[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)

[DROP] Supreme World'S System (Sistem Dunia Tertinggi)
Chapter 108 ~ Apa Yang Akan Kita Lakukan?


__ADS_3

"Ku-hahahaha!" Hades tertawa keras ketika Energi Iblis terus meningkat dan semakin kuat dari dalam dirinya.


"Dosa Besar! Menyatulah! Great Sin's, Wrath — Fusion!"


BOOM!


Energi Iblis yang mengerikan meletus sekali lagi. Kali ini, Energi Iblis lebih mengerikan dan lebih pekat.


Dalam sekejap, aura yang hitam pekat menutupi seluruh tubuh Hades.


"Aaakch!"


Pembuluh darah lava mulai berdenyut keras seolah akan meledak dan dia berteriak kesakitan. Perlahan, matanya ditutupi kegelapan dan aura gelap terus keluar dari telinga, mulut dan hidung.


Darah merah juga mengalir keluar dari matanya, kemudian itu berubah menjadi darah hitam pekat yang menjijikan.


"Ack-ack!" Seolah-olah tersedak, Hades berusaha keras untuk manahan sakit dan terus memuntahkan aura gelap.


Zero yang melihat itu, menatap Hades dengan ngeri.


"Oi, oi, oi, yang benar saja! Bukankah itu tampak menyakitkan?"


Beberapa saat kemudian, aura gelap yang meluap ke sekitar mulai menjadi tenang. Bersamaan dengan itu, teriakan penderitaan Hades ikut terhenti.


...


Segalanya hening.


Kemudian, tiba-tiba pergerakan mulai terjadi pada aura hitam, Energi Iblis.


SWOOSH! SWOOSH! SWOOSH!


Dalam sekejap, mereka membuat beberapa aliran yang menuju ke Hades dengan cepat. Aliran itu mulai bergerak dan mengitari Hades dalam pola spiral.


Selanjutnya, aliran itu mulai menusuk ke bagian jantung Hades.


"Aaaaaarrrggghhh!" Teriakan Hades kembali berlanjut.


Kali ini, sebuah bola kecil hitam pekat mulai tumbuh di dalam jantungnya.


Sambil menahan rasa sakit, Hades tersenyum puas, memegangi dadanya dan berkata, "Hehehe, sial aku tidak menyangka kalau ini sangat menyakitkan. Tapi, ini sebanding dengan kekuatannya."


Sementara itu, aliran Energi Iblis terus memasuki inti hitam di jantungnya. Perlahan dah pasti, inti hitam itu semakin membesar dan besar.


Menyaksikan hal ini, Zero telah membuat keputusan, "Baiklah, aku akan menunggu apa yang bisa dia lakukan."


Beberapa saat setelah itu, inti hitam menutupi seluruh tubuh Hades. Sekarang, Hades terlihat seperti segumpal bola pijar hitam pekat.


Ketika tercipta bola hitam yang sepeti Black Hole, ruang di sekitar terdistorsi menjadi padat dan kemudian berpindah-pindah. Jika seseorang memasukinya, mereka akan membeku karena ruang menjadi padat dan kemudian tercerai berai karena ruang langsung berubah ke tempat lain.


Tiba-tiba, muncul semacam retakan di bola hitam itu. Retakannya mirip seperi jalur lava yang panas. Setelah beberapa saat, cahaya merah dari lava mulai menjadi semakin terang.


Bersamaan dengan hal itu, suara tawa yang keras bergema di ruang hampa.


"Hahaha, akhirnya! Dengan kekuatan ini, aku telah melampaui Zeus! Akulah yang akan menguasai dunia!"


Dalam retakan bola hitam, itu pecah dan meledak.


BOOM!


Zero merasakan tekanan yang cukup kuat dari ledakan itu.


"Kuh, benar saja. Sepertinya dia menjadi lebih kuat beberapa kali daripada Zeus."


Dalam beberapa saat kemudian, sesosok pria berlapiskan batuan gelap dan lava sebagai pembuluh darah terlihat.


Sosok pria itu bertanya, "Apakah kamu yang telah membunuh Zeus?"


Dengan wajah arogan dan tampan, Zero menjawab, "Ya, itu aku!"


