu terbuka. Sesosok prajurit masuk dengan hati-hati, dengan sopan berkata, "Permisi."

__ADS_1


Membungkuk, prajurit itu memberi hormat dan berkata, "Nona Ally, Tuan Lesskart telah kembali ke kota."


Nona Ally menghentikan tangannya yang sedang menulis menyela, "Benarkah?"


"Ya, tapi …"


"Tapi?" Nona Ally heran.


"Pasukan Mygard telah gagal menghalau kawanan Magic Beast. Saat ini, mereka mundur dan mengevakuasi penduduk di sekitar Perbatasan." Jeda, dia berkata, "Selanjutnya, banyak prajurit dan kesatria yang tewas. Semua orang yang kembali juga banyak yang terluka parah."


Itu hal yang wajar. Satu Magic Beast saja sudah selevel dengan satu tokoh elit dunia. Bagaimana bisa tokoh elit dunia disandingkan dengan prajurit dan kesatria biasa?


Aku dan Nona Ally mengetahui hal ini dengan jelas. Nona Ally bertanya, "Bagaimana kondisi ayah?"


Meski Tuan Lesskart telah kembali, kondisinya saat ini belum dijelaskan. Jadi, secara alami Nona Ally ingin mengetahui kondisi Tuan Lesskart.


Prajurit itu menjawab, "Tidak ada yang mengkhawatirkan, meski Tuan menderita beberapa luka, itu tidak terlalu mengkhawatirkan. Tuan Lesskart hanya membutuhkan beberapa waktu saja untuk bisa pulih."


Nona Ally dan aku merasa lega.


"Syukurlah kalau begitu." Nona Ally mengangkat kepalanya dan bertanya, "Jadi, apa ada perintah lagi?"


"Benar, Tuan Lesskart meminta Anda untuk meminta bantuan."


"Dengan kata lain, aku pergi ke ibukota … benar?" tanya Nona Ally sambil mengerutkan kening.


Aku tahu beberapa rumor. Tampaknya, Nona Ally memiliki beberapa hubungan yang buruk dengan bangsawan wilayah lain di ibukota.


"Benar!" jawab prajurit.


Nona Ally menghela nafas dan berkata, "Haah, baiklah. Kita tidak punya pilihan lain. Kalau begitu, aku akan bersiap dulu."


Nona Ally berdiri dan berbalik ke arahku, dia berkata, "Regard, persiapkan barang bawaaanku!"


Kemudian, aku segera keluar dan menyiapkan barang bawaan Nona Ally.


.....


Peradaban di sini cukup maju. Kekaisaran Paliji memiliki kereta api yang rutenya menghubungkan kota-kota besar yang terkenal. Di Kota Igard tempat kami saat ini, terdapat satu rute kereta api yang menuju ke ibukota.


"Ayo, kereta api sebentar lagi akan berangkat!" Nona Ally mengajak dengan tergesa-gesa.


Aku yang membawa armor berat dan barang bawaan yang banyak kesulitan mengikuti kecepatannya.


Pada umumnya, kereta api hanya digunakan oleh orang-orang kaya dan bangsawan saja. Tapi, demi keuntungan finansial, rakyat biasa juga diizinkan dengan biaya yang cukup besar. Dan lagi, pelayanan antara bangsawan, orang kaya dan rakyat biasa sangatlah berbeda.


Kuda besi yang kokoh berdiri di atas rel. Aku cukup kagum dengan kemampuan manusia dalam membuat hal seperti ini. Tapi, aku kurang menyukai sifat mereka.


Pintu kereta terbuka, aku menjatuhkan barang bawaan dan memasukkannya satu persatu supaya memungkinkan aku untuk keluar-masuk.


Di gerbong kapal ini, dekorasinya sangat menawan dan mewah. Di sini terdapat kamar untuk tidur dan ruang makan tersendiri. Sangat berbeda dengan gerbong yang lain.


Memasuki kamar yang kami tempati, aku bersantai sejenak bersama Nona Ally.


Beberapa jam berlalu, mungkin perjalanan ini sudah menempuh jarak sejauh 300 km. Di dunia ini, terdapat banyak hutan dan hewan buas yang kuat. Secara alami, manusia kesulitan untuk membuat jalur rel kereta yang aman.


Dengan bantuan para petualang, pemerintah membuat jalur kereta yang aman, namun cukup jauh. Tapi, sebagai gantinya, mereka dapat mengoperasikan kereta api tanpa kekhawatiran yang berlebihan.


