[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 13 ~ Kastil di Tengah Hutan Terkutuk


__ADS_3

Aku ( Crhono Zero ) dan Jenderal Iblis Malgrim mulai memasuki Hutan Darest dengan penuh kehati-hatian.


" Baiklah, ayo kita mulai !!! " ucap Malgrim dengan semangat.


" Tunggu dulu " sanggahku.


" Sekarang, apa lagi ? " tanya Malgrim dengan nada tidak senang.


" Dahulu kala ada orang bijak yang berkata ' Kau tidak dapat menang dalam keadaan perut kosong di sebuah pertarungan'.


" Jadi ? "


" Bukankah, sudah jelas. Kita harus makan terlebih dahulu untuk mengisi energi kembali " saranku.


" Ta-tapi kan.. "


Malgrim berhenti berbicara saat aku menutup mulutnya dengan tanganku.


" Jika, kau ingin menyelamatkan Margus dari penderitaannya kita harus dapat membunuhnya. Jadi kita harus dalam kondisi sempurna, paham ? " jelasku.


...*Kruuug*...


" Tuh, kamu dengar sendiri, kan ? Sepertinya perutmu lebih jujur dari pada mulutmu, ya " sindirku


" Ba-baiklah, apa boleh buat " jawab Malgrim yang sudah kubuka mulutnya dari tanganku dengan ekspresi malu.


Akhirnya, dengan beberapa perbedaan pendapat, kami memutuskan untuk makan terlebih dahulu.


Aku menggunakan bahan-bahan dan alat-alat dari item box untuk digunakan dalam memasak. Aku menggunakan daging Raboon yang aku buru di Hutan Melris saat teman sekelas yang lain sedang berpesta.


Raboon adalah spesies monster kecil dan lemah dengan bentuk seperti kelinci tetapi lebih gemuk dan kuat tendangannya.


Aku membuat 'Coniglio Saporito' dari bahasa Italia yang berarti daging kelinci bumbu. Dengan bahan yang kudapat dari Kerajaan Goethe, aku membuatnya dengan bumbu-bumbu asli di Dunia Karaztam yang mirip dengan bumbu di bumi. Setelah diberi berbagai bumbu, daging Raboon langsung ku panggang dengan menggunakan sihir api.


Malgrim yang mencium aroma masakanku mulai mengeluarkan air liurnya.


" Hei, jaga mulutmu !!! keluar air liur, loh !!! "


" Ah, apa? oh ya, maaf " respon Malgrim sambil mengelap air liur liurnya.


" Tidak apa-apa, lagipula kamu pasti akan menyukainya "


" a-ah, ya "


Setelah makanan siap Malgrim menanyakan sesuatu kepadaku.


" Hei, Zero. Boleh aku menanyakan sesuatu? "


" Boleh, memangnya mau tanya apa? "

__ADS_1


" Bagaimana kamu akan memakannya saat kamu memakai topeng ? " tanya Malgrim dengan wajah serius.


" Eh? Pfft... "


" Kenapa kamu tertawa ? Memangnya ada apa? " bingung Malgrim yang melihatku menahan tawa.


" Tidak, tidak ada apa-apa. Kau memasang wajah serius hanya untuk menanyakan hal yang konyol seperti itu? hahaaha.... "


" Hei, cepat jawab dulu pertanyaanku "


" Iya-iya, aku dapat memakannya sambil memakai topeng. Topeng ini aku modifikasi agar bagian mulutnya dapat dicopot dengan mudah olehku saja dan dapat aku pasang kembali dengan mudah juga " ujarku.


" Hah? Apa-apaan itu ?


Yah terserah kau saja "


Setelah memakannya, kami mulai bersiap berangkat ke Hutan Darest.


' Sepertinya stamina Malgrim baru terisi 3/4 saja dari makanan yang kubuat ' gumamku dalam hati.


" Baiklah, ayo kita pergi Malgrim ! " ajakku.


" Ya "


Kamipun mulai melangkah masuk ke dalam Hutan Darest.


...[ PERINGATAN ]...


...[ SKILL : CURSE BLOCK TELAH MEMBLOKIR SEMUA ENERGI KUTUKAN YANG MENYERANG TUBUH ]...


" Skill yang telah kubeli sepertinya berguna dengan baik " gumamku.


' Skill curse block yang kubeli hanya tingkat tiga, skill ini hanya mampu memblokir konsentrasi kutukan pada level 1 sampai 3 saja. Sedangkan untuk membuat skill ini berada di tingkat 2, aku harus membuatnya menjadi level 100. Pada tingkat 2,skill ini mampu memblokir energi kutukan yang terkonsentrasi pada level 1 sampai 6 ' pikirku.


' Yah, meski begitu tingkat kutukan yang terkonsentrasi pada level 9 dan10 hanya dapat dilakukan oleh seorang Evil God yang berada di tingkat menengah ' lanjut pikirku.