Mendengar jawaban Zero, sosok pria itu mulai terlihat jelas dan dia tertawa kecil, "Hehehe, baiklah, aku percaya itu. Aku tidak tahu apa yang telah kamu lakukan untuk membunuhnya, tapi … aku lebih kuat darinya, lho."


Kali ini, sosok Hades dengan sebelumnya menjadi sedikit berbeda.


Sebelumnya, batuan hitam di tubuhnya sangatlah besar dan tidak beraturan. Namun, kini batuan hitam menjadi lebih halus dan jauh lebih padat dari sebelumnya.


Sebuah tanduk runcing dari batu hitam ada di siku, lutut, kepala dan pundaknya. Penampilannya telah dikompresi menjadi lebih ramping dan padat.


Matanya cerah seperti lava dan pupil-nya hitam pekat. Rambutnya berkobar dengan warna cerah api merah, putih dan hitam.


Melihat penampilan yang memukau ini, Zero berseru kagum, "Woah, kamu sekarang menjadi lebih baik, ya. Tidak seperti tadi, sekarang kamu tidak terlihat seperti monster sama sekali."


Hades terkekeh mendengar Zero, "Hehehe, siapa yang peduli tentang penampilan?"


Wajah Zero segera berubah menjadi suram ketika mendengar ini. Dia mendengus dengan tatapan tajam, "Huh, orang bijak terdahulu pernah berkata, 'Penampilan, cermin perilaku'."


Dengan menggunakan 90% total kekuatannya, Zero melesat menjadi aliran cahaya.


SWOOSH!

__ADS_1


"Jadi …"


"…!!" Hades tercengang dengan kecepatan Zero.


Beberapa saat kemudian, Zero memperkuat fisiknya hingga menjadi lebih kuat. Kemudian, dia mengalirkan Energi Sihir ke tangannya dan kemudian ke pedangnya.


SWOOSH!


Pada saat itu, air melonjak naik menyelimuti Pedang WSA.


Dengan jejak aliran air tersebut, Zero mengayunkan pedangnya dengan indah.


Merasakan hal yang berbahaya, Hades menyilangkan tangannya dan berada di posisi bertahan. Perisai gelap transparan pun tercipta dari Energi Iblis.


Dia berkata dengan meremehkan, "Huh, kau pikir, serangan yang sama akan berpengaruh?"


Tanpa memedulikan kalimatnya, Zero terus melanjutkan gerakannya bagaikan aliran air.


SWOOSH! SWOOSH! SWOOSH!


"Tebasan Hujan!"


Dalam sekejap mata, lusinan tebasan yang kuat menghantam pertahanan Hades.


"Keuck!"


Sesaat berikutnya, retakan tercipta di perisai transparan Hades.


"Ini belum selesai!" seru Zero dengan tegas.


Kemudian, perisai transparan pecah dan Zero berhasil menembus pertahanan Hades.


"…!!" Hades terkejut melihat hal ini.


'Mustahil! Perisai ini telah aku perkuat dengan Energi Iblis, lho! Bagaimana mungkin dia bisa menghancurkannya?'


Ketika Hades di tengah keterkejutan, Zero masih melanjutkan gerakannya. Namun, kali ini lebih kuat, cepat dan banyak.


SWOOSH! SWOOSH! SWOOSH!


Dengan ratusan ayunan pedang seperti aliran air, Zero menebas tangan keras Hades.


BOOM!


Saat itu, suara dentuman seperti ombak yang menabrak karang tercipta. Serangan Zero bagaikan tetesan air hujan yang membentuk ombak besar, dan kemudian menabrak batuan dengan keras hingga menyebabkan kehancuran bagi pertahanan.


Dengan suara pecah, batuan yang menutupi Hades mulai retak dan sebagian terlepas darinya.


Dia berteriak dengan marah, "Sialan!"


BOOM!


"…!!"


Dalam sekejap, momentum yang kuat tercipta dan menggemaskan Zero sejauh beberapa kilometer.


Sekarang, Hades melambaikan tangannya dan merentangkannya ke samping.