Itulah yang seharusnya terjadi. Tapi, ketika kami turun di stasiun kereta di suatu kota, pihak stasiun mengatakan bahwa ada masalah pada jalur kereta selanjutnya.


Dikatakan bahwa rel kereta mengalami kerusakan karena hewan buas tertentu dan itu kuat.

__ADS_1


"Tapi tenang saja, para Pahlawan telah ditugaskan untuk menangani masalah ini. Mungkin butuh beberapa waktu untuk selesai. Setidaknya, dua hari lagi rute kereta api dapat berjalan kembali." Masinis berkata dengan keras.


Saat pengumuman selesai, kami keluar dari kereta api.


"Kalau tidak salah, ini Kota Algarin, 'kan?" tanya diriku pada Nona Ally sambil membawa banyak barang bawaan.


"Iya, ibukota tidak terlalu jauh dari sini. Kita tidak bisa membuang banyak waktu. Kita akan langsung berangkat dengan kereta kuda," kata Nona Ally.


Pada saat ini, kami membutuhkan pasukan bantuan secepatnya. Waktu sangatlah berharga. Waktu 2 hari terlalu lama bagi kami untuk menunggu.


Berhubung jarak antara Kota Algarin dan ibukota hanya satu hari perjalanan dengan kuda, Nona Ally memutuskan untuk langsung pergi secepatnya.


"Baik!" Aku mengikuti di belakang.


Setelah memesan satu kereta kuda, kami langsung melanjutkan perjalanan. Semua kebutuhan dalam perjalanan seperti makanan telah kami bawa.


Di perjalanan ini, kami melewati jalan yang sudah dilalui banyak orang. Karena banyaknya hewan buas yang kuat, secara alami kawasan hutan sangatlah melimpah.


Kami memasuki suatu hutan di sana. Jalan ini dibuat hanya untuk mengurangi bahaya hutan dan memudahkan perjalanan karena berada dekat dengan sungai.


Jika ingin buang air besar atau kencing, kami bisa pergi ke sana. Dan lagi, untuk memenuhi makanan dan minuman, sungai adalah pilihan yang tepat.


Hari senja, malam hampir tiba.


Di tengah-tengah hutan, sekelompok orang berjalan menyusuri hutan. Ada beberapa prajurit dan tentara bayaran yang menjaga kereta kuda.


Prajurit itu didapat dari Kota Algarin berkat status bangsawan Mygard. Dan untuk tentara bayaran, kami menyewa mereka.


Kemampuan mereka tidak diragukan lagi cukup kuat. Tapi, aku mungkin sedikit lebih buruk dari mereka. Aku tidak terlalu berbakat. Aku hanya orang biasa yang kebetulan bertemu dengan Nona Ally dan melayaninya.


Tiba-tiba, seorang pria berbadan kekar, pemimpin tentara bayaran mengangkat satu tangannya dan berseru sambil mengerutkan kening, "Berhenti!"


Semua orang langsung berhenti. Di dalam kereta, terdapat 4 orang. Aku dan Nona Ally serta dua orang yang lain. Ada satu kesatria yang dibawa dari Kota Igard sebelumnya. Dia selalu menatapku dengan jijik. Dan yang terakhir …


"Aduh! Hei, jangan berhenti tiba-tiba seperti itu!" Seorang pria berpenampilan seperti banci berteriak dari dalam kereta kuda. Suaranya memang seperti wanita, tapi penampilannya sungguh membuat mual.


Dia adalah Elkie, seorang penata rias. Dialah orang yang mendandani Nona Ally. Meski penampilan dan perilakunya sungguh menjijikkan bagi seorang pria, kemampuannya dalam profesinya tidak bisa diragukan.


Dia sangat matahari karena kereta kuda berhenti tiba-tiba dan dia terbentur dinding kereta.


Membuka pintu kereta, dia melirik ke arah pria berotot. "Hei, kamu! Apa yang …"


Saat itu, semua orang yang mengawal kereta bersiap dalam posisi tempur. Aku pun mengerutkan kening dan bersiap-siap.


Pria kekar berkata, "Semuanya, bersiap!"


Tiba-tiba, sekelompok orang muncul dari balik pohon. Jumlah mereka setidaknya ada ratusan.


Dengan membawa berbagai macam senjata, mereka mengepung kami. Orang-orang itu memiliki sulaman kepala serigala di bajunya.


Pria kekar itu mengerutkan kening dan berkata dengan marah ketika melihat lambang kepala serigala, "Bandit Greed Wolf!"


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2