Tapi, aku merasakan hal yang aneh pada tubuh Malgrim saat kami mulai memasuki Hutan Darest.


" Malgrim, apa kau merasa ada yang berbeda pada tubuhmu saat memasuki Hutan Darest tadi? " tanyaku sambil berjalan melewati hutan Darest bersama Malgrim.


" Ah, aku tidak merasakan apa-apa. Tapi ketika kau menantiku tadi, aku mulai merasa tubuhku sedang bertambah vit( tambah segar/stamina meningkat) " ujar Malgrim.


" Begitu, ya ? "


" Ya "


' Seperti dugaanku, Hutan ini dapat mengisi kembali stamina dan meningkatkan kecepatan regenerasi tubuh sekitar 10 kali. Malgrim yang stamina awal saat memasuki hutan hanyalah 800, sekarang sudah menjadi 1200 hanya dalam waktu 10 detik saja. Padahal seharusnya membutuhkan waktu sekitar satu jam ' gumamku dalam hati.


Kami akhirnya terus melanjutkan perjalanan sambil berbincang-bincang

__ADS_1


" Pemandangan di hutan ini kok suram sekali, ya ? tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali, lagi " ujarku.


" Hei, kau tidak boleh mengatakan sesuatu yang membuat hutan ini terlihat buruk " tegur Malgrim.


" Memangnya kenapa? "


" Kau belum tahu ya ?


Jika para iblis mendengar hal ini mungkin kau akan diserang. Tapi , meski hutan ini terlihat sangat suram yang penuh dengan pohon mati dan semak belukar yang berduri , tempat ini sangat berharga bagi kami penghuni Benua Karazbis. Karena, tempat ini kami jadikan sebagai tempat suci yang dapat mempercepat penyembuhan luka kami " jelas Malgrim.


" Hmmmm, jadi begitu"


' Hutan Darest sepertinya memliki iinti lingkaran sihir dari sumber kutukan yang terus menerus memproduksi energi kutukan, sampai akhirnya terkonsentrasi menjadi energi pekat yang menyebabkan tumbuhan di Hutan Darest menjadi mati dan tidak ada


kehidupan, ya ' pikirku


" Tapi, siapa yang membuat inti lingkaran sihir tingkat 3 di dunia ini, ya? " gumamku sambil memandang langit penuh awan gelap di Hutan Darest.


" Hah? apa kau mengatakan sesuatu tadi? " tanya Malgrim yang kebetulan mendengar perkataan Zero meski tidak jelas.


" Tidak ada apa-apa "


" Oh, ya sudah "


Setelah setengah jam kami berjalan melewati Hutan Darest, kami akhirnya dapat melihat Kastil Raja Iblis Margus.


" Nah, kita sudah sampai sekarang di Kastil Yang Mulia Margus " ujar Malgrim sambil menunjuk ke arah sebuah gerbang kastil yang besar.


Gerbang besar dan kokoh dengan motif bunga di pinggiran gerbang dan pintu gerbang kastil yang terbuat dari besi sihir dengan sebuah tulisan kuno yang tidak diketahui siapapun. Patung seorang iblis yang mengendarai naga di atas gerbang dengan mengenakan pakaian tempur sambil mengarahkan pedangnya ke arah matahari terbit.


" Heeeh, jadi ini Kastil Raja Iblis Margus, ya ?


Hebat juga, ya !? "


" Itu sudah pasti, bukan ? "


" Iya-iya, terserah kamu saja "


" Baiklah, sepertinya sudah saatnya kita masuk "


" Ya "


Malgrim mulai melangkah ke dapan gerbang kastil dan menjulurkan tangannya yang mengenakan sarung tangan ke tempat sebuah bekas tapak tangan yang ada di tengah pintu gerbang.


Cahaya merah mulai keluar dari pola ditengah sarung tangan Malgrim dan mulai merambat ke pola lainnya. Setelah tangannya terisi penuh dengan pola yang bercahaya merah, pola tersebut mulai menyalur ke seluruh tulisan kuno yang ada pada pintu gerbang.


Seketika, pintu gerbang yang besar, kokoh dan berat tersebut mulai terbuka.


" Baiklah, ayo masuk Zero " ajak Malgrim.

__ADS_1


" Ya "


Kastil indah dengan taman dan bunga yang tumbuh di taman membuat orang yang pertama kali melihatnya terheran-herantama sekaligus kagum. Matahari terlihat dari dalam kastil yang membuat semuanya terlihat hidup. Pemandangan yang asri, indah dan bersih, banyak kupu-kupu yang menghisap nektar dari bunga di taman dengan mudahnya. Membuatnya melupakan hal-hal yang telah dilalui di Hutan Darest.


__ADS_2