Dengan bergumam sesuatu, ruang di sekitar Hades mulai terdistorsi. Di saat yang bersamaan, muncul semacam bola cahaya yang mengeluarkan panas melalui proses radiasi hingga ke Zero.


Satu persatu, puluhan bola bercahaya seperti api itu muncul di sekeliling Hades.


"Apa itu?" Zero bertanya penasaran.


Setelah mengamati dengan teliti, Zero berseru, "Itu … plasma?!"


***


Di saat yang bersamaan.


Sebuah aliran cahaya keemasan seperti komet, melesat dengan kecepatan yang melebihi cahaya. Di dalam aliran cahaya itu, sesosok pria dengan armor lengkap dengan warna emas tampak serius.


Di pandangannya, sebuah benda juga terlihat terbang ke arahnya.


Pria itu berseru, "Aphrodite!"


Dengan bergegas, Ares menambahkan kecepatannya menjadi lebih cepat. Setelah beberapa saat, Ares tiba dan menghentikan Aphrodite yang terhempas karena tekanan penguasa Zero.


"Aphrodite, apa yang terjadi?!" Ares bertanya ketika memeluk Aphrodite dan mengguncangnya tubuhnya.


Kondisi Aphrodite saat ini sedang tidak sadarkan diri. Tekanan Penguasa dari Zero yang telah melampaui Zeus, mampu membuat seorang Dewa tingkat mitos menjadi tidak berdaya. Tekanan Penguasa inilah yang menyerang Aphrodite melalui jiwanya. Karena dia adalah Dewa tingkat mitos, jiwanya sudah pasti kuat dan paling tidak hanya terluka sedikit.


Jadi, Aphrodite pun tidak sadarkan diri berkat itu.


Setelah beberapa saat mengguncang tubuh Aphrodite dan dia belum sadarkan diri, wajahnya menjadi suram.


"Sialan, siapa yang sebenarnya melakukan ini!?"


Meski Ares terkenal karena kekejamannya dan pembantaiannya, Ares masihlah orang yang mencintai keluarganya. Terlebih lagi Aphrodite yang merupakan satu-satunya kekasih yang dia miliki. Dia tidak seperti Dewa lain yang memiliki banyak istri. Karena hal itu, tidak ada yang berani mengganggu Aphrodite meski kemampuannya lebih rendah daripada yang lain.

__ADS_1


Dengan segera, Ares menyuntikkan kekuatan jiwanya kepada Aphrodite. Setelah beberapa saat, akhirnya kantung mata Aphrodite bergerak. Seketika, wajah Ares yang cemas kembali cerah.


Dia segera bertanya, "Apa yang telah terjadi?"


Aphrodite mendapati dirinya dengan pengalihan rabun dan ketika menjadi jelas, dia melihat wajah Ares di dekatnya.


Sontak, dia terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Ares. Aphrodite mendorong Ares sedikit dan mundur.


Kemudian, pikirannya telah kembali jelas.


"Ah, itu … maaf, aku sedikit terkejut tadi."


Ares kembali bertanya dengan wajah serius dan ada kemarahan di kedalaman matanya, "Apa yang telah terjadi?"


Aphrodite mengetahui bahwa Ares berniat membalas orang yang melakukan itu kepadanya.


Mengingat kembali kekuatan Zero, Aphrodite langsung menggelengkan kepalanya dan menegaskan, "Tidak, ini bukan sesuatu yang bisa kamu atasi."


Mendengar jawaban ini, Ares langsung terbelalak matanya karena terkejut. Dia tahu betul bahwa Aphrodite sangat mengetahui bagaimana kekuatannya.


Sebagai salah satu dari 5 Dewa Terkuat, siapa yang bisa menakutinya?


Melihat ini, Aphrodite menjelaskan, "Zeus telah tewas. Pria itu jugalah yang membuatku seperti ini. Saat ini, Athena, Hera dan Hades sedang menghadapinya. Mungkin … mereka tidak bisa mengalahkannya. Mengingat bahwa kekuatannya …"


Aphrodite menggigil ketika kembali mengingat hal yang terjadi padanya. Dapat mematahkan ilusi yang dia buat dan memiliki kekuatan yang besar. Bahkan jika itu Zeus, itu tetap akan sulit untuk mematahkan ilusinya. Tapi ini!


Zero hanya perlu beberapa saat untuk langsung menghancurkan ilusi!


Ares menjadi tercengang ketika mendengar pernyataan Aphrodite.


'Zeus telah tewas? Apa yang telah terjadi selama aku pingsan?'


Melihat reaksi Aphrodite, Ares bertanya dengan canggung, "Jadi, apa yang akan kita lakukan?"


Dengan ketakutan di matanya, Aphrodite menjawab, "Aku ingat kalau Dewi Hestia pergi ketika awal pertarungan pria itu dengan Zeus. Bagaimana kalau kita ke sana dan bertanya kepadanya?"


"… Baiklah. Apa kau sudah baik?"


"Terimakasih, aku baik-baik saja."


Dengan itu, keduanya langsung melesat menjadi aliran cahaya yang indah ke arah yang sama, menjauh dari lokasi Zero.


***


Bersamaan dengan hal itu, para Transenden tercengang.


Noura berkata dengan perlahan, "Mustahil, bagaimana bisa dia sekuat itu?"


Sebagai Transenden yang melampaui batasan rasnya, Mizan Noura adalah yang terkuat kedua setelah Leonidas. Kemampuan yang kuat dari Transenden, memungkinkan dirinya untuk bersaing dengan ras superior seperti Dewa tingkat mitos. Meski begitu, dibutuhkan banyak usaha untuk mengalahkan masing-masing dari mereka.


Karena hal itu, semua orang merasa terkejut.


Athena dan Hera langsung tewas dengan satu serangan. Memang benar bahwa mereka tidak dikhususkan untuk bertempur, tapi tetap saja mereka cukup sulit untuk dihadapi.


Yang mencengangkan mereka adalah bagaimana bisa Zero menetralisir serangan dari 3 Dewa Olympus?


Jika itu adalah Leonidas, semua orang tidak akan terkejut karena itu adalah hal yang biasa. Mengingat bahwa Leonidas sendiri telah melampaui batasan rasnya yang sudah cukup superior, yaitu ras Divine Lion Sun (Singa Matahari Ilahi).


Mary berkata dengan takjub dan menatap Noura, "Ya Tuhan, kenapa kau tidak memberitahu kepada kami kalau kau membawa seorang pria yang kuat?"


Sebagai orang yang pertama bertemu Zero, dia juga tahu bahwa Zero adalah orang yang cukup kuat untuk seukurannya. Namun, dia tidak cukup kuat untuk seukuran Transenden.


Satu-satunya hal yang membuatnya tertarik pada Zero adalah fakta bahwa Mata Transenden Noura tidak bisa memeriksa status Zero. Karena itu, Noura menjadi tertarik.


Di tambah dengan keinginan Zero sebagai ganti rugi dari terlukanya Zero adalah menjadi rekannya, itu membuatnya sedikit terbantu karena ingin menyelidiki Zero.


'Bocah ini … aku tidak bisa memeriksa kekuatannya. Apa mungkin dia menyembunyikan kekuatannya selama ini?'


Itu adalah satu-satunya teori yang memungkinkan.


Namun, demi harga dirinya, Noura menjawab dengan bangga dan sedikit canggung pada Mary yang bertanya, "A-ah, iya, itu … maaf, aku tidak bermaksud menyembunyikannya. Hanya saja, dia tidak ingin menonjol. Jadi …"


"Oohh! Jadi begitu! Pantas saja dia begitu kuat. Terimakasih telah membawa orang kuat bersama kita. Jika tidak ada dia, mungkin kita …"


Mary terus berkata tanpa berhenti. Noura terus berpura-pura mendengarkan dengan senyum canggung.


Kemudian, seorang pria tampan berambut hijau, Lide, Transenden yang ahli dalam susunan formasi mulai berbicara, "Jadi, apa yang akan kita lakukan?"


***


Tekan like jika kamu suka cerita ini.


Tekan love jika kamu suka novel ini.


Dukung author dengan vote dan hadiah.


Beri saran, kritik atau hal yang ingin ditambahkan dalam cerita di kolom komentar.


Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2